Beautilogy Beauty

Tips Skincare untuk Kulit Kering, Hindari Kulit Kusam dengan 7 Rekomendasi Ini!

Skincare untuk kulit kering itu gampang gampang susah.  Gampang kalau kamu mengerti atau paham dengan kondisi kulitmu sendiri.  Sulit ketika kita mencoba mencari sumber informasi yang bisa kita percaya untuk membantu mengatasi masalah kita.

Namun readers, bukan berarti kiamat kalau susah nyari sumber informasi. Pathway to Dry Skin and Treatment, jurnal klinis buatan sejumlah dermatologist merupakan langkah pertama untuk mencoba memahami kondisi kulit kering.  Berikut saya sampaikan rangkumannya agar lebih mudah dipahami!

Tips Skincare untuk Kulit Kering

skincare untuk kulit kering

 

Buat yang pernah baca ulasan saya, tahu banget pasti kebiasaan saya bikin daftar isi.  Agar kamu tidak kesulitan mencari informasi yang ingin dibaca, sila klik di daftar isi sesuai kebutuhan!

 

Bagaimana Kulit Sehat Bisa Menjadi Kering?

skincare untuk kulit kering

Tahu enggak sih, kalau jenis kulit kita itu enggak pernah sama setiap waktu?

Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan kondisi kulit kita enggak selalu sama.  Misal nih, dulu kulitnya berminyak, tapi karena hamil, kondisi kulit berubah akibat hormon.  Bisa jadi kulitnya berubah jadi biasa (normal), atau malah jadi kering banget.  Atau yang dulunya kulit kombinasi, karena selalu terpapar AC, malah berubah jadi kulit kering.

Nah, kondisi kulit yang sehat adalah ketika keseimbangannya terjaga. Ada yang dinamakan dengan TEWL (transpidermal water loss), yaitu momen saat air yang masuk ke dalam tubuh hilang melalui epidermis.  Hilang di sini bukan karena menguap, tapi ada proses difusi dan osmosis terjadi.

Gampangnya gini. Proses difusi bisa terjadi ketika tubuh kita ingin mengeluarkan kalor dari dalam tubuh.  Ada banyak hal yang menyebabkan temperatur tubuh tinggi, misalkan demam, capek habis berolahraga, dan lain-lain.  Namun karena kalor bukanlah molekul, salah satu cara untuk mendinginkan tubuh adalah dengan keringat.

Bedanya dengan pemilik kulit kering, proses difusi ini terjadi secara tidak normal, yang menyebabkan keseimbangan air di dalam tubuh tidak  terjaga.  Ditambah lagi produksi sebum, yang merupakan minyak alami di wajah, juga berkurang.  Alhasil, kulit menjadi kering.

Penyebab dan Ciri Ciri Kulit Kering 

skincare untuk kulit kering

Penyebabnya macam-macam, misalkan:

  • Cuaca, bisa jadi karena iklim musim dingin, atau iklim dengan kelembapan udara yang tinggi, contohnya Indonesia

  • Berada di ruang ber-AC atau pemanas ruangan terus menerus

  • Memakai baju ketat dalam jangka waktu lama

  • Mandi atau berenang dengan air panas terus menerus

  • Deterjen atau surfaktan yang terdapat pada sampo, sabun, dan sabun cuci muka

  • Terpapar sinar matahari dalam waktu lama tanpa menggunakan sunscreen

  • Menua

  • Memiliki penyakit tertentu seperti HIV, diabetes, atau kekurangan zinc dan fatty acid dalam tubuh

  • Memiliki penyakit kulit sistematik seperti psoriasis, dermatitis, dan ichthyosis

Ciri-cirinya ada banyak. Akan saya klasifikasikan dalam beberapa jenis yang bisa kamu baca di tabel berikut:

Jenis KulitCiri Ciri
Kecenderungan memiliki kulit keringHampir tidak ada
Kulit kering ringana. Tekstur kasar dan atau terkelupas
b. Mungkin terasa gatal
c. Tidak terasa nyeri
d. Mungkin ada erythema
e. Tidak ada crack dan fine line
Kulit kering moderata. Tekstur kasar dan rutin terkelupas
b. Mengalami gatal ringan
c. Mengalami nyeri ringan
d. Ada erythema ringan
e. Ada crack dan fine line terlihat jelas
Kulit kering katastrofea. Tekstur kasar dan kulit terkelupas cukup parah
b. Terasa sangat gatal
c. Terasa sangat nyeri
d. Ada erythema
e. Ada crack dan fine line terlihat jelas

Selain itu, bisa jadi kamu akan mengalami:

  • Kulit terasa kencang setelah mandi, keramas, atau cuci muka

  • Kulit mengerut atau dehidrasi

  • Terlihat kasar dan kusam

  • Fine line terlihat jelas

  • Inflamasi, dan bisa jadi salah satu penyebab jerawatan

  • Untuk beberapa kasus, bisa jadi berdarah karena crack di kulit yang cukup parah

Masing-masing klasifikasi yang sempat dibahas di atas menunjukkan bahwa ada berbagai macam kondisi dari kulit kering.  Gimana sih cara untuk menentukan kita termasuk yang mana?

Cara paling aman adalah tanya dokter.  Fungsi beauty blogger, vlogger, atau influencer hanya membantu kamu menentukan pilihan skincare, tapi bukan untuk mendiagnosa apa yang terjadi pada kulit kamu dan mencari  treatment tepat untuk merawatnya. So, jangan gegabah ikut-ikutan influencer sebelum dapat data valid, ya!

Sebelum masuk ke treatment, kamu perlu tahu bahwa ada asesmen atau penilaian umum sebelum menentukan jenis kulit kering yang kamu derita.

Cara ini digunakan oleh dermatologist (dokter spesialis kulit, biasanya praktek di rumah sakit atau klinik) untuk mengetahui cara untuk mencegah dan treatment untuk berbagai jenis indikasi. Ada beberapa leveling yang dimulai dari Level I, Level II, dan Level III.

  1. Level I:Melakukan asesmen dari segi kesehatan, mencari tahu riwayat penyakit, atau kemungkinan terkena penyakit kulit sistematik (eczema, psoriasis, ichthyosis)
  2. Level II: Melakukan asesmen spesifik ke arah kulit
  3. Level III: Melakukan treatment dan pencegahan tergantung pada klasifikasi kulit

Bergantung dengan kondisi kulit, maka akan ada follow up dalam kurun waktu 1-6 bulan, atau bergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk membuat kulit kembali sehat

 

Kulit Kering vs Kulit Dehidrasi 

 

Ada kulit kering (dry skin), ada juga kulit dehidrasi (dehydrated skin).  Keduanya sering dibedakan karena kulit kering butuh sesuatu dalam bentuk moisture, sementara kulit dehidrasi butuh sesuatu dalam bentuk hydration.  Perbedaan hydration sama moisture memang apa, sih?

Umumnya, kita akan menyebut kulit kering membutuhkan emollient dan occlusive (ointment, cream, lotion), sementara untuk kulit dehidrasi membutuhkan humektan.  Namun sebetulnya terminologi moisture vs hydration ini sama saja.  Selanjutnya bisa kamu baca di blog Lab Muffin Science mengenai ini: Hydration vs Moisture, There Is No Difference. 

Baca Juga:  [REVIEW] The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% (Bahasa Indonesia)

Intinya untuk bisa memahami bagaimana kulitmu bisa kering atau bisa dehidrasi, kamu perlu memahami TEWL (transpidermal water loss).  Itu artinya, kamu perlu memahami proses difusi dan osmosis seperti yang sudah saya jelaskan di atas ^^

Sebetulnya, kemungkinan air menghilang dari kulit kita itu bisa terjadi setiap waktu.  Namun tubuh kita bisa meresponnya dengan menggantinya, sehingga air di dalam tubuh tercukupi.

Namun ketika air berevaporasi  lebih cepat daripada jumlah air yang bisa digantikan oleh tubuh, maka kulit bisa menjadi dehidrasi, alias kekurangan air.  Cara membayangkan bagaimana bisa kulit dehidrasi mudah, kok.  Cobalah kamu berhenti minum air selama beberapa jam.  Biasanya kita akan kehausan.  Nah, sebetulnya sinyal yang diberikan oleh tubuh itu tandanya kamu dehidrasi.  Seharusnya, bahkan saat kita tidak merasa haus, kita menjaga agar kadar air di tubuh kita tetap seimbang.

Apakah minum banyak bisa mencegah TEWL terjadi?  Sebetulnya semakin banyak air yang terserap ke kulit, proses TEWL akan semakin besar kemungkinannya terjadi.  Jadi itulah alasannya mengapa kulit dehidrasi juga memerlukan humektan dan occlusive. 

Humektan adalah zat yang dipakai untuk menarik air dari dermis menuju epidermis, dengan tujuan membuat stratum corneum, atau lapisan teratas kulit kita tetap terjaga kelembapannya.

Sementara occlusive adalah zat yang dipakai untuk mencegah penguapan air berlebih dari kulit, sehingga sifatnya adalah menutup pori pori kulit.

Terkadang, emollient juga ditambahkan pada occlusive agar produk tersebut bisa diterima oleh kulit.  Emollient adalah bahan bahan yang biasanya dipakai untuk mengisi celah-celah di kulit. Contohnya, petroleum jelly/ petrolatum  bisa terasa berat di kulit.  Agar membuat customer nyaman dalam memakai produk, maka occlusive biasanya dicampurkan dengan emollient. 

Contoh Agent Occlusive, Humektan, Emollient 

Karena produk itu ada banyak banget, saya enggak mungkin merekomendasikan pelembap apa yang cocok. Soalnya itu untung untungan, di saya cocok, di kamu bisa jadi enggak.

“Caranya buat nyari gimana, dong, kalau enggak paham skincare?”

Kamu perlu tahu nama komposisi bahan sesuai kebutuhanmu. Ribet untuk menghapalkan?  Saya punya cheat-nya yang cukup sering muncul di komposisi bahan skincare, bisa kamu baca di bawah ini:

  • Occlusive: oil (petrolatum/petroleum jelly, plant oil seperti olive oil, coconut oil; wax seperti beeswax, formulasi silikon seperti dimethicone.  Silikon biasanya diakhiri dengan -cone/-methicone dan -siloxane

  •  Humektan: Glycerol/glycerin, sorbitol, urea, lactic acid, hyaluronic acid, honey, seaweed, collagen, aloe vera

  • Emollient: Lanolin, paraffin, ceramide, silikon.  Sebagian emollient bisa jadi humektan, dan sebagian emollient seperti mineral oil/castor oil berfungsi juga sebagai occlusive.

 

 

Treatment untuk Kulit Tubuh 

skincare untuk kulit kering

Sebetulnya jenis treatment dan pencegahan memiliki komposisi bahan yang mirip-mirip untuk kulit tubuh, kulit wajah, dan kulit tangan serta kaki. Namun sengaja saya klasifikasikan berdasarkan jenis kulit kita agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan!

Ada istilah yang dinamakan keratolytic,  terapi  atau zat yang dapat menghilangkan lapisan keratin atau sel-sel kulit mati.  Gampangnya, salah satunya kamu bisa menggunakan zat yang bisa digunakan untuk eksfoliasi.  Proses eksfoliasi bisa dengan physical peeling atau chemical peeling.

Contoh dari physical peeling adalah penggunaan scrub.

Contoh dari chemical peeling adalah penggunaan bahan kimia untuk mengelupas lapisan kulit. Fungsinya, selain untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, bisa juga untuk membuat kulitmu yang terasa kasar dan kusam menjadi lebih cerah.

Di sini yang merupakan jenis zat keratolytic adalah urea, AHA (glycolic acid dan lactic acid),  dan salicylic acid.  Zat keratolityic dan zat chemical peeling itu memang ada beberapa yang serupa, tapi tidak sama!  Urea BUKAN zat untuk melakukan eksfoliasi, karena urea adalah NMF (natural moisturizing factor) yang berfungsi untuk melembapkan kulit.

Di tabel berikut merupakan contoh bahan-bahan yang bisa digunakan untuk melakukan merawat kulit tubuh yang kering.

Jenis KulitPerawatan
Kulit memiliki kecenderungan keringMemakai produk emollient. Bahan bahan yang termasuk emollient adalah ointments (oil), cream, lotion
Kulit kering ringanMenggunakan produk yang mengandung:

a. Urea (konsentrasi 5-10%)
b. Glycolic acid (konsentrasi 4-8%)
c. Lactic acid (konsentrasi kisaran 5% ke atas)
Salicylic acid (konsentrasi 1-3%)
Kulit kering moderata. Urea (konsentrasi 10% - 20%)
b. Gycolic acid (konsentrasi 10%)
c. Lactic acid (konsentrasi 12%)
Salicylic acid (konsentrasi 5%)
Kulit kering katastrofea. Urea (konsentrasi 20%)
b. Gycolic acid (konsentrasi 10%)
c. Lactic acid (konsentrasi 12%)
Salicylic acid (konsentrasi 5%)

Pencegahannya bisa dilakukan dengan:

  • Saat mandi, disarankan menggunakan sabun yang mengandung surfaktan tipe ringan.  Ada banyak jenisnya saat ini yang bisa kamu Googling sendiri (kata kunci Google: mild surfactan examples)

  • Gunakan air dingin atau air hangat dengan durasi mandi tidak lebih dari 10 menit

  • Jika kulit kering yang dialami adalah tipe katastrofe, akan lebih baik jika hanya menggunakan axillae/groin

  • Menggunakan pakaian yang terbuat dari cotton halus

Treatment untuk Kulit Wajah 

skincare untuk kulit kering

Sebetulnya jenis treatment dan pencegahan memiliki komposisi bahan yang mirip-mirip untuk kulit tubuh, kulit wajah, dan kulit tangan serta kaki. Namun sengaja saya klasifikasikan berdasarkan jenis kulit kita agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan!

Ada istilah yang dinamakan keratolytic, atau terapi untuk  atau zat yang dapat menghilangkan lapisan keratin atau sel-sel kulit mati.  Gampangnya, salah satunya adalah kamu bisa menggunakan zat yang bisa digunakan untuk eksfoliasi.  Proses eksfoliasi bisa dengan physical peeling atau chemical peeling.

Contoh dari physical peeling adalah penggunaan scrub.

Contoh dari chemical peeling adalah penggunaan bahan kimia untuk mengelupas lapisan kulit. Fungsinya, selain untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, bisa juga untuk membuat kulitmu yang terasa kasar dan kusam menjadi lebih cerah.  Saya sudah pernah rangkum penjelasan mudah AHA, BHA, dan PHA yang bisa dipakai untuk kulit kering, bisa di baca di sini: AHA, BHA, PHA, Apa Persamaan dan Perbedaannya?

Untuk eksfoliasi dengan AHA (lactic acid) sudah pernah saya review juga di sini: [REVIEW] The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2%

Baca Juga:  [REVIEW] The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% (Vitamin B3 + Zinc)

Di sini yang merupakan jenis zat keratolytic adalah urea, AHA (glycolic acid dan lactic acid),  dan salicylic acid.  Zat keratolityic dan zat chemical peeling itu memang ada beberapa yang serupa, tapi tidak sama!  Urea BUKAN zat untuk melakukan eksfoliasi, karena urea adalah NMF (natural moisturizing factor) yang berfungsi untuk melembapkan kulit.

Di tabel berikut merupakan contoh bahan-bahan yang bisa digunakan untuk melakukan merawat kulit wajah yang kering.

Jenis KulitPerawatan
Kulit cenderung keringEmollient (oil, cream, lotion) noncomedogenic/ nonacnegenic
Kulit kering ringanEmollient (oil, cream, lotion) noncomedogenic/ nonacnegenic
Kulit kering moderata. Glycolic acid 4%
b. Urea 5%
c. Lactic acid 5%
d. Glucunolactone/lactobionic acid (PHA) 5%. PHA cocok untuk kulit kering-sensitif

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan:

  • Perhatikan komposisi bahan sampo yang digunakan.  Akan lebih baik jika sampo yang kamu gunakan mengandung surfaktan tipe ringan, (kata kunci Google: sulfate free shampoos)
  • Gunakan cleanser yang bebas dari fragrance 
  • Gunakan produk yang mengandung emollient seperti petrolatum/petroleum jelly, mengandung wax (beeswax, lanolin); humektan seperti glycerin; moisturizer yang memiliki kandungan emollient dan humektan sekaligus
  • Bersihkan wajah maksimal 2x sehari

Treatment Kulit Tangan/Kaki

skincare untuk kulit kering

Sebetulnya jenis treatment dan pencegahan memiliki komposisi bahan yang mirip-mirip untuk kulit tubuh, kulit wajah, dan kulit tangan serta kaki. Namun sengaja saya klasifikasikan berdasarkan jenis kulit kita agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan!

Ada istilah yang dinamakan keratolytic, atau terapi untuk  atau zat yang dapat menghilangkan lapisan keratin atau sel-sel kulit mati.  Gampangnya, salah satunya adalah kamu bisa menggunakan zat yang bisa digunakan untuk eksfoliasi.  Proses eksfoliasi bisa dengan physical peeling atau chemical peeling.

Contoh dari physical peeling adalah penggunaan scrub.

Contoh dari chemical peeling adalah penggunaan bahan kimia untuk mengelupas lapisan kulit. Fungsinya, selain untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, bisa juga untuk membuat kulitmu yang terasa kasar dan kusam menjadi lebih cerah.

Di sini yang merupakan jenis zat keratolytic adalah urea, AHA (glycolic acid dan lactic acid),  dan salicylic acid.  Zat keratolityic dan zat chemical peeling itu memang ada beberapa yang serupa, tapi tidak sama!  Urea BUKAN zat untuk melakukan eksfoliasi, karena urea adalah NMF (natural moisturizing factor) yang berfungsi untuk melembapkan kulit.

Di tabel berikut merupakan contoh bahan-bahan yang bisa digunakan untuk melakukan merawat kulit tangan atau kaki yang kering.

Jenis KulitPerawatan
Kulit cenderung keringMenggunakan emollient (oil, lotion, cream) yang mengandung atau tidak mengandung keratolytic
Kulit kering ringanMenggunakan cream yang mengandung urea, glycolic acid, lactic acid, atau salicylic acid dengan konsentrasi kecil
Kulit kering moderata. Urea (konsentrasi 20-40%)
b. Glycolic acid, salicyclic acid (konsentrasi 5%)
c. Lactic acid (konsentrasi 12%)
Kulit kering katastrofea. Urea (konsentrasi 20-40%)
b. Glycolic acid, salicyclic acid (konsentrasi 5%)
c. Lactic acid (konsentrasi 12%)

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan:

  • Menggunakan sarung tangan jika perlu bekerja menggunakan air seperti mencuci.  Kamu bisa menggunakan sarung tangan berbahan nyplex atau vinyl

  • Menggunakan kaus kaki agar keringat di telapak kaki terserap

  • Batasi penggunaan hand soap

  • Gunakan produk yang bebas fragrance, bisa menyerap keringat, dan meminimumkan penggunaan sandal

 

Rekomendasi Bahan & Contoh Brand Skincare untuk Kulit Kering

Saat saya menyebutkan rekomendasi, TOLONG JANGAN TANYA LAGI hal hal semacam ini:

  • “Kak, brand yang bagus apa ya buat kulit kering?””

  • “Kulitku kering dan gampang jerawatan, bagusnya pakai apa, ya?”

  • “Kira kira buat ngilangin kusam harus pake produk apa? Bales asap, ya!

  • Contoh cleanser buat kulit kering yang pH friendly apa, ya?”

Rekomendasi komposisi bahan dan contoh brand skincare ini HANYA contoh, jadi selebihnya silakan googling.  Tabel yang saya buat ini hanya panduan agar kamu bisa mencari sendiri produk yang kira-kira sesuai dengan kulitmu, sesuai dengan komposisi bahan yang diuraikan.  Perjalanan skincare tiap orang berbeda, dan karena kulit kita unik, akan lebih baik kalau kamu mempelajarinya sendiri.

Rekomendasi BahanContoh Brand
Bath/body oil yang bebas fragrance untuk mandiNeutrogena Body Oil Fragrance Free, Vanicream Robathol Bath Oil
Sabun dengan surfaktan ringan (mandi dan cuci tangan)Dove, Cetaphil, Dr. Bronner, Olay Fresh Outlast Purifying Birch Water & Lavender 6-Bar, Olay Ultra Moisture with Shea Butter Body Wash, St. Ives Revitalizing Acai, Blueberry & CHia Seed Oil Body Wash, Eclair, Thayers Body, Babyganics
Emollients: liquid paraffin, petrolatum, waxes (lanolin, beeswax, carnauba), fatty acids, long chain esters, mono-, di-, tryglyceridesAveeno Dermexa Emollient Cream, CeraVe Moisturizing Cream, Cetaphil Restoraderm Body Lotion, Cetaphil Daily Advance Lotion, Nivea Original Moisture Daily Lotion, Aquaphor Healing Ointment
Moisturizer: kombinasi humektan dan emollient, bisa yang mengandung AHA (glycolic acid, lactic acid, tartaric acid, mandelic acid)Innisfree Green Tea Moisture line, Glikoderm AHA cream, Glikoderm PHA cream, COSRX PHA Moisture Renewal Power Cream
Humektan: glycerin, propylene glycol, sodium PCA, hyaluronic acid, collagen, polyglutamic acid, ureaCOSRX Hyaluronic Acid Intensive Cream, Ocean Fresh Marine Collagen Face Mask, Whamisa's Organic Flowers Water Cream with Natto Gum, Aura Cacia Vegetable Glycerin (bisa dimix dengan oil), Hadalabo Skin Plumping Gel Cream (5% urea), Hadalabo Premium Lotion (3% urea), Sebamed Extreme Dry Skin Relief Face Cream (5% urea)
Antigatal: menthol, champhorBenadryl Itch Stopping Cream
Exfoliator: bahan untuk eksfoliasi kulitBravura London Glycolic Acid 10%, Bravura London Salicylic Acid 3%, COSRX AHA 7% Whitehead Power Liquid, COSRX BHA Blackhead Power Liquid

 

Resource: 

Pathway to Dry Skin Prevention and Treatment, L. Guenther, et.al.  Journal of Cutanoeus Medicine and Surgery, Vol 16(1):23-31, 2012. DOI: 10.1177/120347541201600106.

Loading...

4 thoughts on “Tips Skincare untuk Kulit Kering, Hindari Kulit Kusam dengan 7 Rekomendasi Ini!”

  1. Wow, thanks for the COMPLETE explanation on this topic. Kulit saya cenderung very dry karena komplikasi eczema dan psoriasis. Artinya harus research lagi untuk rekomendasi produk-produk yang Mbak sebutkan, apakah cocok apa tidak. But at least I now know where to start. Thank you for sharing!

    ruthvcp.com

  2. Dari jam 9 sampai sekarang, biasain baca informasi yang luar biasa ini. Rasanya seneng banget. Tercerahkan. Aku kira selama ini kulit dehidrasi dan kulit kering itu sama. Eh ternyata beda. Dan makasih atas solusi solusinya ya kak. Really so helping me banget. Sekarang jadi makin rajin deh baca artikel di blog kakak, coba ajah aku tau dari lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *