produk serum vitamin c
Beautilogy Beauty

4 Tips Memilih Produk Serum Vitamin C Serta Alternatif Bagi Kulit Sensitif!

Adakah di sini yang suka pakai serum vitamin C ?  Atau baru pertama kali dengar?  Active skincare memang sedang nge-booming banget sejak berbagai jenis brand memproduksi.  Nggak usah jauh-jauh, skincare junkie pasti mengenal brand Dear Klairs, Paula’s Choice, TIAM, dan lain sebagainya.  Ada juga brand Indonesia seperti Votre Peau.

Rata-rata setiap orang yang akan atau sudah memakai vitamin C serum memiliki tujuan ingin mengencangkan dan melembapkan kulit, menghilangkan bekas jerawat dan noda hitam, serta mencerahkan warna kulit. Tapi, apakah memang vitamin C serum seajaib itu?

Awal mula perkenalan saya dengan vitamin C serum dimulai dari sejak saya memakai Dear Klairs, Freshly Juiced Vitamin Drop pada awal 2017.  Bagi yang pernah baca curhatan saya mengenai cystic acne, pasti tahu dong, kalau saya sudah mencoba mulai dari Rojukiss Enca AC Drying Powder hingga Indoganic Rosehip Oil. Saya beli vitamin C serum dalam rangka menghilangkan bekas jerawat dan menyembuhkan cystic acne.

Nyatanya, bekas jerawat memang menghilang dalam waktu 1-2 bulan, tapi cystic acne nggak sembuh-sembuh. Seiring berjalannya waktu, vitamin C serum itu perlahan-lahan teroksidasi hingga warnanya berubah menjadi kuning.

Banyak yang bilang bahwa Dear Klairs, Freshly Juiced Vitamin Drop ini stabil, tidak masuk kulkas pun nggak apa-apa.    Entah cuma sugesti atau memang tidak berkhasiat lagi, saya menghentikan pemakaiannya ketika warna serum itu berubah kuning pekat (untungnya sisa sedikit lagi).  Well, salah saya juga sih nggak ngekulkasin serumnya.

Selain itu, saya juga iseng mencari tahu vitamin C serum apa yang ramah kantong, namun berkhasiat dalam waktu cepat dan nggak bikin break out (emang ya, generasi milenial itu emang selalu pengin serba cepat, lol).  Inilah yang membuat saya memulai perjalanan mengenal berbagai jenis vitamin C serum.

Ada 5 bab terkait seputar actives, purging dan break out,  penjelasan tentang jerawat serta urutan pemakaian skincare yang saya tulis dan bisa diakses di sini (langsung klik link-nya):

Bab I: Mengenal pH Kulit, AHA, BHA, dan Vitamin C Secara Jelas

Bab II: Apa Bedanya Purging dan Break Out? Apa Kaitannya dengan AHA, BHA, Vitamin C?

Bab III: Urutan Pemakaian Skincare untuk Perawatan Wajah yang Tepat 

Bab IV: Kenali Jerawatmu!  Cara Lain untuk Mengobati Jerawat Tanpa AHA BHA

Bab V:  4 Tips Memilih Produk Serum Vitamin C Serta Alternatif Bagi Kulit Sensitif! (yang saat ini sedang kamu baca)

Apa Sih Vitamin C Serum Itu?

produk serum vitamin c
via tqn.com

Apa yang terlintas saat mendengar kata vitamin C?  Jeruk?  Lemon?  Grapefruit?  Yang mana pun itu, kita sudah cukup mengenal vitamin C sebagai salah satu vitamin yang perlu kita konsumsi.  Secara awam, kita tahu fungsinya adalah untuk mencegah atau mengobati sariawan 😀

Vitamin C dalam bentuk serum sendiri merupakan senyawa kimia yang disebut dengan ascorbic acid.  Bagi yang pernah mendengar L-AA atau L-ascorbic acid, nah, ini adalah nama lain dari vitamin C.  AA berfungsi untuk memproduksi kolagen, melembapkan kulit, proteksi dari sinar UV, dan lain-lain.

Permasalahan pada Vitamin C Serum

Manfaatnya oke banget, ya, nggak, sih?  Itu alasannya kenapa kita berbondong-bondong ingin mencoba vitamin C serum. Tapi karena segala sesuatunya tidak sempurna, maka vitamin C juga punya beberapa kekurangan.

Sulit untuk mencari vitamin C yang stabil, efektif, dan tidak menyebabkan iritasi 100% ke semua jenis kulit. Sejauh ini, ada 7-8 jenis formula vitamin C yang digunakan sebagai bahan kosmetik.  Beragam versi vitamin C serum ini membuat beauty blogger, beauty guru, dan ingredients junkie ribut mencari tahu mengenai:

  1. Bagaimana setiap jenis vitamin C bekerja?
  2. Berapa banyak yang perlu digunakan?
  3. Formula macam apa yang cocok untuk kebutuhan kulit, mana yang terbaik?
  4. dst.

Studi Lanjut Mengenai Manfaat Vitamin C

produk serum vitamin c
via jamanetwork.com

Sebelum kita mencari tahu jenis-jenis vitamin C serta memilih yang terbaik bagi kulit, ada baiknya kita pelajari penelitian mengenai vitamin C:

  1. Proteksi Sinar UV:  Vitamin C bukan pengganti sunscreen, tapi memiliki fungsi yang sama dengan sunscreen.  Studi keefektifan vitamin C dan E sebagai antioksidan [1].  Untuk membaca lebih lanjut mengenai cara memilih sunscreen bisa dibaca di: Ampuhkah Produk SPF Tinggi?
  2. Mengurangi kerut dan memperbaiki warna kulit: Efek dari topical ascorbic acid terhadap kulit yang memiliki kerentanan terhadap kulit yang terekspos sinar UVA dan UVB  [2]
  3. Mengurangi sintesis pigmen: Vitamin C mampu menekan efek dari UVB sehingga pengaruhnya terhadap pigmentasi kulit pun berkurang.  Ini yang menyebabkan warna kulit jadi lebih cerah setelah memakai vitamin C [3]
  4. Dapat menstimulasi kolagen: studi lebih lanjut bisa dibaca di sini [4]
  5. dst.

Vitamin C dalam Bentuk L-ascorbic acid

produk serum vitamin c
via wikimedia.org

Formula termurni dari vitamin C memiliki scientific name: L-ascorbic acid.  Buat yang pernah mencoba TIAM, Dear Klairs, dan The Ordinary, pasti nggak asing lagi ya, dengan istilah ini.  Nah yang saat ini akan dibahas adalah fakta mengenai L-ascorbic acid atau LAA.

Baca Juga:  [REVIEW] Dear Klairs Gentle Black Deep Cleansing Oil

LAA pada dasarnya merupakan bahan paling tidak stabil di antara berbagai jenis vitamin C.  Sifatnya yang water soluble atau larut dalam air membuat LAA harus berada pada konsentrasi yang tinggi dan memiliki pH rendah agar bisa menyerap ke kulit sekaligus bermanfaat.

Tips: Jika tertarik dengan vitamin C serum dengan kandungan LAA, cari yang memiliki konsentrasi 10% ke atas dengan pH di bawah 3.5 

Konsentrasi LAA itu biasanya berkisar dari 5-25%.  Sampai saat ini masih belum ada ketetapan berapa persen sesungguhnya LAA yang optimal.  Salah satu studi mengatakan bahwa 20% adalah yang terbaik jika ingin cepat menyerap ke kulit [5].  Namun ada juga yang berpendapat bahwa konsentrasi lebih dari 18% tidak akan membuat vitamin C terserap ke kulit dengan benar.

via shopify.com; contoh serum konsentrasi 5%

Despite of any concentration LAA should have, nyatanya LAA itu akan semakin tidak stabil di angka 6-16% (studi ini dilakukan di area 45 derajat Celcius delama 4 minggu) [6]. Jadi, ladies, dengan kadar konsentrasi di atas 5% memang harus ditempatkan di kulkas!

Ada lagi hal yang mempengaruhi stabil atau tidaknya LAA.  Semakin pH-nya rendah, maka akan jauh stabil dan efektif.  Jika pH vitamin C itu tinggi, ascorbic acid itu malah jadi semakin tidak berguna, dan malah bisa jadi membentuk formasi yang memicu radikal bebas.

TIPS: Vitamin C semakin hilang keefektifannya ketika warnanya sudah berubah menjadi kuning-kecoklatan.  Please ditch it. 

pH rendah? Check. Konsentrasi sekitar 20%? Check.  Kita kulkasin juga?  Check.  Eh, ternyata ada satu masalah lagi, nih.

Kulit tiap orang itu beda-beda.  Menurut suatu penelitian, formula vitamin C dengan konsentrasi tinggi dan pH rendah bisa menyebabkan iritasi, terutama pada perokok, laki-laki, seseorang yang memiliki kulit sensitif, penderita rosacea, dan yang memiliki penyakit organ bagian dalam yang cukup berat [7].

Saya sendiri belum pernah pakai vitamin C serum yang konsentrasinya lebih dari 10%, jadi kurang tahu bagaimana dampaknya terhadap kulit. Ada yang langsung cocok, ada yang melewati tahap purging dulu, ada juga yang mengalami break out.

Yang pasti, saat pakai Dear Klairs itu kulit saya memang terasa panas di awal.  Itu reaksi yang wajar.  Tapi jika misal setelah itu malah bruntusan parah di area yang nggak pernah break out sebelumnya, kamu harus cari tahu lagi, ya.  Purging atau break out? (klik link ini untuk mencari tahu bedanya!)

TIPS: Lihat packaging dari produk tersebut.  Karena LAA mudah teroksidasi, maka botol tersebut harus memiliki warna yang gelap (ini setahu saya etiketnya ada di pelajarannya anak farmasi dalam hal pelabelan botol). Tujuannya agar mencegah LAA teroksidasi terlalu cepat 

Tips Membeli Serum L-AA

  1. Sebaiknya pakai vitamin C  dengan kandungan LAA dengan konsentrasi di atas 10% dengan pH <3.5 untuk hasil yang maksimal. Jika ingin zat tersebut bisa terserap dengan baik dan bekerja efektif di kulit, pastikan kondisi kulit dan tangan anhidrat (tidak mengandung molekul air)

  2. Terjadi perubahan warna?  Sebaiknya jangan dipakai lagi, otherwise it may harm your skin

  3. Kenali jenis kulit dan kebutuhanmu.  Ada beberapa alternatif dari LAA jika kamu memiliki kulit sensitif, kamu bisa cek derivatifnya

  4. Selalu patch testing jika tertarik mencoba vitamin C, terutama jika beli brand baru.  Coba tes di siku atau bagian belakang daun telinga, biarkan selama 1×24 jam.  Kalau tidak ada reaksi, vitamin C bisa kamu pakai tiap pagi dan malam sebanyak 3-4 tetes

Derivatif Serum Vitamin C

Jika kita selama ini hanya mengenal LAA, derivatifnya itu ada cukup banyak, ya.  Contohnya apa, sih?

  1. Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP)

  2. Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP)

  3. Ascorbyl Palmitate (AA-PAL)

  4. Ascorbyl Tetra-Isopalmitate / Ascorbyl Tetra-Isopalmitoyl (ATI) / Tetrahexydecyl Ascorbate (TA)

  5. Ascorbyl Glucoside (AA-2G)

  6. Ascorbyl 2-Phosphate 6-Palmitate (APPS)

  7. 3-O-Ethyl Ascorbate (EAC)

Sampai saat ini, yang cukup banyak beredar di pasar ada 4 formula, yaitu SAP, MAP,  AA-PAL, dan ATI. Agar bisa tahu lebih lanjut, maka saya buat tabel perbandingan antara SAP, MAP, AA-PAL, dan ATI.  SAP, MAP dan AP cocok digunakan bagi pemilik kulit sensitif atau acne prone. 

Jenis-Jenis Vitamin CTingkat KestabilanMudah Penetrasi ke Kulit?Bisa Melindungi Terhadap UVA dan UVB?Menstimulasi Produksi Kolagen pada Kulit?Melawan Jerawat?Bikin Iritasi?Urutan Pemakaian SkincareBrand Serum Vitamin C
AA (Ascorbic Acid)pH kurang dari 3.5, konsentrasi 5-20%YaSangat baikYaYaTidak cocok untuk kulit sensitifSetelah second cleanserDear Klairs Freshly Juiced Vitamin Drop (5% AA); sangat disarankan masuk kulkas

Clinique Fresh Pressed Daily Booster with Pure Vitamin C (10% AA)

D'Blush Serum Vitamin C & E (10% AA)

Rohto Dermacept RX (15% AA)

TIAM My Signature C Source (20% AA)

Pure Vitamin C21.5 Advanced Serum (21.5% AA)

The Ordinary Vitamin C Suspension 23%
+ HA Spheres 2% (23% AA)

The Ordinary Vitamin C Suspension 30% in Silicone (30% AA)
SAP (Sodium Ascorbyl Phosphate)pH 7, konsentrasi 20%YaSangat baikYaYaCocok untuk kulit sensitifSetelah AHASer-C (10% SAP)

Mad Hippie Vitamin C Serum (10% SAP)

Hanasui Serum Vitamin C (? % SAP)
MAP (Magnesium Ascorbyl Phosphate)pH 7, konsentrasi 10%YaKurang dari AA, namun jauh lebih baik dari ATIYa, namun dibanding AA, MAP masih berada di bawahnyaHanya menjadi pelengkap, sebaiknya ditambah produk lainCocok untuk kulit sensitifSetelah AHAThe Ordinary Magnesium Ascorbyl Phosphate (10% MAP)

Votre Peau Maharis Clinic Vitamin C Serum (?% MAP)
ATI (Ascorbyl Tetraisopalmitate / Tetrahexyldecyl Ascorbate)pH kurang dari 5, konsentrasi 3%Butuh waktu agar bisa penetrasi ke kulitKurang dari MAPYaHanya menjadi pelengkap, sebaiknya ditambah produk lainTidak cocok untuk kulit sensitifSetelah AHASUNDAY RILEY C.E.O. Rapid Flash Brightening Serum (15% ATI)

The Ordinary Ascorbyl Tetra Isopalmitate Solution 20% in Vitamin F (20% ATI)

 Paula’s Choice Resist Antioxidant Concentrate Serum (?)
AP (Ascorbyl Palmitate)pH kurang dari 3.5, konsentrasi 1-2%Butuh waktu agar bisa penetrasi ke kulitTerdapat silang pendapat terkait AP yang dapat menjadi pemicu kanker kulitYa-Cocok untuk kulit sensitifSetelah second cleanserPeter Thomas Roth Retinol Fusion PM (1,5% AP)
3-O Ethyl Ascorbic Acid (EAC)Tidak ada dataYa, lebih baik dibanding AA-2G atau Ascorbyl GlucosideTidak ada dataTidak ada dataTidak ada dataTidak ada dataSetelah second cleanserVotre Peau Vitamin C Serum (15% EAC)

NIOD Ethyhated L-Ascorbic Acid (30% EAC)
Ascorbyl Glucoside (AA-2G)Stabil di pH 5.5BisaYa namun kurang dari SAP--Tidak ada dataSetelah second cleanserMoreskin Serum Vitamin C (30% AA-2G)
Baca Juga:  [REVIEW]Perbandingan BB Cushion Korea: Innisfree vs Iope vs Laneige

 

Loading...

22 thoughts on “4 Tips Memilih Produk Serum Vitamin C Serta Alternatif Bagi Kulit Sensitif!”

  1. Malem kak, aku udh umur kepala 2 nihh, tp baru sadar rawat muka setelah kenal sama aloe soothing gelnya nature republic, jujur dari dulu muka emg udah kacau, minyakan, jerawatan, pori besar, komedoan, tapi abis pake soothing gel itu jadi lmyn bersih. Dan gara2 itu jadi lapar mata banget liat beauty2 blogger review skin care di youtube.

    Sekarang nih aku udh beli bbrp produk dan udh pake sktr 2 mggu dengan penggunaan yg salah kaprah stelah baca baca blog ini. *meskipun ada skip ttg pnjelasan kimia2 gtu ga bgtu paham soalnya :’( .

    produk2 yg aku ada skg:
    – cleanser : biore oil cleanser & corine de farme micellar gel
    – facial wash : himalaya purifying neem foaming face wash & etude o-lemong oneshot fresh moisture foam (katanya mirip cosrx lowph, blom coba masih pesan)
    – toner : aha/bha clarifying toner, etude wonder pore, TBS aloe calming toner, dan ada trial skin refiner dari laneige
    – emulsion : laneige
    – serum : tiam c source
    – mosturizer : nature republic aloe gel.

    nah pertanyaan aku :
    1. aku ga tau kalo tnyta si serum vit c itu harus di simpan di kulkas, jadi slama hampir stgh bulan si dia di kamar aku, gimana yaaa cara taunya kalo dia udah oxidized dan ga boleh di pake lagi? (secara botolnya kan gelap, jadi ga keliatan perubahan wrnanya )
    2. apakah serum vit c aman digukana setiap hari? kalo tidak, apakah ada rekomendasi serum harian?
    3. aha/bha clarifying toner itu tnyta ph adjuster, apakah saya harus tambahkan exfo toner?
    4. jika sudah melakukan chemical exfo dengan toner secara rutin, apakah aman jika melakukan exfo dengan peeling gel (jarang2)?
    5. kak ada rekomendasi sunblock yg cocok buat kulit kombinasi berminyak? sy ada sunblock model cream tp justru bikin jerawatan 🙁
    6. sleeping mask dari laneige apakah aman jika digunakan setiap hari, karena sy baca2 harusnya 2-3x seminggu, tp para beauty blogger pake u/ treatment harian? *saya belum merasakan bad effect selama pke hampir tiap hari

    maaf banyak nanya yaah kak, saya bener2 newbie, belanja langsung banyak tp salah kaprah, sedih banget :’( tolong arahannya yaa kak

    1. Hi, saya jawab pertanyaan sebisa saya ya:

      1) Sebetulnya bukannya nggak boleh dipake, tapi kalau sudah terpengaruh oksidasi nantinya khasiat dari vitamin C itu sendiri berkurang drastis. Soalnya kondisi stabil ketika vitamin C itu efektif dipakai adalah saat konsentrasi dan pH sesuai (tergantung masing-masing jenis bahan, tapi yang banyak dipakai itu L-AA). Makanya kalau vit C punya kamu adalah ascorbic acid salah satu kandungannya, memang dianjurkan disimpan di kulkas

      2) Aman kok, malah dibanding BHA lebih baik pakai serum vit C tiap hari. Baiknya itu pas malam, tapi kalau mau pagi-malam juga nggak masalah

      3) Itu bukan exfo toner. Fungsinya hanya untuk menyeimbangkan pH kulit setelah memakai sabun cuci muka. Soalnya gini, kalau misal kamu nggak tahu pH sabun cuci muka berapa (kecuali sudah baca daftar list saya, itu pun masih sabun cuci muka dari Korea) bisa memakai pH adjusting toner. Tapi kalau pH sabun cuci muka sudah pas, nggak ditambahin pun nggak masalah

      4) Kalau saya masih pakai karena kondisi kulit saya dehidrasi, sering ada dry patch di bagian bawah bibir dan di sekitar hidung. Itu juga paling cuma seminggu sekali, fungsinya cuma untuk menghilangkan dry patch aja. Sebetulnya exfoliating sendiri ada 3 jenis, yaitu chemical (BHA, AHA), physical (peeling gel, scrub) sama enzyme (saya belum pernah nyobain, pernah dengar istilahnya aja). Bagusnya pilih salah satu aja, over exfo bisa bikin kulit bermasalah

      5) Saya sejauh ini baru nyoba Etude House Sunprise Must Daily, itu water based dan selama ini nggak bikin kulit saya (tipe kombinasi-dehidrasi) jadi bermasalah sih. Kalau ngasih rekomendasi saya nggak bisa, tapi kalau mau coba bisa pakai ini. Oya, ini sunscreen

      6) Alasan kenapa baiknya 2-3x seminggu setahu saya karena khasiatnya sih. Kalau keseringan itu nggak akan terlalu efektif ke kulit. Tapi saya juga nggak tahu ya, apa benar gosip soal keefektifannya, soalnya dulu cuma dapet sampel dan kebetulan saya nggak punya moisturizer waktu itu. Saya pake aman-aman aja tiap hari

  2. Halo, terima kasih yaa but reviewnya. Sekarang saya jadi makin mantap buat nyoba si dear klairs vit c ini, soalnya memang keinginan utama adalah ingin kulit wajah lebih cerah. Nah, menurut kamu, si vit c ini boleh ga ya dicampur niacinimide? Saya aga bingung, karena ada beberap sumber yg bilang ga boleh banget dipake bareng. Tapi ada juga yg bilang boleh dan malah sebenarnya 2 item itu saling mendukung buat efek pencerah yg maksimal. Makasih sebelumnya yaa..

    1. Halo Mbak Silvi,

      Aku sendiri soalnya pernah nggak sengaja make dua duanya secara berurutan (gara gara lupa) dan dalam sekejap bikin perih. Jadi alasan kenapa nggak boleh dipakai bareng itu karena nanti reaksi dari keduanya itu bisa bikin iritasi ke kulit, karena zat niacinamide-nya berubah menjadi niacin. Kalau mau pakai itu baiknya sih gantian, misal vit C dipakai pas pagi, niacinamide pas malem, atau sebaliknya. Buat Klairs vit C, karena botolnya bening sebaiknya untuk mencegah oksidasi masukin kulkas aja 🙂 , biar lebih awet

  3. Hi kak, makasih banget artikelnya sangat membantu. Ada beberapa yg mau aku tanyakan.
    1. Klo serum /essence/hidrating toner yg kita pakai mengandung citric acid, citrus oil dan bahan” lain yg asam apakah itu dikategorikan dalam actives vit C ? Sehingga pemakaian dengan actives lain harus diberi jarak
    2. Cosrx AHA BHA clarifying toner kan termasuk adjusting toner, jadi jika setelahnya pakai actives atau pake hidrating bisa langsung dipakai tanpa memberi jarak ya kak?
    Terima kasih banyak kakak

    1. Hi Nia,

      1) Enggak termasuk kok, karena vitamin C yang dimaksud itu ascorbic acid, MAP, SAP, dan jenis-jenis lainnya yang seperti di atas. Kalau citric acid seringnya jadi pengawet produk aja. Enggak perlu diberi jarak
      2) Fungsi clarifying toner ini membantu wajah kita jadi lebih sesuai pH awal, jadi kalau setelah pakai adjusting toner terus pakai actives atau hidrating enggak perlu jarak. Paling nanti yang perlu ada jarak itu antar actives aja

  4. Aku tipe kulit wajah yang ngak semua merk cocok pakai serum vitamin c, sebenarnya udah lama dengar produk ini tapi maju mundur mau coba. Kyknya mau coba yang sharing size dulu deh, semoga cocok neh heheheh

  5. Aawww thankyou kaak tips nya! Sampai sekarang aku juga masih strugle nyari vit C yg efektif buat muka aku, terutama serumnya.. Pengen ngilangin bekas jerawat biar lebih cepet gituuh wkwk kan vit C bs bantu menyamarkan noda hitam bekas jerawat.. sebatas pake face oil nih sekarang, beberapa face oil kan mengandung vit C jg wkwk *dangkal*
    BTW kakak udah pernah coba Tamanu Oil? Cystic acne ku mulai mengempes sejak pake itu.. aku pake yg dari @cara.carrier (IG) siapa tau kakak mau coba wkwk..

    Mampir juga ke blog aku ya kak.. I’m new and still learn hihii

    bit.ly/widyalimitedblog

  6. Waaah lengkap banget reviewnya, thank you beb membantu banget, aku sampe sekarang masih belum berani coba karena kekurangan info mana yang bagus dan aga serem juga takut ga cocok,

  7. Wah lengkap banget ka review nya. Belinya dimana ya nih? Selama ini aku blom pernah nyobain beginian. Pengen ngilangin bekas jerawat nih.

  8. Kemarin aku sempet disaranin pake vit c nya votre, katanya bisa hilangin bekas jerawat. Ternyata memang butuh dikulkasin yaa. Nice review kak lengkap bangeeet!

  9. Kak.. aku udah pake serum vitamin c ada kali 7 botol repurchase, mau review tapi mager karena kan kalau review ga sekedar bagus atu ngga tapi pasti research dulu. Nemu tulisan ini jadi pencerahan banget, wkakaka.
    Jadi aku baru tau kalau seru yang aku pake ini Vitc nya itu derivative LAA yang SAP, katanya sih 10%. Tapi aku nggak pernah ngecek PH sih.

    Jadi penasaran..

    Btw thank you.. Ini Detail banget <3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *