foto flatlay instagram
Blog 101

4 Tips Non Teknik Membuat Foto Flatlay Instagram yang Mudah Bagi Pemula

Hello, people!  Nggak kerasa ya, kira-kira seminggu lagi tahun baru masehi bakal bertambah “angka”.  Itu artinya, kita makin tua :’D (malah ngomongin hal sensitif, lol).

Liburan kali ini, serta untuk menutup akhir tahun, saya mau bagi-bagi tips flatlay ala saya.  Yup, seperti yang sudah saya beritahu sebelumnya, rubrik Blog 101 memang saya dedikasikan untuk siapapun yang ingin belajar bareng tentang ngeblog.  Bukan berarti saya expert, saya cuma pengen bagi bagi apa yang saya pelajari otodidak selama ini 😀

4 Tips dan Trik Membuat Foto Flatlay Instagram Untuk Pemula

Saya sendiri sebetulnya belajar dari Rahma Brilianita (nggak ikut Ngopcan #1-nya, tapi ngebaca resensi di blognya Kak Aya), tapi akhirnya dikembangin sendiri, akhirnya jadi style saya sehari-hari.  Kalau merhatiin ya, karakteristik flatlay saya adalah:

  1. Biasanya 1 tema, warna yang saya pilih masih senada
  2. There is always a background story behind it 
  3. Riweuh, alias banyak properti yang dipakai (busy flatlay)

Apakah nantinya perlu bikin yang sama kayak saya?  Nggak usah sih, tapi dari sini nanti pembaca bisa mengembangkan style-nya sendiri.  Kalau mau jujur, saya nggak begitu ngerti rule of third, negative space, dan segala tetek bengek istilah fotografi yang lain.  Kalau saya lihat tutorial yang ngomongin soal teknik, biasanya saya langsung cabut, hehe.  Makasih banyak, tapi saya bukan  expert dan lebih butuh teknik praktis yang khusus untuk dummies macam saya.

Jadilah, akhirnya saya beralih ke Instagram dan Pinterest.  Untuk sekarang, saya lebih suka memakai Pinterest sebagai inspirasi.  Contohnya adalah begini:

Karena saya nggak ngerti cara menuangkan tips dan trik yang di-share terkait komposisi, layering, dan teknik flatlay lainnya, saya lebih memilih meniru.  Kenapa?  Karena meniru adalah cara belajar termudah sebelum akhirnya bisa memahami tips dan trik yang pernah saya pelajari.  Selain Rahma, saya juga sempat nonton beberapa video Youtube, visualisasinya sangat berguna untuk membuat saya yang buta fotografi untuk bisa mengerti.

Mengerti sedikit, huehehe.

Nah, ini hasil dari niru tadi.  Bodo amat deh sama persis, kan namanya juga belajar ya, haha.

Kok keren, ya?

Iyalah keren, hasil niru, hahaha.

Biasanya sih saya nggak totally nyontek 100% kayak gini ya, jadi sekali lagi, ini hanya materi untuk belajar saja.  Ujung-ujungnya, biasanya saya hanya mengandalkan insting setelah melihat inspirasi di Instagram atau Pinterest.  Ujung-ujungnya sih bakalan beda jauh dari inspirasi yang ditiru, haha.

Pakai kamera apa, sih, Mi? 

Kalau mau tahu, HP saya sudah jadul 2 tahun, tablet yang dipakai juga kameranya nggak bagus-bagus amat.  Kalau dilihat dari sarannya Rahma, minimal kamu harus punya kamera, baik itu kamera HP, kamera digital, atau DSLR yang minimal memiliki resolusi 13 megapixel.  Saya sendiri kameranya biasa banget, yaitu kamera prosumer: Nikon Coolpix L320. Cara pakainya gampang banget, bahkan buat yang baru pegang kamera langsung mengerti dengan menunya.

Sekedar tips, nggak perlu kamera bagus untuk belajar.  Kalau punya sih syukur, kalau nggak ada budget?  Sebaiknya pakai kamera yang ada.  Meski nanti memang akan ada teknik tertentu ketika kita ingin memotret dengan HP, camdig, atau pun kamera DSLR, yang terpenting adalah mengasah kemampuan hingga kamu bisa menguasai alat tertentu.

Baca Juga:  Tutorial Photoshop #1: Cara Membuat Warna Foto Jadi Colorful

 

Apalagi yang dibutuhkan selain kamera?

Kalau saya sih karena memang dari dulu suka bikin avatar dan signature , baik yang biasa atau bikin GIF (anak forum pasti ngerti 😀 ), saya lebih suka pakai Photoshop.  Saya memakai Adobe Photoshop Creative Cloud 2015.  Kalau misal nggak punya, atau nggak ngerti cara pakainya, pakai VSCO, Snapseed, Kalosfilter juga bisa kok.  Tapi saya lebih suka pakai Photoshop karena bisa mengatur ketajaman gambar dan blurring. Soalnya kamera saya nggak bokeh, makanya blurring pun harus manual kalau tidak pakai mode macro :’D

Gimana step by step-nya, sih, sampai akhirnya bisa bikin foto kayak di atas? 

Pertama, buatlah cerita di balik flatlay

Kalau kita lihat contoh foto di atas, “cerita” apa yang bisa kamu dapatkan?

Karena “cerita”lah yang menentukan properti yang akan kamu pakai.  Di sini, bisa dilihat bahwa saya sengaja blur properti lain seperti lip cream, bedak, foundation, majalah, dan ilin. Karena saya hanya ingin fokus menceritakan lewat gambar bahwa saya ingin review eye makeup palette. 

Nah, biasanya apa sih yang berhubungan dengan eye makeup palette?  Tentunya kita akan secara otomatis mengaitkan dengan gincu, bedak, brush, dan peralatan makeup lainnya.  Di sinilah properti tambahan berperan, mereka adalah bagian dari cerita tentang eye makeup palette.  Semua properti makeup tambahan ini menegaskan tentang apa yang ingin saya sampaikan lewat foto.

Lalu apa hubungannya dengan majalah, wadah brush, dan lilin aromaterapi?  Biasanya,properti semacam inilah yang suka dimiliki oleh perempuan. Majalah merepresentasikan kebiasaan perempuan meniru tutorial yang suka dibagikan di salah satu halaman majalah, lilin aromaterapi untuk  mengharumkan sekaligus bikin relaks, dan wadah makeup brush yang sudah dengan lugas menambah esensi dari foto itu sendiri.

Tata, lalu foto dari berbagai sudut

Karena saya nyontek, so pasti nirunya gampang banget, haha.  Tinggal ikuti saja sesuai dengan yang ada di Pinterest.  Kalau mau tahu, saya memakai kata kunci “eyeshadow makeup flatlay” untuk meniru foto di Pinterest.

Nah, sekarang adalah sesi pemotretan.  Bagusnya kayak gimana, sih? Apakah fokus banget hanya ke eye makeup palette atau agak memperlihatkan suasana sekitarnya juga?  Sebetulnya nggak ada jawaban yang salah, sih.  Toh itu sesua selera.  Kamu bisa hanya fokus ke eye makeup palette saja seperti foto yang ini.

Bisa juga kita mengubah sudut pandang.  Jika biasanya kita foto dari atas, maka kita bisa melakukannya juga dari samping atau 45 derajat.

Beda kan ya, hasilnya?

Saya nggak begitu mengerti teknik foto yang baik, jadi nggak bisa menjelaskan dengan benar, hehe.  Intinya sih, jangan ragu mencoba.  Saya mau buka-bukaan.  Untuk memilih 10 foto terbaik, saya perlu memotret sekitar lebih dari 30 foto.  Bisa jadi saya perlu 50 foto sebelum memutuskan 6-7 terbaik.  Jadi ini benar-benar proses yang sebaiknya dilakukan sambil bersenang-senang.  Justru ketika kita punya ide memotret dari sudut yang tidak biasa, foto yang dihasilkan justru jadi bagus 🙂

Baca Juga:  Jadi Beauty Blogger yang Baik, Bagaimana Caranya? Ikuti 4 Tips Berikut Ini!

Satu tips untuk memotret yang baik, selama kita sudah tahu cerita apa yang disampaikan, dan siapa “tokoh utamanya”, itu akan sangat membantu kita untuk fokus pada apa yang ingin kita sampaikan lewat foto.

 

Pencahayaan

Ini sebetulnya bagian terpenting saat melakukan sesi foto.  Saya sendiri mengandalkan cahaya matahari, alias cahaya alami selama sesi foto. Biasanya saya memotret dari jam 8 pagi – 1 siang; jadi tergantung dengan wilayah yang akan kita jadikan sebagai tempat untuk memotret. Usahakan agar cahaya matahari itu tidak langsung terkena objek foto, karena hasilnya bisa jadi over, tulisan dari objek yang ingin dipotret tidak jelas.  Contohnya seperti ini:

avene xeracalm cleansing oil

Kalau pernah ngepoin story saya sebelumnya, saya nggak pakai alat fancy sama sekali, lho.  Ngampar aja dekat kolam rumah, atau di kamar dengan sehelai kain dan segenap properti yang akan dipakai.  Jadi kalau saya mau foto produk semacam foundation satu ini, saya harus tiduran dalam posisi nangkuban supaya dapat jepretan yang bagus, lol.

catrice beautifying foundation 030

Saya motret foundation dekat kolam rumah, jadi bisa dilihat ya, setelah pakai efek Photoshop warnanya beda dengan eye makeup palette di atas. Kalau tidak salah motretnya agak siang, dengan sudut yang berbeda sedikit dengan Avene di atas.  Jadi kelihatan banget ya, sudut yang kita pilih untuk foto bakal mempengaruhi terhadap pencahayaan.

 

Edit Foto dengan Photoshop atau Aplikasi Lainnya

Proses editing sudah pernah saya bahas sebelumnya di sini: Tutorial Photoshop #1: Cara Membuat Warna Foto Jadi Colorful. Saya hanya akan membagi tips cara melakukan blurring manual.

Biasanya saya membuat foto jadi blur dengan lens blur atau gaussian blur.  Sebelumnya saya copy dulu background-nya biar nggak hilang, hehe.  Untuk bisa mendapatkannya, maka ke menu bar -> filter -> blur -> lens blur / gaussian blur. Nah, foto nantinya akan sepenuhnya blur seperti di atas.  Saya kemudian memakai eraser untuk menghapus blur di objek utama dan sekitarnya. Yang akan kita hapus nantinya adalah background copy, bukan background yang ada tanda lock. 

Nah, ini hasilnya ketika saya menghapus blur di objek utama.  Maka hasil akhirnya seperti yang kita lihat di bawah ini:

Tinggal gabungkan semua layer dengan klik kanan background, pilih flatten image.  Bisa juga dengan klik background, lalu CTRL+ALT+E.  And done!

Nah, ini tips foto untuk menunjang feed Instagram atau blog, semoga membantu!  See you next time on another Blog 101 post!

Loading...

12 thoughts on “4 Tips Non Teknik Membuat Foto Flatlay Instagram yang Mudah Bagi Pemula”

  1. Kalau aku sih lebih pilih VSCO. Lebih praktis aja sih. Jadi, setelah foto pakai DSLR atau iPhone, pindah ke Samsung yg ada VSCO-nya (iya, aku ribet banget!!). Tapi, cara bokeh pakai VSCO gimana ya? Aku pernah install Snapseed kok rasanya ribet.

  2. Nice share mbak, flatlay penting utk basik ilmu yang ingin melangkah ke dunia endorsement… Hehehe. Salam dari Jogja. – adipraa dot com

  3. Tips ini informatif banget sih! Thanks kak, udah bikin artikel bermanfaat nan mudah dipahami. Aku baru tahu kalo menu gaussian blur dipakai untuk hal-hal seperti ini /plak. Bakal aku coba deh tipsnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *