Follow:
Beauty, Skin Care

[REVIEW] Tiam C Source 20%, Ampuhkah Serum Vitamin C untuk Bekas Jerawat?

Saya cupu.  Pasalnya saya enggak pernah berani pakai Tiam C Source… sampai akhirnya datang kesempatan untuk nyobain dari Althea.  Yup, kamu bisa lho nyoba beli barang dengan harga mirip online shop kayak Tokopedia dan Shopee! Dan dipastikan produknya juga original, asli Korea!

[REVIEW] Tiam C Source 20%

Saya buka serum vitamin C ini awal Januari 2019.  Jadi tepat sudah pemakaian sekitar satu setengah bulan.  Sebetulnya kalau kamu pakai produk semacam ini, meski konsentrasi tinggi, enggak menjamin kamu bakal bisa langsung lihat hasilnya dalam sehari dua hari.  Butuh waktu.  Kira kira minimal 3 bulan kamu akan merasakan khasiatnya.

Nah, mumpung lagi ngomongin vitamin C, jenis vitamin C pada Tiam C Source ini adalah l-ascorbic acid.  Tipe vitamin C yang tidak stabil, tetapi paling bagus di antara jenis-jenis vitamin C yang lain.  Lho, memang ada derivatifnya?  Ada!  Kamu bisa baca di sini, ya: 4 Tips Memilih Produk Serum Vitamin C Serta Alternatif Bagi Kulit Sensitif!

Sebelumnya saya pernah juga lho review produk vitamin C asal Thailand, jangan lupa bandingin sama di sini: TMYS Iconic Brightening Essence.

Ingredients

Water, Ascorbic Acid, Alcohol, Sodium Lactate, Butylene Glycol, Glucose, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, 1,2-Hexanediol, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Bis-PEG-18 Methyl Ether Dimethyl Silane, Xanthan Gum, Diethoxyethyl Succinate, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Carthamus Tinctorius (Safflower) Flower Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil, Glycerin, Zinc PCA, Panthenol, Niacinamide, t-Butyl Alcohol, Camellia Sinensis Leaf Extract, Beta-Glucan, Tocopheryl Acetate, Lecithin, Caprylic/Capric Triglyceride, Ubiquinone, Diisopropyl Adipate

What You Should Know About The Ingredients

  1. Hal yang pasti adalah mengandung vitamin C alias ascorbic acid 20%!  Kalau kamu masih pemula, mending mampir sini dulu deh, sebelum baca lebih lanjut soal review Tiam C Source  -> Mengenal pH Kulit, AHA, BHA, dan Vitamin C

  2. Mungkin kamu bakal ketakutan ya, karena lihat alkohol di sini.  Fungsi alkohol di sini sebagai solvent alias pelarut. Saya enggak takut dengan alkohol meski ada di urutan teratas pada komposisi produk.  Toh ketika saya pakai enggak bikin kulit terasa kering.  Kalau bagi kamu demikian, setelah menunggu jeda 10-20 menit, baru kamu pakai produk yang bisa menghidrasi kulit yang disebut hydrator.  Contohnya?  Toner, essence, moisturizer, dsb

  3. Hal yang saya sukai adalah fakta bahwa ada kombinasi dengan vitamin E.  Nama lain vitamin E acetate di sini adalah Tocopheryl acetate. Kombinasi vitamin C dan E dinilai mampu melawan iradiasi UV

  4. Kalau cek di Skincarisma, katanya sih ini tidak friendly jika kamu punya fungal acne. Cek dulu pengertian fungal acne, dan jangan lupa periksa ke dokter sebelum menyimpulkan bahwa kamu punya fungal acneiform, ya! Keberadaan castor oil membuat produk ini kurang cocok jika kamu memilikinya

How to Use

PERLU DIKETAHUI BAHWA CARA MEMAKAI SERUM VITAMIN C BERBEDA BEDA. Kamu harus benar benar mengetahui nama vitamin C yang kamu pakai, berapa konsentrasinya, dan berapa pH-nya.  Beli kertas lakmus buat mengecek pH. Untuk Tiam C Source, kisaran pH adalah 3.5 dengan konsentrasi 20%.  Ini artinya vitamin C ini mampu bekerja dengan baik karena sudah sesuai dengan konsentrasinya.

Cara pakai Tiam C Source: Cuci wajahmu hingga bersih.  Teteskan beberapa kali (3-4), ratakan ke seluruh wajah.  Tidak perlu dibilas.  Kamu bisa timpa dengan BHA (dengan pH 3.5), lalu AHA (dengan kisaran pH 4), lalu hydrator.  Kalau kamu enggak punya BHA dan AHA, enggak usah pusing.  Langsung saja pakai toner dan lain sebagainya.

Simpan di tempat yang sejuk, saya sarankan tidak langsung di bawah sinar matahari.  Biasanya saya simpan di kulkas.  Ada teknik tertentu yang pernah ditunjukkan oleh Stefan @skinchemically bagaimana cara menggunakan pipet supaya oksidasi bisa terminimalisasi. Ketika kamu membuka botol, pastikan kamu mengambil produk tidak dari dalam botol.  Buka tutupnya -> baru pencet pipet ketika botol dalam keadaan terbuka -> tarik isi produk. Jangan biarkan berlama lama terkena udara bebas.

What You Should Know About The Product

Beginilah kondisi produk ketika saya menyimpan di dalam kulkas. Cairannya masih bening kekuningan, sama seperti ketika awal produk ini dibeli. Jika produk berubah warna, misalkan kuning kecoklatan, ditch it.  Itu artinya udah enggak begitu berguna lagi untuk kamu pakai.

Baca Juga:  [REVIEW] The Bath Box Fresh Face Facial Mask, Clay Mask untuk Kulit Berminyak!

Cairannya cukup runny, artinya cair dan mudah diaplikasikan dengan tangan bersih.  Biasanya saya menunggu jeda waktu kira-kira 10 menit sebelumnya, lalu pakai BHA atau AHA.  Atau bahkan kalau lagi mager saya bakal langsung pakai hydrator. 

Saya sempat melakukan patch test karena saya merasa cupu. Patch test dilakukan dengan mengoleskan ke bagian belakang telinga.  Hmm… tahu enggak, sih, ternyata pas saya aplikasiin ke belakang daun telinga dan muka, enggak cekit cekit.

Mungkin karena sebelumnya saya sudah mencoba berbagai derivatif vitamin C hingga konsentrasi 10%, maka tidak ada sensasi panas atau cekit cekit.  Tapi jika kamu mengalaminya, itu normal, kok.

Apalagi kalau baru pertama pakai produk vitamin C.  Saya sih saranin kamu mulai dari nyobain Dear Klairs dengan konsentrasi 5%.  Terus lanjut ke produk dengan konsentrasi 10%.  Baru ke Tiam C Source.

Baca Juga:  [REVIEW] Natural Honey Hijab Hydra Fresh, Lotion Pencerah untuk Kulit Kering!

Terus apakah saya pakai ini pas malam hari aja?  Enggak!  Karena tidak ada aturan baku bahwa vitamin C sebaiknya dipakai di malam hari saja. Bahwa ya, ada kemungkinan bisa meningkatkan fotosensitivitas, itu mungkin terjadi.  Tapi hal ini bisa ditanggulangi dengan menggunakan sunscreen. Toh selama hampir dua bulan memakai Tiam C Source, kondisi kulit saya enggak berubah jadi lebih buruk.  Asal kamu tahu penanganan yang tepat aja.

Tapi seandainya kamu hanya punya waktu di malam hari, misal karena kamu pakai rangkaian produk mengandung retinol, bisa bisa saja kamu pakai malam hari.  Siapa tahu kalau dipakai langsung dalam satu rutinitas, kulit kamu reaktif.  Jadi enggak masalah mau pakai pagi atau siang.

Bisa enggak sih digabung dengan niacinamide? Bisa.  Yang paling penting adalah jeda waktu.  Misal kamu pakai dalam satu rutinitas, pagi atau malam hari, kamu bisa pakai keduanya berbarengan. Dahulukan vitamin C, tunggu sekitar 20-30 menit, baru pakai niacinamide. 

Kalau kamu merasakan sensasi iritasi dan kemerahan, barulah pakai di jenis rutinitas berbeda: pagi dan malam.  Itu enggak bahaya, kok.  Cuma ada reaksi yang membuatnya berubah jadi niacin.  Lebih lanjut bisa baca di sini. 

Masa PAO bisa kamu baca di bawah, ya.  Tertulis bahwa produk ini akan expire dalam waktu setahun. Biasanya produk akan memburuk setelah 3 bulan kamu buka tanpa melakukan penyimpanan yang benar.

Ini kondisi muka saya pas awal Januari 2019. Kalau diperhatikan baik baik, ada PIH bekas jerawat dan sun spot di pipi kanan.

Nah, terus ini kondisi muka saya pas akhir Februari 2019.

Kulit saya jadi lebih cerah.  Tapi kemungkinan besar, kombinasi Tiam C Source + Elsheskin Radiant Serum yang  bikin kulit jadi putih.

PIH masih ada nangkring, tapi cukup banyak yang memudar. Apakah produk ini bagus?  Iya banget!

Di pipi kiri sempat ada juga PIH, tapi kondisinya agak lebih baik.  Saya baru akan tahu hasil terbaik kira kira akhir Maret atau awal April 2019.  Tapi buat saya gini juga oke!

Price

Saya mendapatkan ini di Althea Korea.  Harganya Rp 195.000.  Kalau beli di atas Rp 300.000, kamu bakal dapat gratis ongkir dari Althea. Bisa bervariasi di berbagai online shop. 

Will I Repurchase?

Yes!  Karena ternyata enggak bikin cekit cekit (wkwk), maka saya akan beli  lagi Tiam C Source.

Rating

4.5/5

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply