Beauty Skin Care

[REVIEW] The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% (Bahasa Indonesia)

Udah dari zaman kapan ya saya janji mau review The Ordinary Lactic Acid…

Akhirnya jadi kenyataan juga, lol.

Okey, buat yang ngikutin story saya dari kemarin, pasti tahu kalau kondisi saya di Semarang dan Jakarta beda jauh. Di sana masih bisa agak santai, sementara kemarin Juli, semua orang sibuk; saya juga diikutkan dengan kesibukan mereka dan jadilah saya enggak ngepost hampir sebulan penuh, haha.

Karena saat ini saya gabut enggak sibuk di kantor, jadi saya cari kesibukan berupa bikin hasil review saya setelah lebih dari 10 minggu memakai lactic acid.

The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2%

the ordinary lactic acid

Saya beli The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% saat di Semarang… jadi sekitar bulan Mei 2018.  Masih awet karena saya enggak rutin pakai, haha.  Saat saya melakukan foto produk, masih ada sekitar setengahnya lagi, jadi kurang lebih September akan habis.  Apakah saya akan repurchase?  Mari simak selanjutnya di bawah berikut.

How To Use

Apply once per day, ideally in the PM. Can be diluted with other treatments to reduce strength until skin develops tolerance. Avoid contact with eyes. If irritation persists, discontinue use and consult a physician. (Sunburn Alert: This product contains an alpha hydroxy acid (AHA) that may increase your skin’s sensitivity to the sun and particularly the possibility of sunburn. Use a sunscreen, wear protective clothing, and limit sun exposure while using this product and for a week afterwards.); source: The Ordinary website

 

Aplikasikan sekali sehari, idealnya saat malam hari.  Bisa dipakai bersamaan dengan treatment lain sampai kulit terbiasa dengan lactic acid. Jangan aplikasikan produk ke area mata. Jika ada iritasi, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter kulit! (Peringatan sunburn: Karena ini adalah AHA maka produk bisa menambah tingkat sensitivitas terhadap cahaya matahari sehingga disarankan memakai sunscreen dan memakai pakaian tertutup)

Ingredients

Aqua (Water), Lactic Acid, Glycerin, Pentylene Glycol, Propanediol, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Tasmannia Lanceolata Fruit/Leaf Extract, Acacia Senegal Gum, Xanthan Gum, Isoceteth-20, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Sodium Hydroxide, Ethylhexylglycerin, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol.

What You Should Know About The Ingredients 

the ordinary lactic acid

  1. Produk ini adalah AHA.  Ada beragam AHA yang mungkin akan membuatmu bingung, mulai dari glycolic, lactic, mandelic, tartaric, dsb.  Nah, yang membedakan antara satu dengan lainnya adalah bentuk gugusan molekulnya.  Gugusan molekul terkecil hingga terbesar glycolic -> lactic -> mandelic.  Nah, apa memang pengaruh dari gugusan molekul masing masing jenis AHA, sih?  Semakin kecil molekulnya, maka keefektifannya dalam penetrasi ke kulit semakin baik.  Tapi ini juga yang bisa menyebabkan iritasi dan ketidakcocokkan dengan jenis AHA tertentu.

  2. Kamu perlu tahu bahwa yang namanya AHA itu pH dependent.  Itu artinya, AHA bisa bekerja optimal tergantung dengan kadar  pH dan konsentrasi tertentu.  Ini akan saya bahas selanjutnya di bawah, ya.

  3. Terdapat HA atau Hyaluronic acid, sehingga ketika kamu memakai produk ini, enggak akan terasa kering. Juga terdapat Tasmanian pepperberry yang membantu mengurangi iritasi ketika memakai lactic acid.

What You Should Know About This Product

Awal mulanya saya enggak mencium wangi atau bau apa pun dari produk ini.  Namun seiring berjalannya waktu, tercium wangi asam ala ala yoghurt; dan mungkin sebagian besar enggak akan terlalu suka dengan baunya.

Baca Juga:  Tips Skincare untuk Kulit Kering, Hindari Kulit Kusam dengan 7 Rekomendasi Ini!

Untungnya saat diaplikasikan ke wajah (saya pakai sekitar 3 tetes) baunya enggak bertahan lama.  Teksturnya cair, tapi kamu harus menepuk-nepuk agar merata dengan baik.

the ordinary lactic acid

Urutan dari pemakaian acid itu adalah:

  1. First cleanser

  2. Second cleanser (opsional, kalau kamu merasa first cleanser cukup ya sudah.  Biasanya first cleanser adalah micellar water, cleansing water, atau cleansing oil)

  3. pH adjuster ( segala sesuatu yang mengandung AHA+ BHA, AHA/BHA, AHA + BHA + PHA; skip jika tidak punya)

  4. Vitamin C (tunggu 10-20 menit; jika pH vitamin C di bawah pH dari BHA dan AHA, maka kamu pakai di urutan keempat.  Namun jika kamu memakai vitamin C yang memiliki pH di atas pH BHA dan AHA, sebaiknya kamu pakai vitamin C setelah AHA)

  5. BHA (tunggu 20-30 menit; skip jika tidak punya)

  6. AHA (tunggu 20-30 menit sebelum memakai hydrator skincare, jangan lupa pakai sunscreen selalu jika pakai AHA!)

the ordinary lactic acid

Nah, dari mana sih kita bisa tahu kadar pH dari suatu produk?  Kamu bisa coba dengan menggunakan kertas lakmus.  Jangan malas mencari kalau misal kamu enggak tahu kadar pH suatu produk ya, hehe, karena kertas lakmus itu banyak dijual secara online.  Harganya murah, kok.  Untuk lactic acid, kamu bisa langsung meneteskan beberapa untuk melihat kadar pH-nya.

Sebetulnya untuk mengetahui apakah memang efektif atau kurang efektif, bisa dilihat dari pKa di sini:

  1. Glycolic acid: 3.83

  2. Lactic acid: 3.86

  3. Mandelic acid: 3.41

Dan kamu perlu tahu sedikit tentang teori asam dan basa 😀

Teori Asam dan Basa[1][2][3]

Asam adalah zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan lebih banyak menghasilkan ion H+.

Sementara basa adalah zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan lebih banyak menghasilkan OH.

Ini adalah teori menurut Arrhenius; dan untuk ini mari kita abaikan dulu kelemahan teorinya (saya yakin anak teknik kimia dan kimia lebih ngerti!).

Nah, di dalam ilmu kimia, terdapat suatu konstanta keasaman dalam larutan berair yang dinamakan pKa.   pKa adalah suatu konstanta yang bisa memberitahu kita seberapa banyak asam dan basa konjugasi dalam larutan berair.

pH sendiri adalah suatu pengukuran yang bisa memberitahu kita apakah kadar dari suatu zat itu memiliki tingkat asam, netral, atau alkalin.  Semakin banyak ion H+ , maka pH suatu zat semakin asam.

Untuk mengetahui apakah zat AHA bernama lactic acid ini bisa melakukan peeling dengan baik, maka kita perlu tahu berapa pH lactic acid di suatu produk.  Kita sudah tahu bahwa pKa lactic acid = 3.86.  Kira-kira, sama enggak sih dengan pH-nya?

Untuk produk The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2%, pH ada di kisaran 3.6-3.8, menurut website The Ordinary; di kisaran 3-4 menurut kertas lakmus yang saya uji coba *lupa foto*sesungguhnya penggunaan pH meter lebih akurat tapi saya enggak punya, wkwk*

Ini artinya apa?

Free acid adalah terminologi bagi zat asam yang tidak mengandung oksigen. Ada juga yang dinamakan dissosiated atau disosiasi yang merupakan proses pemecahan senyawa ionik hingga menjadi partikel atau sesuatu yang berukuran lebih kecil.

pKa sendiri merupakan konstanta untuk mengetahui apakah lebih banyak free acid dalam suatu zat, atau lebih banyak bentuk disosiasi dalam suatu zat?

Jadi misalkan ketika pH dan pKa sama (pH = pKa), ternyata terdapat 50% free acid dalam suatu zat. Terdapat pula 50% bentuk disosiasi dalam suatu zat.

Baca Juga:  [REVIEW] Benton Fermentation Eye Cream

Karena di dalam produk The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% ini pH dan pKa sama, maka bisa dibilang bahwa terdapat 50% free acid+50% disosiasi.

Ribet amat sih lu, Mi, langsung ngomong aja napa ini secara teori efektif, gak?

Jadi sesungguhnya, produk ini memiliki acid yang seimbang. Efektif?  Yup, sebagai mild exfoliator ini bagus secara teori. Dari yang kita tahu, semakin rendah suatu pH, maka keefektifannya akan semakin lebih baik (yang biasanya ditandai dengan konsentrasinya semakin naik); tapi untuk kulit sendiri efeknya malah bikin iritasi.  Jadi itulah alasan kenapa saya menyebut produk ini mild exfoliator. 

Ini juga alasan kenapa BHA dan AHA itu pH dependent; ketika pH lebih tinggi dari pKa yang seharusnya, maka keefektifan suatu produk bisa berkurang.  Jadi saya kurang yakin juga saat berbagai macam jenis seperti BHA+AHA+PHA dibuat dalam satu produk yang sama… kemungkinan besar dia hanya akan menjadi pH adjuster atau super mild exfoliator.

Buat kamu yang baru coba coba produk exfoliator, cobain deh pakai ini!

the ordinary lactic acid 

Buat kamu sendiri ada efeknya, enggak?

Ada, tapi rasanya kurang nendang, hehe.  Saya pakai ini karena pernah coba pakai glycolic acid dari COSRX dan kayaknya agak kurang cocok (atau mungkin saya over eksfoliasi), jadi untuk AHA saya memang ingin mencoba versi mild terlebih dulu.  Sejauh ini saya enggak pernah mengalami cekit cekit di awal pemakaian, tapi YMMV (your mileage may vary).  Sebetulnya dengan keberadaan HA dan Tasmanian pepperberry, hal-hal seperti “panas abis pakai AHA” atau “kering banget kulitnya” enggak akan kamu alami.

Saya sudah pakai ini kurang lebih 10 minggu, dan memang ada efeknya terhadap bekas jerawat dan dark spot. Kalau pemakaiannya digabung dengan The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% (Vitamin B3+Zinc) kayaknya bakalan lebih cepat pudar; saya belum pernah coba, tapi enggak ada salahnya tuh eksperimen! Oya, AHA dan niacinamide bisa dipakai berbarengan, kok, selama enggak bikin kulitmu cekit cekit! Kamu bisa pakai keduanya dalam satu interval waktu sekaligus. Kamu juga bisa pakai AHA di pagi hari, niacinamide malam hari; atau sebaliknya.  Jadi sebetulnya enggak ada masalah memakai dua produk ini!

Gimana dengan whitehead? Udah goodbye karena emang jadi jarang banget! Selain itu saya memang suka pakai azelaic acid juga, jadi sejauh ini saya cukup puas dengan performansinya.  Namun saya jadi tertantang untuk mencoba dengan konsentrasi lebih tinggi yaitu 10%; dan mungkin juga saya mau beralih pakai glycolic acid. 

Price

Saya beli di Tokopedia dengan kisaran Rp 170.000 (lupa nama toko). Untuk ukuran 30ml ini lumayan affordable!

Will I Repurchase?

Yup, saya bakal setia memakai The Ordinary untuk chemical peeling (karena belum ada duit nyobain Paula’s Choice, wkwk).  Namun kemungkinan saya ingin coba dengan konsentrasi lebih tinggi atau nyoba yang glycolic acid. 

Rating 

4/5

Source:

[1] Color Atlas of Chemical Peels, Antonella Tosti, Maria Pia De padova, Springer; 2nd ed. 2006.

[2] Textbook of Chemical Peels: Suprficial, Medium, and Deep Peels in Cosmetic Practice, Philippe Deprez, Policlinica Estetica & Antiaging, Epuriabrava, Spain, 2007.

Loading...

8 thoughts on “[REVIEW] The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% (Bahasa Indonesia)”

  1. Kakak, kamu anak SI apa ana tekim sih? penjelasannya bisa ngelotok banget? Aku jadi lebih melek buat ngecek PH produk nih gara2 baca artikelnya Ka Mia…. Tapi aku suka baca blog orang luar, mereka ngecek PHnya memang langsung dari alatnya… Dasar si kakak teh anak jurnal abisa yah… wkwkwk

  2. terimakasih penjelasanya lengkap banget, aku baru coba coba soal acid acid gini, kemarin itu pernah beli lactid acid yg share 5ml dan emang berasa ada efek cerahnya tp berasa kering, mungkin tidak pas dengan susunan skincare yang aku pakai

  3. Ka aku mau tanya” dongg. Aku awam bgt ttg skincare. Kulit aku kusam bgt trs tekstur muka itu g rata di hidung beruntusan gt. Di pipi pori” keliatan bgt kira” cocok pake apa? Skrg aku baru mau coba the ordinary tp bingung pake the ordinary yg mana. Saran ka^_^ makasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *