Beautilogy Beauty

Perbandingan 8 Sunscreen Terbaik Brand Lokal dan Drugstore

Mau cari sunscreen terbaik brand lokal dan drugstore? Ada, kok! Tentunya definisi terbaik bagi sunscreen adalah yang cocok dengan kulit kita.

Seperti biasa, ada daftar isi di sini.  Kamu bisa klik sesuai kebutuhan, itu artinya enggak perlu baca semua uraian!

Sejak Usia Berapa Sunscreen Perlu Dipakai?

sunscreen brand lokal
via tlc.com

Memakai sunscreen sebaiknya sudah dilakukan sejak dini. Sebetulnya sejak dini itu sejak kapan, sih?  Apa perlu diberikan sejak masih bayi?

Saya sudah melakukan pencarian studi terkait dengan keamanan sunscreen untuk bayi.  Hingga saat ini, belum terlalu banyak kajian dilakukan terhadap penggunaan sunscreen terhadap bayi di usia 6 bulan. Namun, AAP (American Academy of Pediatrics), organisasi yang menaungi lebih dari 60.000 dokter spesialis anak di Amerika, menyatakan bahwa bayi di bawah usia 6 bulan bisa memakai sunscreen di area kulit yang tidak terlindungi oleh pakaian dan topi [1].

Namun, tidak setiap dokter merekomendasikan penggunaan sunscreen pada bayi di bawah usia 6 bulan.  Akan lebih baik jika konsultasikan terlebih dulu ke dokter spesialis anak terdekat atau langganan.  Dan jika hendak memakaikan sunscreen, pilih yang tidak melebihi SPF 15, mengandung Titanium dioxide dan Zinc dioxide karena aman untuk kulit sensitif.

Saya sendiri lebih merekomendasikan untuk memakaikan sunscreen ketika anak sudah berusia di atas 3 tahun. Ini karena acid mantle pada bayi baru terbentuk ketika usianya sudah mencapai setahun [2].   Acid mantle merupakan lapisan pelindung yang terdiri dari sebum atau minyak alami yang dihasilkan oleh wajah, lipid atau lemak, dan sel-sel kulit mati.  Acid mantle berada di stratum corneum, yang berada di epidermis atau layer kulit paling luar.  “Mantel” inilah yang memiliki fungsi sebagai gerbang proteksi pertama terhadap sinar ultraviolet.

 

Bagaimana Kalau Baru Rajin Pakai Sunscreen Saat Usia Puluhan?

Tidak ada kata terlambat memakai sunscreen!  Semakin cepat kita memiliki kesadaran ini, akan semakin baik. Memakai sunscreen akan lebih baik jika dibandingkan tidak sama sekali. Namun perlu digarisbawahi, sunscreen tidak bisa menghilangkan kerutan di wajah, penuaan kulit, serta menghilangkan dark spot atau bintik hitam sepenuhnya.  Sunscreen berfungsi sebagai pencegahan  terhadap antiaging atau penuaan kulit.  Ini artinya, kerutan di wajah, penuaan kulit, dan bintik hitam masih bisa dicegah selagi kita memiliki kesadaran memakai sunscreen.

Jika ingin menghilangkan, ada beberapa bahan antiaging alternatif seperti retinol, niacinamide, hyaluronic acid, ceramide, EGCG, dan peptide.  Saya belum pernah bahas keenamnya lebih mendalam lagi, tapi di waktu yang akan datang akan saya buat daftar khusus perbandingan dan rekomendasi produknya.  So stay tune!

 

Apakah Ada Sunscreen dengan Formula Terbaik?

sunscreen brand lokal
via air-tan.com

Sebetulnya sunscreen apa sih yang memiliki formula terbaik?

Jawabannya: TIDAK ADA.

Ini semua tergantung dengan tingkat sensitivitas kulit, juga kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.   Saya hanya akan menyampaikan sedikit rangkuman yang dibutuhkan sebelum membeli sunscreen sesuai kebutuhan:

NoKeterangan
1.Sunscreen yang bisa dipakai oleh semua jenis kulit adalah yang mengandung Titanium dioxide dan atau Zinc dioxide.
2.Pilih sunscreen dengan minimal SPF 30 jika tinggal di negara tropis. SPF 30 memiliki proteksi mendekati 97%, SPF 50 memiliki proteksi mendekati 98%.
3.SPF di atas 50 (65-100) memiliki tingkat proteksi yang sama dengan SPF 50. Tidak ada yang berbeda antara formula sunscreen untuk sehari hari dan untuk ke daerah pantai.
4.Lamanya waktu proteksi dipengaruhi tingkat sinar UV setiap hari. Jika memakai SPF 30, bukan berarti proteksinya mencapai 150 menit, kemungkinan hanya setengah waktu dari dari 150 menit.
5.Jangan aplikasikan sunscreen sampai meresap. Oleskan ke bagian wajah dan tubuh merata, biarkan hingga kering sendiri.
6.Air dan keringat bisa menghilangkan lapisan sunscreen yang ada di permukaan kulit. Aplikasikan sunscreen lagi setelah wudhu atau olahraga.
7.Sunscreen dari brand yang mahal tidak berarti proteksinya lebih baik dari brand drugstore atau murah. Selama kandungan Titanium dioxide dan atau Zinc dioxide masuk ke daftar 5 bahan utama, maka proteksi yang diberikan tetap sama.
8.Memakai foundation, BB cushion, BB cream, dan bedak yang mengandung SPF tidak berarti membuat proteksi jadi dobel. Misal sunscreen SPF 50 dan foundation SPF 25, proteksinya tidak akan mencapai SPF 75. Ini karena lapisan sunscreen menipis ketika tertimpa makeup dengan SPF, sehingga secara teori, proteksi yang diberikan hanyalah setengahnya, atau SPF 37.5.
Baca Juga:  [REVIEW]Perbandingan BB Cushion Korea: Innisfree vs Iope vs Laneige

Sunscreen dengan proteksi paling maksimal adalah SPF 99 dengan PA++++ (bahkan kadang ada juga yang plusnya sampai lima). Sebuah studi yang dilakukan terhadap orang-orang yang menggunakan produk dengan SPF tinggi, akan mendapatkan proteksi lebih baik ketimbang dengan SPF yang lebih rendah (misalkan, SPF 50 lebih baik dari SPF 30 jika diaplikasikan dengan benar).

Namun sebagai orang Indonesia, tipe kulit kita rata-rata masuk tipe II (biasanya keturunan etnis Tionghoa yang memiliki kulit overtone porcelain sampai light), tipe  III (overtone light-medium sampai sawo matang/bronze), tipe IV dan V (overtone bronze ke tan, biasanya etnis di Indonesia Timur seperti Maluku, Sulawesi, NTB, NTT, dan Papua)  versi skala Fitzpatrick.

Ini artinya, minimal SPF yang perlu dipakai adalah minimal SPF 30 bagi yang masuk tipe II dan III, dan minimal SPF 15 bagi  tipe IV dan V. Skala Fitzpatrick.  Boleh enggak pakai SPF 50 aja?  Atau SPF 99 sekalian?  Boleh, selama kulit kamu memang cocok dengan sunscreen yang kamu pakai!

 

Perbandingan 8 Sunscreen Brand Lokal & Drugstore

Ada banyak brand yang berlomba lomba membuat sunscreen “terbaik.”  Sebetulnya, Titanium dioxide dan Zinc oxide termasuk bahan baku kosmetik yang tidak pricey, jadi rasanya percuma membuang uang demi membeli brand bergengsi.  Toh sama saja kinerjanya; kecuali jika ada unsur bahan baku lain yang diinginkan selain bahan aktif sunscreen. Itulah yang memicu saya untuk membuat daftar perbandingan sunscreen brand lokal dan drugstore yang cukup mudah kamu temukan di Indonesia. Harap diingat, saya hanya membandingkan kinerja bahan aktif di setiap produk. Untuk mencari tahu mana yang tepat untuk diri sendiri, kembali ke prioritas masing masing.

Bali Breeze Tropical Sunscreen SPF 50 PA++++

sunscreen brand lokal
via balibreeze.co.id

 

Harga: Tropical Sunscreen Rp 77.000/50 g, Rp 137.500/100g. Sport Rp 93.500/50g, Rp 176.000/100g

Katanya sih, ini adalah sunscreen  lokal dengan level proteksi tertinggi pertama di Indonesia.  Selain itu, ternyata sunscreen ini ada broad spectrum!  Buat yang belum tahu, broad spectrum itu artinya bisa memproteksi UVA dan UVB sekaligus.  Makanya bikin kepo, kan? Berdasarkan analisis bahan kosmetik, didapatkan hasil sebagai berikut:

  1. Di sini bisa dilihat bahwa untuk Bali Breeze, mereka membuat hybrid, yaitu kombinasi inorganic dan organic sunscreen.  Beda inorganic dan organic terletak pada rantai karbon. Inorganic merupakan mineral yang berasal dari bumi, tidak memiliki rantai karbon.  Sementara organic memiliki rantai karbon.  Bahan inorganic sering disebut sebagai bahan terbaik bagi kulit sensitif, di sini contohnya adalah Titanium dioxide.
  2. Octocryelene dan Butyl methoxydibenzoylmethane (Avobenzone)  perlu menjadi concern karena ini merupakan bahan organic sunscreen.  Jika kamu memiliki kulit tubuh sensitif, akan lebih baik jika kamu mencari sunscreen untuk tubuh

Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++

sunscreen brand lokal
via hermo.my

Harga: Rp 109.900 di Sociolla.  Bisa dibeli dengan voucher SBNLAJGN pada akhir pembayaran, dapat potongan Rp 50.000!

Ini adalah brand drugstore yang, buat saya sendiri, ada love-hate relationship.  Tekstur watery membuat produk ini cenderung lebih mudah saat diaplikasikan ke kulit. I’m quite surprised karena ternyata ini merupakan organic sunscreen 100%.  Iyalah, pantesan aja gampang menyerap ke kulit!

Ada empat bahan aktif di sini yaitu Ethylhexyl methoxycinnamate, Uvinal A Plus, Tinosorb S (hooray!), Uvintal T 150.  Oya, bahan kedua dari 5 bahan utama adalah alkohol.  Buat saya sendiri, alkohol ini enggak bikin kering, justru baik-baik saja. Mungkin sebaiknya pemilik kulit kering tidak memakai ini, ya.

Karena ini 100% organic sunscreen, maka sunscreen-nya mudah teroksidasi, jadi meski menyerap ke kulit, dalam waktu sekian menit efeknya akan hilang.  Jadi kalau PIH muncul, atau tiba-tiba kulit jadi lebih nge-tan, bisa jadi ini penyebabnya.  Kulit kita jadi lebih mudah menggelap karena pigmentasi. Saya termasuk pemilik kulit tipe III, makanya mudah nge-tan.

Sunscreen saya yang dulu, Etude House Sunprise Daily SPF 50+ PA++++ sebetulnya mengandung Zinc oxide, tapi terlalu greasy di kulit. Kemungkinan sunscreen ini tidak akan saya pakai lagi untuk keluar rumah dengan intensitas kegiatan di luar ruangan yang cukup tinggi.

Baca Juga:  Tips Skincare untuk Kulit Kering, Hindari Kulit Kusam dengan 7 Rekomendasi Ini!

 

Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50+ PA+++

Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50+
via reviews.femaledaily.com

Harga: Rp 45.000

Produk drugstore ini jadi favorit banget di kalangan beauty enthusiast karena murah namun isinya banyak. Sama seperti Bali Breeze, Skin Aqua sepertinya membuat produk hybrid.  Saya tidak akan membahas jenis-jenis Skin Aqua lainnya, karena kurang lebih masing-masing jenis itu tipe hybrid juga. Ada dua jenis, yaitu inorganic yaitu Zinc oxide dan Ethylhexyl methoxycinnamate. Untungnya Ethylhexyl methoxycinnamate enggak termasuk 5 bahan utama di Skin Aqua!  Jadi yang lebih berperan adalah Zinc oxide.  Zinc oxide ini  yang  bisa nyebabin white cast. 

Saya tidak begitu menyarankan Skin Aqua dipakai untuk yang memiliki fungal acne karena terdapat kandungan bernama Polysorbate 60 atau.  Atau jika kamu gampang bruntusan, bisa jadi penyebabnya adalah adanya Polysorbate 60, karena pemilik kulit sensitif dan acne prone memang rentan terhadap ini.

Bali Balance Sunblock SPF 50+ Pure

sunscreen brand lokal
via balibalance.net

Harga: Rp 140.000/100 ml, Rp 180.000/150 ml

Ini adalah produk lokal lainnya yang memiliki SPF 50+ .  Sayangnya, tidak ada keterangan PA, yang merupakan  level proteksi terhadap UVA, standar yang biasa dipakai di Jepang dan Korea.

Bahannya cukup simpel, Zinc oxide.  Ini yang biasa menyebabkan white cast.  Biasanya dalam suatu sunscreen, sangat lumrah mencampur bahan inorganic dan organic untuk menyeimbangkan kebutuhan.  Di satu sisi, daftar bahan yang sedikit menandakan bahwa produk ini dibuat handmade dan natural.  Saya sendiri lebih suka jika proteksinya tidak hanya memakai Zinc oxide saja. Namun, produk ini cocok untuk pemilik kulit sensitif.

Nivea Face Sunblock Whitening Cream SPF 50 PA++

sunscreen brand lokal

Harga: Rp 125.000

Ini adalah salah satu produk drugstore yang gampang dijumpai di mana saja. Nivea memiliki PA++, meski tidak sampai level tertinggi, tapi cukup baik daripada tidak ada.

Ini merupakan campuran dari bahan inorganic dan organic, alias hybrid.  Saya belum pernah memakai sunscreen ini, tapi agak terkejut, karena tidak banyak sunscreen yang dijual di Indonesia yang memiliki kandungan Tinosorb S. Tinosorb S adalah bahan sunscreen terbaik karena tidak memberikan reaksi yang menimbulkan perubahan hormon, radikal bebas, juga ruam kemerahan dan gatal di kulit.  Buat saya, produk ini worth to try.

Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

sunscreen brand lokal

Harga: Rp 26.000

Saya cukup terkejut dengan produk lokal satu ini.  Harganya murah meriah tapi udah ada standar PA+++!  Gimana enggak keren? Lebih-lebih, ternyata produk ini 100% organic sunscreen!

Ada dua bahan aktif sunscreen, yaitu Ethylhexyl methocinnamate dan Uvasorb HEV.  Sebetulnya Uvasorb HEV ini bagus banget karena enggak menimbulkan risiko apa pun. Oya, bahan kedua dari produk ini adalah ethanol atau alkohol, bagi pemilik kulit kering harus hati-hati, ya.

Yang penting sih, harganya murah. Terbukti bahwa enggak butuh produk dengan harga mahal jika menginginkan sunscreen!

Wardah Sunscreen Gel SPF 30 PA+++

sunscreen brand lokal

 

Harga: Rp 32.000

Kakak dari Emina ini ternyata sama persis, punya PA+++.  Namun berbeda dengan adiknya, mereka di sini memakai Ethylhexyl methoxycinnamate dan Avobenzone, yang tidak sebaik Uvasorb HEV. Untuk pemilik kulit sensitif, saya tidak begitu menyarankan untuk memakai ini.  Bukan karen Avobenzone berbahaya, namun reaksi kimiawi yang terjadi memungkinkan terjadinya iritasi, sehingga buat yang kulitnya sensitif, mudah bruntusan, atau acne prone, sebaiknya tidak mencoba ini.

Votre Peau Facial Sun Shield SPF 50

Harga: Rp 245.000 di Sociolla.  Bisa dibeli dengan voucher SBNLAJGN pada akhir pembayaran, dapat potongan Rp 50.000!

Ini merupakan inorganic sunscreen, atau physical sunscreen, karena enggak ada unsur karbon sama sekali.  Bahan aktif di sini adalah Zinc oxide.  Kabar baiknya, jika kamu kulitnya merupakan tipe acne prone, kamu bisa mencoba menggunakan ini karena mengandung Salicylic acid.

Resources:

[1] https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/news-features-and-safety-tips/pages/sun-and-water-safety-tips.aspx

[2] Lorena S. Telofski, A. Peter Morello, III, M. Catherine Mack Correa, Georgios N. Stamatas, The Infant Skin Barrier: Can We Preserve, Protect, and Enhance the Barrier?, Dermatol Res Pract.  2012: 198789, DOI:  10.1155/2012/198789

Loading...

19 thoughts on “Perbandingan 8 Sunscreen Terbaik Brand Lokal dan Drugstore”

  1. Aku udh coba 3 sunscreen dari produk diatas. Kulitku oily combi, dan produk “kakak-beradik” bikin kulitku merah, lengket dan panas bgtttt. Gatau deh, baru kali itu nyobain sunscreen terus efeknya ga banget. Akhirnya gamau coba sunscreen.

    Terus belakangan ini nyobain skin aqua, itu enak bgtt, ga lengket sama sekali .. dan di aku sih ga white cast kak kalo pake itu hehe .. my fav lah, dan cocok jg buat kulit oily combi ku, gabikin tambah berminyak

  2. Pake skin aqua buat kulit berminyak saya sih cocok aja, maksudnya dia cepet nyerap dan ga bikin makin oily. Tapi sayangnya oh sayangnya, skin aqua ternyata ga membantu ngelindungin kulit saya, meskipun saya re-apply tiap dua atau tiga jam dan segala usaha saya buat melindungi kulit. Selama pakai skin aqua, kulit saya tetep menggelap alias belang 🙁
    Saya pakai parasol sekarang and it works on me

  3. aku sampai sekarang masigh pakai wardah. dulu pernah pakai skin aqua tapi kok lama-lama aku berasa kulitku kering. sekarang malah pengen coba emina

  4. Aku ga tau kenapa sejak pake yg emina, kulitku jd tumbuh jerawat kecil2 segede biang keringat. Jd pengen brenti pake sunscreen.apa itu menandakan tidak cocok dan harus ganti merk ya

    1. Kemungkinan kurang cocok sama produknya, berarti kulitnya sensitif sama bahan sunscreen aktif. Coba ganti jadi Skin Aqua atau produk yang ada bahan Titanium dioxide atau Zinc oxide, bahan bahan itu asalnya dari bumi. Cocok buat semua kulit

  5. Udah pernah cobain wardah, skin aqua sama emina. So far buat kuliyku yg oily combi, ringan banget pake emina. Nemu blog ini pas searching the ordinary rosehip oil, tapi masih mikir2 baru liat teksturnya bisa mengkristal begitu. *ngelantur*
    Btw, your blog very nice! Karena aku interest juga sama ingredients skincare *toos*

    1. Seneng ketemu sesama yang punya interest di ingredients, hehe *toos* 😀 😀

      Sebetulnya kalo mau beli rosehip oil, sekalian disimpen di kulkas, nantinya bakal jadi rada lama lifetime-nya. Pernah denger kalau yang The Ordinary itu kurang begitu bagus rosehip oil-nya, mungkin karena beda kualitas juga sih.

  6. Halo, kaka guru.. Hihi, aku baru mulai belajar perawatan wajah dan lumayan skincare-addict dan suka banget kalo ada pembahasan ttg ingredient walau kebanyakannya aku ga paham, wkwkwk… Tapi very worth it to read!

    Dan aku penasaran kenapa kaka guru ga memasukkan Parasol sebagai bagian dari perbandingan ini? Padahal secara harga dia murah juga

    1. Wah bukan guru, haha, cuma suka bahas aja. Parasol masuk perbandingan karena dia masih masuk sunscreen brand lokal. Dia diproduksi sama PT Surya Dermato Medica Laboratories. Mereka punya pabrik di Surabaya namun manajemen mereka sehari hari itu di Jakarta. Nah aku baru tahu juga Parasol diproduksi sama mereka pas aku nyobain Glikoderm, dan ternyata diproduksi juga sama mereka.

      Selain itu karena biasanya rata-rata minta rekomendasi skincare yang murah, makanya aku masukin. Jadi itu dia alasannya aku masukin ke sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *