Beautilogy Beauty

Perhatikan Ini Saat Mencari Produk Perawatan Anti Aging atau Penuaan Dini!

Menjelang kepala 3 (walaupun sekarang terlihat masih beberapa tahun lagi), concern terbesar sebagian perempuan yang merupakan skincare junkie adalah mencari produk anti aging yang tepat.  Masalahnya gini, ada begitu banyak brand yang menawarkan opsi, mengiming-imingi kita agar membeli produknya, atau bisa jadi serangkaian produk yang (katanya) bisa mengurangi kerutan di wajah.

Masalahnya begini: memangnya produk macam apa yang sebetulnya benar-benar tepat untuk kita?

Dulu saya punya hobi baca tabloid emak-emak  wanita saat masih SMA.  Saat itu saya masih kinyis-kinyis, dan nggak peduli sama anti aging.  Iyalah, nyampe kepala 2 aja belum!

Saya sempat membaca suatu artikel yang menyatakan bahwa memakai anti aging selagi muda itu sebetulnya nggak begitu bagus.  Saya lupa banget dengan isi artikelnya, tapi intisari yang saya dapatkan adalah seperti ini: bahkan di usia 30 pun, sebetulnya memakai krim anti aging itu kurang tepat karena penuaan yang sebenarnya baru dimulai ketika memasuki usia 40 tahun.

Sementara itu, di  zaman now, beredar artikel di internet yang menyatakan bahwa anti aging itu seharusnya sudah jadi concern perempuan sejak usia 20-an, karena pada usia 25, sel-sel kulit kita mulai menua.

Yang jadi big question di sini: mana yang bener, sih?

Kapan Sebaiknya Memulai Perawatan Anti Aging?

produk perawatan anti aging
via pixabay.com

Ternyata kebingungan saya selama ini sukses terbantahkan oleh Perry, cosmetic chemist yang berpengalaman lebih dari 1 dekade dan juga pendiri  dari The Beauty Brains. Dibanding “kapan”, “bagaimana” adalah kata kunci pertanyaan yang jauh lebih tepat untuk mengetahui hal ini.  Jika ingin terhindari dari sinar UV dalam jangka waktu panjang, akan lebih baik jika kita mulai membiasakan diri memakai sunscreen.

Meski memang ada studi yang menyatakan bahwa sunscreen memang bisa membantu memperlambat tanda-tanda penuaan dini [1], namun cara kerja sunscreen tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya.  Setidaknya, dulu saya sempat menyangka bahwa memakai sunscreen akan membuat sinar UV memantul lagi begitu kena kulit.  Kenyataannya, tidak secantik itu.

Kenapa?

Zat seperti titanium dioxide dan dan zinc oxide memang merefleksikan sebagian gelombang UVA .  Refleksi ini akan bereaksi lebih ketika kita terekspos oleh sinar matahari.  Itu juga sebabnya kalau kita menggunakan sunscreen yang memiliki unsur titanium dioxide dan zinc oxide akan menimbulkan hal yang disebut sebagai white cast bayangan residu putih yang tertinggal dan terlihat di wajah kita setelah penggunaan produk makeup yang mengandung SPF, biasanya bakal terlihat banget ketika kamu mengambil foto selfie ketika foundation atau sunscreen yang kamu pakai teroksidasi [2].

Jadi, sesungguhnya sunscreen sendiri fungsinya hanya memperkecil energi sinar UV hingga tidak menimbulkan hal yang bisa menimbulkan potensi tidak diinginkan ke kulit.

 

Produk Anti Aging Apa yang Tepat?

produk perawatan anti aging
via pixabay.com

Sebetulnya dibanding kita sibuk mencari produk atau brand tertentu yang katanya bagus, akan lebih baik jika kita memilih kosmetik anti aging yang memang sesuai dengan karakter kulit.  Dari mana sih, kita bisa tahu mana yang cocok?  Dengan mencocokkan apakah bahan baku yang digunakan untuk menciptakan produk sesuai dengan jenis kulit.  Berikut adalah beberapa bahan baku yang diklaim membantu dalam menghadapi penuaan dini (bisa klik masing-masing jenis bahan):

  1. Apitoxin/ Bee Venom
  2. Galactomyces Ferment Filtrate
  3. Hyaluronic Acid/Hydrolyzed hyaluronic acid/Sodium acetyl hyaluronate
  4. Collagen
  5. Retinol/Retinoid
  6. Niacinamide
  7. Soybean Extract
  8. Green Tea
  9. Ceramides
  10. Rosehip Oil
  11. Vitamin C (ascorbic acid) pernah dibahas di postingan terpisah. Tidak semua nama lain vitamin C baik untuk antioksidan; bahkan ketika memakai ascorbic acid pun tetap disarankan memakai sunscreen dengan SPF setidaknya SPF30.

Di antara semua ini, manakah yang sesungguhnya bisa membantu terhadap pencegahan penuaan dini?

 

Apitoxin 

Kita mengenalnya sebagai bee venom atau sengatan lebah.  Apitoxin dikenal karena memiliki efek antiinflamasi dan antiradang sehingga digunakan juga untuk mengobati Parkinson, kanker, rematik, dan lain-lain.  Selain itu Apitoxin juga merupakan antimikroba, yang akan memiliki benefit bagi kondisi kulit tertentu.  Hanya saja, baru ditemukan satu studi in vitro yang menyatakan bahwa melittin, yang merupakan unsur dari Apitoxin disebut bisa meningkatkan produksi kolagen.  Sampai saat ini, masih belum diketahui mengapa bisa meningkatkan produksi kolagen, sehingga Apitoxin masih diragukan kehandalannya [4]. Contoh produk yang hanya demi kepentingan marketing adalahBenton Snail Bee High Content Essence, unsur bee venom termasuk yang keenam dalam komposisi. 

Baca Juga:  [REVIEW] Biore Cleansing Oil Makeup Remover

Konklusi: Meragukan

 

Galactomyces Ferment Filtrate

Saya sudah pernah membahas soal Galactomyces Ferment Filtrate sebelum sebagai bahan baku yang diklaim antiwrinkle. Satu-satunya informasi bahwa bahan baku yang ada embel-embel fermentasi itu teruji klinis dilakukan oleh P&G untuk produknya yaitu SK-II. Namun ditemukan studi bahwa Galactomyces Ferment Filtrate baik untuk mengurangi sebum, keratinisasi, mencerahkan kulit, dan melawan jerawat [5]. Contoh produk yang hanya demi kepentingan marketing adalah: Benton Fermentation Eye Cream, ceramide sendiri tidak termasuk 10 besar dalam daftar komposisi. Masih belum diketahui persentasenya sehingga jika disebut sebagai antikeriput, agak meragukan.

Konklusi: Sangat Meragukan

 

Hyaluronic Acid 

Ditemukan studi in vivo testing mengenai hydrolyzed hyaluronic acid dan kaitannya dengan keelastisan kulit.  Hyaluronic Acid bisa meningkatkan elastisitas kulit hingga 14% dan juga mengurangi tekstur permukaan kulit yang kasar. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menampakkan hasil studi yang lebih menggembirakan, karena bisa meningkatkan kelembapan, mengurang inflamasi, dan meningkatkan interaksi antar sel-sel di jaringan kulit [6].

Konklusi: Mungkin

 

Collagen 

Dari tiga studi, ditemukan bahwa dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung kolagen  memungkinkan untuk bisa meningkatkan elastisitas kulit, kerut di wajah, kelembapan, dan lain-lain.  Menginjeksi kolagen ke dalam kulit (baik wajah dan tubuh) baru akan terlihat hasilnya setelah 3-6 bulan, dan karena sifatnya temporer dan mahal, tidak semua orang bisa menggunakan metode ini.  Lalu bagaimana dengan yang topical version atau dioleskan langsung ke kulit? Sejauh ini belum ada studi yang menyatakan efek baiknya.  Molekul kolagen sendiri cukup besar dan sulit penetrasi ke kulit.  Kalau pun membaik, kemungkinan sifatnya pun hanya sementara [7].

Konklusi: Sangat Meragukan

 

Retinol/Retinoid 

Dikenal juga sebagai vitamin A yang berfungsi untuk membuat kulit kenyal, menghilangkan penyebab komedo, meningkatkan tekstur kulit, dan mengurangi bintik hitam.  Struktur retinol tepat sasaran dan bisa melakukan penetrasi ke kulit, sehingga efeknya akan baik jika kita ingin menggunakan produk dengan kandungan aktif retinol/retinoid untuk mencegah penuaan dini [8].

Konklusi: Sangat Baik

 

Niacinamide

Versi lain dari dari Niacin atau vitamin B3; mampu meningkatkan elastisitas, mengurangi inflamasi, mencerahkan wajah, serta mengurangi kerut di wajah. Sejauh ini Niacinamide termasuk bahan yang bisa menambah kapasitas antioksidan bagi kulit, dan seperti yang kita tahu antioksidan memang merupakan salah satu hal yang bisa mencegah penuaan dini. Dengan meningkatkan produksi kolagen, maka Niacinamide bisa bekerja dengan baik untuk mengurangi kerutan. Sejauh ini, studi yang dilakukan terhadap niacinamide membuktikan bahwa kandungan ini adalah salah satu yang terbaik untuk anti aging [8]

Konklusi: Sangat Baik

 

Soybean Extract

 Ada dua tipe kandungan aktif dari soybean extract yang tentunya sering kita dengar, yaitu isoflavone dan protease.  Katanya sih ekstrak ini mampu menetralisasi radikal bebas, menstimulasi produksi kolagen, mengurangi hiperpigmentasi, dan meningkatkan kelembapan kulit. 

Sejauh ini isolflavone diklaim bisa melawan oksidasi di kulit.  Namun sejauh ini tes terkait antiaging terkait antioksidan masih belum terkonfirmasi pada saat melakukan tes skala besar ke kulit manusia [8].

Konklusi: Meragukan

 

Green Tea

Mengandung polyphenol yang diklaim bisa menangkal sinar UV karena memiliki antioksidan yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi dalam bentuk teh maka green tea memang baik untuk kulit.  Namun sejauh ini agak sulit untuk menstabilkan ekstrak green tea hingga bisa penetrasi ke kulit. Sejauh ini ada dua studi yang menyatakan bahwa green tea bisa mencegah bahaya sinar UV.  Polyphenol sendiri merupakan komponen aktif yang tidak stabil sehingga daripada mencari skincare mengandung green tea, lebih disarankan untuk mengonsumsinya dalam bentuk teh [8]. 

Konklusi: Sangat Meragukan

 

Baca Juga:  Ampuhkah Produk dengan SPF Tinggi? 7 Fakta Sunscreen yang Jarang Diketahui!

Ceramide

Ceramide sendiri merupakan oily wax yang sebetulnya unsur yang berada di kulit kita.  Selain meregulasi sel-sel, ceramide berfungsi sebagai proteksi terhadap kulit.  Seiring bertambah usia, produksi ceramide bisa berkurang sehingga menyebabkan kulit kering, kerutan, atau juga dermatitis.

Sejauh ini, FDA mengeluarkan pernyataan bahwa mengonsumsi suplemen yang mengandung ceramide aman, tapi memang suplemen ceramide tidak sepopuler kolagen. Dan sejauh ini belum ditemukan data bahwa suplemennya memang membantu.

Lalu jika kita menggunakan versi topical atau yang dioleskan ke kulit, sejumlah studi sudah membuktikan bahwa ceramide memang memperlambat penuaan.  Namun karena ada banyak sekali jenis ceramide, yang saat ini sering dijadikan bahan baku kosmetik memang berefek pada kulit. Jika ingin menggunakan produk antiaging yang mengandung ceramide, lebih baik mencari yang murah terlebih dulu untu mengetahui mana yang terbaik  untuk kulit (murah -> mahal). Dan sebaiknya masuk ke 10 list pertama dalam komposisi kosmetik [8]

Konklusi: Baik 

 

Rosehip Oil 

Rosehip oil merupakan moisturizer yang baik dan memiliki sejumlah unsur kimiawi yang secara teori memiliki efek antiaging.  Hanya saja, kita perlu menelaah lagi, karena setiap brand memakai jenis mawar yang berbeda-beda saat diekstrak; ini juga berpengaruh pada jumlah retinoic acid (vitamin A) dan vitamin C yang terkandung.  Sejauh ini, hanya ditemukan sebanyak 0,2% dan 0,1% saja retinoic acid dan vitamin C pada rosehip oil.  Porsi terbesar adalah linoleic acid yang bisa membantu menghilangkan bekas jerawat, dan mencerahkan kulit.

Lebih disarankan jika mau membeli rosehip oil maka cari yang benar-benar pure karena konsentrasinya jauh lebih tinggi.  Jika tidak bisa pakai oil ( sehingga memilih cream atau lotion), rosehip oil harus berada di urutan pertama atau kedua dari komposisi bahan di label kosmetik.

Konklusi: Cukup 

 

Produk Anti Aging yang Disarankan 

Saya di sini tidak jualan, tidak juga di-endorse.  Hanya saja setelah meneliti komposisi produk, lebih disarankan untuk membeli produk anti aging  di mana beberapa bahan yang cukup baik (niacinamide, retinol, HA, ceramide, rosehip oil) memang berada di urutan 10 besar dalam komposisi. Ini hanya contoh saja bahwa 5 bahan untuk anti aging ini terbukti  masuk 10 besar di produk-produk berikut:

Jenis BahanContoh ProdukKomposisi
Hyaluronic AcidThe Ordinary HA 2% + B5Sodium Hyaluronate berada di urutan kedua dalam label komposisi, secara teori menjanjikan
RetinolThe Ordinary Retinol 0.2% in SqualaneRetinol berada di urutan ketiga dalam label komposisi, secara teori menjanjikan
NiacinamideThe Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%Niacinamide berada di urutan kedua dalam label komposisi, secara teori menjanjikan
CeramideCeraVe Facial Moisturizing Lotion PMCeramide 3, Ceramide II-6, dan Ceramide 1, berada di urutan ketujuh, kedelapan, dan kesembilan dalam label komposisi, secara teori menjanjikan
Rosehip OilSejauh ini saya belum dapat evidence produk mana yang punya benefit lebih baik karena masing-masing rosehip oil diproduksi dengan rose (hip) dari negara yang berbeda-beda, mempengaruhi terhadap proses pembuatannyaRosehip oil yang murni adalah yang memiliki warna kuning pekat, konsentrasi bahan kimiawinya jauh lebih tinggi dibanding yang lain

 

Loading...

14 thoughts on “Perhatikan Ini Saat Mencari Produk Perawatan Anti Aging atau Penuaan Dini!”

  1. Penjelasannya lengkap dan detail. Kalau aku sih (yang sama-sama mau kepala 3 hehehe) yang penting keluar rumah pakai sunscreen. Produk anti aging sendiri belom kupake.

  2. The ordinary yaa… Hmmm. Jadi pengen. *catet duluu wkwkwk

    Kak, oot dikit nih. kalau skincare dengan embel2 vegan, vegetarian, cruelty free, non alkohol gitu menurut kakak apa bs kita asumsikan halal?

    Aku pengen coba, cuma dari beberapa teman, mereka bilang masih syubhat karena scr proses masih disangsikan, apakah alat atau bahannya tdk digunakan untuk proses produksi produk lain dari satu brand yg sama, tapi dari line yg bercampur dg yg haram, kan satu brand nggak semuanya ada free ingridients yg kita hindari itu, kak.
    Terus MUI Korea (aku lupa namanya) juga katanya nggak diakui sama MUI Indonesia krn dianggap kurang kompeten (?) atau semacamnya gitu.

    Jadi akuu masih gak nyoba-nyoba nih yg a la kuriya-kuriya. Padahal Klairs itu menggoda banget kan. Hehe…
    Minta opininya juga dong. Harus bagaimana sebaiknya kalau menurut kakak. Terimakasiiiiih ❤❤❤

    Btw aku suka banget sama blognyaaaa… Edukatif!

    1. Yup, kata temenmu itu benar. Sebetulnya belum tentu yang dibilang vegan, vegeterian, cruelty free dan non alkohol itu bisa dipakai. Cuman, dibanding brand yang tidak menyantumkan sama sekali, brand yang mengusung konsep demikian agak lebih bisa dipercaya.

      Jadi sebetulnya bukan cuma alat dan cara bikin saja, kita juga harus tahu ingredients macam apa yang digunakan. Aku pun sebetulnya baru akhir-akhir ini concern dan mencoba lepas dari beberapa produk (yang sayangnya bagus) yang kupikir sepertinya harus dihindari. Contohnya seperti glycerin dan lecithin, itu sangat mungkin didapatkan dari hewan, biasanya babi. Ada juga yang berpendapat beda soal chocineal atau carmine, tapi aku udah lihat di web LPPOM resmi kalau carmine diperbolehkan sebagai bahan pewarna makanan. Jadi lipstik dan eyeshadow, asumsinya adalah boleh mengandung carmine. Kecuali brand itu bilang bahwa mereka vegan, kita patut curiga sama ingredients yang mereka bilang; kata “natural” pun perlu waspada, lho. Lard juga natural soalnya.

      Dan iya, aku sempet cek website Halal Corner, sejauh ini ada 14 lembaga sejenis LPPOM yang diakui MUI. LPPOM Korea belum termasuk, sayangnya, mereka jauh lebih lambat soalnya kalau ngomongin soal kehalalan produk dan kosmetik dibanding Jepang. Tapi itu kembali ke diri masing masing apa mau percaya atau nggak.

      Nah, dari yang aku baca di Reddit, yang punya brand Klairs itu Wishcompany, satu-satunya. Kemungkinan besar ini perusahaan tipe ODM (Original Design Manufacturer). Ini artinya mereka adalah yang membuat formulasi dan memproduksi sendiri. Tahun ini mereka mendeklarasikan jadi brand vegan. Jadi bisa dibilang Klairs itu safe kecuali kalau misalkan mereka bikin brand baru lagi, harus diperhatiin ingredients-nya apa. Produknya setahuku masih aman 🙂

  3. Oh, Berarti sementara ini kita berpatokan pada mencari yang kemungkinannya kandungan haramnya paling kecil gitu ya?

    Waaah seneng dengernya soal ODM ini, berarti Insha Allah Klairs aman ya… Semoga. Soalnya aku kepengen bangettt huhuhuhu

    Aku sementara ini masih bertahan 100% menggunakan brand lokal seperti Wardah. Aku cari lagi ah wishlistku soal Klairs nyungsep dimana… Dulu banget pas awal2 nge hype kepengennya.

    Terimakasih sebelumnya untuk jawabannya.

  4. Aku agak takut klo beli yang ada collagennya, soalnya, katanyaaa, ada unsur pig nya dalam pembuatan collagen itu, jadi sampe sekarang belum beli produk anti aging soalnya takut sendiri.
    Akhirnya nemu tulisanmu. Pikiranku tercerahkan. Sudah agak ngerti nanti mau pake yang komposisinya kaya apa. Thank you Z.

  5. Bener bener ngebantu blog nya kak, makasih ya, soalnya slama ini mama nanya2 produk2 buat anti aging buat dia, aku bingung kan, karna belum pengalaman juga, jd pas liat2 disini baca ini, baru ngeh deh harus milih yang mana, makasih kak

  6. aku udah coba paula’s choice retinol dan bagus loh… habis pakai malam hari, paginya kenyal. tp apa benar kalo retinol itu ga blh dipakai setiap hari ? dan seneng bgt ternyata niacinamide untuk antiaging ^,^ thank you untuk penjelasan super komplitnya ….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *