Beautilogy Beauty

Kenali 15 Bahan Kosmetik Halal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Membeli

Saya pernah membahas kosmetik halal dengan Lilian, salah seorang teman blogger. Sejauh ini, concern brand lokal yang udah dikenal maupun brand indie sudah cukup baik.  Sudah ada niat untuk melabeli produk dengan sertifikasi MUI agar kita sebagai umat Islam merasa tenang ketika membeli kosmetik.

Nah, tapi dengan keberadaan brand luar, tentu pengin dong coba beli sesekali? Hype K-Beauty dan brand Barat menyerbu pasar kosmetik tanah air sejak lama.  Saya yaki,  di antara pembaca blog ini juga pasti ada yang pernah setidaknya sekali memakai produk brand luar negeri. Supaya bisa mengetahui mana yang sekiranya bisa digunakan meski tidak ada label halal, maka saya buat panduan daftar bahan kosmetik halal sebagai berikut.

Kenali Bahan Kosmetik Halal yang Perlu Kamu Ketahui 

Masih banyak salah kaprah yang menganggap bahwa natural = mengandung unsur botani.  Kalau kita perhatikan ya, menurut KBBI, natural artinya bersifat alam.  Nah, yang namanya bersifat alam itu bisa dalam banyak hal: tanah, air, udara, dan api (berasa The Legend of Aang, wkwk). Maka dari itu, hewan dan tumbuhan juga bisa disebut from nature, berasal dari alam.

Jadi segala sesuatu yang natural itu jangan dikira mengandung unsur hewani, lho.

Beda lagi dengan istilah organik. Agar bisa mendapat title organik, maka kamu harus terdaftar ke ECOCERT terlebih dulu.  Sertifikasi ini dikeluarkan oleh organisasi asal Prancis yang memang memegang hak dalam mengeluarkan sertifikasi produk organik, baik itu bahan kosmetik maupun bahan pangan.  Masih sama dengan natural, yang namanya organik itu berkaitan dengan makhluk hidup, maka dari itu hewan dan tumbuhan pun termasuk.

So, segala sesuatu yang natural dan organik belum tentu halal.

Seperti biasa, saya akan buat daftar isi yang bisa diklik.  Ada ? bahan kosmetik yang perlu kamu perhatikan ketika membaca daftar bahan kosmetik, yaitu:

  • Allantoin
  • AHA
  • Asam amino
  • Carmine
  • Chitosan
  • Cholesterol
  • Collagen
  • Fatty acid
  • Glycerin
  • Hyaluronic acid
  • Hydrolyzed Keratin, Lecithin, Collagen
  • Lanolin
  • Panthenol
  • SLS, SLES

Allantoin 

bahan kosmetik halal
via bathofaphrodite

Allantoin adalah salah satu bahan kosmetik yang paling sering muncul saat ini sebagai bahan antiiritasi, antiinflamasi, dan cocok untuk digunakan bagi pemilik kulit sensitif. Jika kulitmu mengalami iritasi, perih,dan kemerahan, produk yang mengandung allantoin sangat membantu dan efektif menangani bekas luka.

Bentuk allantoin sendiri sebetulnya apa, sih?  Allantoin yang sudah diproduksi untuk keperluan kosmetik akan berbentuk bubuk putih tanpa pewangi.  Allantoin bisa diekstrak dari unsur botani dan juga unsur hewani.  Jika allantoin yang diproduksi ini berasal dari comfrey (sejenis tanaman herbal)  jauh lebih optimal dibanding allantoin yang diekstrak. Tapi selain tanaman, allantoin juga bisa diperoleh dari asam urat sapi.

Nah, kalau misal kita kurang yakin bahwa hewan yang disembelih itu halal, maka sangat disarankan kamu bertanya pada brand bersangkutan mengenai bahan-bahan produk tersebut, apakah berasal dari ekstrak tanaman, atau berasal dari unsur hewani?

Jika kamu menggunakan produk mengandung allantoin, disarankan untuk membeli produk dalam bentuk cream dibanding gel agar khasiatnya lebih efektif.

Contoh produk mengandung allantoin:

  • COSRX Snail Mucin Essence 96
  • Aveeno Baby Daily Moisture Lotion for Delicate Skin
  • The Face Shop Green Tea Mask

Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Lho, AHA memangnya bisa terbuat dari unsur tidak halal, ya? Kok masuk list ini?

AHA bisa terbuat dari unsur botani yaitu tumbuhan dan buah-buahan.  Namun AHA juga bisa berasal dari susu.  Salah satu jenis AHA yang diekstrak dari susu adalah lactic acid.

Nah, lactic acid sendiri sebetulnya insyaAllah halal, tapi hal yang perlu kamu perhatikan adalah unsur lain yang diformulasikan bersama dengan lactic acid ini.  Tentunya bagi yang suka memakai chemical peeling akan tahu bahwa menggunakan AHA biasanya akan menimbulkan reaksi tertentu di kulit, bahkan jika tidak cocok, bisa menimbulkan iritasi.  Salah satu jenis bahan yang biasa diformulasikan bersama dengan AHA adalah asam amino.

Tujuan dari formulasi ini sesungguhnya amat sangat baik: agar penetrasi AHA ke kulit bisa diperlambat reaksinya sehingga penetrasi terjadi, maka akan meminimalisasi proses hingga tidak terasa panas, cekit-cekit, hingga iritasi. Karena itu kamu perlu mengetahui apakah produk ini vegan atau vegetarian atau bahkan tidak tercantum keterangan sama sekali?

Baca Juga:  [REVIEW] Sariayu Color Trend 2018 Jakarta Eyeshadow Palette & Lip Cream

Untuk keterangan AHA lebih lanjut kamu bisa baca di AHA, BHA, PHA, Apa Persamaan dan Perbedaannya?

Contoh produk mengandung AHA + asam amino:

The Ordinary Glycolic Acid 7 Toning Solution

Asam Amino

Asam amino merupakan senyawa organik yang membentuk tubuh kita.  Sejumlah 75% tubuh kita terbentuk berkat adanya asam amino!  Ini artinya, asam amino juga merupakan unsur terpenting dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk dalam memproduksi kolagen, hidrasi kulit, dan membantu percepatan penyembuhan kulit.

Contoh dari asam amino adalah sebagai berikut:

  • Arginine
  • Glutamine
  • Glycine
  • Histidine
  • Leucine
  • Lysine
  • Proline
  • Tyrosine

Unsur-unsur ini adalah yang paling sering kamu temukan di bahan-bahan skincare.  Kenapa kita perlu concern terhadap asam amino, sih?  Karena ini merupakan unsur yang bisa kamu temukan pada makhluk hidup.  Yup, lagi-lagi kita bicara soal hewan dan tanaman. Meski kini sudah ada asam amino sintetis atau buatan, kita tetap perlu mencari tahu jika seandainya produk yang kita miliki tidak dinyatakan vegan atau vegetarian.

Carmine, Cochineal, Carminic Acid 

Jika kamu suka pakai lipstik, tentu kamu akan mengenal bahan bernama carmine. Nama lainnya adalah carmine lake, natural red 4, CI 75470, atau E120.  Nah, carmine itu merupakan pigmen merah yang berfungsi untuk mewarnai lipstik, eyeshadow, blush on, dan lain-lain. Jenis lipstik yang memiliki unsur kemerahan sangat mungkin memiliki unsur carmine, yang biasanya berasal dari darah kumbang.  Dibutuhkan 70.000 kumbang agar bisa menghasilkan pigmen warna merah sebanyak 0.45 kg!

Jika bicara soal fiqih, sebetulnya LPPOM MUI sudah melakukan kajian.  Menurut madzhab Syafi’i dan Abu Hanifah, pemanfaatan serangga untuk konsumsi haram, sehingga zat pewarna ini akan dianggap haram juga.  Namun Imam madzhab lain menetapkan hukum yang berbeda. Imam Malik, Ibn Abi Layla, dan Auza’i berpendapat bahwa serangga itu halal selama tidak membahayakan.  Karena serangga cochineal ini tidak membahayakan dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber zat pewarna, maka insyaAllah halal.  Wallahualam bishawab.

Contoh produk mengandung carmine:

  • theBalm NUDE’tude Nude Eyeshadow Palette
  • ZOEVA Spectrum Eyeshadow Collection
  • NYX Wicked Lippies Wrath, Trickery, Scandalous, Sinful, Stone Cold & Cold Hearted
  • Mustika Ratu Beauty Queen Highlight Cream Eye Shadow and Blush On 01

Chitosan 

Chitosan merupakan  serat fiber yang berasal dari cangkang kerang atau kepiting.  Saat ini tengah ngetren produk-produk yang berasal dari chitosan baik dari produk skincare, antiperspirant, dan deodorant.  InsyaAllah karena berasal dari hewan laut, maka chitosan aman digunakan.

Contoh produk mengandung chitosan:

  • Ocean Fresh line (ini produk lokal!)

 

Cholesterol 

Cholesterol merupakan alkohol steroid yang bisa berasal dari minyak atau lemak hewani, jaringan otak, kuning telur, dan darah.  Cholesterol juga bisa berasal dari derivatif lanolin dan juga tumbuhan.  Fungsi dari cholesterol adalah sebagai skin conditioner, membuat tekstur menjadi lebih thick, menstabilkan produk, dan mencegah agar air di kulit tidak menghilang, yang biasanya menyebabkan kulit menjadi kering.

Collagen 

Untuk collagen, kamu bisa baca lebih lanjut di sini: Cream Collagen untuk Penuaan Dini Hanya Mitos! 3 Fakta Collagen yang Belum Diketahui.

 

Fatty Acid

Ada berbagai jenis fatty acid, di antaranya yang mungkin berasal dari unsur hewani adalah:

  • Arachidonic acid (hati, otak, kelenjar minyak, dan lemak)
  • Caprylic acid (dari susu sapi atau kambing)
  • Cerebroside (jaringan otak, biasa digunakan di moisturizer)
  • Lauric acid
  • Linoleic acid
  • Palmitic acid (biasanya berasal dari kepala sawit, tapi bisa juga dari hewan; biasa ada di sampo, sabun shaving, dan segala sesuatu dengan tekstur cream)
  • Polysorbate (derivatif dari fatty acid seperti surfaktan Polysorbate 10, 20, 80, dsb.)

Glycerin, Glycerol, Glycerides

Glycerin biasanya kita kenal sebagai humektan.  Glycerin itu murah meriah lho, karena biasanya diolah dari lemak hewani.  Di Inggris, lemak  yang berasal dari hewan peternakan siap dipotong  (sapi, babi, kambing, domba), dikumpulkan menjadi satu.  Rata-rata produk high end brand Inggris menggunakan glycerin murah yang terbuat dari unsur hewani, sehingga kamu perlu hati-hati ketika membeli produk.

Baca Juga:  KBBV 1st Anniversary: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Namun glycerin juga bisa terbuat dari bahan sintetis dan tumbuhan, yaitu dari derivatif kepala sawit.  Beberapa perusahaan seperti P&G dan Kao mempunyai pabrik glycerin sendiri yang sudah memiliki sertifikasi kosher, sehingga insyaAllah aman (sumber: P&G, Kao).

Contoh produk mengandung glycerin:

  • Hatomugi Skin Conditioner (review klik sini!)
  • Vaseline Intensive Care Advanced Repair Lotion
  • Neutrogena Fragrance-Free The Transparent Facial Bar

Hyaluronic Acid 

 

Tahukah kamu bahwa hyaluronic acid pun bisa berasal dari unsur hewani? Hyaluronic acid merupakan molekul gula yang cukup besar, memiliki molekul dengan 600.000 – 1.000.000 unit.  Jadi ukurannya memang cukup besar.  Fungsinya selain sebagai humektan, digadang juga sebagai bahan yang mengandung antiaging, meski sebetulnya bukan.  Lebih lengkap bisa di baca di sini: Perhatikan Ini Saat Mencari Produk Perawatan Anti Aging atau Penuaan Dini!

Hyaluronic acid pertama kali ditemukan dari unsur hewan mamalia.  Pada tahun 1934, unsur ini pertama kali ditemukan, diekstrak dari mata sapi.  Nama “hyaluronic” berasal dari terminologi “hyaloid” yang berarti glassy.

Karena itulah, Hyaluronic acid bisa ditemukan di area mata dan otot. Saat ini, Hyaluronic acid sintetis sudah dibuat dan cukup banyak dipakai.  Lebih disarankan menggunakan produk vegan atau vegetarian.

Produk mengandung Hyaluronic acid:

  • BELIF Classic Essence Increment
  • CLINIQUE Dramatically Different Moisturizer Cream
  • Make Up Forever Ultra HD Concealer

Hydrolyzed Keratin, Lecithin, Collagen 

Baik keratin, lecithin, maupun collagen merupakan protein.  Hydrolyzed sendiri merupakan istilah untuk protein yang sudah terpecah pecah, karena pada dasarnya, protein memiliki massa molekul yang sangat besar sehingga tidak akan bisa penetrasi ke kulit (stay on top skin).

Namun meski sudah terpecah-pecah menjadi molekul lebih kecil, bukan berarti molekul ini bisa penetrasi ke kulit hingga bisa memperbaiki collagen kulit kita yang rusak.  So, minum sesuatu mengandung collagen atau injeksi collagen tidak akan membuatmu awet muda.  Namun baik keratin, lecithin, maupun collagen berfungsi untuk memperbaiki jaringan kulit dan cocok bagi pemilik kulit kering, dehidrasi, dan eczema.

Untuk lecithin, bisa juga diekstrak dari telur maupun kacang kedelai. Keratin, lecithin, dan collagen biasa terdapat pada eye cream, lipstik, foundation, hand cream, lotion, sabun, sampo, dan obat-obatan.

Contoh produk mengandung hydrolyzed keratin, lecithin, collagen:

  • Kerastase Damaged and Weakened Hair Shampoo Bain Force
  • St. Ives Collagen Elastin facial Moisturizer
  • Too Cool For School Egg Mellow Cream

Lanolin 

Lanolin merupakan substansi lengket berwarna kuning yang berasal dari sekresi kelenjar minyak, sebum yang berasal dari domba.  Lanolin sendiri merupakan ester waxy yang mengandung cholesterol namun komposisinya berbeda dengan sebum yang dihasilkan kulit manusia.

Karena sebum sesungguhnya berfungsi sebagai minyak alami kulit untuk mencegah kulit kering atau dehidrasi, maka lanolin bermanfaat sebagai moisturizer.  Hanya saja, lanolin bisa jadi makruh atau haram ketika didapatkan dari hewan yang tidak disembelih sesuai syariah.

Contoh produk mengandung lanolin:

  • DHC Olive Leaf Milk
  • Elizabeth Arden EightHour Cream Skin Protectant

Panthenol 

Panthenol atau provitamin B5 biasa ditemukan di sampo dan skincare.  Panthenol berfungsi sebagai humektan, emollient, dan moisturizer.

Panthenol sendiri memiliki formula berwarna bubuk putih atau minyak transparan ketika berada di ruang dengan suhu kamar.  Panthenol bisa berasal dari unsur hewani atau botani. Nama lainnya adalah Dexpanthenol, D-pantothenyl alcohol, butanamide, atau Pantothenic acid.

Contoh produk mengandung panthenol:

  • Ole Henriksen African Red Tea Face Mist
  • Derma E Peptides Plus Wrinkle Reverse Creme
  • Paula’s Choice Skin Perfecting 8% AHA Gel

Sodium Laureth Sulfate

SLES ternyata meragukan!  SLES biasanya berasal dari derivatif kelapa sawit.  Namun proses pembuatannya melibatkan Sulphuric acid, Monododecyl ester, dan Sodium salt.  Monododecyl ester ini bisa diproduksi dari kepala sawit dan unsur hewani.

Contoh produk mengandung SLES:

  • Everline Daily Shampoo
Loading...

29 thoughts on “Kenali 15 Bahan Kosmetik Halal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Membeli”

  1. Ka mia, kalo yg pernah aku baca, cara waxing dari bulu domba yg diambil untuk jd lanolin itu bisa ga smpe membunuh dombanya kak, jd harusnya tdk apa2 kan kalo dombanya ga disembelih? Terus kak yg skIi fte itu kan pake bhn sake pitera, itu jatuhnya haram ga sih kl mnrt kakak?

    unextraordinarybeauty.blogspot.com

    1. Hmm kalo gitu mungkin bisa diupdate kali ya datanya. Aku kurang tahu sih, sebetulnya selama proses fermentasi tidak menghasilkan sesuatu bersifat khamr gak masalah. Jatuhnya malah syubhat kalo gak jelas prosesnya gimana, atau gak bisa ditanya lebih lanjut ke perusahaan

  2. Ada beberapa ingredients yg baru aku tau btw, SLES itu sbenernya aman ga ya ? (Kalau buat wajah) hehe. Banyak pandangan yg beda soalnya kalau dibaca”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *