Follow:
Beauty, Make Up

International Day of Happiness Makeup Collab with Beautiesquad

Hi, hi!  Udah lama banget saya enggak join Beautiesquad Makeup Collab.  Terakhir itu collab bareng dalam rangka ulangtahun Beautiesquad bulan November 2018: Beautiesquad November Makeup Challenge: Birthday Makeup Look.  Kali ini, mumpung ada waktu, saya kembali join untuk tema: International Day of Happiness Makeup Collab.

International Day of Happiness Makeup Collab with Beautiesquad

Bahagia adalah sebuah kata yang terdengar simpel, namun menyimpan arti yang sangat dalam untuk direnungkan. Di masa kecil, bahagia itu tidak neko-neko.  Menjelajah lembah merah, berjalan jalan di pematang sawah, bermain main di sungai adalah sebagian kecil dari sebongkah kenangan saya yang tertaut dengan sesuatu bernama “bahagia.”

Masalahnya, kita akan belajar mengalami beragam rasa seiring bertambahnya usia.  Tidak hanya belajar berbahagia, tetapi belajar bersabar untuk bisa memahami arti kesedihan, kecemasan, keputusasaan. Angkara yang membumbung di kepala menciptakan dendam, kecewa, marah, iri, dengki, dan hal hal yang tidak pernah terkira oleh kita sebelumnya.

Bahagia tidak lagi menjadi sesuatu yang simpel.  Namun menginginkan kebahagiaan adalah sesuatu yang amat sangat dasar, murni dan lugas.  I just want to be happy.

Jayme Illien menangkap beraneka emosi yang dirasakan selama ia menjabat berbagai macam profesi.  Illien adalah salah satu contoh orang yang memperjuangkan kebahagiaan.  Terlahir sebagai yatim piatu, ia tahu pasti kondisi dirinya yang diabaikan di jalanan saat masih bayi adalah salah satu bentuk karsa dari luapan kalbu yang tidak terbendung.  Ia cukup beruntung diadopsi oleh seorang wanita Barat yang membesarkan seperti anaknya sendiri.  Semakin bertambah dewasa, berkaca dari pengalaman diri, Illien memutuskan untuk mengabdikan hidupnya demi membela hak anak.

Tercetusnya ide membuat hari ini, 20 Maret, sebagai hari kebahagiaan internasional adalah wujud dari asa Illien untuk membuat semua orang merasakan kebahagiaan. Kita berhak bahagia.  Kamu berhak bahagia.  Saya juga berhak untuk berbahagia.

Baca Juga:  [TUTORIAL] Make Up Bibir Hitam: Duck Lips dengan Lipstik Sariayu Marunda 3

Indeks kebahagiaan, menurut saya pribadi, tidak terukur.  Saya merasakan kebahagiaan kecil tatkala ada yang memberikan saya sarapan pagi-pagi.  Sebagai anak kos, bentuk perhatian kecil seperti itu bisa membuat saya terharu dan bahagia, karena saya bisa menghemat uang makan :”).

Namun jika dilihat dari konteks kenegaraan, biasanya indeks kebahagiaan bisa dilihat dari tingkat kemiskinan, tingkat pembangunan, bagaimana fasilitas hidup diatur oleh negara, tingkat pendapatan rata-rata pekerja perhari, dan lain sebagainya.  Agak miris melihat Indonesia luar biasa jeblok. Menurut World Happiness Report 2018, Indonesia mendapatkan peringkat 96.  Padahal pada 2015 lalu sempat bertahan di angka 74.

Menyedihkan.

Tapi, walaupun secara ranking kita patut mengurut dada, saya rasa itu bukan berarti menghalangi keinginan untuk berbahagia. Setiap orang berhak berbahagia. Maka dari itu,  what is your happiest moment in your life?

Saat bersedih, ingatlah, kamu akan merasakan kebahagiaan tidak lama lagi. Saat berduka, ingatlah, kamu juga berhak mencicipi kebahagiaan yang kamu dambakan. Perjuangkan hal itu agar bisa kamu dapatkan.  Caranya? Dengan merayakan hidup kamu setiap hari. Mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi pada diri kita juga bisa mendatangkan kebahagiaan, lho.

What Makes You Happy?

Salah satu hal yang paling membahagiakan saya adalah membaca dan menulis. Dua duanya sudah menjadi bagian saya sejak kecil. Dengan membaca, saya bisa mengetahui dan belajar mengenai banyak hal.  Menulis adalah cara saya menyalurkan kreativitas dan emosi. Baru-baru ini saya menemukan ketertarikan khusus terkait kecantikan.  Hobi membaca + menulis + suka kecantikan = cara terbaik untuk menyalurkan stres yang mungkin menerjang sehari-hari.

Maka menjadi blogger memang jalan yang sengaja saya tempuh untuk berbahagia.  Bonusnya pasti ada, contohnya bisa nyoba produk secara “gratis.”  Bukan berarti saya enggak melakukan sesuatu lho, demi produk gratis.  Saya menulis review, menjadikan muka sendiri sebagai korban untuk mencoba produk ini itu… semua demi bisa menganggap bahwa diri saya berharga.  Maka saya perlu bersyukur dengan cara berbagi pengalaman dengan orang lain.

Baca Juga:  Rekomendasi Face Wash Andalan untuk Kulit Kombinasi

Itulah yang menginisiasi konsep bookworm untuk makeup kali ini.

Bookworm Makeup Inspiration

Saya enggak niru siapa-siapa, cuma terinspirasi dari gaya bookworm sehari-hari.  Berkacamata, freckles, pegang buku, jutek… saya banget pokoknya, huehehe.  Minus freckles-nya.

Makeup From Face To Lips

Untuk riasannya, saya menggunakan produk sebagai berikut:

Face

Wet n Wild Photofocus Foundation – Cream Beige

Rivera Cosmetics Luminous Micro Powder – Natural

Emina Cosmetics Cheek Lit Cream Blush Nude Brown

Eyes 

Beauty Creations Irresistible Eyeshadow Palette

BCL x Althea Korea Sunrise x Moonrise Eyeshadow Palette

Purbasari Daily Series CLV Mascara

Catrice Cosmetics Calligraph Eyeliner – Black

Fake Lashes – lupa nama brand

Make Over Brow Styler – Cappuccino

Lips

Purbasari Color Matte 81

Canmake Lip Tint Syrup Strawberry

…and done!

Collab ini merupakan hasil kolaborasi dengan beauty blogger yang tergabung di grup Facebook Beautiesquad.  Jangan lupa cek step by step-nya Yosa Irfiana di sini, yuk!  Hasil makeup teman-teman lain juga enggak kalah kece, kayak di bawah ini, nih!

Buat kamu yang tertarik buat ikut makeup challenge, yuk gabung di Beautiesquad! Caranya gampang, tinggal follow Instagram, like Facebook page-nya, dan ikut komunitasnya.  Pastikan kamu punya blog ya, karena sementara ini Beautiesquad hanya menerima beauty blogger!

Fanpage: Beautiesquad 

Facebook Group: Beautiesquad

Instagram: Beautiesquad

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply