catrice beautifying foundation 030
Beautilogy Beauty

7 Tips Mencari Foundation yang Bagus Sesuai Kulit Wanita Indonesia

Saya termasuk orang yang lama memilih ketika ingin beli foundation yang bagus, termasuk saat memilih BB cream juga BB cushion. Alasannya simpel: susah sekali mencari produk yang sesuai warna kulit.  Selama ini, saya selalu yakin bahwa tipe kulit saya adalah warm undertone saja. Lucunya, ini sempat jadi perdebatan saya dan teman beberapa tahun lalu  😀 😀 .

Ini adalah foto yang diambil dari Facebook.  Saya berada di paling kiri, sementara teman yang pernah debat dengan saya ada di paling kanan. Kami sama-sama mengaku memiliki undertone yang warm. Saat itu, saya merasa bahwa meski kami sama-sama warm, teman saya bisa memakai produk neutral alih-alih warm. Sementara bagi saya, produk neutral masih keputihan. Bisakah kamu menebak warna undertone masing-masing?

warna foundation yang bagus

Yap.  Di sini, saya cenderung lebih warm-yellow, teman di tengah lebih ke cool-neutral, sementara teman paling kanan memiliki tone ke arah neutralolive.

Kok bisa?

Mari coba sekali lagi dengan foto yang lain.

warna foundation yang bagus

Teman 1 (dimulai paling kiri) -> tone lebih ke cool-neutral

Teman 2 -> tone lebih ke warm-yellow

Teman 3 -> tone lebih ke neutralolive

Teman 4 -> tone lebih ke neutral-golden

Saya -> tone lebih ke warm-yellow (di sini saya pakai foundation yang menyebabkan tone menjadi agak golden, aslinya tone saya lebih ke kuning)

Yang jadi pertanyaan, kenapa undertone bisa bermacam-macam jenis?  Apa maksudnya? 

Akan ada beberapa sesi, seperti biasa, di dalam postingan ini. Saya peringatkan, postingan ini akan panjang sekali, sesuai kebiasaan saya menulis di Beautilogy.  Di review biasa juga begitu sih, huehehe. Tulisan ini saya buat sesederhana mungkin agar memudahkan kamu memilih makeup dan foundation yang sesuai warna kulit.  Ini artinya, jangan buang-buang uang lagi untuk membeli sesuatu yang sudah pasti tidak cocok untuk kamu!

 

Teori Warna

warna foundation yang bagus

Berdasarkan keterangan dari beberapa blogger yang juga MUA, seharusnya makeup artist atau MUA mengerti dengan teori warna, atau lebih sering disebut sebagai color theory.  Teori ini sebetulnya dipakai di sekolah, institut, atau universitas yang memiliki jurusan seni.  Namun ternyata bisa juga kita aplikasikan ke dunia fashion dan makeup.

Tentunya, ini juga bisa jadi basis bagi kita dalam mencari foundation yang cocok untuk wajah.

Seumur-umur, baru kali ketika membeli foundation dari Catrice, saya yakin bahwa ini adalah tone yang  sesuai dengan warna kulit wajah ketika teroksidasi.  Saya membeli Catrice Cosmetics Even Skin Tone Beautifying Foundation dengan memilih warna tergelap, yaitu 030 Even Sand. Ini bukan karena saya mengerti teori warna, lebih karena kebetulan semata, haha.

Nah, kalau begitu bagaimana cara menentukan jenis warna kulit berdasarkan teori warna? Kamu bisa melihatnya dengan color wheel.

Apa itu color wheel?  Color wheel adalah panduan visual yang bisa membantu kita memahami prinsip warna dan teori warna.  Ada tiga jenis kategori: primary, secondary atau intermediate, dan tertiary.

  1. Primary: Tiga warna dasar yang kita tahu adalah biru, merah, dan kuning.  Tiga warna ini merupakan warna utama yang bisa kita campurkan untuk membuat warna-warna baru.
  2. Secondary atau Intermediate: Dengan mengombinasikan dua warna dasar, maka warna secondary terbentuk.  Sebagai contoh, jika kita mencampur kuning dan merah, maka akan menghasilkan warna oranye.  Tiga warna secondary ini adalah oranye, violet, dan hijau.
  3. Tertiary: Ada enam warna yang bisa kita buat dengan mengombinasikan antara primary dengan secondary.  Warna-warna ini adalah: kuning-oranye, oranye-merah, merah-violet, violet-biru, biru-hijau, dan hijau-kuning.

 

Warm & Cool

warna foundation yang bagus

Di dalam color wheel ini, sebetulnya kita bisa membaginya menjadi dua jenis, yaitu warm dan cool (untuk ke depannya tidak akan diterjemahkan menjadi dingin dan hangat agar konteksnya lebih ngena saat penjelasan).  Dengan memahami perbedaan di antara keduanya, ini bisa membantu kamu mencari foundation dan juga concealer dengan warna tepat dengan skin tone.

Warm artinya cerah, energetik, dan  bergairah.  Warna yang masuk ke warm biasanya mencolok, terang benderang.  Contoh warna yang masuk ke warm adalah: merah, oranye, kuning, dan variasi dari ketiga warna ini.

warna foundation yang bagus

Namun perlu diketahui bahwa warna merah bisa juga masuk ke warm dan cool sekaligus.  Jika warna merah dengan basis biru (merah keunguan), maka akan masuk kategori cool.  Sementara merah dengan basis oranye akan masuk ke kategori warm.

Sementara warna yang cool adalah warna yang memberi impresi kalem dan menyejukkan. Biasanya yang masuk ke warna ini adalah violet, biru, dan hijau.

warna foundation yang bagus

Sesuai dengan teori seni makeup yang dikemukakan oleh Tommy, MUA  internasional asal Taiwan, warna hijau sebetulnya memiliki undertone emas atau kuning.  Maka kita bisa menyebutnya sebagai warna warm.  Sementara jika warna hijau tersebut memiliki undertone biru, maka kita menyebutnya sebagai warna cool. Contohnya bisa kamu lihat dengan sekali lagi memerhatikan color wheel.

 

Overtone dan Undertone

Sebelum membahas cara mencari warna foundation, ada baiknya jika kita melihat perbedaan antara overtone dan undertone.

Overtone adalah warna permukaan kulit yang bisa berubah. Contohnya adalah bagian-bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, kaki, dan tangan.  Selain matahari, kondisi kesehatan juga bisa mempengaruhi terhadap warna kulit.  Contoh jenis overtone yang sering kita dengar adalah fair, warm, beige, sand, ivory, dan lain sebagainya.  Jenis overtone biasa dipakai untuk menamai warna-warna foundation.

Sementara undertone adalah bagian lapisan warna di bawah kulit yang memancarkan rona pada permukaan.  Undertone adalah warna tidak terlihat namun memiliki pengaruh terhadap warna kulit kita. Warna undertone sifatnya genetis dan tidak dapat berubah.

Baca Juga:  [REVIEW] How To Treat Cystic Acne: Rojukiss Enca AC Drying Pinky Powder

 

Apa Hubungan Color Wheel dengan Undertone?

Oke, sebetulnya ini adalah bagian yang cukup tricky.  Ketika kita berbicara tentang warna kulit, menerjemahkan color wheel ke warna kulit itu susah susah susah.  Iya, bukannya susah susah gampang atau gampang gampang susah, hahaha.  Untuk pemula, apalagi seperti saya, kadang saya masih kesulitan menentukan warna foundation atau sddddddddddddddddddddx yang cocok dengan warna kulit.  Maka dari itu, mari sekali lagi kita latihan menentukan undertone dari dua foto berikut.

warna foundation yang bagus

Ki-ka: cool-neutral, neutral, warm-yellow, neutral-olive, warm-yellow

Sekali lagi, tanpa lihat jawaban di bagian bawah.  Coba tebak!

warna foundation yang bagus

Ki-ka atas: warm, neutral, warm, warm, warm

Ki-ka bawah: warm, olive, warm

Color wheel sebetulnya membantu kita dalam menentukan warna yang tepat untuk segala jenis hal, mulai dari foundation, concealer, bahkan riasan makeup.  Termasuk juga dalam menentukan pakaian untuk sehari-hari. Sekarang saya akan menggunakan contoh cara memilih foundation. Di sini, saya masih membahas cara menentukan foundation, jadi lingkup riasan makeup dan concealer tidak akan dibahas. Mari kita lihat sekali lagi color wheel.

Masuk kategori manakah warna kuning, emas, dan peach?  Yup, masuk kategori warm.

Masuk kategori manakah warna pink, merah, dan biru?  Yup, masuk kategori cool.

Oke, sekarang, camkan itu baik-baik di ingatan.  Karena kita akan memakainya saat menentukan undertone.

 

Jenis-Jenis Skintone / Overtone

Cara termudah untuk menentukan warna foundation adalah menentukan skintone / overtone, lalu undertone.  Berikut adalah daftar overtone berdasarkan skala Fitzpatrick.  As far as I know, skala Fitzpatrick masih digunakan hingga sekarang untuk penelitian terkait sunscreen dan produk SPF tinggi dan menentukan  warna foundation. Kamu bisa mencoba tesnya di sini. Setelah itu, tentukan tipe kulit berdasarkan tabel berikut.

Type I: Very Fair

Kulitmu sangat mudah terbakar sinar matahari, namun sulit untuk menjadi tan. Contoh warna foundation yang masuk adalah light ivory, ivory, dan porcelain.
Type II: Fair

Kulitmu mudah terbakar sinar matahari, namun tidak mudah untuk menjadi tan. Contoh warna foundation yang masuk adalah porcelain, ivory, buff
Type III: Light

Kulitmu bisa terbakar sinar matahari, dan bisa berubah menjadi tan. Contoh warna foundation yang masuk adalah buff, birch, nude, bisque, beige
Type IV: Medium

Kulitmu tidak mudah terbakar sinar matahari, namun dengan mudah bisa menjadi tan. Warna foundation yang masuk adalah beige, rose beige, warm beige, olive nude, desert, toffee
Type V: Medium Dark

Kulitmu sulit terbakar sinar matahari, namun sangat mudah menjadi tan. Contoh warna foundation yang masuk adalah rosewood, caramel, tawny, sandalwood
Type VI: Dark

Kulitmu tidak akan bisa terbakar sinar matahari. Contoh warna foundation yang masuk adalah sandalwood, chesnut, hazelnut, java, dan cocoa.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat gambar di Temptu untuk konversi foundation.

Jenis-Jenis Undertone

warna foundation yang bagus

  1. Warm undertone: Jika kulit kamu memiliki kecenderungan ke warna yang lebih bright, maka kamu cenderung masuk ke kategori warm undertone. Karena itu, jika kamu punya hint peach, kuning, dan emas di kulit, maka kamu termasuk kategori warm.
  2. Cool undertone: Jika kulit kamu memiliki kecenderungan ke warna yang lebih kalem atau cool, maka kamu cenderung masuk ke kategori cool undertone. Karena itu, jika kamu punya hint pink dan biru (cirinya adalah memiliki kulit cenderung kemerahan), maka kamu termasuk kategori cool.
  3. Neutral undertone: Merupakan gabungan antara cool dan warm. Ciri dari pemilik neutral undertone adalah bisa memakai produk untuk cool dan warm sekaligus.  Selain itu, neutral bisa bisa memakai perhiasan dari emas dan perak.
  4. Olive undertone:  Selama ini, kita cenderung berpendapat bahwa hanya kaum Hispanik, Arab, dan sebagian ras Kaukasoid daerah India yang memiliki kemungkinan memiliki skintone dengan warna olive.  Sebetulnya, warna kulit orang Asia di belahan lain bisa jadi memiliki hint olive.  Ciri  dari pemilik olive undertone adalah ada sedikit warna hijau atau greenish saat dilihat di foto atau cahaya natural.

Nah, karena menentukan undertone bisa menjadi sesuatu yang rumit, saya juga buat Q&A yang saya dapatkan hasil berburu ke beberapa blog dan video:

Q: Apakah seseorang bisa memiliki beberapa jenis undertone sekaligus?

Yap, bisa.  Sebagai contoh, Jerlene Then, pemilik blog Musical Houses memiliki  neutral-olive undertone (seperti yang sudah dia bandingkan di berbagai foto Facebook-nya).

Q: Apakah seseorang bisa memiliki  overtone dan undertone yang kontras?

Anna Saccone, salah satu vlogger yang aktif menjelaskan foundation color theory, memiliki overtone fair, dengan hint undertone emas, seperti yang ia jelaskan di channel Youtube-nya. Maka meski dia memiliki overtone fair, maka kulit Anna Saccone masuk ke kategori warm undertone.  

Cara Menentukan Undertone

Tes sebetulnya bisa dilakukan oleh beberapa cara:

  1. Tes nadi pergelangan tangan:  Menurut Stephanie Nicole, salah satu vlogger Amerika, kita bisa membandingkannya dengan melihat nadi di pergelangan tangan di bawah sinar natural.  Jika nadi kamu berwarna biru keunguan, maka masuk ke kategori cool.  Jika nadi kamu berwarna hijau kebiruan, maka masuk kategori neutral.  Jika nadi kamu berwarna hijau, maka masuk kategori warm.  Namun menurut Anna Saccone, tes ini bisa jadi bias karena warna nadi bisa jadi tidak jelas.
  2. Tes kertas:  Anna Saccone menggunakan kertas HVS untuk mengetes undertone.  Coba bandingkan kertas HVS dengan warna kulit leher di bawah cahaya natural.  Jika lebih gelap, maka masuk kategori warm.  Jika pucat, maka masuk kategori cool. Jika tidak bisa membedakan, maka masuk kategori neutral.
  3. Tes perhiasan:  Perhiasan dari perak cocok bagi pemilik kulit dengan kategori cool.  Perhiasan dari emas cocok bagi pemilik kulit dengan kategori warm.  Sementara kategori neutral bisa menggunakan  perhiasan emas dan perak sekaligus.
Baca Juga:  [REVIEW] Heaven Spring Shampoo, Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe Bandel?

Jika masih kurang jelas, kamu bisa menonton video Justine Leconte.  Dari sekian video yang saya tonton, ini termasuk cara termudah untuk mengetahui undertone kita.

 

Apa yang Terjadi Jika Foundation Teroksidasi?

Salah satu problem yang mungkin sekali dihadapi oleh kita adalah jika terjadi oksidasi pada foundation.   Oksidasi sebetulnya proses yang secara alamiah terjadi di kehidupan sehari-hari.  Contoh paling mudah adalah apel.  Jika kita mengupas apel dan membiarkannya beberapa jam, maka apel tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan.

Karena oksigen ada di mana-mana, kita akan sulit menghindari proses oksidasi. Ini juga yang menyebabkan foundation bisa berubah warna menjadi lebih gelap, kuning, atau bahkan oranye saat mengaplikasikan di muka.

Berdasarkan keterangan blog Cosmetic Composition dan Beauty and The Black Woman, dalam dunia kimia, ada istilah yang  disebut sebagai redox atau reaksi redoks.    Mudahnya, bilangan oksidasi bisa berubah karena ada dua konsep terjadi, yaitu reduksi dan oksidasi.  Reduksi adalah ketika mendapat elektron, sementara oksidasi adalah ketika melepas elektron.

Redoks sebetulnya penting, apalagi jika kita bicara tentang reaksi yang terjadi pada pembuatan kosmetik. Namun sebetulnya oksidasi bisa menjadi sesuatu yang negatif ketika membicarakan jenis kosmetik berupa foundation. Ketika kita menggunakan layer berbeda-beda, mulai dari moisturizer, sunscreen, juga foundation yang mengandung banyak bahan mineral, sejumlah mineral ini akan bereaksi satu sama lain.

Sebagai contoh, kebanyakan moisturizer adalah minyak di dalam air, atau air di dalam emulsi minyak (kata lainnya adalah krim). Biasanya terdapat kandungan minyak dan lemak yang berasal dari tanaman atau hewan yang bisa menjadi rusak saat bereaksi dengan oksigen. Ini adalah oksidasi.

Atau bisa jadi reaksi yang terjadi ketika mineral berinteraksi dengan udara.  Contoh mineral yang bisa berubah warna adalah iron dioxide, titanium dioxide, dan zinc oxide.

Alasan lain yang dikemukakan beberapa blogger adalah:

  1. Kulit dalam kondisi terlalu asam, atau oily
  2. Salah pilih foundation, misal memilih pink foundation (cool) untuk yellow undertone (warm)
  3. Komponen foundation bereaksi dengan sebum
  4. Makeup sudah kedaluwarsa

 

Jadi bagaimana cara memakai foundation yang sesuai?

  1. Cari foundation yang tidak mengandung bahan-bahan yang mudah teroksidasi (tanpa metal oxide).  Ini artinya, disarankan membeli yang tidak mengandung SPF sama sekali. Titanium dioxide dan zinc oxide adalah dua bahan yang biasa dipakai untuk membuat sunscreen.  Penjelasan lebih lanjut  bisa dibaca di sini: Ampuhkah Produk dengan SPF Tinggi?
  2. Cuci muka hingga bersih dan tidak meninggalkan sebum. Pakai produk yang bisa memperlambat proses oksidasi terjadi akibat munculnya sebum.  Misalkan memakai primer yang mengandung silikon.
  3. Setelah tahu jenis overtone, undertone, juga satu jenis warna foundation yang sudah cucok meong di kulit,  ada baiknya jika kamu mencari alternatif di Findation.com. Situs ini bisa membantu kamu mencari foundation yang memiliki kesesuaian dengan warna kulit untuk brand yang lain. Sayangnya, situs ini hanya menyediakan informasi brand luar negeri.

 

Pengecualian untuk Shades dari MAC

warna foundation yang bagus

Kebanyakan perusahaan  mengikuti teori warm dan cool seperti di atas saat membuat formulasi foundation.  Namun, pengecualian ini terbalik dengan teori yang dikemukakan MAC.

Saat mendengar kata NC dan NW, apa yang terbayang olehmu?  Yap, NC adalah Neutral-Cool, dan NW adalah Neutral-Warm.  Hanya saja, ini tidak berlaku bagi  foundation shades dari MAC.

Ini karena MAC menerapkan kebalikan dari teori yang selama ini kita tahu sampai tadi.  Cara gampang untuk mengingatnya adalah seperti ini:

NC = Neutral Cool -> untuk warm undertone. Shades NC cenderung memiliki undertone kuning dan olive. 

NW = Neutral Warm -> untuk cool undertone. Shades NW cenderung memiliki tone pink dan emas.  

Teori ini tentunya memusingkan karena MAC menyebut pink = warm, di mana yang dimaksud adalah neutral warm.  Sementara yellow = cool, di mana maksudnya di sini adalah neutral cool.  Sementara yang kita tahu, pink = cool, dan yellow = warm.

Oke, saya tahu yang baca pasti lagi puyeng, haha.

Selain MAC Cosmetics, satu brand lagi yang mengikuti teori ini adalah The Ordinary (saya tahu setelah baca Reddit).  Jadi berhati-hatilah saat membeli foundation; akan lebih baik jika kita mengetesnya di tempat. Atau jika kamu sudah tahu persis foundation yang cocok di kulit, kamu bisa menggunakan  Findation.com untuk mencari foundation alternatif selain yang saat ini kamu pakai.

Loading...

4 thoughts on “7 Tips Mencari Foundation yang Bagus Sesuai Kulit Wanita Indonesia”

  1. Waw sekrg mulai sedikit ngerti buat milih foundation, walaupun masih krg paham sama teori nya, tp lumayan tau gtu makasih kak semangat terus reviewnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *