Follow:
Beautilogy, Beauty

Punya Bruntusan dan Jerawat Parah Susah Hilang? 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Fungal Acne

Apakah kamu punya bruntusan dan jerawat parah yang kayaknya enggak hilang-hilang, padahal sudah pakai obat?  Atau punya semacam titik-titik gatal yang mungkin mendadak jadi memburuk ketika berada di udara yang lembap dan cuaca panas?

Mungkin, mungkin saja kamu mengalami fungal acne.

Gimana sih cara mendiagnosisnya?  Pengobatannya apa?  Apa saja yang perlu kamu hindari supaya fungal acne enggak menjadi jadi? Simak bahasannya di bawah!

Punya Bruntusan dan Jerawat Parah Susah Hilang? 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Fungal Acne

Perlu diketahui sebelumnya bahwa:

  1. SAYA BUKAN DOKTER KULIT. Cuma kebetulan suka banget pakai skincare dan tahu sedikit tentang fungal acne

  2. TAHU BUKAN BERARTI PAHAM. JANGAN KIRIM FOTO KE EMAIL ATAU DIRECT MESSAGE SAYA.  Kasihan dokter kulit, apa kabar mereka yang juga sama-sama mencari nafkah? FYI, blog ini gratis dan saya masih belum mendapat peruntungan pasti dengan memberikan informasi cuma-cuma, jadi saya enggak bisa bilang ngeblog itu membantu perekonomian hidup diri sendiri.  Maka meminta pertolongan saya adalah suatu kesalahan karena saya tidak menjadikan blog ini untuk kepentingan komersial

  3. Sedikit pengetahuan yang saya share hanyalah insight.  Bukan patokan. Sharing dengan dermatologist (ingat, dokter kulit beneran, bukan dokter kecantikan di klinik!) jauh lebih bermanfaat karena mereka lebih mengerti kondisi kulit. Sayangnya sampai saat ini, alternatif yang lebih murah, yaitu dukun skincare, belum ada.  Jadi enggak usah nyusahin diri nyari dukun, enggak akan pernah ketemu

Ada beberapa sesi yang akan saya buat dalam bentuk daftar isi sebagai berikut:

Jika kamu ingin membaca artikel KHUSUS JERAWAT, main ke sini!:

Apa Itu Fungal Acne? Apakah Itu Termasuk Bruntusan?

Menganalisis sendiri di Google dengan mencari kata kunci “fungal acne” enggak akan membuatmu tahu apa itu beneran apa enggak, for God sake. Enggak selamanya Google bisa diandalkan meski memang bisa menjawab semua pertanyaan.  Satu-satunya cara (dan itu artinya jangan minta alternatif dukun skincare karena enggak ada juga) adalah kamu langsung datang ke dokter kulit spKK.  Jangan ke klinik kecantikan. Carilah yang kira-kira menurutmu terpercaya dan punya pengalaman cukup mumpuni di kotamu.

FYI, saya enggak bisa merekomendasikanmu sebaiknya ke dokter mana.  Cocok-cocokan. Nah, di sinilah waktunya Google berperan buat mencari dokter terbaik.  Di Playstore atau Appstore setahu saya sudah ada beberapa aplikasi yang bisa menghubungi dokter secara langsung, coba saja pakai.

Oke, kalau kamu sudah paham, mari kita bahas apa itu fungal acne. Yang pasti, fungal acne itu bukan jerawat. Bisa jadi bruntusan yang kamu alami juga bukan sekedar bruntusan.  Bruntusan kamu tidak hilang bisa jadi karena sebetulnya itu ternyata fungal acne. 

Bingung?

Kamu bisa lihat contoh gambarnya di sini: Malassezia foliculitis.

Atau kamu bisa melihat contoh gambar yang saya dapatkan dari artikel Pityrosporum folliculitis dari American Medical Association pada tahun 2005. Dua contoh ini merupakan papules dan pustules yang diakibatkan oleh Malassezia folliculitis atau Pityrosporum folliculitis, plus versi close up. 

Alasannya mengapa fungal acne sering salah didiagnosis sebagai jerawat karena bentuk titik-titiknya kemerahan dan juga terasa gatal. Biasanya, kemunculannya juga di area yang juga menjadi tempat tumbuhnya jerawat seperti dahi, bahu, dada, dan punggung.

Sebetulnya, fungal acne jauh lebih tepat disebut fungal acneiform. Fungal acneiform sering didiagnosis sebagai acne vulgaris.  Yang membedakan adalah penyebabnya. Jika jerawat biasanya disebabkan oleh bakteri, maka fungal acneiform disebabkan oleh jamur.

Jamur inilah yang dikenal sebagai Malassezia folliculitis (dahulu Pityrosporum folliculitis). Sebetulnya jamur ini memang umum terdapat pada kulit manusia.  Namun dalam beberapa kasus, misalkan cuaca yang terlalu panas, jamur penyuka minyak ini bisa berkembang biak.  Inilah yang menyebabkan munculnya infeksi pada kelenjar rambut.

Ketika sistem imun kita berusaha melawan jamur ini agar tidak menyerang kulit dan kelenjar rambut, inilah yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau kemerahan yang akan muncul di area-area yang memiliki banyak kelenjar sebasea.

Jadi, karena pada umumnya kita semua punya natural sebum , maka ini menjadi sumber makanan Malassezia. Pada sebum manusia, terdapat campuran lemak kompleks seperti triglycerides, fatty acid, wax ester, cholesterol, cholesterol esters, dan squalene.

Sudah mulai agak ngeh apa saja yang bisa memberi makan pada Malassezia?

Yup, rantai asam lemak pada natural sebum kulit manusia dapat memberi makan Malassezia, tetapi tidak semua unsur pada sebum manusia bisa membuat Malassezia menggendut dan tetap stay, membuat kulitmu jadi ada “bruntusan”.

Nah, Malassezia itu enggak cuma satu.  Ada banyak. Contohnya adalah:

  • M. caprae
  • M. cuniculi
  • M. dermatis
  • M. equina
  • M. furfur 
  • M. globosa
  • M. japonica
  • M. nana 
  • M. obtusa
  • M. pachydermatis
  • M. restricta
  • M. slooffiae
  • M. sympodialis

Dan tahukah kamu, Malassezia juga menjadi penyebab kelainan kulit lainnya!  Eczema, ketombe, psiroasis, seborrheic dermatitis, dan juga tinea versicolor masuk ke dalam kategori kelainan kulit yang disebabkan Malassezia. Beda jenis jamur, tidak selalu sama treatment-nya, karena tergantung dengan seberapa parah kelainan kulit yang kamu alami.

Baca Juga:  [REVIEW] Lalawin Matte UV Shield SPF 50 PA+++

Jadi, sekali lagi, tanyalah doktermu apabila ternyata butuh treatment berbeda.  Jangan sungkan untuk mendiskusikan sesuai jurnal atau artikel yang kamu temukan di Google.  Sebagai pasien, kamu berhak mendapatkan informasi tentang kondisi tubuhmu sendiri. 

Faktor Penyebab Munculnya M. Folliculitis

Ada faktor internal, yaitu:

  • HIV/AIDS
  • Diabetes mellitus
  • Pasien yang melakukan transplantasi
  • Pasien yang menggunakan corticosteorids dan immunosuppressant
  • dll.

Ada faktor eksternal, yaitu:

  • Produk skincare
  • Kelembapan tingkat tinggi
  • Cuaca sangat panas
  • Keringat
  • dll

Ada beberapa ciri-ciri yang mungkin bisa menjadi insight bagi kamu untuk mengetahui gejala awal.  Tapi ingat, setelah itu sebaiknya diskusikan dengan dermatologist:

  • Titik-titik menyerupai jerawat berwarna merah; jika kamu sudah mengobati dengan obat jerawat paling keras tapi masih tidak berpengaruh, besar kemungkinan ini adalah fungal acneiform

  • Bentuknya berupa papule dan pustule.  Bentuknya tidak memendam di bawah kulit seperti cystic acne, namun ketika dikeluarkan, terdapat materi berbentuk mirip nanah berwarna putih atau kuning

  • Hampir semua produk skincare yang kamu beli bikin breakout, bukannya menyembuhkan

  • Satu-satunya cara untuk meyakinkan bahwa itu Malassezia adalah meminta dermatologist untuk dicari tahu lebih lanjut di lab.  Permasalahannya, Malassezia seringkali tidak terdeteksi karena tidak ada pemeriksaan lebih lanjut.  Kamu berhak untuk meminta hal ini agar bisa memeriksakan jerawat kamu di bawah mikroskop

Bahan Skincare yang Wajib Kamu Hindari

Fatty Acid

Sangat disayangkan bahwa sebagian besar skincare bisa menjadi penyebab kamu selalu breakout setiap saat.  Karena sebagian besar skincare mengandung fatty acid.  Namun perlu diketahui bahwa yang perlu kamu hindari adalah fatty acid dengan rantai mulai dari 11-24, jadi yang sifatnya medium (MCFA atau medium-chain fatty acid), LCFA (long-chain fatty acid), dan (VLCFA, very long chain fatty acid).

Hayo loh bingung mau pakai apa.

Contoh fatty acid yang perlu kamu hindari adalah:

  • Coconut oil yang memiliki rantai fatty acid medium.  Jika coconut oil tersebut tidak mengandung fatty acid mulai dari MCFA – VLCFA, maka produk tersebut aman dipakai.  Gimana cara menentukannya?  Coba kamu cari tahu mana yang termasuk MCFA hingga VLCFA
  • Caprylic/Capric Triglycerides yang memberikan tekstur smooth dan silky yang bercampur dengan lauric acid
  • Palmitic acid/Palmitoleic acid
  • Oleic acid
  • Linolenic acid
  • Linoleic acid
  • Myristic acid
  • Octadecanoic acid
  • Stearic acid
  • Margaric acid
  • Lauric acid
  • Arachidic acid dll

Ini merupakan list dari fatty acid yang cukup sering kamu temui di skincare.  Cara paling mudah untuk menghindarinya adalah melihat list ini atau googling “fatty acids” lalu tengok Wikipedia.

Ester

Ester merupakan senyawa organik yang terbentuk dari asam (organik atau anorganik)  yang memiliki fungsional grup (R-COO-R). Gampangnya, ester sendiri merupakan kombinasi dari fatty acid dan alkohol atau glycerol. Dikenal juga sebagai fatty acid ester. Jika glycerol ditambahkan pada ester, pada namanya menjadi glycerol ester.

Ada cukup banyak nama yang perlu kamu hapalkan; tapi ada sedikit petunjuk yang bisa kamu jadikan cara untuk menentukan mana yang masuk ke dalam fatty acid ester dan glycerol ester:

  • Berawalan glyceryl/-rol dan berakhiran -ate
  • Karena rantai fatty acid bisa menjadi sangat panjang, maka nama awalan yang sifatnya jamak (misal penta, tetra, neo) dengan akhiran -ate merupakan contoh dari glycerol ester

Polysorbates (Sorbitan)

Polysorbates dan sorbitan termasuk ester.  Keduanya merupakan surfaktan, dan seperti yang kita tahu, surfaktan biasa terdapat pada produk seperti cleansing oil, micellar water, dan juga face wash.

Yang menarik, ternyata masing-masing polysorbate berkorespondensi dengan fatty acid.  Contohnya adalah:

  • Polysorbate 20, Sorbitan monolaurate (lauric acid)
  • Polysorbate 40, Sorbitan Monopalmitate  (palmitic acid)
  • Polysorbate 60, Sorbitan Monostearate (stearic acid)
  • Polysorbate 80, Sorbitan Monooleate (oleic acid)

Bahan Fermentasi

Jangan pernah sekali-kali menggunakan bahan fermentasi seperti COSRX Galactomyces karena Malassezia suka banget sama yang namanya produk fermentasi. Jadi kalau bruntusan atau jerawatmu mendadak makin banyak, siapa tahu produk kamu mengandung bahan fermentasi tertentu.

Meski belum diketahui pasti apakah semua jenis bahan fermentasi aman atau tidak, diketahui bahwa lactic acid  aman dan tidak mengakibatkan Malassezia mengganas.

Benzoyl Peroxide

Yup, benzoyl peroxide yang kita kenal sebagai bahan cukup ampuh melawan bruntusan dan jerawat sama sekali tidak boleh kamu pakai.  Hal ini karena benzoyl peroxide bisa membuat kulitmu kering, dan ini membantu penyebaran Malassezia

Bahan Skincare Penyelamat Hidup

Perlu diketahui bahwa tidak semuanya perlu kita hindari jika kita berbicara soal skincare. Contoh bahan yang baik untuk fungal acneiform adalah:

Squalane

Saat ini marak penjualan squalane oil di mana-mana. Perlu diketahui bahwa squalane dan squalene beda. Squalane merupakan hasil derivatif dari squalene.  Bukan hanya berbeda huruf antara squ-A-lane dan squ-E-lene saja, namun squalane termasuk minyak yang hampir tidak comedogenic dan tidak menimbulkan iritasi. Kalau kamu googling dan masuk ke Wikipedia, diketahui bahwa rantai karbon squalane DI ATAS 24, jadi yes, ini oil yang aman untuk kamu pakai!

Glycerin

Jika kamu kepoin Pubchem, kamu akan melihat bahwa glycerol dan glycerin sebetulnya sama.  Nah, apakah glycerol ini berbahaya untuk pemilik kulit yang rentan terhadap Malassezia folliculitis?

Baca Juga:  Sunscreen yang Bagus: 8 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Memilih Sunscreen Terbaik

Kamu perlu mengingat lagi bahwa jika glycerol + fatty acid, maka itulah yang “berbahaya” untuk bruntusan yang sebetulnya fungal acneiform.  Namun glycerol saja, atau glycerin saja tidak cukup berbahaya untuk disebut sebagai bahan yang aman.  Bahkan glycerin sangat berguna untuk membantu kulitmu terjaga kadar airnya karena sifat glycerin adalah sebagai humektan; bisa juga menjadi solvent atau emollient.

Mineral Oil

Jika kamu baca tulisan saya Kamis lalu di IG feed, tentu kamu tahu bahwa mineral oil sifatnya hanya sebagai occlusive!  Namun terkadang karena teksturnya yang heavy, maka jika kamu benar-benar punya kulit rentan dengan mineral oil, tidak disarankan menggunakan ini.  Namun sesungguhnya mineral oil tidak menyebabkan comedogenic, jadi memang tidak menyumbat pori-pori.  Jadi mineral oil-nya sendiri tidak menyebabkan bruntusan dan jerawatan!

Karena sifatnya hanya sebagai occlusive tanpa tambahan fatty acid, maka mineral oil termasuk aman digunakan yang rentan terhadap Malassezia folliculitis.

Antifungal 

Produk yang mengandung antifungal bisa membantu terhadap penggerusan jamur dari kulit.  Sebagian besar bisa juga kamu pakai jika kamu punya eczema, seborrheic dermatitis, dan penyakit lain yang disebabkan Malassezia. Preskripsi sebaiknya sesuai anjuran dokter untuk beberapa produk tertentu. Contohnya adalah:

  • Azoles (bifonazole, itraconazole, ketoconazole)
  • Butenafine  Hydrochloride
  • Ciclopirox olamine
  • Terbinafine
  • Zinc Pyrithione
  • Selenium Sulfide (contohnya Selsun)

Rekomendasi Produk Wajah dan Tubuh Bagi Kulit Bruntusan

JANGAN MINTA REKOMENDASI ANEH-ANEH, misal request mencarikan produk yang cocok buat kulit bruntusan kamu tapi harganya terjangkau plus sekaligus minta carikan juga beli di mana. Kecuali saya jualan produk, saya bantu carikan.  Namun karena informasi ini gratis, dan saya yakin pembaca juga punya smartphone untuk googling sendiri dengan bantuan Skincarisma, kamu cari sendiri. Skincarisma bukan patokan karena bisa jadi informasinya kurang tepat, tapi langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menganalisis produk yang kamu pakai ke situs itu. 

Panduan rekomendasi untuk menghilangkan bruntusan ini hanya sebagai contoh saja. Saya kumpulkan berdasarkan keterangan F.C. dan  list produk dari Auyenn di r/SkincareAddiction.  Jika kamu merasa tidak sesuai budget, sila cari sendiri, tetapi panduan ini bisa membantu kamu mencari produk yang cocok dengan kulit bruntusan.  Ingat, jangan malas baca komposisi di bagian belakang produk!

Cleanser 

  • Avene Cleansing Foam
  • Avene Gentle Cleanser Lotion
  • Bioderma Sensibio Micellar Water
  • Cetaphil Gentle Skin Cleanser (Terdapat SLS.  Kalau kulitmu sensitif, sebaiknya cari alternatif lain)
  • Cerave Hydrating Micellar Water

Toner, Essence

  • Haladabo JAPAN Skin Institute Gokujun Premium Hyaluronic Solution
  • Hadalabo Hyaluronic Acid Lotion
  • Innisfree Aloe Revital Skin Mist
  • Missha Near Skin Therapy Simple Mist Toner
  • Isntree Aloe Toner
  • Etude House Soon Jung 5.5 Relief Toner
  • Mamonde Pure Sensitive Toner
  • Mario Badescu Aloe Vera Toner
  • Pyunkang Yul Essence Toner  (review bisa kamu baca di sini!)
  • Avene Thermal Spring Water
  • Uriage Thermal Spring Water
  • Klairs Supple Preparation Toner
  • COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence
  • Lee Jiham Tea Tree 90 Essence

Serum

  • The Ordinary Hyaluronic Acid 2% + B5%
  • The Ordinary Caffeine Solition 5% +EGCG
  • Purito Pure Vitamin  C Serum
  • The Ordinary Alpha Lipoic Acid
  • The Ordinary Resveratrol 3% + Ferulic Acid 3%

Moisturizer

  • The Ordinary 100% Plant Derived Squalane
  • The Bath Box 100% Pure Squalane (seri Lupin dan Antiox sebaiknya kamu hindari karena ada fatty acid)
  • Isntree Aloe Gel
  • Innisfree Revital Soothing Gel
  • Hadalabo Skin Plumping Gel Cream

Actives

Sunscreen

  • Biore UV Perfect Bright Milk SPF 50+ PA++++
  • Biore UV Perfect Face Milk SPF 50+ PA++++
  • Biore UV Perfect Milk SPF 50+ PA++++
  • Shiseido Ultimate Sun Protection Spray  Broad Spectrum SPF 50+
  • La Roche Posay Anthelios AOX Daily Antioxidant Serum with Sunscreen for Face SPF 50

Makeup

  • Maybelline Super Stay Full Coverage Foundation
  • Catrice Online Only HD Liquid Coverage Foundation
  • NYX Total Control Liquid Drop Foundation
  • NYX Pore Filler
  • Maybelline Fit Me Loose Finishing Powder
  • COSRX Clear Fit Concealer
  • CLINIQUE Airbrush Concealer
  • e.l.f. Tone Adjusting Primers
  • The POREfessional Face Primer

Produk untuk Tubuh

  • Pantene Daily Moisture Renewal Conditioner
  • Selsun Blue Dandruff Shampoo
  • Erha21 Erazol Medicated Shampoo (bisa untuk mengatasi seborrheic dermatitis)
  • Heads & Shoulders Classic Clean Dandruff Shampoo

Resources: 

Treatment Outcomes for Malassezia Folliculitis in the Dermatology Department of A University Hospital in Japan. Chikako Suzuki et.al., 2016, Med. Mycol.J. Vol 57E, E63-E66. ISSN 2185-6486

Malassezia – Can it be ignored. Abujavalli Balakrishnan Thayikkannu et. al., Indian J Dermatol, 2015; 60(4): 332-339. DOI: [10.4103/0019-5154.160475]

Pityrosporum Folliculitis: Diagnosis and Management in 6 Female Adolescents with Acne Vulgaris. Katherine Ayers et.al., 2005, Arch pediatr Adolesc Med/Vol 159.

Skin Diseases Associated with Malassezia Species. Gupta AK et.al., J Am Acad Dermatol, 2004; 51 (5): 785-98. DOI: 10.1016/j.jaad.2003.12.034

A Study of the Fatty Acid Metabolism of the Yeast Pityrosporum ovale. Peter F.Wilde and Patrick S.Stewart, Biochem J., 1968, 108, 225.

Pityrosporum Folliculitis [F.C.]

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

1 Comment

  • Reply ekaakuncoro

    aku udah baca sekali nih, masih stuck di squalane. oke mau baca lagi abis gini.
    kudu di SS juga kayaknya ya…….

    Desember 15, 2018 at 10:17 am
  • Leave a Reply