Follow:
Skin Care, Sponsored

Avoskin Miraculous Refining Serum, AHA Lokal Patut Kamu Coba!

Saya excited banget begitu tahu Avoskin meluncurkan Avoskin Miraculous Refining Serum! Jadi saya sudah punya satu botol sebelum akhirnya Avoskin memberi kesempatan pada saya untuk mencoba.  Jadi totalnya ada dua botol di beauty fridge saya sekarang, lol. Mari kita langsung bedah saja mengapa saya mengidolakan serum ini sebagai serum AHA favorit saya.

Avoskin Miraculous Refining Serum 10% AHA

Kalau kamu sudah follow saya dari dulu di Instagram, kamu akan tahu bahwa saya punya kecintaan khusus terhadap AHA dan BHA.  Keduanya dapat bekerja dengan baik di kulit saya untuk mencegah jerawat datang.  Jadi kalau saya bisa “sombongin” kulit, thanks to chemical exfoliators I have! 

Saya sudah cukup lama berpetualang dalam menggunakan chemical exfoliator.  Mulai dari paling murah hingga paling mahal.  Namun rata-rata semua produknya itu produk luar.  Alasan mengapa saya super excited, akhirnya ada brand lokal yang berani mengeluarkan serum AHA, Avoskin Miraculous Refining Serum.

Botolnya berwarna merah marun gelap.  Berat karena botolnya benar-benar kaca yang tebal.  Saya agak takut awalnya, mengingat saya cukup ceroboh.  Beberapa produk AHA yang saya miliki memang biasa ditempatkan di botol kaca, tapi yang ini memiliki bobot lebih berat.

Perlu enggak sih, simpan di kulkas?  Saya sendiri lebih suka menggunakannya dalam kondisi dingin.  Nyes nyes gimana gitu sensasinya.  Tapi ini ada bahan pengawetnya, kok.  Jadi kamu simpan Avoskin Miraculous Refining Serum  di luar juga aman.

Ingredients

Water, Propylene Glycol, Glycolic Acid, Niacinamide, Salicylic Acid, Butylene Glycol, Amylopectin, Xanthan gum, Dextrin, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Fucus Vesiculosus Extract, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, Acer saccharum (Sugar Maple) Extract, Portulaca Oleracea Extract, Hydroxypropyl Bisstearamide MEA, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Sodium Hydroxymethylglycinate, Triethanolamine, Dipropylene Glycol, Behenyl Alcohol, Ceteareth-20, Cholesteryl Isostearate, Tricaprylin, Cetearyl Alcohol, Squalane, Cholesterol, Stearic Acid, Dimethicone, Phenoxyethanol.

What You Should Know About The Ingredients

  1. Jenis AHA yang dipakai adalah glycolic acid.  Molekulnya paling kecil di antara semua jenis AHA yang sering digunakan dalam bahan kosmetik. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam, bisa main ke sini, ya: AHA, BHA, PHA, Apa Persamaan dan Perbedaannya?. Nah karena ini juga, buat kamu yang pemula dan ngiler pakai serum AHA, sebaiknya kamu coba Avoskin Miraculous Refining Toner. Persentase 10% itu ketinggian kalau kamu enggak pernah nyoba chemical exfoliator.

  2. Oke, jadi sebetulnya ini serum AHA apa BHA, sih, kok ada kandungan BHA 3%?  Saya sendiri merasa cenderung menganggap ini serum AHA. Saya pernah baca di postingan Instagram @kindofstephen yang menyatakan bahwa mengombinasikan glycolic acid dan salicylic acid baik untuk meningkatkan kinerja glycolic acid itu sendiri. Ini masih konklusi kasar, jadi jangan jadikan ini sebagai sesuatu yang bersifat benar. 

  3. Mengingat glycolic acid sendiri meningkatkan sensitivitas kulit terhadap papasan sinar UV, masih melanjutkan konklusi kasar, produk ini dibuat sedemikian rupa sehingga misal meminimalkan absorpsi sinar UV ke kulit. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa penggunaan 10% glycolic acid bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV, sementara salicylic acid 2% tidak.  Jadi kalau kamu sepikiran sama saya… mungkin, mungkin sekali kombinasi AHA dan BHA di sini fungsinya untuk meminimalkan sensitivitas kulit saat kamu terpapar sinar UV.  

  4. Formula ini dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berada di pH yang sesuai agar AHA bisa bekerja dengan baik. Ada penjelasan super panjang soal ini, tapi sebaiknya skip.  Yang jelas ini juga memengaruhi terhadap teksturnya yang kental.  Keberadaan xanthan gum berperan di sini.

  5.  Mengandung plant extract yang mungkin akan memicu alergi jika kamu tidak cocok dengan beberapa bahan tertentu.

  6.  Terdapat stearic acid yang mungkin memicu fungal acne.  Namun penempatannya berada di daftar akhir, jadi mungkin sebaiknya dihindari jika mudah terpicu.

How To Use

Gunakan ini sesuai urutan sesuai dengan skincare yang kamu miliki:

  1. Cuci wajah dengan metode double cleansing jika kamu memakainya di malam hari.  Jika di pagi hari, cukup dengan first cleanser.  Pastikan wajahmu dalam kondisi bersih.

  2. Jika memiliki vitamin C dengan kandungan ascorbic acid (ingat, ethyl ascorbic acid beda dengan ascorbic acid) dengan pH 3.5, dahulukan ini. Beri jeda waktu 10 menit sebelum kamu aplikasikan BHA.

  3. Mengingat BHA sebetulnya tidak pH dependent seperti yang disangka sebelumnya, menggunakan BHA setelah AHA juga memungkinkan.  Namun supaya kamu tidak bingung, jika punya BHA, kamu bisa selang seling penggunaannya dengan AHA.  Bagi sebagian besar orang, layering BHA lalu AHA bisa menyebabkan iritasi. Jadi kamu bisa menggunakan BHA hari ini, lalu AHA besoknya.  Tapi jika sudah terbiasa, sila layering sesuai rutinitasmu. BHA yang masuk kategori chemical exfoliator dimulai dari 0.5% hingga 2%; ini adalah angka yang sudah disepakati di Amerika Serikat yang diperbolehkan dijual bebas.  Yang saya bicarakan di sini adalah BHA murni, tidak ada pencampuran AHA + BHA seperti di sini. Beri jeda waktu kira kira 20-30 menit sebelum kamu layer dengan AHA atau hydrator.

  4. Jika memiliki AHA dengan konsentrasi minimal 5%, pakai ini setelah vitamin C atau BHA. pH yang tepat untuk AHA dimulai dari 3.5 ke atas.  AHA ini pH dependent, alias tergantung dengan formulasinya maka bisa bekerja optimal. Beri jeda waktu 20-30 menit sebelum kamu layer dengan hydrator.

  5. Setelah ini sila pakai hydrating toner hingga moisturizer.  Kamu tetap perlu pakai hydrator hingga occlusives setelah pakai chemical exfoliator!  Jangan lupa pakai sunscreen jika kamu menggunakannya, bahkan di malam hari sekali pun.  Reapply! AHA tetap bisa bekerja meski kamu tidak mengaplikasikannya di pagi hari, atau tidak digunakan dalam beberapa waktu.

  6. Pakai sesuai aturan yang tertera pada bungkus produk.

What You Should Know About The Product

Seperti yang kamu lihat, teksturnya kental.  Beda dengan The Ordinary Lactic Acid 5% + HA 2% (Bahasa Indonesia) yang saya miliki. Saya enggak mau bahas lengkap tentang alasan teksturnya seperti ini karena butuh baca lebih banyak hal lagi sebagai dukungan teori saya.  Plus, kemungkina besar kamu bakalan bosan, wkwk. Jadi anggap saja bahwa Avoskin punya tujuan tertentu hingga menghasilkan serum dengan tekstur tebal.

Baca Juga:  [REVIEW] Daiso Skincare Rich Moist Essence Mask, Hit or Miss?

Teksturnya sendiri mengingatkan saya pada The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% (Vitamin B3 + Zinc).  Kalau dibiarkan cukup lama, sebetulnya ini enggak begitu mengganggu.  Malah karena ada polyglutamic acid dan squalane, kamu enggak akan merasakan kulit jadi super kering setelah dibiarkan beberapa waktu. Tapi saya tetap menyarankan kamu pakai hydrator setelahnya, ya!

Kisaran pH dari Avoskin Miraculous Refining Serum ini berada di kisaran 3 hingga 4.  Lebih tepat jika pakai pH meter. Jadi jika tebak tebakan kasar saya benar, formulanya dibuat sedemikian rupa sehingga bisa memberikan manfaat optimal bagi kulit.  Coba deh main ke postingan saya soal beda AHA, BHA, dan PHA jika kamu ingin mengetahui lebih dalam bagaimana cara menentukan apakah ini termasuk jenis AHA yang cukup strong dan optimal atau tidak.  Saya menganggap serum ini dapat bekerja sangat optimal.

Baca Juga:  [REVIEW] Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence

Tapi enggak ada gunanya saya ngomong gini kalau enggak ada pembuktian, kan?  Kebetulan waktu pemakaian Avoskin Miraculous Refining Serum ini berbarengan dengan serum vitamin C.  Jadi ini adalah hasil awal pada minggu pertama.

Minggu berikutnya, saya mengalami breakout setelah peeling treatment di klinik kecantikan.  Bisa dilihat, ada beberapa titik yang menjadi biang jerawat di sini. Selama pemakaian, saya sempat merasakan cekat cekit di sekitar hidung.  Namun ini reaksi normal.  Saya sudah menjadi pemakai AHA sejak lama, jadi tidak ada purging berarti.  Kalau kamu penasaran beda purging dan breakout, mainlah ke sini: Apa Bedanya Purging dan Break Out? Apa Kaitannya dengan AHA, BHA, Vitamin C?

Minggu tiga hingga keempat, kondisi kulit saya adalah seperti ini. Biang jerawat sudah membaik! Saya menggunakan produk Avoskin dari rentang waktu Maret hingga April 2019, jadi sebulan lebih.  Kondisi kulit saya membaik. Masih ada jerawat yang tersisa, tapi lama kelamaan kempes.  Sejauh ini, penggunaan Avoskin Miraculous Refining Serum membantu dalam menghilangkan bekas jerawat.

Price

Kamu bisa mendapatkan produk Avoskin di website-nya, atau di beauty e-commerce lokal.  Dengan harga asli Rp 219.000 untuk 30 ml, ini sesuai dengan ekspetasi! Tentu pendapat ini sesuai dengan hasil yang saya dapatkan.  Bisa berbeda untuk setiap orang.

Will I Repurchase?

Saya sudah punya dua botol.  Kalau kamu?

Rating

6/5

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply