Follow:
Beauty, Skin Care

[REVIEW] Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist + Oh Very Bright Mask

September ini, saya mau nyicil utang review, lol. Tiga bulan lalu, saya dikirim Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist + Oh Very Bright Mask oleh pihak Aqulabo. Sejujurnya sih ya… perlu saya akui mereka pintar mengemas produk sehingga terlihat menggemaskan hingga memunculkan keinginan impulsif untuk beli. Gimana dengan performansinya?

[REVIEW] Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist

Seperti yang kamu lihat, bentuk dari face mist ini seperti jelly.  Kalau kamu menggoyang botolnya, ini akan mengingatkan kamu akan Ina*o atau *kky Jelly Drink yang biasa wara wiri di televisi. Hmm, malah laper. Yang bikin produk ini menarik, meski teksturnya jelly, Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist ini justru menghasilkan butiran butiran halus saat disemprotkan.

Ingredients

Water, Butylene glycol, Glycerin, Schisandra chinensis fruit extract, Glycine, Serine, Glutamic acid, Aspartic acid, Leucine, Alanine, Lysine, Arginine, Tyrosine, Phenylalanine, Threonine, Proline, Valine, Isoleucine, Histidine, Methionine, Cysteine, Ceramide NP, Hydrogenated lecithin, Gellan gum, Disodium EDTA, Sodium chloride, Chlorphenesin, Propanediol, Calcium lactate, Ethylhexylglycerin, 1,2-hexanediol, Caprylyl glycol

What You Should Know About The Ingredients

  1. Safe dipakai jika kamu kulitnya sensitif dan sensitized, seperti mudah iritasi dan sering muncul kemerahan karena ketidakcocokkan dengan produk

  2. Sebagian besar dari komposisinya adalah asam amino.  Nah, asam amino sendiri merupakan senyawa penyusun protein.  Saat ini, asam amino sedang tenar karena banyak digunakan saat membuat formulasi.  Di Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist, asam amino berguna untuk menjaga kelembapan kulit

  3. Gomisin N atau di sini merupakan ekstrak dari Schisandra chinensis adalah senyawa yang menjadi “hero” di produk ini.  Schinsandra chinensis adalah omija atau magnolia berry, berbentuk bulat bulat kecil berwarna merah yang biasanya digunakan untuk membuat kulit relaks dan menghilangkan rasa lelah

  4.  Sebetulnya kamu enggak perlu surprise sih ketika gel bisa berubah menjadi cair.  Coba deh kamu usapkan gel dari Natrep ke kulitmu, bukannya sama sama mencair?  Produk ini dibuat dengan kemasan menarik, karena cukup jarang (kalau tidak menyebut bahwa ini satu satunya) produk gel yang dikemas dalam botol spray. Saya sendiri kurang tahu apakah ada produk lain yang mengadopsi ide ini, tapi… bener deh, kalau kamu pernah bikin sediaan gel di lab, kamu enggak akan heran dengan karakteristiknya. Catat itu.  Sekalian buka Farmakope Indonesia edisi IV buat cari definisi gel kalau punya

  5. Dan karena ini sediaan gel, maka sifatnya adalah tembus cahaya, berupa semipadat jernih dan mengandung zat aktif.  Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, karena di sini lebih dominan asam amino, maka zat aktifnya bisa jadi adalah asam amino untuk melembapkan kulit.  Adakah fungsi lain selain itu?  Saya kira enggak ada

  6. InsyaAllah muslim friendly, karena ada rekan saya sesama skincare enthusiast, Mbak Mica, jual ini di lapaknya.  Mbak Mica concern sama kehalalan produk, sejalan dengan saya

How To Use

Semprot ke wajah yang bersih beberapa kali.  Bisa layer hingga kamu mendapat kelembapan secukupnya.

What You Should Know About The Product

Botol spray-nya cukup enak dipakai.  Penyebaran butiran halusnya cukup merata, dan enggak bikin kaget saat disemprotkan.  Selain itu, meski isi dari produknya berupa jelly, ternyata enggak bikin semprotannya macet.  Saat dikirim produk, saya mendapatkan dua versi, yaitu versi mini dan versi botol besar ukuran 200 ml.

Baca Juga:  [REVIEW] Bravura London Salicylic Acid 2% untuk Mengatasi Jerawat!

Ini paket yang saya dapatkan saat itu. Harganya lumayan juga… aslinya 58.000 won sepaket. Nah, saya lebih suka bawa yang kecil saat traveling karena memudahkan saat memakai skincare.  Yang agak saya sayangkan, saya enggak bisa menuangkan isi botol 200 ml ke botol mininya.  Sejauh ini saya kepikiran untuk nyendokin aja buat dipindah, lol, tapi belum pernah coba. Jadi… sayang banget, deh.

Oya, sisi bagusnya sih botolnya Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist plastik, ya.  Kemasannya minimalis ala ala Instagram, bikin sesi foto lebih mudah. Akhir akhir ini kemasan model gini lebih menarik karena memang enggak akan ketinggalan zaman.  Dulu saya tergila gila sama produk Korea karena kemasannya yang lucu banget… banci packaging deh, pokoknya.

Tapi, saya pikir sebetulnya Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist enggak seistimewa itu.

Karena pencahayaan, kayaknya agak kurang kelihatan titik titik setelah penyemprotan. Tapi kalau diperhatikan saksama, sebetulnya ada. Sebetulnya saya enggak keberatan sih kalau Aqulabo mau berinovasi agar menjadi pembeda… perlu dimaklumi karena kini brand indie Korea makin bertebaran di mana mana, plus semua juga sudah dijual secara global, perlu sesuatu untuk memancing reaksi orang orang.

Kalau kamu geek, atau kamu berkecimpung di dunia farmasi, saya yakin kamu enggak akan begitu terkesan saat tahu gimana efek produk ini di wajahmu. Saya malah perlu beberapa layer untuk bisa meyakinkan bahwa kulit saya dalam kondisi lembap… dan nyemprotin wajah berulang kali itu butuh effort dibanding kamu nuangin toner ke tangan, terus tap tap ke wajah.  Bener, deh.

Oya, omong omong saya mau meluruskan sesuatu: sebetulnya enggak ada bedanya face mist dan toner secara formulasi, ketika dua duanya mengandung humektan dan emollient.  Biasanya face mist dan toner lebih banyak mengandung humektan. Yang membedakan mungkin metode dalam pembuatan karena ini akan memengaruhi tekstur, seperti yang dilihat pada Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist.

Price

Karena sampai ke saya secara gratis, saya bisa menyarankan kamu untuk mencoba beli di @keranjangmica jika kamu tetap kepo dengan produk ini.  Bisa cari di IG atau di Tokopedia: Keranjang Mica dengan kisaran Rp 175.000 (harga 2019) untuk 50 ml.

Will I Repurchase?

Mustahil, mengingat Aqulabo Mask Boosting Jelly Mist enggak begitu hydrating dan butuh effort nyemprot berulang kali hingga saya merasa produk ini melembapkan kulit.

Rating

2/5

 [REVIEW] Aqulabo Oh Very Bright Mask

Untuk maskernya, buat saya, lebih menarik dibanding face mist-nya. Masih mengusung asam amino sebagai “zat aktif” yang menjadi bahan jualan, sheet mask dari Aqulabo ini memang becek becek basah. Rasanya kalau mereka bikin face mist-nya dalam bentuk cair bakal lebih menarik, then again… kita perlu keprokin tim marketingnya karena mereka menciptakan ide kreatif berupa gel bisa berubah jadi mist. 

Dramatisasi.

Baca Juga:  [CLOSED] #InsommiaDotNet 1st Year Giveaway

Ingredients

Water, Butylene Glycol, Niacinamide, Glycerin, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol, Propanediol, Betaine, Allantoin, Centella Asiatica Extract, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Schisandra Chinensis Fruit Extract, Ethylhexylglycerin, Chlorphenesin, Hydroxyethylcellulose, Carbomer 940, Arginine

What You Should Know About The Ingredients

  1. Sheet mask ini masih mengusung Gomisin N sebagai “hero” dari produk ini. Namun selain itu, ada pula ekstrak tumbuhan lain yang tidak membuat kulit iritasi, seperti licorice, rosemary, centella asiatica, dan matricaria, yang merupakan genus dari chamomile dan masih sekeluarga dengan bunga matahari

  2. Produk ini kaya akan humektan.  Cocok dipakai buat tidur sambil malas malasan main HP

  3.  InsyaAllah muslim friendly dan aman untuk segala jenis kulit, kecuali jika kamu ada alergi dengan ekstrak tumbuhan

  4. Meski ada niacinamide, saya tidak merasakan efek lightening seketika. Kamu perlu menggunakan sheet mask setara dengan 10% niacinamide yang dijual brand lain seperti The Ordinary atau Somethinc untuk bisa mendapatkan hasil yang baik 3 bulan kemudian

How To Use

Templokan ke wajah yang bersih, diamkan hingga kertas maskernya terasa kering. Tidak perlu dibilas,biarkan saja formulanya di wajah hingga kering sendiri.

What You Should Know About The Product

Beginilah bentuk masker yang mengering, wk.

Kertasnya sendiri tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.  Cukup.  Ketika saya templokan ke wajah, ukurannya sesuai dengan wajah saya.

Nah, perlu diperhatikan bahwa cairan essence-nya banyak banget. Saking banyaknya bisa netes ke mana mana.  Mengingatkan saya pada essence di masker Innisfree, tapi secara konsistensi, essence di Innsifree jauh lebih cair. Karena cukup banyak, bisa sampai banjir ke area leher.

Pastikan saja ketika kamu templokan ke wajah, enggak bikin cairannya masuk ke mata, karena itu sakit banget, huehehe.  Saya udah pernah beberapa kali melakukan kebegoan macam ini soalnya. Jadi hati hati banget saat pasang masker.

Sejauh ini maskernya lebih oke ketimbang jelly mist-nya.  Meski di hati saya Whamisa adalah masker nomor satu (harganya mahal, hiks), Aqulabo ini derajatnya lebih tinggi dari Innsifree.  Saya bukan pecinta sheet mask, tapi biasanya kalau beli, enggak begitu mau nyoba merek lain karena kadung cocok.  Eh pas coba Aqulabo… hmm, bisa jadi pertimbangan kalau saya pengen maskeran pakai ini.

Pernah saya enggak pakai apa apa selain masker Aqulabo saat menggunakan skincare di malam hari. Setelah bangun tidur, wajahnya cukup lembap.  Meski akan lebih baik jika sebelumnya saya pakai moisturizer agar kulit kenyal di pagi hari.

Price

Sayangnya, masker ini tidak dijual di @keranjangmica.  Tapi kamu bisa coba beli di toko online yang lain. Kisaran harga online shop dimulai dari Rp 20.000 ke atas.

Will I Repurchase?

Kalau saya lagi kepingin, mungkin saya akan beli lagi.  Harganya toh enggak begitu beda jauh sama Innisfree yang dijual di counter. 

Rating

3.5/5

Share:
Previous Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply