Follow:
Books

Animal Farm: Bukan Peternakan Binatang Biasa

Alasan kenapa saya mendadak jadi suka sama sastra:

  1. Naskah saya ditolak oleh sayembara DKJ.  Walaupun udah tahu bahwa itu belum layak disebut sastra, rasanya kesel aja karena saya belum bisa menulis dengan standar selevel itu
  2. Entah kenapa penerbit sekarang lagi gencar-gencarnya memperkenalkan sastra dunia, terutama karya-karya terkenal.  Saya sampai bingung mau beli yang mana saking pengen baca semua

Animal Farm adalah salah satu pilihan saya, karena cukup tipis dan sepertinya menarik.  Saya agak menyayangkan aja bagian blurb yang terang-terangan menjelaskan bahwa ini merupakan alegori politik; pembaca itu nggak bodoh, sih, jadi nggak perlu diberitahu kalau ini merupakan satire atas totalitarianisme Uni Soviet zaman dulu.  Tapi yah, sudahlah ya, mungkin kalo cuma baca judul orang ngga ngeh juga ini tentang apa.

Pertama kali dipublikasikan pada 17 Agustus 1945 (ya, waktu Indonesia merdeka!), menurut saya ini telat pake banget.  Baru Bentang Pustaka yang cukup peduli untuk menerbitkannya, sekitar, berapa?  70 tahun kemudian?  Well, lebih baik daripada nggak, sih. Meskipun tipis, ini benar-benar membuka mata saya akan “sejarah” di masa saya belum lahir .  Bagian  menariknya, saya jadi tertarik menggali kebenaran sejarah Uni Soviet sendiri.

Berlatar di sebuah peternakan Manor di Inggris, seekor babi tua bernama Major bermimpi mengenai Pemberontakan.  Kelak, para binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri.  Tidak disangka, ternyata ramalan ini menjadi kenyataan. Serangan mendadak yang dilakukan para binatang ternak rupanya berhasil membuat Jones si petani, istrinya, serta para karyawan kabur dari peternakan.  Sejak saat itu, mereka mulai membuat “pemerintahan” sendiri yang diketuai oleh Snowball dan Napoleon, dua babi cerdas.

Di sini dikisahkan bahwa para babi serta anjing punya kecerdasan lebih dibanding binatang lainnya. Terbukti dengan kebisaan para babi dalam hal membaca dan menulis, berstrategi, berorasi, dan menciptakan berbagai rencana untuk kesejahteraan mereka.  Pada masanya Snowball memerintah, keadaan para binatang lebih makmur daripada saat peternakan masih diurus oleh Jones. Namun kekuasaan sungguh memabukkan Hal ini yang membuat salah satu dari mereka harus disingkirkan, meski dengan kekerasan dan fitnah.

Baca Juga:  Antara Batas Hidup dan Mati

Untuk penyuka sejarah, atau minimal tahu siapa pernah berkuasa di zaman Uni Soviet, nggak perlu lagilah penjelasan mengenai kiasan bagi setiap tokoh.  Jadi di sini saya bakal berbagi info aja mengenai apa yang sebenarnya terjadi di masa pemerintahan kedua tokoh besar itu.

Bolshevik

Bolshevik

Ketidakpuasan rakyat  kala itu diakibatkan pemerintahan di zaman Tsar Nicholas II yang dianggap tidak becus.  Saat itu, pemerintah provinsi (mari sebut Gubernur) tidak dipilih oleh rakyat, melainkan berasal dari kaum bangsawan.  Ekonomi sulit yang menyebabkan sejumlah pemuda kala itu, termasuk Lenin, mulai mencetuskan ide Karl Marx. Kelas pekerja dianggap mampu untuk memecahkan masalah ekonomi dan politik, jauh lebih baik daripada para bangsawan.  Mereka menyebut diri sebagai kaum Bolshevik.

Para bangsawan mengalami masa pelik karena dihadapkan dengan dua situasi: Perang Dunia I dan masalah kelaparan. Mereka lebih mementingkan perang daripada perut, membuat para Gubernur ini menjadi tidak populer.  Revolusi Februari terjadi dan sejumlah orang Soviet (berdasarkan pemilu) terpilih di beberapa kota, salah satunya Moskow. Terpilihnya orang-orang Soviet membuat Lenin bisa bergerak cepat dan mengajak rakyat untuk menumbangkan kekaisaran Rusia.  Revolusi Oktober pecah, yang dikenal sebagai Pertempuran Bolshevik.

Stalin, Lenin, Kalinin

Ketika perang berakhir, rakyat sepakat untuk menjalani masa damai.  Lenin kemudian dengan cepat menanggapi keinginan rakyat.  Salah satunya adalah memberikan tanah untuk digarap, tetapi mereka tetap berada di bawah kontrol Bolshevik. Trotsky, salah satu orang yang mendukung Lenin, memiliki kemampuan berorganisasi yang baik.  Berbagai rencana dilakukan oleh Trostky untuk membuat Petrograd benar-benar dikuasai oleh mereka[1].

Soviet sendiri resmi didirikan pada tahun 1920, setelah berhasil mengalahkan Pasukan Rusia Putih anti-Bolshevik.  Pasukan Rusia Putih merupakan para pendukung Tsar.  Rusia Putih didukung oleh Sekutu; bukan karena mereka anti komunis, tapi khawatir dengan penghentian perang antara Rusia dan Jerman.  Sementara saat itu, di bawah pemerintahan Bolshevik, Lenin mengadakan kesepakatan janji damai dengan Jerman.  Kaum Rusia Putih kalah karean kurangnya koordinasi, menyebabkan Kaum Rusia Merah atau komunis akhirnya menduduki Rusia.

Baca Juga:  [REVIEW] IQ84 by Murakami Haruki, A Bizarre Parallel World

Sempat ada perbaikan perekonomian saat Lenin berkuasa. Karena ingin menjadikan negaranya 100% komunis, Lenin mengadakan sistem pembagian yang adil, sama rata sama rasa.  Hasil pertanian diserahkan dulu pada negara.  Sebagian besar kulak menolak hal ini karena akan membuat mereka tidak bisa lagi berjaya.  Sistem NEP (New Economical Policy) kemudian dibuat [2]. Hasil bumi boleh dijual bebas.  Untuk bisa menyaingi sistem milik kulak, maka dibuat pertanian kolektif dan pertanian negara.

Pada tahun 1924, Lenin wafat.  Ada dua orang yang berpengaruh saat itu, Stalin dan Krostky.  Dengan tipu daya, Stalin berhasil menyingkirkan Krotsky, dibuang dan dibunuh ke Meksiko.  Keduanya memiliki paham yang berbeda, di mana Krotsky ingin segera menyebarkan paham komunis ke seluruh dunia.  Sementara Stalin ingin memperkuat paham komunis dulu di Rusia.  Pemerintahan Stalin otoriter, dimana hampir semua orang yang hidup di masa itu hanya mengingat hal-hal baik tentang Stalin.  Bahwa “pemerintahan berhasil, perekonomian bangkit, dan masa-masa damai hanya ada di zaman itu” adalah dongeng yang masih dipercaya akibat ketidakbisaan rakyat untuk berpendapat.  Mereka terlalu takut untuk membicarakan Stalin, sehingga kebohongan berubah menjadi kebenaran yang ingin bisa mereka yakini.

Kurang lebih isi buku yang saya baca sangat detail menggambarkan situasi Uni Soviet saat itu.  Karena Orwell sendiri meninggal sebelum Uni Soviet bubar, ending buku ini sebetulnya menggantung.  Namun pengakhiran kisahnya benar-benar sarkasme level berat:

Makhluk-makhluk di luar memandang dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi; tetapi mustail mengatakan mana yang satu dan mana lainnya.

Karena itu, nggak ada lagi yang bisa saya bilang selain: “Edan!  Pantes dapet rating 5!”

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply