in Travel

Surat Cinta untuk Jepang: 5 Hal yang Membuatku Sulit Move On Darimu

at
surat-cinta-untuk-jepang-5-hal-yang-membuatku-sulit-move-on-darimu

Tahukah kamu, bahwa cinta itu seperti flu?

Datang tiba-tiba, merayap perlahan hingga membuat tubuhmu panas.  Kamu baru tahu rasanya saat rasa sakit itu menyerang, ketika hati mulai menyadari bahwa saat ini kamu tengah jatuh cinta.  Mulai terbayang-bayang di kepala, ingin sekali bisa pergi berjumpa dengan hal yang dicintai.

Namun yang kucintai bukanlah manusia.  Bukan pula hantu.  Aku mulai jatuh cinta pada kebudayaan Jepang sejak kelas 1 SD.  Perkenalan dengan Doraemon, Creamy Mami, Magic Knight Reyearth, Sailor Moon dan Tuksedo Bertopeng… semua itulah yang membuatku semakin ingin tahu.  Aku ingin tahu bentuk nyata Jepang sebenarnya.

Semakin dewasa, aku semakin menyadari betapa kuat rasa itu.  Menggebu-gebu.  ‘Aku ingin ke sana.’ ‘Aku ingin tahu bagaimana rasanya menginjakkan kaki di Jepang.‘ Bertahun-tahun, aku hanya bisa melihat keindahan budaya Jepang lewat anime, film, drama, serta majalah.  Sedikit demi sedikit, aku pun mulai belajar mengenai bahasa, gaya hidup, hingga kebiasaan masyarakat selama 4 musim di sana.

Sampai aku beranjak dewasa, gairah itu masih tetap ada.  Kesempatan itu datang!  Aku ke Jepang awal tahun 2016 lalu. Aku datang di musim dingin dengan suhu -3 ℃!

Ishiya Chocolate Factory, Sapporo. 26 Januari 2016

Meski pun berjalan di atas salju dengan ketinggian semeter adalah hal yang tak akan terlupakan,  ingin sekali aku berjumpa dengan bunga sakura.   Keindahan kelopak warnanya di musim semi bisa dinikmati sepanjang Maret hingga akhir Mei. Bagiku, wisata hanami adalah momen yang ingin dicoba sekali seumur hidup. Keinginan mengikuti  festival hanami (花見, melihat bunga) cukup kuresapi saja dengan menikmati puisi klasik karya Kobayashi Issa.

親負て子の手を引いてさくら哉
oya oute ko no te wo hiite sakura kana

carrying his mother
and leading his child by the hand…
cherry blossoms!  

Sejak zaman Heian, para cendekiawan memiliki kebiasaan berkumpul di bawah naungan sakura.  Sambil menikmati makan dan minum, mereka berlomba-lomba membuat waka (puisi klasik Jepang) yang menggambarkan suka cita menyambut musim semi.  Inilah cikal bakal dari hanami. Semua orang, dengan beragam perbedaan mulai dari usia, kekayaan, hingga kebangsaan,  berkumpul untuk menonton sakura yang perlahan-lahan berguguran.  Bersenda gurau, menikmati sakura dengan riang seraya menyantap bekal masing-masing dalam suasana damai. Budaya ini pun berlanjut ribuan tahun hingga saat ini.

speakzeasy.wordpress.com

 Ada cukup banyak spot di Jepang untuk melihat bunga sakura.  Beruntung sekali, pemerintah Jepang berbaik hati! Tahun 2017 ini, mereka merilis peta waktu-waktu mekarnya bunga sakura.

via fun-japan.jp

Ah, apa daya.  Saat ini aku hanya bisa mengagumimu dari jauh saja.  Cinta memang tidak butuh alasan, tapi bagiku cinta adalah sesuatu yang kongkrit.  Seperti angin, keberadaannya tak kasatmata namun juga meresap, merasuk hingga ke pori-pori  kulit dan syaraf menuju jantungku.  Karena itulah, bagiku ada 5 hal yang membuat sulit sekali move on darimu.

Cita-Citaku Menikmati Pemandangan Sakura

via japan.go.jp

Sakura.  Ah, cantik sekali rupamu.  Elok dipandang, dengan warna pink muda yang menjuntai, menghibur setiap orang yang melewatimu.  Meski usiamu tidak cukup lama, tetapi kamu membangkitkan harapan, membuat siapapun tersenyum dengan tulus.  Banyak yang memuja keanggunanmu, yang membuatmu menjadi simbol negara.

Ada banyak sekali tempat untuk melihatmu.  Terdapat 10 tempat yang diklaim terbaik di seluruh Jepang, mulai dari Ueno Park di Tokyo hingga hamparan cantik sakura di Gunung Fuji.  Namun yang paling ingin kujumpai adalah Miharu Takizakura, yang terletak di Fukushima.  Ia cantik bagaikan gadis perawan dengan kibasan lengan kimono furisode bercorak sakura.  Kepalanya yang merunduk menandakan betapa santun sekaligus rendah hati dirinya.  Usianya mungkin sudah lebih dari 1000 tahun, tapi ketabahannya menjalani hidup yang membuat Miharu tetap tegar berdiri.  Tentu sebagai salah satu pohon tertua sekaligus tercantik di Jepang, disayangkan sekali jika tidak datang kemari!

Wisata Kuliner yang Khas dan Menakjubkan

via universal-doll.com

Saking dicintainya, sakura banyak diabadikan dalam banyak hal. Momen untuk menikmatimu terlalu singkat.  Itulah mengapa banyak yang ingin mengenangmu, wahai sakura.  Kreativitas serta kemajuan umat manusia patut dikagumi, karena itulah cara kami agar bisa menikmatimu meski hanya sesaat saja.

Salah satunya adalah sakura udon.    Rupanya, adonan untuk membuat udon ini dicampurkan dengan pewarna sakura hingga menjadi pink.  Rasa kuahnya agak asin, karena terdapat esens bunga sakura yang direbus bersama bahan-bahan untuk membuat kuah kaldu.   Dengan kisaran harga mulai dari 600 – 1000 yen, sakura udon bisa dinikmati selagi memandang hamparan bebungaan.

via jpninfo.com

Bukan hanya itu! Jika aku punya kesempatan, ingin sekali rasanya berkunjung ke toko tradisional yang khusus menjual  wagashi atau dessert tradisional Jepang.  Apalagi yang ingin coba kucecap selain sakura mochi? Meski ada dua versi, aku tak akan berdebat mana yang lebih baik.  Versi Kanto mau pun Kansai memiliki keistimewaan masing-masing.   Sungguh,  tak habis pikir aku mengenai kecintaan masyarakatmu sendiri terhadapmu.  Karena mereka begitu ingin rupamu abadi dalam ingatan, hingga menginspirasi dalam membuat kuliner tradisional.

via hungerhunger.blogspot.co.jp

Lain jenis, lain pula rasanya.  Kecantikan sakura jelly dapat terlihat dari bentuknya mirip dengan lukisan 3D, karena terdapat bunga sakura yang terlihat jelas di balik jelly.  Jelly tersebut terbuat dari cairan jelly ditambah dengan esens sakura, dengan dasarnya berupa mousse buah ceri hitam dan ceri. Menghadirkan sakura untuk orang rumah bisa dilakukan karena keduanya cukup tahan lama dibawa sebagai oleh-oleh. Hufh, aku harus puas hanya dengan memandangmu!

Kesantunan Warga Jepang 

via spfusa.org

Pernah suatu kali aku tersesat di JR Station.  Aku tak begitu bisa berbahasa dengan baik, tapi itu rupanya tak membuat wargamu enggan atau pelit berbagi informasi denganku.  Mereka bersedia menunjukkan jalan bagiku, si orang asing!

Karena aku seorang muslim, agak sulit untuk mencari makanan kala itu, khususnya di Sapporo.  Namun ketika aku makan di restoran, mereka berbaik hati menyediakan piring khusus untuk barbeque.  Tak lupa, sup yang kumakan pun diperhatikan sekali kandungannya, sehingga tidak ditambahkan unsur cuka beras dan alkohol sama sekali.  Ini membuatku merasakan culture shock dalam arti positif.  Ah, bagaimana caranya melupakan  kebaikan wargamu kalau begini?

Anime dan Manga 

via zerochan.net

Aku pernah bilang, kan, aku mencintaimu sejak melihat karya-karya tersebut di layar kaca?  Tidak hanya aku.  Banyak yang juga mencintai karya-karya yang dihasilkan oleh putra-putri terbaikmu. Mulai dari Evangelion hingga Howl’s Moving Castle.  Dari Studio Ghibli sampai Studio Square Enix. Ratusan pertanyaan yang masih belum terungkap dari Metantei Conan ke kisah sederhana Crayon Shinchan.  Semuanya menemaniku saat kecil, ketika banyak anime ditayangkan mulai dari pukul 6 pagi hingga 12 siang setiap Minggu.  Hari terbaik di masa kecilku sepanjang masa.

Meski kini tak ada lagi yang bisa kutonton langsung, aku tak putus asa.  Aku tetap mencari informasi tentang tayangan-tayangan terbaru dari tempatmu di internet.  Kini aku tak hanya tertarik dengan karakter dua dimensi.  Aku lahap pula semua cerita-cerita dramanya.    Ada banyak genre yang selalu dieksplor dengan cara luar biasa, membuatku tak pernah bosan menonton.  Mulai dari Itazura na Kiss yang klasik hingga Totsuzen Desu Ga, Ashita Kekkon Shimasu, aku mencintai semuanya.

Teknologi yang Ingin Kubawa Sebagai Suvenir

via wikimedia.org

Aku sudah tahu dari dulu bahwa kamu memiliki teknologi yang sangat canggih.  Ada banyak ragam yang tak bisa kusebut satu persatu.  Di antara beberapa yang pernah kucoba, aku selalu kagum dengan teknologi toilet buatan putra terbaikmu.

Maaf, kedengaran menggelikan, ya?  Aku belum pernah memiliki toilet sebaik itu.  Pernah kudengar selentingan bahwa orang Jepang lebih suka memiliki toilet bersih, itu sebabnya mereka pun cukup ngotot ketika hendak menyewa atau membeli apartemen dan rumah. Tak apa tinggal di tempat sempit selama memiliki toilet yang berfungsi baik.

Dan saking sopannya, hampir di setiap toilet tempat umum selalu tersedia tombol khusus berupa suara gemercik air yang indah.  Tak perlu lagi takut didengar, bukan?  Beragam tombol yang dimiliki sangat berguna dalam banyak hal.  Terutama ketika dulu aku menggunakan toilet di musim dingin, terbantu sekali dengan salah satu fungsinya yang bisa menghangatkan tempat duduk toilet. Ingin sekali kubawa pulang ke rumah! 

Fuh, apa daya, hanya dengan surat ini aku bisa memuaskan batinku. Namun bukan berarti cita-citaku tidak bisa kesampaian sepenuhnya. Saat ini ada sebuah  Lomba Blog Amazing Sakura yang diadakan oleh H.I.S Travel Indonesia. Pemenangnya bisa dapat paket liburan ke Jepang untuk 2 orang! Pasti asyik sekali ya, jika bisa pergi ke sana.

Dan karena aku pernah memakai jasa H.I.S Travel Indonesia, aku percaya dengan mereka.   Memiliki 230 cabang di 141 kota di seluruh dunia, H.I.S sangat berpengalaman dalam menangani semua keperluan dan aktivitas mulai dari visa, akomodasi, sewa Wi-Fi, bahkan  bisa ikut muslim tour!

Sebagai referensi, inilah hal-hal penting yang pernah kuurus selama travel ke Jepang tahun lalu:

Visa.  Yup, ini penting banget!  Kalau kamu punya e-passport, visa ke Jepang itu gratis.  Bagi yang belum punya, kamu bisa mengurus visa single entry/multiple entry yang bisa diakses di sini. Enaknya pakai e-passport, kamu punya waktu kunjungan maksimal 15 hari selama 3 tahun.

Wi-Fi.  Nggak mau rugi, kan, nggak bisa upload pas lagi jalan-jalan?  Wi-Fi juga bisa digunakan untuk komunikasi dengan keluarga di Indonesia, karena rental handphone di Jepang cukup mahal.  Selain itu terdapat perbedaan jaringan dengan di Indonesia, jadi mendingan pakai Wi-Fi aja, deh!  Kamu bisa sewa pocket Wi-Fi dari H.I.S Travel dengan harga cukup terjangkau.

Transportasi. Untuk bisa menikmati suasana musim semi di Jepang, transportasi yang bisa kamu gunakan adalah pesawat dari Indonesia ke Tokyo yang akan mendarat di Haneda Airport. Dari sini, kamu bisa menggunakan bus atau kereta yang mengarahkan sampai tiba di hotel.

Ada 4 jenis kendaraan yang biasa dipakai transportasi oleh orang Jepang yaitu sepeda, bus, kereta, dan mobil. Karena jalur transportasi di perkotaan sudah sangat baik, mereka lebih suka memakai kendaraan umum.  Selain keamanannya diperhatikan, juga sangat tepat waktu!

Jika ingin tahu sensasi naik kereta di Jepang, cobalah pakai JR Pass. JR Pass adalah tiket khusus untuk turis yang bisa kamu pakai di waktu-waktu tertentu.  Jika berencana tinggal di sana selama seminggu, tiket ini akan menghemat biaya transportasi.

via sekolahkejepang.com

JR Pass memiliki jangka waktu yang bervariasi. Menariknya, tiket ini bisa digunakan untuk naik bus dan feri juga, lho! H.I.S Travel Indonesia juga menyediakan tiket JR Pass bagi turis.

Ketika naik kereta atau bus, perhatikan jadwalnya.  Orang Jepang terkenal dengan ketepatan waktunya, bahkan bagi mereka, jika kereta atau bus datang 1 menit lebih lambat dihitung sangat telat dan selalu ada pemberitahuan khusus dari pengeras suara.  Perhatikan juga kapan sebaiknya naik kendaraan umum.  Sekitar pukul 07:30 – 09:00 serta pukul 17:00 – 19:00 adalah waktu terpadat karena banyak anak sekolah, office lady, dan salary man (sebutan untuk pekerja kantoran) pergi dan pulang di jam-jam seperti ini. Kalau tidak ingin berdesak-desakan, akan lebih baik naik kendaraan umum di luar waktu tersebut.

Kalau ingin lebih nyaman, kamu bisa sewa mobil.  Harga sewanya dimulai dari 5000 yen perhari, tergantung dengan tempat asal pengambilan hingga pemulangan mobil.  Enaknya, mobil bisa dipesan untuk menjemput di bandara. Rental ini bisa diakses melalui HAnavi.

via japanvisitor.com

Terus, pulangnya gimana? Ada kok, bus dan kereta yang mengarah langsung ke bandara.  Bisa juga pesan taksi khusus yang mengantar ke sana. Saat pulang ke Indonesia, biasanya kita diarahkan untuk naik pesawat pulang di Narita Airport. Kita bisa naik All Nippon Airways (ANA)  menuju Bandara Soekarno-Hatta.  Dulu saat aku ke Jepang, aku menggunakan jasa ANA untuk penerbangan.  Selain aman, ANA juga sangat nyaman serta memiliki pelayanan kelas satu.  Bikin jatuh cinta menjadi jadi 

Penginapan.  Jika kamu ingin mencari referensi penginapan, kamu bisa melakukan booking secara online di HAnavi.  Bekerja sama dengan All Nippon Airways (ANA), kamu bisa mencari harga termurah.   Hemat biaya penerbangan sekaligus hotel.

via his-travel.co.id

Pakaian. Di awal musim semi, suhu di Jepang rata-rata cukup rendah, mulai dari 5℃ sampai 10℃.  Itu sebabnya kamu harus memperhatikan jenis pakaian yang dibawa.  Sebaiknya bawa sweater  dengan jaket atau mantel yang agak tebal, karena suhunya masih cenderung rendah sisa dari musim dingin.

Info kuliner.  Jika kamu muslim, ada baiknya kamu melihat batasan makanan yang bisa dimakan.  Sejak tahun lalu, Jepang mengadakan Japan Halal Expo yang membuat muslim mudah untuk mendapatkan makanan halal. Ada banyak info mengenai makanan halal di Jepang yang  bisa diakses di Halal in Japan dan Jalan2KeJepang.

BudgetYang tidak kalah penting tentu saja budget liburan kamu.  Banyak yang mengira wisata ke Jepang itu mahal, padahal kalau pintar-pintar memilih, kamu bisa hemat banyak.  Misal saja, kamu coba ikut paket tour 5 malam 3 hari ke Jepang  yang ditawarkan oleh H.I.S.  Paket ini sudah termasuk tiket penerbangan, acara tour, akomodasi, asuransi serta mendapat tour leader berpengalaman.

Hei, Jepang, kapan ya, kita bisa bersua lagi?  Aku harap aku bisa bertandang lagi ke sana suatu saat.  Di saat itu terjadi, aku akan merekam semua kegiatanku selama di sana, agar bisa kukenang hingga akhir nanti.  Salam dan peluk dari Indonesia!

Yang  mencintaimu selalu,

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *