in Beauty, Skin Care

[REVIEW] The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% (Vitamin B3 + Zinc)

at
review-the-ordinary-niacinamide-10-zinc-1-vitamin-b3-zinc

Ketika saya menulis ini, sebetulnya isi botol The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% sudah habis.  Hanya tersisa sedikit yang bisa difoto, haha.  Awalnya saya mau menulis review setelah beberapa minggu pakai, akhirnya malah kebablasan sampai 4 bulan kemudian 😛

The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%

Hal yang paling saya suka dari brand The Ordinary adalah kesimpelannya.  Bentuk botolnya kaca dan minimalis, hanya tertulis kandungan bahan utama dari produk ini.  Dengan jumlah sebanyak 30 ml dan jangka waktu pemakaian maksimal setahun, saya butuh waktu 4 bulan untuk menghabiskan produk ini.

Ingredients

Aqua (Water), Niacinamide, Pentylene Glycol, Zinc PCA, Tamarindus Indica Seed Gum, Xanthan Gum, Isoceteth-20, Ethoxydiglycol, Phenoxyethanol, Chlorphenesin

What You Should Know About The Ingredients

Diklaim dapat mengurangi bekas hitam akibat jerawat dan juga mengontrol sebum, apakah memang bahan-bahannya sesuai dengan iklannya?

  • Niacinamide: Derivatif dari vitamin B3 yang mencegah melanin atau pigmen yang mempengaruhi warna kulit untuk muncul ke permukaan dan melindungi kulit dari sinar UV. Ditemukan bukti bahwa sebanyak 5% niacinamide bisa mengurangi kerut wajah, flek hitam, dan bekas jerawat [1].
  • Zinc PCA: Dikenal juga sebagai Pyrrolidone Carboxylic Acid (PCA), molekul ini sebetulnya diproduksi juga oleh tubuh dan faktor penting untuk untuk melembapkan kulit.  Zinc PCA merupakan bahan yang dapat mengurangi iritasi akibat jerawat dan mengurangi jumlah sebum yang berlebih [2].

How To Use

Apply to entire face morning and evening before heavier creams.

Sebetulnya ada petunjuk lain yang disebutkan oleh The Ordinary di Regimen Guide website.

If topical Vitamin C is used as part of skincare, it should be applied at alternate times with this formula (ideally Vitamin C in the PM and this formula in the AM). Otherwise, Niacinamide can affect integrity of pure-form Vitamin C (L-Ascorbic Acid).

Berdasarkan urutan pemakaian active skincare yang tepat,  maka sebaiknya pakai bahan dengan kandungan niacinamide terpisah dari vitamin C.  Niacinamide bisa dipakai di pagi hari, sementara vitamin C dipakai di malam hari. Apa alasannya?

Dari pembahasan oleh Stephen Alain Ko di blognya, reaksi yang akan terjadi antara percampuran niacinamide dan ascorbic acid adalah niacin.  Ada kemungkinan bahwa niacin sebetulnya sama efektifnya dengan niacinamide itu sendiri, tapi niacin bisa memicu aktifny sel Langerhan.  Ini bisa memicu terhadap munculnya kemerahan di wajah dan sensasi iritasi pada kulit. Sebetulnya ini sifatnya sementara dan tidak berbahaya, tapi efeknya bisa bertahan lama bagi yang sedang berjerawat aktif atau memiliki erythema.

Nah, tapi kan ada juga bahan yang mengandung niacinamide dan vitamin C sekaligus seperti TIAM My Signature C-Source? Menurut Stephen, ada kemungkinan bahwa kandungan niacin-nya sangat sedikit atau kulitmu bukan tipe kulit sensitif.

What This Product Tell Us

Saya suka dengan produk ini, tapi tidak yakin dengan khasiatnya itu sendiri.

Saya sempat pakai The Ordinary tanpa active skincare yang lain (BHA, AHA, vit C, retinoid) selama sebulan.  Sebetulnya khasiatnya sendiri baru terasa setelah 3 bulan pemakaian, jadi saat itu belum ada perubahan berarti.

Alasan saya beli ini sebetulnya karena ingin memudarkan bekas jerawat dan membantu mengempeskannya sekaligus.  Saya sendiri sebetulnya bukan tipe yang mudah berjerawat.  Saya hanya berjerawat ketika ada tamu tiap bulan. Tapi bekas-bekasnya yang sulit hilang menyebabkan saya dikira overdosis skincare oleh Mama  -XD.

“Kamu sih beli ini itu melulu tiap bulan, kulitnya jadi rusak, kan!”

Lol.

Tapi sebetulnya penyebab kulit saya rentan memiliki bekas jerawat yang sembuhnya cukup lama itu bukan gara-gara skincare sih (membela diri-XD), tapi karena saya suka pegang-pegang jerawat.  Siapa sih yang nggak gemes pengin meletusin~

Nah, di bulan-bulan berikutnya, saya membeli COSRX BHA Blackhead Power Liquid dan Votre Peau Vitamin C Serum agar bisa membantu kinerja The Ordinary.  Saya rutin pakai vitamin C dan BHA di malam hari, sementara niacinamide di pagi hari.  Hasilnya cukup baik karena bekas jerawat yang dulu jadi samar-samar.  Tapi nyatanya sama sekali nggak membantu melawan jerawat.

Setelah saya baca lagi pernyataan di website-nya, maka ditemukan informasi sebagai berikut:

Notes: While Niacinamide and Zinc PCA reduce the look of blemishes and balance visible sebum activity, neither is a treatment for acne.

Jadi jika kamu membaca klaim bahwa niacinamide bisa melawan jerawat, saya kira kurang tepat, karena saya sendiri tidak merasakan khasiatnya.  Untuk melawan jerawat, Rojukiss Enca AC Drying Pinky Powder cukup ampuh mengempeskan jerawat dalam waktu seminggu.

Tapi setelah saya coba cek lagi, sepertinya The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% ini cukup baik untuk mengecilkan pori-pori.

Tolong maafkan mukanya, lol.

Ini hasil akhir pemakaian Oktober.  Pori-pori besar itu ada di sekitar bawah mata dan pipi; dulu saat ngaca tanpa mendekatkan wajah, pori-pori itu bisa terlihat jelas.  Sekarang sudah agak mendingan.

Tekstur dari niacinamide sedikit lebih pekat dibanding COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence, jadi saya biasanya mendahulukan hyaluronic acid sebelum niacinamide.  Tapi antara niacinamide dan hyaluronic acid sendiri tidak bentrokan (tidak seperti dengan ascorbic acid), jadi kalau dicampur pun tidak masalah.

Price

Rp 209.000, di Benscrub. Harga bisa berbeda di toko lain.

Will I Repurchase?

Saya lebih tertarik mencoba skincare lain dari The Ordinary.  Sebetulnya yang paing direkomendasikan  oleh para beauty guru itu Lactic Acid, tapi setelah pengalaman memakai AHA dari COSRX rasanya saya kurang cocok dengan AHA.  Kira-kira, ada yang bisa merekomendasikan skincare terbaik dari The Ordinary itu apa?

Rating

3/5

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    6 Comments

    1. Fanny f nila

      Blm prnh pakai product ini mba, tp kita sama, aku jg ga cocok blassss ama skincare yg ada AHA. Pasti breakout parah dan butuh wkt lama banget utk balik ke awal 🙁 . Lah ini skr aku lg tahap mulihin, gara2 skincare trakhir yg dicoba baru sadar ada AHa nya 🙁 ..

      09 . Nov . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Iya sedih ya kalau breakout gara-gara ada bahan yang gak cocok :(, untungnya sih belum kelamaan makenya jadi breakout nggak begitu parah

        09 . Nov . 2017
    2. puri

      hai kak… aku pengen nyoba the ordinary yang niacinamide tapi lagi pengen juga nyoba rosehip oil untuk meghilangkan bekas jerawatku. Kira2 kalo aku combine aman gak ya? thanks

      16 . Nov . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Aman kok, nggak pernah ada masalah sejauh ini. Ada yang bilang Alpha Arbutin lebih cocok buat menghilangkan bekas jerawat, coba lihat aja reviewnya di Google 🙂

        17 . Nov . 2017
    3. Jijun

      Uh aku baca ini dan aku mau cb yg latic acid smoga aja wajah ini cocok ya kak dan makasih untuk review soal the ordinary ini. Tp the ordinary sama corxs bagusan mana ya kak? Mksdnya yg lbh cepet aja, kalo the ordinary sepertinya prosesnya ckup lma

      20 . Nov . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Yang namanya pake skincare itu harus sabar ya, saya nggak tahu mana yang lebih cepet. Buat saya sih sama aja. Kalau mau malah mending kombinasiin sekalian biar perbaikannya lebih cepat. Dan secepat-cepatnya skincare itu regenerasi kulit 28 hari, jadi ya sebulan.

        Pertanyaan yang paling mungkin itu mana yang lebih cocok di kulit, COSRX apa The Ordinary? Itu juga yang tahu yang punya masalah kulitnya, saya sih pakai dua duanya nggak masalah.

        20 . Nov . 2017

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *