in Miscellanous

[REVIEW] Misaeng: The Incomplete

at
review-misaeng-incomplete

Berawal dari bosen banget -> nggak ada yang bisa ditonton -> Descendants of The Sun tamat dengan ending gak rame, setelah lihat iklan di Channel M atau tvN, akhirnya nonton juga drama ini.  Misaeng diangkat dari Webtoon yang sempat booming tahun 2012. Awal mula tertarik karena iklan tersebut menjanjikan bahwa drama ini nggak kayak drama lain yang formulanya selalu 4 orang, saling suka satu sama lain, dan ujung-ujungnya mellow-mellow nggak jelas.  Maafin saya wahai penggemar K-Drama :’) tapi alasan kenapa saya lebih banyak nonton J-Drama itu karena formulanya bervariasi, sekalipun romance nggak melulu bikin bosen.

Apa itu Misaeng?

Di episode kesekian (lupa, yang jelas adegan ketika Jang Geu Rae dan bosnya ada di atap kantor), dijelaskan bahwa arti Misaeng adalah “The Incomplete” atau tidak lengkap.  Filosofi ini diambil dari baduk atau yang lebih dikenal sebagai Go; by the way pasti penggemar Hikaru no Go taulah, ya. Dalam kehidupan manusia, kita tidak akan pernah menjadi sempurna.  Di setiap level kehidupan yang dilewati, kita tidak akan bisa menjadi sempurna, karena semakin banyak tau, semakin mengertilah kita bahwa kita tidak ada apa-apanya.  Untuk mencapai Wasaeng atau “Perfect” itu mustahil, kecuali mungkin dalam baduk.

 

Sinopsis

via ytimg.com

 

Adalah Jang Geu Rae, mantan pemain baduk yang terpaksa melepas impiannya karena ayahnya tiba-tiba meninggal saat dia masih SMA.  Padahal banyak yang mengakui permainannya, dan yakin bahwa kalau insiden itu tidak ada, dia bisa dijamin akan menjadi pemain profesional.  Selama bertahun-tahun dilatih pamannya membuat Jang Geu Rae lebih banyak menghabiskan waktu berlatih (10 jam sehari!), menyebabkan dia tidak punya bekal apapun sebagai modal bekerja.  Untuk memenuhi kebutuhan, ibunya menjadi tukang cuci, sementara Jang Geu Rae bekerja part time di berbagai tempat.  Sampai akhirnya, salah seorang yang pernah memerhatikan permainan Jang Geu Rae di institut baduk merekomendasikan dia untuk bekerja di salah satu perusahaan trading ternama di Korea, One International.

Meskipun diterima bekerja berkat koneksi yang kuat, diskriminasi di kantor sudah dimulai di hari pertama bekerja sebagai intern. Banyak yang tahu bahwa Jang Geu Rae tidak punya kualifikasi yang cukup, karena dia mengambil GED (semacam paket C kalau di Indonesia).  Mulai dari bosnya, Oh Sang Sik yang tidak puas dengan hasil pekerjaan Geu Rae, intern-intern lain yang memandang sebelah mata, sampai kesulitannya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan perusahaan yang selalu bergerak cepat.  “Petualangan” Jang Geu Rae ini membawanya untuk bisa bertahan di battle field bernama kantor, mengandalkan filosofi baduk yang dia adaptasikan di dunia nyata.

 

Profil

 

via enewsworld.net

Jang Geu Rae, tokoh utama drama ini diperankan oleh anggota boyband ZE:A, Im Siwan. Saya bukan penggemar ZE:A, jadi baru tau setelah baca-baca Wikipedia. Mungkin karena kerjaannya main baduk melulu menyebabkan dia punya karakter super sabar dan nrimo apa adanya.  Selain itu dia sangat polos dan berpikirnya rada lambat, kadang suka bikin kesel bosnya, Oh Sang Sik. First impression saya waktu lihat Siwan jadi Jang Geu Rae… cupu abis, hahaha. Itu kali ya faktor yang bikin Misaeng sukses berat.

 

via soompi.io

Oh Sang Sik adalah manajer di Sales Team 3, tim paling apes karena kebagian lokasi kerja dekat toilet.  Oh Sang Sik tipe leader yang suka menantang risiko, itu sebabnya dia nggak pernah mengalami kemajuan seperti beberapa tim lain yang performansinya selalu bagus.  Sekilas dia terlihat tidak peduli dengan bawahannya, tapi sesungguhnya Oh Sang Sik sangat care.  Tsundere versi cowok, hahaha.

Saya suka banget sama karakter ini karena dia “membumi.”  Nggak banyak manajer yang begitu care dengan bawahan, menyebabkan bawahannya menjadi sangat loyal, terlihat di ending episode 20 (ups, spoiler). Terlebih lagi, dia sangat memegang teguh prinsipnya, terbukti dia tidak mau memberi layanan plus plus pada klien Mun.

 

via dramafever.com

 

Asisten manajer Oh Sang Sik. Bisa dibilang dia lebih baik pada Jang Geu Rae sejak awal, meskipun tidak begitu simpati karena Jang Geu Rae benar-benar tidak punya pengalaman apapun.  Namun seiring berjalannya waktu, dia mulai mengakui Jang Geu Rae, bahkan menjadi teman dekat di kantor. Kim Dong Sik jarang sekali melakukan kesalahan saat bekerja, tetapi satu kali dia pernah melakukan hal fatal yang mengakibatkan potong gaji. Tipe yang sangat loyal pada atasan, terlebih karena dia sudah cocok bekerja dengan gaya Oh Sang Sik.

 

via dramabeans.com

Bunga kantor :3.  Di antara sekian banyak intern laki-laki, Ahn Young Yi adalah minoritas tetapi memiliki kemampuan yang menarik minat setiap manajer tim. Sebagai seseorang yang independen, agak tertutup, dan cerdas, Young Yi memiliki masa lalu yang cukup rumit.  Saya suka dengan karakternya karena dia tidak dibuat menjadi menye-menye dan bergantung dengan orang lain.

 

via inikpop.com

Awal mulanya saya nggak terlalu suka dengan Jang Baek Gi, terutama karena keliatan sok dan ingin menonjol di antara yang lain.  Sesuatu yang wajar sih, mengingat dia lulusan dengan nilai terbaik dan punya spesifikasi yang sempurna sebagai karyawan One International. Realita yang sempat menghantam Baek Gi setelah diterima kerja sempet bikin saya puas (sori, Baek Gi, tapi kamu emang harus ditundukkan Asisten Manajer Kang biar sombongnya gak kelewatan :D). Tapi setelah pertengahan drama, saya mulai suka dengan dia, karena ternyata masih ada sisi baik dari Baek Gi setelah dia tidak sengaja tau masa lalu Jang Geu Rae. Selama nonton, saya rada curiga dia tertarik dengan Young Yi.

 

via noonaoverforks.com

 

Sejak Han Suk Yool potong rambut saya mulai pelototin terus, LOL.  Sebetulnya garis-garis gantengnya keliatan sejak awal, cuman saya nggak suka style rambutnya yang ngebob, lebih karena tuntutan mirip tokoh versi Webtoon ya, kayaknya. Dia tipe yang pinter ngomong dan suka ngegosip, tapi kena batunya setelah ngegosipin atasannya sendiri di portal web kantor. Ini yang bikin dia refleksi diri dan potong rambut.  Setidaknya di satu sisi dia insyaf. Yang bikin saya suka sih senyumnya itu, hidungnya sering ngerut.

 

via koreandrama.org

Suka duka yang harus dilalui para karyawan baru yang bikin drama ini bener-bener ngadaptasi kehidupan perkantoran Korea.  Ini juga yang menyebabkan kenapa Misaeng sukses, dan lucunya paling laku di antara cewek usia 20-30 yang juga pekerja kantoran.  Faktor lainnya juga lebih karena sutradaranya sangat fokus mengikuti cerita Webtoon-nya, sehingga penggemar tidak dikecewakan.  Menurut saya, harusnya ini juga ditiru oleh drama-drama lain yang juga diangkat dari Webtoon.  Saya sudah nonton Cheese in The Trap, dan saya nggak begitu suka meskipun drama ini tetep agak beda dengan K-Drama biasanya. Flat.

 

Dan yang paling daebak dari drama ini, nggak pernah ada keajaiban yang tiba-tiba muncul gitu aja.  Terkadang posisi kita ada di bawah, terkadang posisi kita ada di atas.  Momen-momen mengharukan dan lucu yang dialami setiap anggota tim mengingatkan kita bahwa hidup itu sesungguhnya pertarungan antara kita dengan dunia.  Kantor adalah bentuk kecil dari pertarungan tersebut.  Bahkan di saat terpuruk, ada baiknya kita melihat dari perspektif lain.

Satu quote favorit saya yang sepertinya Jang Geu Rae kutip dari puisi favorit saya, “The Road Not Taken” oleh Robert Frost:

A road opens as you tread along. A road that doesn’t open isn’t a road.

Roads are open to everyone. But not everyone can have the roads.

(Jang Geu Rae – Misaeng)

Tags: ,
Share:

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *