in Books

[REVIEW] The Book of Mirrors, Ketika Ingatan Mudah Dipalsukan

at
review-book-mirrors-ingatan-dipalsukan
The Book of Mirrors Book Cover The Book of Mirrors
E.O Chirovici
Suspense, Mystery, Detective
PT Gramedia Pustaka Utama
Juli 2017
Paperback
321 halaman

Pembunuhan keji
Puluhan tahun telah berlalu sejak Profesor Wieder ditemukan mati di rumahnya yang mewah.

Misteri yang terkubur
Sebuah naskah memoar ditemukan, mengungkapkan identitas tiga orang yang berada di rumah itu pada malam kejadian.
Ketiganya ingat benar apa yang terjadi. Tapi ada satu orang yang berdusta…

Seberapa akurat ingatan kita sesungguhnya? Itulah kesan pertama yang saya baca ketika membaca beberapa halaman di awal.  Kutipan Richard Kadrey, dari Kill the Dead mewakili bagian awal isi dari novel The Book of Mirrors:

“Kenangan bagaikan peluru.  Sebagian melesat lewat dan membuatmu ketakutan.  Yang lainnya melukaimu dan meninggalkanmu hancur berkeping-keping.”

Ketika berbicara tentang ingatan, saya ingat suatu metode yang digunakan oleh Dr Reid di Criminal Minds. Saya lupa apa nama tekniknya, inti dari teknik itu sendiri adalah untuk menggali ingatan dari saksi mengenai suatu hal.  Memori itu sesungguhnya entitas yang kacau dan berbentuk seperti kabut (menurut saya), karena begitu sulit untuk membedakan hal yang nyata dan yang dikarang oleh pikiran saat berusaha mengingat sesuatu.

Itu juga sebetulnya yang diungkapkan di novel ini.  Jujur aja, sejak awal karena sifatnya yang slow-pace dan kebanyakan narasi dari point of view setiap tokoh utama (di setiap bagian kisah), bikin saya terkantuk-kantuk dan butuh beberapa hari agar bisa selesai baca.  Konklusi: membosankan.  Berhubung saya tipe orang yang suka dengan cerita detektif yang melibatkan action, rada sulit ngikutin awal mula cerita ini.

Namun, kelebihan buku ini adalah sisi pengisahannya yang lebih terasa nyata dibanding Sherlock Holmes, Meitantei Conan, Hercule Poirot, dan sebangsanya.  Jika disuruh memilih, tentu saya lebih suka membaca buku dengan munculnya detektif sebagai hero, tapi novel karangan E.O Chirovici ini diungkapkan dengan cara yang berbeda.

Bedanya apa?

Tidak ada detektif-detektifan di sini, meski isi dari novel ini adalah menggali kembali kebenaran dari peristiwa pembunuhan terhadap seorang profesor bidang psikologi yang sempat menjadi ikon nasional. Pembunuhan ini segera terlupakan, dan jejak pembunuh aslinya belum terungkap.

Sebuah naskah yang dikirim pada Peter Katz, seorang agen naskah yang membuatnya menyelidiki akar dari kasus pembunuhan, 27 tahun kemudian.  Richard Flynn membuat sebuah naskah berisi catatan ingatannya terkait dengan asal muasal pembunuhan tersebut.  Ujung naskah itu menggantung, namun Richard menawarkan diri untuk memberikan naskah lengkap jika Peter tertarik.  Peter kemudian menghubungi John Keller, teman lama yang berprofesi sebagai wartawan untuk menelusuri kebenaran dari kisah pembunuhan tersebut.

John bertemu dengan banyak saksi yang terkait, salah satunya adalah Laura Baines, yang merubah namanya menjadi Laura Westlake.  Dia adalah satu-satunya saksi kunci yang enggan membuka mulut mengenai peristiwa itu, membuat John frustasi.

via irishexaminer.com

Tak banyak keterangan pula yang didapatkannya dari Derek Simmons, orang yang pertama kali menemukan Prof Weider tergeletak berdarah.  Derek, pekerja serabutan yang bekerja untuk profesor, sempat menjadi tersangka, sebelum akhirnya dibebaskan karena tak cukup bukti serta riwayatnya dulu sebagai orang yang pernah menderita gangguan kejiwaan. Keterangan Derek bertabrakan dengan keterangan Laura, sehingga John menemui jalan buntu.

Kemudian John bertemu dengan Roy Freeman, mantan polisi penderita alzheimer awal yang sempat terlibat dalam kasus pembunuhan Prof Weider. Diketahui bahwa pada saat itu, Laura memiliki kemungkinan mencuri naskah milik Prof Weider terkait penelitian rahasia yang pernah dijalankan.  Asumsi ini yang membawanya menemui Sarah Harper, teman satu kontrakan Laura semasa kuliah dulu.  Dari Sarah, didapatkan keterangan bahwa Laura adalah wanita licik yang tidak segan-segan memperhitungkan siasat tertentu untuk mendapatkan apa yang diinginkan.  John tidak lagi bisa meneruskan penyelidikan setelah Laura memblok komunikasi, dan Sam, pacar John memutuskan untuk menikahi orang lain.

Hanya Roy Freeman yang masih penasaran dengan identitas asli pembunuh Prof Weider.  Hal yang cukup mengejutkan, sang pembunuh dengan santai mengaku setelah berbagai usaha yang dilakukan untuk mendapatkan keterangan! Namun, keterangan si pembunuh justru berhasil dipatahkan, karena masih ada satu keping puzzle lagi yang belum diletakkan di tempatnya semula.

Sebetulnya, bisa dibilang terdapat plot twist di naskah ini, meski peletakan plot twist tidak secara gamblang, sifatnya jauh lebih halus.  Keseluruhan isi buku ini menjadi jauh lebih menarik setelah saya membaca plot twist itu.  Karena sesungguhnya, disitulah terungkap mengenai ingatan yang sesungguhnya mempermainkan otak manusia.  Seperti yang diungkapkan oleh sang penulis:

“Aku bercerita pada ibu dan kakakku tentang pemakaman pemain football lokal, yang mati muda dalam kecelakaan mobil.  Aku bahkan ingat peti matinya terbuka, dan ada bola football yang diletakkan di dada orang itu.  Mereka bilang detail itu benar, tapi mungkin aku mendengarnya dari mereka atau dari ayahku, setelah mereka menghadiri pemakaman bersama.  “Tapi kau tidak ikut dengan kami,”  ibuku menambahkan.”

Kemampuan otak manusia dalam memanipulasi ingatan itu sungguh luar biasa.  Setelah baca artikel ini, saya jadi tahu bahwa persepsi waktu bisa memudarkan berbagai peristiwa yang pernah kita alami.  Bisa jadi, kita memang pernah tahu tentang satu hal, tapi kita tahu bukan karena kitalah yang mengalami, melainkan mendengar cerita dari orang lain. Sehingga secara langsung atau tidak langsung, kita menciptakan ilusi yang kemudian kita percaya sebagai memori, padahal bisa jadi itu adalah memori palsu.

Penulis sendiri sebetulnya sudah menjabarkan, buku ini bukanlah buku “whodunit“, melainkan “whydunit.”  Kita tdak diajak untuk mengungkap siapa pembunuhnya, melainkan menyelami alasan mengapa pembunuh melakukannya.  Karena di akhir kisah, bahkan Roy Freeman sendiri memutuskan untuk tidak lagi mengusik kasus lama; toh apa yang bisa dilakukan jika semua sudah berakhir terlalu lama? Seperti yang diungkapkan di akhir halaman:

” Seorang penulis Prancis pernah berkata, mengingat peristiwa masa lalu bukan berarti mengingat kejadian itu apa adanya. Kurasa dia benar.” – Peter Katz

Share:

Azzahra R Kamila

The Book of Mirrors Book Cover The Book of Mirrors
E.O Chirovici
Suspense, Mystery, Detective
PT Gramedia Pustaka Utama
Juli 2017
Paperback
321 halaman

Pembunuhan keji
Puluhan tahun telah berlalu sejak Profesor Wieder ditemukan mati di rumahnya yang mewah.

Misteri yang terkubur
Sebuah naskah memoar ditemukan, mengungkapkan identitas tiga orang yang berada di rumah itu pada malam kejadian.
Ketiganya ingat benar apa yang terjadi. Tapi ada satu orang yang berdusta…

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    5 Comments

    1. Dian Restu Agustina

      Mbak reviewnya keren banget..wah, mupeng baca bukunya ..
      Saya tertarik dengan pernyataan bahwa mengingat peristiwa masa lalu bukan berarti mengingat kejadian itu apa adanya…pas! Karena kadang kita tak bisa membedakan memori itu fakta ata reka-reka..:)

      14 . Oct . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Sama sama, makasih Mbak udah mampir, hehe 🙂

        14 . Oct . 2017
    2. ayahblogger

      ulasan buku yang menarik, memahami kisah dibalik sebuat pembunuhan

      14 . Oct . 2017
    3. dilla

      masuk ke post ini karena salah fokus sama flatlay-nya yang cantik banget :’)

      15 . Oct . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Makasih yaa, ini juga baru belajar flatlay ala ala 😀

        15 . Oct . 2017

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *