in Beautilogy, Beauty

Rekomendasi Serum Vitamin C Untuk Kulit Selain L-Ascorbic Acid (Part 2)

at
rekomendasi-serum-ascorbic-acid

Sebelum membaca postingan selanjutnya, ada baiknya membaca postingan ini terlebih dulu (klik judulnya!)

Jenis-Jenis Vitamin C Serum Terbaik (Part 1)

Nah, di postingan sebelumnya saya sudah membahas apa itu LAA atau dikenal juga dengan nama l-ascorbic acid atau ascorbic acid.  Kesimpulan dari postingan sebelumnya bisa dirangkum menjadi seperti ini:

L-ascorbic acid baru stabil ketika memiliki konsentrasi tinggi (di atas 5%) dengan pH kurang dari 3,5.  Meski memiliki banyak manfaat, namun bagi sebagian orang, formula ini bisa menyebabkan iritasi. 

Hingga saat ini, para ilmuwan masih melakukan penelitian terkait pembentukan  vitamin C dari sintesis ester (vitamin C buatan) menjadi beberapa bentuk formula yang lebih stabil dan tidak menimbulkan iritasi kulit.  Namun, tentunya kita sebagai orang awam akan bertanya-tanya seperti ini:

  1. Apakah fungsinya lebih efektif dibandingkan dengan LAA itu sendiri?
  2. Bagaimana sifatnya, water-soluble atau oil-soluble? Water-soluble apa sih?  Kalau oil-soluble?
  3. Apakah bisa lebih tahan lama dibanding dengan l-ascorbic acid yang cepat menguning? Perlukah disimpan di kulkas?

Sampai sejauh ini, derivatif vitamin C terdapat hingga 7-8 delapan formula.  Agar bisa menjadi formula yang bersifat aktif, maka ascorbic acid dan derivatifnya harus dirubah menjadi ascorbic acid yang mampu melakukan penetrasi ke kulit.

Asesmen atau penilaian terhadap vitamin C dan derivatifnya sudah terdapat dalam jurnal ini, “Stability, transdermal penetration and cutaneous effects of ascorbic acid and its derivatives” yang dipublikasikan di Journal of Cosmetic Dermatology, 2012. Sayangnya, keterbatasan jurnal yang bisa dipublikasi oleh umum membuat saya tidak bisa membaca lebih lanjut, sehingga membutuhkan sumber bacaan lain.  Saya sendiri menggunakan Truth in Aging dan Beauty Brains,dan beberapa blog dengan sumber terpercaya lainnya, sebagai sumber artikel ini.

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, akan saya bagi daftar isi ke dalam beberapa bagian (langsung klik aja salah satu daftar isi kalau males baca semua!), yaitu:

Derivatif Serum Vitamin C

Jika kita selama ini hanya mengenal LAA, derivatifnya itu ada cukup banyak, ya.  Contohnya apa, sih?

  1. Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP)
  2. Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP)
  3. Ascorbyl Palmitate (AA-PAL)
  4. Ascorbyl Tetra-Isopalmitate / Ascorbyl Tetra-Isopalmitoyl (ATI) / Tetrahexydecyl Ascorbate (TA)
  5. Ascorbyl Glucoside (AA-2G)
  6. Ascorbyl 2-Phosphate 6-Palmitate (APPS)
  7. 3-O-Ethyl Ascorbate (EAC)

Pusing ya, dengar nama-nama kimiawi begini, haha.  Mana nih kira-kira yang bagus, alternatif dari LAA?

Sampai saat ini, yang cukup banyak beredar di pasar ada 4 formula, yaitu SAP, MAP,  AA-PAL, dan ATI. Agar bisa tahu lebih lanjut, maka akan saya kupas satu persatu!

Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP)

Apakah ini stabil? 

Ya, SAP stabil di pH 6-7 [1]. Cari yang konsentrasinya mulai dari 1-20%.  Sifatnya yang jauh lebih stabil dari LAA, membuat SAP sama-sama efektif ketika konsentrasi kurang dari 5%.  SAP itu paling stabil dan tidak mudah teroksidasi, which means kalau kamu beli serum dengan kandungan SAP, nggak perlu takut lagi bakal gampang menguning.

Water soluble or fat/oil soluble? 

Termasuk ke dalam water-soluble.  Ini artinya apa? Serum yang sifatnya water-soluble jauh lebih ringan dan mudah penetrasi ke kulit. Namun, kekurangannya adalah tidak bisa menangkal radikal bebas dengan cukup baik, dan baru bisa bekerja dengan baik ketika formula tersebut tetap dalam kondisi anhidrat, atau kondisi ketika tidak terdapat molekul air.  Jadi jika kamu memakai waterbased skincare, sebaiknya pakai setelah selesai mengaplikasikan serum vitamin C. 

Apakah SAP bisa dikonversi menjadi ascorbic acid? 

Sejauh ini, belum ada data yang menunjukkan bahwa SAP bisa dirubah kandungannya menjadi ascorbic acid, dalam arti penelitian ini memakai objek manusia.  Setahu saya penelitian yang pakai tikus ada… dan berhasil 🙂

Apakah bisa melindungi terhadap sinar UV?

Penelitian  menunjukkan hasil terkait keefektifan SAP dalam hal memperlambat efek dari photodamage (kulit yang terkena radiasi sinar UV).  Penelitian ini dilakukan dengan menguji coba  penetrasi ex-vivo (penelitian di luar tubuh objek) pada epidermis telinga babi [2] [3].

Apakah bisa menambah sintesis kolagen? 

Ya, tes in vitro (penelitian di dalam tubuh objek) telah membuktikan, namun sejauh ini masih kurang efektif dibandingkan dengan MAP [4].  Ini artinya apa?

Kolagen sendiri memiliki manfaat untuk membuat kulit terasa kenyal dan elastis.  Proses kehilangan ini disebut sebaga elastosis, contohnya adalah muncul keriput dan mulai kendur. Jika tujuanmu adalah ingin mencari serum yang berfungsi sebagai antiaging, SAP bukan formula yang cocok untukmu.

Apakah bisa membantu melawan jerawat? 

Sudah terbukti bahwa 1% dari SAP memiliki efek antimikroba yang bisa membunuh penyebab acne vulgaris.  Acne vulgaris sendiri merupakan erupsi komedo, dimana gejalanya bisa berupa blackhead, whitehead, hingga pimple atau timbul nanah sebagai hasil dari infeksi atau reaksi peradangan [5].

Bikin iritasi nggak, sih?  Apa kulit sensitif bisa pakai ini? 

Ada tiga penelitian yang membuktikan bahwa selain keefektifan SAP melebihi benzoyl peroxide, retinoid, dan antibiotik lainnya.  Tanpa efek samping.  Jadi bagi kamu yang ingin mencoba produk tanpa menimbulkan iritasi, SAP bisa dicoba [6].

Bagaimana urutan pemakaian skincare-nya kalau mau menambahkan serum vitamin C dengan formula SAP? 

  1. Oil cleanser/micellar water
  2. pH balanced cleanser
  3. Low pH toner/serum (pH adjusting toner) (tunggu 10 menit)
  4. BHA (tunggu 30 menit)
  5. AHA (tunggu 30 menit)
  6. Vitamin C (SAP)
  7. First serum, toner, serum, sheet mask, essence, ampoule, moisturizer
  8. Occlusive (acne spot treatment, eye serum/cream, sleep mask, etc.)

Kesimpulan: bisa membantu melawan jerawat, tidak bikin iritasi, membantu mencegah sinar UV melakukan penetrasi ke kulit, tapi kurang cocok bagi yang membutuhkan perawatan antiaging. 

Produk serum vitamin C yang mengandung SAP:

Foxbrim Vitamin C Lotion (5% SAP)

Instanatural Vitamin C Serum (20% SAP)

Mad Hippie Vitamin C Serum (10% SAP)

Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP)

Apakah ini stabil? 

Ya, MAP stabil di pH 6-7 [7]. Cari yang konsentrasinya mulai dari 1-10%.

Water soluble or fat/oil soluble? 

Termasuk ke dalam water-soluble.  Ini artinya apa? Serum yang sifatnya water-soluble jauh lebih ringan dan mudah penetrasi ke kulit. Namun, kekurangannya adalah tidak bisa menangkal radikal bebas dengan cukup baik, dan baru bisa bekerja dengan baik ketika formula tersebut tetap dalam kondisi anhidrat, atau kondisi ketika tidak terdapat molekul air.  Jadi jika kamu memakai waterbased skincare, sebaiknya pakai setelah selesai mengaplikasikan serum vitamin C. 

Apakah MAP bisa dikonversi menjadi ascorbic acid? 

Penelitian pada tahun 2008 membuktikan bahwa ketika MAP disimpan di dalam ruangan gelap selama 365 hari, dengan tingkat stabilitas 60-75%, MAP bisa dikonversi menjadi AA [8].

Apakah bisa melindungi terhadap sinar UV?

Sejauh ini belum ada data yang menunjukkan bahwa MAP bisa membantu terhadap perlindungan sinar UV, dan penangkal radikal bebas yang jauh lebih baik dari ATI. Namun MAP digunakan untuk produk pemutih kulit karena bisa menambah produksi melanin [9].

Apakah bisa menambah sintesis kolagen? 

Ya, karena MAP bisa dikonversi menjadi ascorbic acid, maka MAP bisa membantu memproduksi kolagen.  Namun MAP tidak bisa menggantikan posisi ascorbic acid yang asli [10].

Apakah bisa membantu melawan jerawat? 

MAP dinyatakan memiliki khasiat untuk melawan jerawat, tetapi tidak seampuh SAP.  Maka MAP hanya bisa menjadi formula tambahan ketika kamu ingin membasmi jerawat berlebih [11][12].

Bikin iritasi nggak, sih?  Apa kulit sensitif bisa pakai ini? 

Tidak ada efek samping, sehingga bisa digunakan oleh pemilik kulit sensitif [13].

Bagaimana urutan pemakaian skincare-nya kalau mau menambahkan serum vitamin C dengan formula MAP? 

  1. Oil cleanser/micellar water
  2. pH balanced cleanser
  3. Low pH toner/serum (pH adjusting toner) (tunggu 10 menit)
  4. BHA (tunggu 30 menit)
  5. AHA (tunggu 30 menit)
  6. Vitamin C (MAP)
  7. First serum, toner, serum, sheet mask, essence, ampoule, moisturizer
  8. Occlusive (acne spot treatment, eye serum/cream, sleep mask, etc.)

Kesimpulan: MAP stabil di pH 7, dengan konsentrasi 1-10%. Cocok digunakan jika ingin memutihkan kulit, sebagai antiaging, dan penangkal radikal bebas yang jauh lebih baik dari ATI. Kurang cocok jika masalahmu adalah jerawat, karena sifatnya yang hanya sebagai pelengkap saja. Pemilik kulit sensitif disarankan memakai ini.

Produk serum vitamin C yang mengandung MAP:

The Ordinary Magnesium Ascorbyl Phosphate (10% MAP)

Baby Face MAP Vitamin C Serum (15% MAP)

Dermalogica MAP-15 Generator (15% MAP)

Ascorbyl Tetra-Isopalmitate (ATI)

Apakah ini stabil? 

Ya, ATI stabil di pH kurang dari 5 [7]. Cari yang konsentrasinya mulai 3%. Nama lainnya adalah tetrahexyldecyl ascorbate (nama yang digunakan untuk marketing). Tujuannya adalah untuk membedakan dengan ascorbyl palmitate. 

Water soluble or fat/oil soluble? 

Termasuk ke dalam fat-soluble. Ini artinya apa? Serum yang sifatnya fat-soluble bisa melakukan penetrasi ke kulit jauh lebih cepat dibandingkan dengan formula atau derivatif lain dari vitamin C maupun ascorbic acid. 

Kulit kita sendiri sesungguhnya memiliki lapisan proteksi lipid (minyak) yang membuat klit kita terasa lembap dan mencegah kotoran dan bakteri menempel.  Jika dibandingkan dengan formula water-soluble, maka diperlukan kondisi anhidrat agar bisa penetrasi ke kulit dengan baik.  Itulah alasannya mengapa vitamin C itu sebaiknya yang bersifat fat-soluble [14].

Apakah ATI bisa dikonversi menjadi ascorbic acid? 

Ya, bisa [7].

Apakah bisa melindungi terhadap sinar UV? 

Di penelitian tahun 2005, terdapat tes in vitro, dimana terbukti bahwa ATI/ATIP memiliki kemampuan untuk melindungi dari sinar UV.  Namun tidak seefektif AA maupun MAP [15].

Apakah bisa menambah sintesis kolagen? 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Tsujimoto (2006), diketahui bahwa ATI bisa mereduksi pembentukan kerutan ketika nanosphere (teknologi nano) dalam bentuk derivatif vitamin C diaplikasikan ke kulit sebelum diujicobakan dengan sinar UV.  Ini artinya, ATI memiliki fungsi sebagai antiaging, sehingga bisa menambah produksi kolagen [16].

Apakah bisa membantu melawan jerawat? 

ATI memiliki unsur yang bisa merawat inflamasi akibat jerawat, namun sejauh ini belum ada penelitian yang meyakinkan bahwa ATI cukup manjur melawan jerawat [17].

Bikin iritasi nggak, sih?  Apa kulit sensitif bisa pakai ini? 

Sayangnya, ATI ternyata tidak cocok bagi pemilik kulit sensitif. Penelitian menunjukkan bahwa ATI bisa menyebabkan allergic contact dermatitis [18] [19].

Bagaimana urutan pemakaian skincare-nya kalau mau menambahkan serum vitamin C dengan formula ATI? 

  1. Oil cleanser/micellar water
  2. pH balanced cleanser
  3. Low pH toner/serum (pH adjusting toner) (tunggu 10 menit)
  4. BHA (tunggu 30 menit)
  5. AHA (tunggu 30 menit)
  6. Vitamin C (ATI)
  7. First serum, toner, serum, sheet mask, essence, ampoule, moisturizer
  8. Occlusive (acne spot treatment, eye serum/cream, sleep mask, etc.)

Kesimpulan: ATI stabil jika pH kurang dari 5, dimulai dari konsentrasi 3%. Diketahui bisa membantu mencegah penetrasi sinar UV, namun tidak seefektif AA dan MAP. Mampu memproduksi kolagen, namun tidak cukup ampuh melawan jerawat. Untuk beberapa orang tertentu, ATI tidak disarankan karena memiliki efek samping.

Produk serum vitamin C yang mengandung ATI:

SUNDAY RILEY C.E.O. Rapid Flash Brightening Serum (15% ATI)

The Ordinary Ascorbyl Tetra Isopalmitate Solution 20% in Vitamin F (20% ATI)

 Paula’s Choice Resist Antioxidant Concentrate Serum (?)

Ascorbyl Palmitate

Apakah ini stabil? 

AP bekerja dengan baik ketika memiliki pH lebih rendah dari 3,5, dengan sistem anhidrat.  Dapat bekerja dengan baik ketika konsentrasinya mencapai 1-2% [7].

Water soluble or fat/oil soluble? 

Termasuk ke dalam fat-soluble. Ini artinya apa? Serum yang sifatnya fat-soluble bisa melakukan penetrasi ke kulit jauh lebih cepat dibandingkan dengan formula atau derivatif lain dari vitamin C maupun ascorbic acid. 

Apakah AP bisa dikonversi menjadi ascorbic acid? 

AP sendiri sebetulnya memiliki kemiripan dengan AA, namun jauh lebih stabil. Namun sejauh ini belum ada data yang menunjukkan bahwa AP bisa dikonversi menjadi AA secara murni (AP sebetulnya merupakan AA yang diformulasikan bersamaan dengan palmitic acid). Sehingga AP sebetulnya non-acidic. 

Apakah bisa melindungi terhadap sinar UV? 

AP bisa melindungi terhadap sinar UV baru terjadi secara tes in vivo pada hewan. Namun AP menunjukkan reaksi yang berkebalikan dengan AA.  AA sendiri sudah terbukti bisa mencegah kulit terbakar sinar matahari, memperlambat pertumbuhan tumor kulit, dan mengurangi efek kerut akibat sinar UVB.

Namun ascorbic acid-6 palmitate atau AP ternyata justru bereaksi terhadap sinar UVB. Meski hanya sedikit penelitian yang mendukung terhadap hal ini,  jika kamu menggunakan produk yang mengandung ascorbyl palmitate, disarankan agar kamu tidak berpanas-panasan di bawah sinar matahari. Sebaiknya kamu tambahkan lagi dengan pemakaian sunscreen secara berkala jika memang terpaksa keluar rumah.   AP dikhawatirkan bisa menjadi racun bagi kulit [20].

Apakah bisa menambah sintesis kolagen? 

Ya, namun hanya tes in vitro saja.

Apakah bisa membantu melawan jerawat? 

Terkait dengan penelitian sebelumnya, meski AP sempat diyakini sebagai antioksidan dan antiinflamasi, ternyata malah terbukti bisa meningkatkan inflamasi [21] [22]. Sehingga diragukan bahwa AP bisa membantu melawan jerawat.

Bikin iritasi nggak, sih?  Apa kulit sensitif bisa pakai ini? 

Ketika dites pada 26 laki-laki dan perempuan, tidak ada tanda-tanda bahwa AP menyebabkan kulit iritasi.

Bagaimana urutan pemakaian skincare-nya kalau mau menambahkan serum vitamin C dengan formula AP? 

  1. Oil cleanser/micellar water
  2. pH balanced cleanser
  3. Low pH toner/serum (pH adjusting toner) (tunggu 10 menit)
  4. Vitamin C (AP)
  5. BHA (tunggu 30 menit)
  6. AHA (tunggu 30 menit)
  7. First serum, toner, serum, sheet mask, essence, ampoule, moisturizer
  8. Occlusive (acne spot treatment, eye serum/cream, sleep mask, etc.)

Kesimpulan: AP lebih stabil dari AA, namun baru bisa disebut stabil jika dalam kondisi pH di bawah 3,5 dan dalam sistem anhidrat. Meski sudah diketahui bahwa tidak menimbulkan iritasi kulit, ternyata skincare yang mengandung AP dapat memicu timbulnya tumor atau kanker kulit.  Sehingga jika ingin menggunakan AP, disarankan tidak keluar rumah lebih dari 12 jam dan tidak berdekatan dengan jendela. 

Produk serum vitamin C yang mengandung AP:

Peter Thomas Roth Retinol Fusion PM (?)

Konklusi (Dalam Bentuk Tabel)

Jenis-Jenis Vitamin CTingkat KestabilanWater/Oil SolubleKonversi ke AA?Perlindungan Sinar UV?Memproduksi Kolagen?Melawan Jerawat?Bikin Iritasi?Urutan Pemakaian SkincareBrand Serum Vitamin C
AA (Ascorbic Acid)pH kurang dari 3.5, konsentrasi 5-20%Water soluble (ada kondisi tertentu agar bisa penetrasi ke kulit dengan baik)-Sangat baikYaYaTidak cocok untuk kulit sensitifSetelah cleanser/pH adjusting tonerDear Klairs Freshly Juiced Vitamin Drop (5% AA); sangat disarankan masuk kulkas

TIAM My Signature C Source (20% AA)
Clinique Fresh Pressed Daily Booster with Pure Vitamin C (10% AA)



Pure Vitamin C21.5 Advanced Serum (21.5% AA)

The Ordinary Vitamin C Suspension 23%
+ HA Spheres 2% (23% AA)

The Ordinary Vitamin C Suspension 30% in Silicone (30% AA)
SAP (Sodium Ascorbyl Phosphate)pH 7, konsentrasi 20%Water soluble (ada kondisi tertentu agar bisa penetrasi ke kulit dengan baik)-Sangat baikYaYaCocok untuk kulit sensitifSetelah AHAFoxbrim Vitamin C Lotion (5% SAP)

Instanatural Vitamin C Serum (20% SAP)

Mad Hippie Vitamin C Serum (10% SAP)
MAP (Magnesium Ascorbyl Phosphate)pH 7, konsentrasi 10%Water soluble (ada kondisi tertentu agar bisa penetrasi ke kulit dengan baik)YaKurang dari AA, namun jauh lebih baik dari ATIYa, kurang dari AAHanya menjadi pelengkap, sebaiknya ditambah produk lainCocok untuk kulit sensitifSetelah AHAThe Ordinary Magnesium Ascorbyl Phosphate (10% MAP)

Baby Face MAP Vitamin C Serum (15% MAP)

Dermalogica MAP-15 Generator (15% MAP)
ATI (Ascorbyl Tetraisopalmitate / Tetrahexyldecyl Ascorbate)pH kurang dari 5, konsentrasi 3%Oil soluble (mudah penetrasi ke kulit)YaKurang dari MAPYaHanya menjadi pelengkap, sebaiknya ditambah produk lainTidak cocok untuk kulit sensitifSetelah AHASUNDAY RILEY C.E.O. Rapid Flash Brightening Serum (15% ATI)

The Ordinary Ascorbyl Tetra Isopalmitate Solution 20% in Vitamin F (20% ATI)

 Paula’s Choice Resist Antioxidant Concentrate Serum (?)
AP (Ascorbyl Palmitate)pH kurang dari 3.5, konsentrasi 1-2%Oil soluble (mudah penetrasi ke kulit)-Terdapat silang pendapat terkait AP yang dapat menjadi pemicu kanker kulitYa-Cocok untuk kulit sensitifSetelah cleanser/pH adjusting tonerPeter Thomas Roth Retinol Fusion PM (1,5% AP)
Share:

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *