June 8, 2017 Azzahra R Kamila 6Comment

Sejak mengenalkan face oil ke rutinitas skincare beberapa bulan lalu, saya jadi jatuh cinta.  Nggak pada pandangan pertama juga, sih, hehe, tapi pada performansi yang dilakukan oleh rosehip oil (bisa lihat review di sini).  Sejauh ini saya suka banget mencampurkan moisturizer dengan face oil.

Sebetulnya perkenalan saya dengan carrier oil dan essential oil sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu.  Tapi baru kali ini introducing ke perawatan wajah.  Dulu karena saya melakukan metode no poo shampoo, maka bahan utama yang saya pakai untuk mencuci rambut juga sebagai masker kulit kepala adalah carrier oil dan essential oil.

Loh, emangnya bisa?

Bisa-bisa aja dong ^^, bakal saya bahas metode no poo shampoo ini di posting berikutnya!

Penggunaan Face Oil

Nah, permulaan saya memakai rosehip oil ini karena saya punya cystic acne yang muncul karena masalah hormon yang nggak mau sembuh-sembuh.  Memang butuh waktu agak lama untuk menyembuhkan ini, tapi saya tawakal aja ^^; sekaligus mencoba mengonsumsi suplemen Blackmores Evening Primose Oil.  Menurut review dari The Acid Queen Blog, meski belum ada penjelasan secara ilmiah, rupanya konsumsi suplemen evening primerose oil ditambah pemakaian face oil yang tepat bisa menyembuhkan masalah jerawat juga eczema. Apakah berhasil saya terapkan?  Bakal di-review di posting selanjutnya ^^(berarti utang saya 2 review, kekeke~)

Beberapa minggu lalu, ada beberapa orang yang bertanya soal face oil di Instagram.  Ini membuat saya tergelitik untuk membuat artikel tentang face oil.  Sebetulnya sudah cukup lama face oil digunakan di luar negeri, tapi karena OL shop di Indonesia baru-baru ini berkembang,  baru-baru ini juga booming di Indonesia.  Kini makin gampang buat kita membeli produk semacam carrier oil dan essential oil.

Penggunaan Face Oil

Sebagai yang awam, saya selalu searching di internet mengenai kegunaannya dan kecocokannya dengan kulit.  Tapi karena terlalu banyak informasi, dan belum tentu juga bisa dipercaya, saya memutuskan untuk membuat rangkuman berdasarkan dua website yang saya jadikan rujukan: The Love Vitamin dan Overthrow Martha.

Saya hobi banget buat daftar ^^, tujuannya adalah untuk memudahkan pencarian juga mempersingkat waktu membaca.  Ini akan dibahas panjang banget, jadi silakan baca sesuai kebutuhan masing-masing. Caranya gampang, tinggal klik link pada daftar isi!

Apa Itu Face Oil?

Penggunaan Face Oil
via intothegloss

 Menurut Paula’s Choice, face oil merupakan oil berasal dari ekstrak tanaman alami yang memiliki wangi khas (fragrance plant derived oil), ekstrak tanaman yang tidak memiliki wangi (non fragrance plant derived oil, dan mineral oil.  Sejauh ini, mineral oil yang paling banyak menerima hujatan ^^; karena sifatnya yang sintetis.  Namun  belum ada kabar bahwa penggunaan mineral oil memiliki efek samping cukup parah.

Face oil sendiri dikenal dengan nama essential oil, tapi sebetulnya face oil bisa terdiri dari campuran carrier oil + essential oil, carrier oil saja, atau essential oil saja.  Semua tergantung dengan kebutuhan kulit.  Penamaan “face oil” sendiri sebetulnya untuk marketing saja, karena faktanya carrier oil dan essential oil tidak hanya dipakai di muka. Bisa juga dipakai di bagian tubuh yang lain.

Apa Itu Rejuvenating Oil?

Penggunaan Face Oil
via shopify

Bagi yang pernah mencoba face oil, biasanya akan mendengar kata rejuvenating oil. Rejuvenating oil adalah oil yang pada dasarnya memiliki sifat meremajakan kulit. Konsistensinya sangat ringan atau bisa jadi agak lama terserap kulit, tergantung sifat oil-nya itu sendiri.  Memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat tinggi, itulah sebabnya kenapa banyak  jenisnya yang digunakan sebagai face oil.

Tidak semua oil termasuk rejuvenating oil.  Rejuvenating oil juga bisa terdiri dari 1 jenis carrier oil atau campuran carrier oil dan essential oil.

Lalu dari mana kita bisa membedakan antara rejuvenating dan yang bukan?

Biasanya, jika produsennya terpercaya, kita bisa melihat langsung keterangan di botol ^^.  Tapi seandainya tidak ada (misal karena ketika dibeli sudah ditakar dalam bentuk lebih sedikit dan tidak ada keterangan, seperti yang banyak dijual di Tokopedia), kita bisa tahu berdasarkan daftar berikut.

FYI, daftar ini berdasarkan hasil searching sendiri, jika ada yang tahu jenis rejuvenating oil lainnya yang belum terdaftar, bisa ditambahkan.

Rejuvenating OilKeterangan
Grape Seed OilMengandung vitamin E, omega 3, omega 6, dan omega 9. Memiliki antioksidan, grape seed oil juga bagus untuk mencegah inflamasi dan menyehatkan kulit serta rambut.
Sunflower Seed OilKaya akan vitamin E, omega 6, omega 9, dan lemak tak jenuh. Baik sebagai antioksidan yang bisa mencegah virus dan bakteri untuk penetrasi ke dalam kulit. Dapat mencegah inflamasi pada kulit.
(Juglans Regia) Walnut Seed OilMengandung vitamin E, linolenic acid, dan omega 3. Cocok untuk pemilik kulit berjerawat. Fungsinya adalah sebagai antiaging, melembabkan, serta menghaluskan kulit.
Carrot Seed Essential OilKaya akan karoten dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan sebagai antioksidan. Baik untuk regenerasi sel kulit, antiaging, dan memudarkan bekas jerawat atau kulit kemerahan.
Evening Primrose Seed OilMengandung GLA (gamma- linolenic acid) sebanyak 7-10% (tergantung brand) yang baik digunakan atau dikonsumsi wanita pada masa PMS. Memiliki omega 6 yang baik untuk jantung dan juga pencegah jerawat. Jika dikonsumsi sebagai suplemen atau diaplikasikan sebagai face oil, bisa mengobat eczema, psoriasis, dan jerawat, termasuk hormonal acne.
Hemp Seed OilKaya akan vitamin E, zinc, fosfor, magnesium, omega 3 dan omega 6. Cocok digunakan bagi pemilik eczema (kulit kemerahan, pembuluh kapiler di hidung atau dagu pecah sehingga kulit kemerahan, serta kulit bersisik). Cocok bagi pemilik kulit kering.
Neroli Essential OilMengandung vitamin C yang bagus untuk pertahanan imun dan mengencangkan kulit. Cocok digunakan bagi orang dewasa pemilik kulit berminyak dan sensitif. Selain bisa meregenerasi kulit, juga bisa digunakan untuk menghilangkan stretch mark, mengecilkan pori-pori, dan mengurangi sebum di wajah.
Jojoba Seed OilKaya akan vitamin A, D, dan E yang baik untuk regenerasi sel-sel kulit . Selain itu mengandung omega 6, omega 9, dan docosanol yang baik untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak, antioksidan, dan mencerahkan kulit kusam. Cocok bagi semua jenis kulit.
Rosehip Seed OilMengandung vitamin A yang baik untuk mengurangi kerut wajah. Vitamin C dan lycopene yang baik untuk regenerasi kulit dan mencegah kulit menua dengan cepat. Bisa dipakai untuk menghilangkan bekas jerawat, flek hitam, mengurangi radang akibat eczema. Cocok bagi semua jenis kulit.
Sesame Seed OilKaya akan vitamin E dan mineral yang bisa mencegah timbulnya jerawat. Cocok bagi pemilik kulit kering.
Argan OilMengandung vitamin A, E, linoleic acid, dan omega 6. Bagus untuk menghaluskan kulit dan mencegah jerawat. Membantu untuk memproduksi sel-sel baru yang bisa membuat kulit dan rambut lebih sehat.
Rose OilKaya akan vitamin A dan eugenol yang baik untuk mengobati jerawat. Selain itu penggunaan rose oil untuk skincare sangat bagus karena bisa membuka pori-pori untuk menyerap bahan-bahan secara maksimal.
Apricot Kernet OilMengandung vitamin E yang bagus untuk nutrisi rambut serta mengurangi problem dengan kulit kepala kering. Bisa juga digunakan untuk mengurangi kehitaman pada kantong mata, menghaluskan kulit, menghilangkan kerutan, serta mengobati jerawat.
Olive OilKaya akan vitamin A, D, E, dan K yang baik sebagai antioksidan, menghaluskan kulit, melawan bakteri penyebab jerawat. Cocok bagi pemilik kulit kering dan normal. Tidak disarankan bagi pemilik kulit kombinasi, berminyak, dan dehidrasi.

Apa Itu Carrier dan Essential Oil?

Penggunaan Face Oil
via bellatory

Carrier oil sering digunakan sebagai konjungsi atau penghubung  dengan essential oil.  Fungsinya adalah untuk “carry” atau membawa serta essential oil meresap untuk menyelesaikan problem kulit.

Carrier oil merupakan hasil ekstrak kacang-kacangan dan biji-bijian yang biasa disebut sebagai vegetable oil.  Ya, fungsinya tidak hanya untuk wajah dan rambut saja, tetapi juga bisa dipakai untuk minyak bahan memasak.  Oil ini diekstrak secara cold pressing.

pemakaian face oil
via newhealthadvisor

Sementara essential oil adalah oil yang memiliki wangi tertentu yang diekstrak dari tumbuhan.  Essential oil memiliki fungsi untuk wajah dan rambut, sehingga bagi yang suka produk natural, biasanya essential oil menjadi bagian hidup sehari-hari.

Essential oil jauh lebih mahal dari carrier oil dan biasanya sulit dicari.  Beberapa tetes saja cukup untuk perawatan wajah, rambut, dan digunakan juga sebagai aromaterapi.  Ada bermacam-macam jenis essential oil yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan kulit [1].

Banyak yang menyarankan carrier oil sebaiknya dicampur dengan essential oil ketika ingin menggunakannya sebagai bagian dari rutinitas skincare.  Alasannya simpel: belum tentu kulit semua orang bisa “bertahan” ketika memakai essential oil saja.  Beberapa orang memiliki kulit sensitif, sehingga dibutuhkan oil tambahan yang tidak akan menyakiti kulit.  Saya sendiri termasuk grup ini, karena saya nggak bisa memakai langsung tea tree essential oil langsung ke kulit.  Kulit saya akan langsung memerah, bersisik, dan terasa sakit saat dipegang.

Penggunaan Carrier Oil Berdasarkan Jenis Kulit

Carrier OilKeterangan
Hemp Seed OilUntuk kulit normal
Coconut OilUntuk kulit normal
Grape Seed OilUntuk kulit normal dan berminyak
Sunflower Seed OilUntuk kulit normal dan berminyak
Sweet Almond OilUntuk kulit normal, kering, sensitif, dan berminyak
Tung OilUntuk kulit berminyak
Apricot Kernel OilUntuk kulit sensitif dan berminyak
Avocado OilUntuk kulit kering dan kulit yang mengalami penuaan
Olive OilUntuk kulit kering
Rosehip OilUntuk kulit kering, dehidrasi, dan kulit yang mengalami penuaan
Jojoba OilUntuk kulit sensitif dan kulit yang mengalami penuaan
Sesame Seed OilUntuk kulit sensitif dan kulit yang mengalami penuaan

List yang dibuat ini sebetulnya masih belum dievaluasi oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat (menurut keterangan Sherri dari Overthrow Martha).  Namun berdasarkan pengalaman dan cerita dari mulut ke mulut, ini adalah daftar carrier oil yang cukup gampang dijumpai  dan bagaimana efeknya di kulit (saya nggak tahu sih di Indonesia gampang didapatkan atau nggak).  Disarankan menggunakan carrier oil sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan di kulit^^

Tingkat Comedogenic pada Carrier Oil

Penggunaan Face Oil
via duogigs

Keterangan lengkap mengenai tingkat comedogenic pada semua  carrier oil bisa disimak di Holistic Health Herbalist.  Namun sebelumnya, apa sih, maksudnya dari tingkatan comedogenic pada carrier oil?

Banyak orang yang suka mencampur berbagai jenis carrier oil.  Sebetulnya sah-sah saja ini dilakukan, tetapi ternyata ada jenis-jenis oil yang sebaiknya dihindari oleh jenis kulit tertentu jika ingin mencampur, khususnya bagi yang memiliki kulit kombinasi dan berminyak.

Kenapa?

Menurut Tracy dari The Love Vitamin, setiap carrier oil memiliki fatty acid atau asam lemak yang berbeda-beda.  Karena itulah, sebelum membeli, sebaiknya lihat dulu kandungan vitamin dan asam lemak pada carrier oilAsam lemak itu ada banyak jenisnya, contohnya oleic acid, linoleic acid, palmitic acid, stearic acid, lauric acid, dan lain-lain.

penggunaan face oil
via bioninja

Lebih gampangnya, coba perhatikan apakah calon carrier oil yang ingin dibeli itu mengandung mono-unsaturated fatty acid (contohnya oleic acid) atau polyunsaturated fatty acid (linoleic acid)? Oleic acid adalah penyebab mengapa sifat carrier oil lebih pekat, sementara linoleic acid menyebabkan oil lebih cair dan mudah meresap (tambahan keterangan dari Rahayu Savitri, thanks a bunch!).

Untuk gampangnya, begini aturan dalam memilih face oil dan oil based cleanser :

  • Carrier oil yang memiliki oleic acid atau carrier oil yang merupakan bagian dari vegetable oil lebih cocok untuk kulit kering karena kulit jadi terasa lebih halus dan menambah kelembaban
  • Carrier oil yang mengandung linoleic acid (termasuk dalam kelasnya omega 6, disebut juga sebagai vitamin F) lebih cocok untuk kulit kombinasi, berminyak, dan acne prone karena dapat mengurangi komedo dan penyumbat pori-pori

Namun kembali lagi ke masing-masing orang, jika memang ternyata menggunakan carrier oil tertentu lebih cocok, nggak masalah memakai untuk seterusnya ^^

Nah, gimana kalau dipakai untuk tubuh?  Untungnya kulit tubuh kita nggak sesensitif kulit wajah, itu sebabnya nggak masalah mencampur berbagai jenis carrier oil [2].  Reaksinya nggak akan heboh banget ^^

Keterangan: 

0 atau tidak ada keterangan = tidak menyumbat pori-pori | 1 = sangat rendah | 2 = rendah | 3 = sedang | 4 = tinggi | 5 = sangat tinggi 

 

Carrier OilTingkat Comedogenic
Almond Oil2
Apricot Kernel Oil2
Argan Oil
Avocado Oil3
Camphor2
Castor Oil1
Cocoa Butter4
Coconut Butter4
Coconut Oil4
Corn Oil3
Cotton Seed Oil3
Evening Primrose Oil2
Grape Seed Oil1
Hazelnut Oil1
Hemp Seed Oil
Jojoba Oil2
Mineral Oil
Mink Oil3
Neem Oil1-2
Olive Oil2
Peanut Oil2
Rosehip Seed Oil1
Safflower Oil
Sandalwood Seed Oil2
Sesame Seed Oil3
Shea Butter0-2
Soybean Oil4-5
Sunflower Seed Oil0-2
Sweet Almond Oil2
Wheat Germ Oil5

Oil Cleansing Method: Pencampuran Carrier dan Essential Oil

Penggunaan Face Oil
via hildablue

 Sebelum memulai pencampuran, alangkah baiknya kamu mengetes jenis kulit.  Kenapa?  Supaya meyakinkan bahwa kebutuhanmu benar-benar sesuai dengan jenis kulit.  Kuis bisa diakses di sini.

Nah, setelah tahu jenis kulit, adakah yang sudah mencoba OCM (oil cleansing method)?

Ini merupakan metode membersihkan wajah menggunakan bahan-bahan alami yaitu carrier oil dan essential oil.  Metode ini diklaim banyak orang sebagai metode ampuh untuk membersihkan kulit dari komedo dan jerawat, mengecilkan pori-pori, membersihkan dari racun dengan detoks kulit, serta mencegah virus dan bakteri penetrasi ke dalam kulit [3].

Saya nggak tahu sih gimana di Indonesia, sejauh ini belum dengar OCM menjadi sesuatu yang hype, macam liquid lipstick yang diproduksi oleh semua brand lokal (atau saya aja ketinggalan info soal OCM, hehe).  Selain karena mahal :’D, metode ini masih banyak simpang siurnya.  Ada juga pihak yang tidak yakin bahwa OCM benar-benar menjadi solusi skincare sejuta umat wanita.

Lalu bagaimana mencampurkan carrier oil dengan carrier oil lagi untuk OCM?

Penggunaan Face Oil
via creativesimplelife

Sherrie berbagi tipsnya dengan menggunakan rasio 1:1.  Namun jika salah satu carrier oil yang dipakai adalah castor oil, maka rasionya adalah 90% oil lain + 10% castor oil untuk kulit kering dan benar-benar kering.  50% oil lain + 50% castol oil untuk jenis kulit lainnya.

Alasannya?

Karena castor oil sangat pekat sehingga campuran oil lainnya harus bersifat lebih cair dan mudah meresap di kulit.

Pencampuran berbagai jenis oil hingga dua, tiga, bahkan empat jenis sampai saat ini diklaim masih aman.  Dalam arti belum ada alasan medis atau artikel ilmiah yang membahas efek samping mencampurkan berbagai jenis oil. Namun jika kamu takut, nggak masalah kok jika ingin menggunakan 1 carrier oil saja dengan 1 essential oil.  Toh harganya agak mahal dan kudu ngimpor :’D, jadi bikin kantong ngirit juga.

Penggunaan Face Oil
via organicshop

Penggunaan ini juga bisa menggunakan rasio 2:1 jika dirasakan efeknya masih belum bagus.  Berdasarkan contohnya Sherrie, misalkan ingin mencampur grape seed oil + coconut oil, digunakan untuk kulit berminyak.  Jika terlalu greasy, maka takaran untuk coconut oil bisa dikurangi menjadi 33-34%, sementara grape seed oil menjadi 66-67%.

 Lalu bagaimana caranya mencampur dengan essential oil?

Setelah mengaduk hasil ramuan carrier oil, kamu bisa menambahkan 4 tetes essential oil untuk kulit kering dan normal.  Lalu 8 tetes untuk kulit kombinasi dan berminyak.  Ini adalah langkah pemula, sehingga bila memerlukan tambahan atau harus dikurangi, itu tergantung dari kebutuhan masing-masing.  Yang pasti, jangan sampai terlalu berlebih, karena essential oil memiliki pengaruh sangat kuat.  Jika melebihi 2% dari jumlah carrier oil, bisa mengakibatkan permasalahan pada kulit ^^; nggak mau kan sampai kayak gini?

 Setelah meratakan oil ke wajah, gunakan handuk yang dicelupkan ke air hangat untuk membersihkan sisa-sisa oil dari muka.  Setelah itu, cuci kembali dengan air dingin hingga rasa greasy di muka hilang.

Saya belum pernah mencoba OCM, jadi saya tidak tahu bagaimana reaksinya untuk pemilik kulit kombinasi atau kombinasi-dehidrasi.  Jadi jika ingin mencoba, silakan bereksperimen dan pengalamannya bisa share ke saya ^^

Cara Memilih Brand Oil yang Bagus

Penggunaan Face Oil
visa usda

Tracy dari The Love Vitamin menyarankan untuk membeli produk yang memang sudah disertifikasi sebagai produk organik.  Tandanya adalah memiliki logo USDA, dimana biasanya dimiliki oleh produk berkualitas terbaik dari luar negeri.

Kenapa?

Karena kebanyakan produk komersial itu biasanya sudah bercampur dengan refined oil atau oil yang sudah diproses sedemikian rupa, sehingga carrier oil dan essential oil yang kamu pakai berkurang persentase vitamin dan mineralnya.

Namun saya sendiri nggak segitunya patuh :P, karena brand luar negeri luar biasa mahalnya.  Kalau tahu ada yang lokal namun berkualitas, kenapa nggak?

Rekomendasi brand yang saya tahu untuk carrier dan essential oil adalah sebagai berikut:

Brand Luar Negeri

Young Living (tidak bersertifikasi, tetapi berdasarkan keterangan di sini, Young Living sudah melampaui batasan yang ditetapkan USDA untuk level kemurnian dll)

NOW Foods (USDA)

Akoma Skincare (USDA)

 Edens Garden (USDA)

Plant Therapy  (USDA)

Aura Cacia (USDA)

Thrive Market (USDA)

Mountain Rose Herbs (USDA)

doTERRA (CPTG; standar yang mereka ciptakan sendiri sehingga diragukan kerorganikannya, namun memiliki reputasi lebih baik dari standar USDA menurut stephanieblue.com)

Hopewell Essential Oils (?, namun masuk daftar terbaik versi wholenewmom.com)

Brand Indonesia

Indoganic

Organic Supply Co.

Eucalie

Svasti

Elementa Co. Essential Oil

Tropical Potion

Utama Spice

The Bath Box

Botanina

VIMALA

 Siapa yang Sebaiknya Memakai Face Oil?

Walaupun segala jenis kulit bisa menggunakan carrier oil, essential oil, bahkan metode OCM, saya lebih merekomendasikan ini untuk:

  • Pemula yang khawatir dengan bahan-bahan skincare komersial.  Carrier oil merupakan bahan alami dan sejauh saya baca, tidak ada laporan efek samping ringan sampai parah dengan menggunakan carrier oil.  Asalkan pemakaian tepat, carrier oil untuk rutinitas skincare baik untuk kebutuhan kulit
  • Pemilik kulit sensitif
  • Pemilik kulit dehidrasi
  • Pemilik kulit yang bermasalah seperti eczema, psoriasis, seborrheic dermatitis
  • Pemilik kulit berjerawat atau sangat gampang berjerawat

Disarankan untuk membeli dalam bentuk botol 30 ml.  Sebetulnya edisi sample 5-10 ml di beberapa e-mall juga ada, tapi karena biasanya sudah dilabel brand sendiri, sulit untuk menentukan apakah kualitasnya baik atau tidak.  Dulu saya beberapa kali beli di Natural Hut untuk edisi sample, buat saya sih cukup oke.

Face oil ukuran 30 ml bisa dipakai dalam jangka waktu 4-6 bulan tergantung intensitas pemakaian. Cukup 3-4 tetes, usapkan ke muka.  Pijat selama 2 menit atau sampai meresap sebelum memakai tahap skincare lainnya.

Bagi yang tertarik untuk mencoba menggunakan face oil namun bingung cara memasukkan ke dalam rutinitas skincare sehari-hari, bisa baca postingan saya tentang skin layeringSkin Care Routine.

Buat yang ingin belanja diskon face oil,di Sociolla ada beberapa brand yang bisa kamu pilih lho!  Indoganic,Trilogy, Mario Badescu, dan Paula’s Choice adalah empat di antaranya yang menjual carrier oil dan essential oil. Kamu bisa nih pakai kode voucher ini untuk dapat diskon:

cara belanja online

Jangan lupa sebelum checkout masukkan kode SBNLAJGN.  Mudah, kan?

6 thoughts on “Perlukah Penggunaan Face Oil Ditambahkan Pada Rutinitas Skincare?

  1. Sebenarnya tingkat comedogenic itu menurut aku erat kaitannya dengan kandungan oleic & linoleic acid. Minyak in general mengandung kedua jenis asam lemak ini tapi kadarnya yang berbeda, oleic (omega 9) dan linoleic (omega 6). Bagi mereka yang punya kulit acne prone biasanya sebum naturalnya memiliki tingkat oleic acid yang sudah tinggi, which makes the sebum thicker & sticky, jadinya congest and clog your pores. Minyak dengan kandungan linoleic acid yang tinggi biasanya juga memiliki tekstur & konsistensi lebih ringan. Sedangkan yang kandungan oleic acid-nya tinggi lebih cocok bagi pemilik kulit kering karena extra occlusive dan bisa menahan kelembaban.

    Contohnya:
    Shea butter 70% oleic acid
    Grapeseed oil 70% linoleic acid

    So I think this is a good rules of thumbs on how to choose your oil sebelum mencoba, baik itu face oil atau memilih oil based cleanser.

    1. Yup, memang ada dua jenis oil, yang versi heavier dan lighter. Ini memang dipengaruhi fatty acids yang terkandung di dalamnya. Yang versi thick atau heavier itu kurang cocok menurutku buat oily skin karena bisa nutupin pori-pori, makanya lebih cocok untuk dry skin. Begitu juga sebaliknya. Jadi emang harus milih milih kalo mau nyoba face oil 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *