The Rose and The Dagger Book Cover The Rose and The Dagger
The Wrath and The Dawn
Renee Ahdieh
Fantasy, Historical, Romance
POP (Imprint KPG)
19 September 2016
Paperback
486

Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Itulah yang awalnya dikira Shahrzad. Ketika berusaha mengungkap rahasia suaminya itu, Shahrzad justru menemukan sosok luar biasa yang dia cintai sepenuh hati. Namun sebuah kutukan yang terus mengancam membuat Shazi dan Khalid harus berpisah.

Kini Khalifa Khorasan berkumpul kembali dengan ayah dan adiknya. Mereka berlindung di perkemahan padang pasir, tempat berkumpulnya pasukan untuk menggulingkan Khalid—pasukan yang dipimpin oleh Tariq, cinta pertama Shahrzad. Terjebak di antara kesetiaan kepada dua kubu yang sama-sama dia sayangi, Shazi diam-diam menyusun rencana untuk menghentikan perang dengan melibatkan sihir yang mengalir dalam darahnya. Dan Shahrzad akan mempertaruhkan apa pun untuk menemukan jalan kembali kepada cinta sejatinya….

Saya seneng banget begitu secara impulsif main ke toko buku, nemu lanjutan dari serial ini.  Sempet ngira bahwa buku ini baru terbit tahun depan, mengingat sekuelnya baru terbit tahun ini di luar negeri.  Rupanya POP sangat tanggap terhadap penggemar serial The Wrath and The Dawn, karena September ternyata udah ada. Judulnya adalah The Rose and The Dagger, lumayan cocok dengan maksud dari cerita buku ini.  Buat yang belum pernah baca yang pertama: tulisan ini mengandung spoiler.  Tanggung sendiri risikonya kalau malah baca ini duluan 

Share:
Animal Farm Book Cover Animal Farm
George Orwell
Literary, Satire
Bentang Pustaka
August 17th 1945
Paperback
140

Suatu malam, Major, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Major mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri.
Tak lama, pemberontakan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas: Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tiran di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepemimpinan tak bisa dibiarkan. Salah satu harus disingkirkan … walau harus dengan kekerasan.
Animal Farm merupakan novel alegori politik yang ditulis Orwell pada masa Perang Dunia II sebagai satire atas totaliterisme Uni Soviet. Dianugerahi Retro Hugo Award untuk novela terbaik (1996) dan Prometheus Hall of Fame Award (2011), Animal Farm menjadi mahakarya Orwell yang melejitkan namanya.

Alasan kenapa saya mendadak jadi suka sama sastra:

  1. Naskah saya ditolak oleh sayembara DKJ.  Walaupun udah tahu bahwa itu belum layak disebut sastra, rasanya kesel aja karena saya belum bisa menulis dengan standar selevel itu
  2. Entah kenapa penerbit sekarang lagi gencar-gencarnya memperkenalkan sastra dunia, terutama karya-karya terkenal.  Saya sampai bingung mau beli yang mana saking pengen baca semua

Animal Farm adalah salah satu pilihan saya, karena cukup tipis dan sepertinya menarik.  Saya agak menyayangkan aja bagian blurb yang terang-terangan menjelaskan bahwa ini merupakan alegori politik; pembaca itu nggak bodoh, sih, jadi nggak perlu diberitahu kalau ini merupakan satire atas totalitarianisme Uni Soviet zaman dulu.  Tapi yah, sudahlah ya, mungkin kalo cuma baca judul orang ngga ngeh juga ini tentang apa.

Share:
1353637383941