review-misaeng-incomplete

Berawal dari bosen banget -> nggak ada yang bisa ditonton -> Descendants of The Sun tamat dengan ending gak rame, setelah lihat iklan di Channel M atau tvN, akhirnya nonton juga drama ini.  Misaeng diangkat dari Webtoon yang sempat booming tahun 2012. Awal mula tertarik karena iklan tersebut menjanjikan bahwa drama ini nggak kayak drama lain yang formulanya selalu 4 orang, saling suka satu sama lain, dan ujung-ujungnya mellow-mellow nggak jelas.  Maafin saya wahai penggemar K-Drama :’) tapi alasan kenapa saya lebih banyak nonton J-Drama itu karena formulanya bervariasi, sekalipun romance nggak melulu bikin bosen.

Share:
The Wrath and The Dawn Book Cover The Wrath and The Dawn
The Wrath and The Dawn #1
Renee Ahdieh
Fantasy, Historical, Romance
POP (Imprint KPG)
25 April 2016
Paperback
447

Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Dia menikahi perempuan muda setiap malam dan menjerat pengantin barunya dengan tali sutra saat fajar tiba. Ketika sahabatnya menjadi korban kezaliman Khalid, Shahrzad al-Khayzuran bersumpah akan menuntut balas. Gadis enam belas tahun itu mengajukan diri menjadi pengantin Sang Khalif. Shahrzad tak hanya bertekad untuk bertahan hidup, tetapi juga bersumpah akan mengakhiri rezim kejam sang raja bocah.

Malam demi malam, Shahrzad memperdaya Khalid, menceritakan kisah-kisah memikat yang membuatnya terus bertahan, meski tiap fajar bisa jadi merupakan saat terakhirnya melihat matahari terbit. Tetapi sesuatu yang tak terduga mulai terkuak: ternyata Khalid bukanlah sosok yang Shahrzad bayangkan. Sikapnya sama sekali tidak mencerminkan seorang pembunuh berdarah dingin. Mata emasnya memancarkan kehangatan. Monster yang ingin dilawan Shahrzad itu tak lebih daripada pemuda dengan jiwa yang tersiksa. Dan Shahrzad mulai jatuh hati kepadanya….

Sekilas membaca sinopsisnya membuat saya teringat dengan shoujo manga berjudul Zettai Heiwa Daisakusen dan Ookami Heika no Hanayome.  Jadi andai novel ini dibuat versi manga-nya cocok banget deh masuk majalah komik Hana to Yome atau Lala DX!

Share:
The Big Four Book Cover The Big Four
Hercule Poirot
Agatha Christie
Detective, Mystery
Gramedia Pustaka Utama
January 27th 1927 (first published)
Paperback
269

Framed in the doorway of Poirot's bedroom stood an uninvited guest, coated from head to foot in dust. The man's gaunt face stared for a moment, then he swayed and fell.

Who was he? Was he suffering from shock or just exhaustion? Above all, what was the significance of the figure 4, scribbled over and over again on a sheet of paper? Poirot finds himself plunged into a world of international intrigue, risking his life to uncover the truth about 'Number Four'.

Because I want to get distracted from my original work (a.k.a thesis), I borrowed two books from something that you can call as education zone (?). Well, I never read this novel before, but I’m kinda interested because I saw three books bundled in 1 at book store, and it claimed in the blurb as three best novels of Agatha Christie.  Well, let’s find out how good it is.

Share:
Intelegensi Embun Pagi Book Cover Intelegensi Embun Pagi
Supernova
Dewi Lestari
Supernatural, Science Fiction, Romance, Mystery
Bentang Pustaka
26 Februari 2016
724

Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.

Hidup mereka takkan pernah sama lagi.

SPOILER ALERT.  Kecuali kepingin tahu spoiler dan untuk menentukan apakah review saya benar atau tidak, silakan meninggalkan web ini dan langsung ngacir ke toko buku.

Share:
in Books

Antara Batas Hidup dan Mati

at
I Was Here (Aku Pernah Di Sini) Book Cover I Was Here (Aku Pernah Di Sini)
Gayle Forman
Romance, Mystery, Tragedy
Gramedia Pustaka Utama
25 Februari 2016
328

“Seperti pada If I Stay, Forman menawarkan pengamatan introspektif tentang batas antara hidup dan mati, dan keberanian yang dibutuhkan untuk bertahan.”
—Publishers Weekly, starred review

Ketika Meg, teman baik Cody, mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan pembersih, Cody sangat sedih dan tidak bisa memahami perbuatan sahabatnya itu. Ia dan Meg selalu berbagi cerita—jadi bagaimana ia bisa tidak tahu masalah sahabatnya tersebut?

Namun ketika pergi ke kota tempat Meg kuliah untuk mengemasi barang-barang sang sahabat, Cody mendapati bahwa banyak yang tidak diceritakan Meg: tentang teman-teman sekamarnya—tipe yang takkan pernah dijumpai Cody di Washington, kota kecil tempat ia tinggal. Tentang Ben McAllister, cowok sinis jago main gitar, yang membuat Meg patah hati. Tentang file komputer yang tidak dapat dibuka Cody—sampai ia berhasil membukanya, lalu jadi ragu tentang semua yang dikiranya ia ketahui tentang kematian sang sahabat.

Sebetulnya apa itu kehidupan?  Apa itu kematian?  Apa yang membuatnya bisa menjadi satu benang tipis yang bisa dengan mudah memisahkan jiwa manusia dari dunia?

Awal mula saya membaca buku ini, saya cukup bersemangat untuk bisa mendapatkan perspektif baru tentang hidup. Tema dan garis besar dari buku ini adalah “bunuh diri”, dimana saya yakin masih sesuatu yang cukup tabu untuk dibicarakan, baik secara nyata maupun dijadikan buku. 

Share:
1141516