in Beauty, Body Care

[REVIEW] O-Degree Shampoo: Solusi Sampo Anti Ketombe Parah?

at
o-degree-solusi-sampo-anti-ketombe

Saya malu mengakuinya, tapi mau nggak mau saya harus terima nasib.

Saya ketombean.  Parah.

Ada yang mengalami nasib sama kayak saya? :’D

Berhubung saya pakai jilbab, mungkin banyak yang berasumsi bahwa jilbab yang menyebabkan saya ketombean.  Masalahnya, ketombean versi saya itu sangat lebay, dalam arti sekali gosok (ya, bukan garuk), bisa menyebabkan salju berjatuhan ke mana-mana.

Bagi yang pernah baca  review Dear Klairs Midnight Blue Calming Cream dan review Indoganic Rosehip Oil, akan tahu bahwa saya punya eczema. Di cuaca yang ekstrim seperti terlalu panas atau terlalu dingin bisa menyebabkan eczema berkeliaran kemana-mana.  FYI, eczema saya menyebar di pinggir hidung sampai bawah dagu.

Yang jadi masalah adalah, ternyata nggak cuma muka saya aja yang kena.  Kepala pun begitu.  Bedanya ketombe saya dengan ketombe orang lain (jijik sih sebetulnya banding-bandingin, tapi mau gimana lagi), ketombe saya sifatnya udah kronis. Setiap kali saya keramas pasti salju berjatuhan. Pakai sampo komersial anti ketombe manapun itu. 

Nah, di sinilah momen ketika saya mulai dapat pencerahan ^^, yaitu mencoba no poo method.  Istilah ini kemungkinan masih terdengar asing, ya.  Sebetulnya ini tuh apa, sih?

No Poo Method

sampo anti ketombe

Penjelasan lengkapnya bisa diakses di sini. Untuk penjelasan singkatnya, no poo adalah proses keramas tanpa sampo.  Loh, emang bisa bersih, ya?  Setidaknya menurut pengakuan banyak orang, no poo itu justru jauh lebih sehat, membuat rambut frizzy atau mengembang gampang diatur, dan rambut jadi lebih berkilau.

Proses paling terkenal dalam no poo adalah dengan menggunakan baking soda, cuka apel (apple vinegar atau apple cider vinegar), carrier oil, serta essential oil. Baking soda dan cuka apel biasanya dipakai untuk pengganti conditioner, sementara carrier oil dan essential oil menjadi sampo.  Atau bisa juga carrier oil dijadikan hair scalp mask, sementara baking soda dan cuka apel menjadi sampo.  Takaran serta aturannya tergantung dari jenis kulit kepala masing-masing orang.

sampo anti ketombe

Saya coba metode ini sekitar setahun.  Banyak yang mengklaim bahwa pada beberapa minggu pertama, kulit kepala akan mengalami kondisi break out.  Ini dikarenakan pada masa awal, kulit kepala mulai membuang toksin yang terkandung dalam sampo komersial dan membiasakan diri dengan sampo natural.  Selama 8 minggu saya struggling dengan rambut kering parah, ketombean makin berjatuhan, dan kulit kepala rasanya kering banget.

Apakah setahun cukup untuk membuktikan keampuhannya?

Nyatanya, nggak terlalu sukses. Saya sudah coba segala cara mulai dengan memakai aloe vera (tanaman asli), carrier oil, essential oil, baking soda, termasuk cuka apel.  Awal-awalnya kondisi mulai membaik, ketombe saya berkurang.  Setelah itu, ibu saya mulai protes karena nggak tahan dengan kepala saya yang bau cuka apel.  Dari situ saya putar otak lagi mencari cara untuk mengganti sampo natural.

Masalahnya, sampo natural tanpa SLS dan zat kimia lainnya itu lumayan susah dicari di Indonesia.  Apalagi yang sesuai kebutuhan saya.  Sekalinya ketemu yang cocok, harganya mahal amit-amit.  Saya sempat gonta ganti sampo komersial lalu no poo, lalu sampo komersial lagi.

Kulit kepala saya break out sejadi-jadinya.

O-Degree Shampoo

sampo anti ketombe

Perkenalan saya dengan O-Degree dimulai awal tahun 2017.  Setelah break out parah di tahun 2016, saya kemudian teringat bahwa The Bath Box meluncurkan sampo Surprise Honey, Ros&Mary (review baca di sini!), dan Oat Series.

Saya sempat menggunakan 3 sampo tersebut, tapi masih merasa kurang cocok.  Setelah baca blog Mind, Body, Green, saya terinspirasi untuk mencoba sampo berbahan dasar aloe vera.   Nah, O-Degree Shampoo ini saya temukan secara tidak sengaja saat ngubek internet.  Inilah alasan kenapa saya memutuskan untuk mengganti sampo baru secara implusif.

Ingredients

Aloe Vera Barbadensis Extract, Sodium Methyl 2-Sulfolaurate, Disodium 2-Sulfolaurate, Cetyl Betaine, Dimethicone, Lauryl Glucoside, Glycerine, Betaine, Guar Hydroxypropylytrimonium Chloride, Phenoxyethanol, Methylisothia Zolicone, Fragrance, Menthol, Connamomum Camphora, Citric Acid.

What You Should Know About The Ingredients

sampo anti ketombe

Apakah ada bahan yang bertolak belakang dengan kebutuhan penderita ketombe?

Dari hasil searching, didapatkan hasil sebagai berikut:

  • Aloe Vera Barbadensis Extract memiliki kandungan yang bisa menyembuhkan seborrheic dermatitis (ketombe/ flaky skin parah) dan juga antiinflamasi [1]
  • Sodium Methyl 2-Sulfolaurate dikatakan berasal dari coconut oil.  Inilah yang membuat sampo O-Degree menjadi berbusa; umumnya sampo natural tidak memiliki busa sebanyak pada sampo komersial. Pengganti SLS yang tidak cocok bagi penderita seborrheic dermatitis. Levelnya rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [2]
  • Keterangan Disodium 2-Sulfolaurate sama dengan di atas [3]
  • Cetyl Betaine merupakan surfaktan yang diyakini mampu mengobati seborrheic dermatitis.  Level rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [4]
  • Dimethicone merupakan suatu bahan yang biasa terdapat pada cream bagi penderita seborrheic dermatitis, psoriasis, dan eczema. Namun ditemukan fakta bahwa dimethicone juga bisa menyebabkan seseorang mengalami psoriasis.  Berdasarkan keterangan FDA (BPOM) Amerika Serikat, di antara 107 responden terdapat 1 orang yang mengalami psoriasis dalam uji coba.  Namun levelnya rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [5] [6]
  • Lauryl Glucoside merupakan surfaktan yang biasa terdapat dalam kosmetik. Digunakan juga pada medikasi penderita psoriasis.  Levelnya rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [7] [8]
  • Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride merupakan bahan derivatif berasal dari sejenis buncis dan kacang panjang. Bahan ini bisa membuat rambut menjadi lebih halus dan bervolume.  Levelnya rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [9]
  • Phenoxyethanol terdapat juga pada teh hijau.  Fungsi utamanya adalah untuk melawan bakteri, jamur penyebab seborrheic dermatitis, dan penyeimbang pH.  Level moderat namun masih masuk dalam kategori aman dipakai selama jumlahnya dibatasi [10]
  • Methylisothiazolinone dikenal sebagai bahan yang berfungsi untuk melawan mikroorganisme yang sangat kuat.  Namun penelitian dari MIT membuktikan bahwa ini bisa menyebabkan dermatitis atau penyakit kulit. European Scientific Committee on Cosmetic Products and Non-Food Products Intended for Consumers (SCCNFP) pada tahun 2004 menghimbau produsen hanya boleh menggunakan ini dengan maksimum konsentrasi 0.01 ppm.  Level tinggi sehingga perlu berhati-hati saat menemukan produk kosmetik dengan kandungan ini [11]
  • Citric acid merupakan bahan yang berasal dari buah-buahan keluarga sitrus.  Misalkan lemon, jeruk, jeruk nipis, dan lain-lain.  Sampai saat in masih belum diketahui apa penyebab citric acid ternyata bisa memicu psoriasis dan seborrheic dermatitis sehingga disarankan bagi yang berketombe parah tidak memakai produk yang memiliki kandungan ini. Level rendah sehingga masuk dalam kategori aman dipakai [12]

How To Use

sampo anti ketombe

Usapkan sampo pada rambut basah kemudian bilas hingga bersih. Ulangi bila diperlukan.

What This Product Tell Us

sampo anti ketombe

Jangan. Pernah. Lagi. Impulsif. Beli. Barang. Tanpa. Cek. Bahan.

Seriously, saya kena zonk.

Awal mula saya beli sampo ini tujuannya untuk mengendalikan ketombe kronis.  Seborrheic dermatitis memang belum bisa disembuhkan, tetapi penanganan yang baik akan membuat SD atau ketombe kronis ini bisa berkurang bahkan tidak ada sama sekali.

Saya cukup suka karena awalnya ketombe saya tampak teratasi.  Saya tahu kemungkinan besar saya bakal ketergantungan sama produk tertentu untuk mengobati ketombe, tapi setelah beberapa minggu, ternyata salju masih berjatuhan kemana-mana :'(.  Jumlahnya malah banyak banget, sekali gosok, langsung berjatuhan dengan mudah.

 Saya baru iseng mencari tahu bahan-bahannya minggu lalu. Nyatanya setelah melakukan pencarian ada cukup banyak bahan yang justru menimbulkan efek samping.  Bahwa ya, ada beberapa bahan yang bagus untuk ketombe kronis terdapat pada sampo ini.  Namun beberapa bahan lainnya kontradiktif, menyebabkan ketombe saya masih nampol dengan asyiknya sampai sekarang.

Yang bagus dari sampo ini, O-Degree membuktikan bahwa rambut jadi lebih halus setelah pemakaian beberapa kali.  Dulu saat masih pakai produk The Bath Box Ros&Mary dan Surprise Honey!, rambut saya kering nggak karuan.  O-Degree membuktikan dirinya sebagai sampo yang cukup baik bagi yang memiliki tipe rambut  kering.  Rambut saya makin mudah disisir dan jadi agak lembut.

Tapi sangat tidak disarankan kalau kamu berketombe. Sekalipun ada efek positif, it turns out I have love-hate relationship with this shampoo.

Price

Saya beli di Shopee dengan harga Rp 82.500 untuk 250 ml.  Masih lebih murah dari The Bath Box.  Saya baru pakai kira-kira sebulan, masih sisa 2/3.  Saya gunakan sekitar 2-3 pump dengan frekuensi keramas 2-3 kali seminggu.

Karena ini aslinya dari Pontianak, saya sarankan bagi yang tinggal di daerah Jawa untuk membeli melalui agen.  Di Shopee dan Tokopedia ada banyak agen yang menjual dengan kisaran harga Rp 80.000 ke atas.

 

Will I Repurchase?

NGGAK.  Tapi bukan berarti saya nggak suka banget sama produk ini.  Cuma nggak cocok untuk yang ketombean parah kayak saya.  O-Degree sendiri sebetulnya tidak menjamin bahwa produk ini cocok untuk yang berketombe, saya beli ini secara impulsif karena iming-iming kandungan aloe vera 50-60%.  Lebih disarankan bagi yang ingin memakai sampo natural buatan dalam negeri yang cukup masuk akal di kantong.  Juga bagi seseorang dengan tipe rambut lepek dan kering, bebas ketombe. 

 

Rating

2/5

 

P.S: Saya dengar Heaven Spring, brand lokal baru yang dibuat mahasiswa S1 Prasetya Mulya cukup ampuh untuk ngilangin ketombe.  Adakah yang pernah coba?  Kalau ada yang tahu sampo natural yang cukup ampuh, silakan share, ya, butuh banget! :’D

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    2 Comments

    1. Dewi Rieka

      Duh aku juga ketombean belum berhasil ngatasinnya..

      20 . Jun . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Senasib Mbak :’D

        21 . Jun . 2017

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *