in Books

Kelamnya The Black Cat, Oleh Edgar Allan Poe

at
The Black Cat and Other Stories Book Cover The Black Cat and Other Stories
Edgar Allan Poe
Mistery, Horror Gothic, Detective, Psychological Thriller
Noura Books
Mei 2016
Paperback
378

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Edgar Allan Poe?  Karya-karyanya menginspirasi para penulis cerita misteri terkenal seperti Agatha Christie, hingga Sir Arthur Conan Doyle.  Ide dan gaya penceritaan yang begitu unik, suram, dan menekankan deskripsi yang kuat, membuatpembaca seakan mengalami sendiri kisah yang dilakoni tokoh utamanya.

Tumbuh dewasa sebagai anak adopsi, Poe menjalani kehidupan yang sulit.  Namun, di tengah kerumitan kisah pribadinya, Poe mampu menulis begitu banyak karya yang patut diapresiasi di genre horor gothic dan detektif.

Kucing Hitam (1843) adalah salah satu cerpennya yang membuat pembaca benar-benar merasakan kengerian si tokoh utama atas kejadian aneh setelah kematian kucing peliharaannya.  Sementara Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge (1841) disebut-sebut sebagai kisah detektif fiksi pertama di dunia - menceritakan tokoh detektif yang dengan metode tertentu menyelidiki kasus pembunuhan di ruang tertutup.

Oke, setelah sekian lama membuat blog terbengkalai *which is membuat saya nangis bombay juga*, akhirnya saya posting lagi.  Omong-omong, selamat hari buku nasional! Niatnya sih untuk kemarin, somehow anyhow baru update sekarang (bilang aja males  ) daan akhirnya beneran comeback ke sini.  Omong-omong (lagi), sebetulnya sejak dulu saya memang plotting ingin sekali membahas review buku karya Edgar Allan Poe, The Black Cat, sejak saya beli kumpulan cerpennya April lalu.

Poe sudah menjadi penulis terfavorit saya sejak membaca The Black Cat, kira-kira berapa lama, ya?  Sejak SMA? Namun karena waktu itu buku terbitannya hanya satu, tipis, dan kalau saya tidak salah ingat penerbitnya adalah Narasi, membuat saya agak kesulitan  ingin membaca karya Poe berikutnya.  Ya, sebetulnya kalau googling pasti ketemu, tapi percayalah, dengan segala kerumitan bahasa Inggrisnya (walaupun American), lebih enak baca versi bahasa Indonesia .  Bahkan untuk baca puisinya, The Raven, saya butuh tiga kali baca pelan-pelan sampai ngerti maksudnya, serta kengerian macam apa yang tersembunyi di balik puisi tersebut.

Kengerian yang ditawarkan cerita-cerita Poe itu memang tidak membuat suasana menjadi spooky dalam konteks berhantu, tapi tetap ada kengerian tersisa yang nggak wajar.  Hampir di seluruh ceritanya.

Saya serius.

Nah mungkin ada pembaca yang belum kenal dengan Poe.  Siapa sih Edgar Allan Poe, sampai saya memuja setengah mati? Poe adalah seorang penulis kenamaan Amerika yang karya-karyanya mulai terkenal, sayangnya, setelah kematiannya.  Well, setidaknya dari selentingan cerita yang saya baca entah dari biografinya di Wikipedia atau artikel-artikel lain, ia hidup hanya mengandalkan dunia tulis menulis, yang sedihnya, memang nggak begitu dihargai :’D (dan di Indonesia sampai sekarang ngandelin diri hanya menulis novel atau cerpen memang nggak bisa hidup :’D).

via openculture.com

Sejak baca cerpen-cerpennya, saya jadi ketagihan cerita-cerita atau film nyeleneh dan nggak biasa .  Yap, saya jadi suka banget dengan novel atau komik atau film yang terkait dengan dark comedy, psychological thriller… yah intinya sesuatu yang nggak mungkin disantap kebanyakan orang.  Ibaratnya semua orang berbondong-bondong nonton Beauty and The Beast, cuma saya yang asyik ngemil nonton Clockwork Orange di laptop sambil ketawa-ketawa. Iyah, emang nggak sehat banget ya  .

Di kumpulan cerpen terbitan Noura Books ini (yang anehnya nggak bisa saya temukan di Goodreads; jadi saya pakai rujukan lain untuk cover dll), ada 13 cerita horor dan detektif yang pasti bakal bikin kenyang penyuka buku. Bahkan bagi yang baru pertama kali baca cerita sejenis ini, saya rekomendasiin banget, deh!  Nah, gimana emang 5 sinopsis  dari 13 cerita itu sampai kayaknya wajib banget yang ngaku bookworm baca?

Ligeia

via ebooks.adelaide.edu.au

Gaya penceritaan Poe sangat khas: berdasarkan dari penutur pertama (aku) tanpa nama.  Di sini, Aku dikisahkan memiliki seorang istri bernama Ligeia. Berdasarkan ingatan Aku, Ligeia adalah sesosok wanita cantik, memiliki kulit putih pucat, dan nyaris sempurna.  Aku terus terbayang-bayang oleh Ligeia, bagaimana pertemuan mereka di Sungai Rhine, bagaimana akhirnya mereka menikah, bagaimana Ligeia kemudian menderita penyakit dan meninggal, meninggalkan Aku dalam kesedihan dalam, dan mulai mengkonsumsi opium.

Aku kemudian kembali menikah dengan wanita lain bernama Rowena.  Kehidupan pernikahan tanpa cinta itu membuat Aku tersiksa, apalagi Rowena juga kemudian sakit dan meninggal. Sepanjang malam Aku menemani jasad Rowena sambil mengingat-ingat masa lalu, tanpa menyadari perlahan pipi mayat itu berubah menjadi berseri lagi…

Keruntuhan Keluarga Usher

via wikimedia.org

Aku diundang untuk datang ke rumah salah seorang teman lamanya bernama Rodrick Usher.  Aku kaget setengah mati setelah melihat penampilan Usher yang demikian berubah; pucat, ringkih, kurus, dan matanya selalu tampak ketakutan.  Menurut pengakuan Usher, ia sangat membutuhkan hiburan dari seseorang yang dikenalnya setelah bertahun-tahun tidak keluar rumah.

Keunikan Usher yang tidak bisa memakai pakaian sembarangan, hanya makan makanan paling hambar, memakai pakaian berkain halus, menghindari segala macam bau bunga, serta hanya bisa mendengar suara benda musik akustik-lah yang membuat aku bertahan tinggal di rumah Usher.  Aku ingin membantu Usher sebisanya, melewati hari-hari terakhirnya.   Keanehan tidak sampai disitu saja, karena akhirnya Usher mengaku bahwa di antara yang paling ditakutinya, ia paling takut tinggal bersama saudaranya, Lady Madeline, karena penyakitnya yang tidak bisa disembuhkan…

William Wilson

via jedediahkahlilillustration.weebly.com

Bagaimana rasanya bersekolah bersama seseorang yang memiliki nama sama denganmu?  Inilah yang dirasakan William Wilson (bukan nama sebenarnya).  Bertemu seseorang yang memiliki gaya berbicara sama, gaya berpakaian sama, bahkan menjadi pesaing utamanya semasa sekolah, membuat Wilson jengkel dan membenci Wilson yang lain.

Wilson kemudian melarikan diri dari sekolah lamanya dan mendaftarkan diri ke Eton.  Wilson senang bermabuk-mabukan sambil berjudi ketimbang sekolah dengan benar ketika berhasil masuk Oxford. Kejadian semasa dulu sempat terlupakan, namun tanpa disangka-sangka, ia bertemu lagi dengan Wilson kedua.  Peringatan dan ancaman yang disampaikan Wilson kedua membuat Wilson berusaha mencari cara untuk membunuh si peniru itu…

The Black Cat

via ebooks.adelaide.edu.au

Aku dan istrinya adalah penyayang binatang. Salah satu hewan kesayangannya adalah kucing hitam yang diberi nama Pluto.  Namun Aku yang kemudian perlahan-lahan jadi pemabuk, kini berubah.  Perilakunya jadi sangat buruk; ia bahkan mencongkel mata Pluto karena marah pada kucing tersebut.

Suatu kebakaran misterius melanda rumah Aku dan istri, menyisakan bekas kebakaran dengan bentuk kucing hitam digantung.  Aku kemudian merindukan Pluto yang lari akibat perbuatan majikannya, menemukan kucing serupa tak lama kemudian.  Kucing hitam itu lalu diasuh.  Namun perilaku pemabuknya masih saja belum hilang.  Aku kembali menyiksa kucing itu dan hendak memenggalnya, yang kemudian dicegah sang istri, membuatnya kehilangan nyawa akibat tebasan kapak suaminya…

Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge

via allposters.com

Inilah karya Poe yang disebut-sebut sebagai cerita detektif pertama di dunia.  Ketika saya baca, gaya bercerita Sir Arthur Conan Doyle dalam karyanya, Sherlock Holmes, ternyata mirip sama ini!  Adalah C. Auguste Dupin yang menjadi detektif di cerita ini, yaitu pembunuhan di Rue Morge.

Pembukaan kisah dimulai dengan deskripsi panjang mengenai deduksi (yap, agak nggak rame di awal), lalu kemudian cerita beralih pada ketertarikan Dupin dan temannya, narator tak bernama “Aku” saat membaca koran harian.  Keduanya tinggal di daerah terpencil di Paris. Peristiwa pembunuhan mengerikan yang melibatkan mayat anak perempuan dijejalkan di cerobong serta kepala mayat ibunya yang terpisah dari badan membuat Dupin memutuskan mengadakan penyelidikan. Hasil penyelidikannya sangat tidak disangka-sangka, karena pembunuhnya bukan seseorang di antara mereka yang dicurigai…

Setiap kisah dalam buku ini memang bersifat kelam, jadi dipastikan bakalan ngerasa jeri setelah baca.  Dan mungkin ketagihan, haha.  Itulah sebabnya saya beri nilai 4 dari 5 untuk kumpulan cerpen ini.  Saya ingin banget ngasih nilai 5, tapi kebanyakan ceritanya sudah saya baca di beberapa website , jadi nggak seru lagi pas baca.  Yak, harusnya semua cerpennya digabung jadi satu buku; saya nggak keberatan banget kalau harganya jadi di atas Rp 100k *heh*

Di antara semua cerita Poe yang pernah dibaca, adakah yang jadi favorit?  Yuk, sharing di sini!

Azzahra R Kamila

The Black Cat and Other Stories Book Cover The Black Cat and Other Stories
Edgar Allan Poe
Mistery, Horror Gothic, Detective, Psychological Thriller
Noura Books
Mei 2016
Paperback
378

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Edgar Allan Poe?  Karya-karyanya menginspirasi para penulis cerita misteri terkenal seperti Agatha Christie, hingga Sir Arthur Conan Doyle.  Ide dan gaya penceritaan yang begitu unik, suram, dan menekankan deskripsi yang kuat, membuatpembaca seakan mengalami sendiri kisah yang dilakoni tokoh utamanya.

Tumbuh dewasa sebagai anak adopsi, Poe menjalani kehidupan yang sulit.  Namun, di tengah kerumitan kisah pribadinya, Poe mampu menulis begitu banyak karya yang patut diapresiasi di genre horor gothic dan detektif.

Kucing Hitam (1843) adalah salah satu cerpennya yang membuat pembaca benar-benar merasakan kengerian si tokoh utama atas kejadian aneh setelah kematian kucing peliharaannya.  Sementara Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge (1841) disebut-sebut sebagai kisah detektif fiksi pertama di dunia - menceritakan tokoh detektif yang dengan metode tertentu menyelidiki kasus pembunuhan di ruang tertutup.

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    2 Comments

    1. Artha Amalia

      Ah kayaknya seru nih. Kumpulan cerpen tapi dark gitu. Saya baca resensi kamu sambil ngebayangin, berasa liat film. Kasian kucingnya…matanya dicongkel T_T
      Pengen beliii… Berapa sih kisaran harganya? Masa kudu cek di priceza.co.id dulu? Kalau lain kali dikasih, lebih baik deh..

      30 . May . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Hai, makasih udah mampir ya. Saya hobi main ke toko buku, jadi lebih percaya referensi harga di sana :D. Tapi masukannya ditampi ya, soalnya kalo saya ngeresensi saya nggak mikirin harga buku sih, wkwk. Saya ubah deh postingannya 😀

        Oya, kisaran harga ini sekitar Rp 60.000, tapi itu sudah didiskon karena saya beli di Rumah Buku. Jadi perkiraan sekitar Rp 65.000-Rp 70.000. Ada 13 cerita, jadi kalo kata saya worth it sih, apalagi emang bagus. Siap siap agak pusing aja, karya sastra rata-rata nggak pake jeda paragraf, jadi bakal agak pusing baca paragraf agak panjang gitu

        30 . May . 2017

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *