in Beauty

KBBV 1st Anniversary: Tak Kenal Maka Tak Sayang

at
kbbv-1st-anniversary-tak-kenal-maka-tak-sayang

Selamat ulangtahun, KBBV!

Waktu setahun rasanya berlalu cukup cepat.  At least, bagi saya begitu. Meski saya sudah ngeblog tiga tahun, saya baru menetapkan niche di bidang beauty tahun kemarin.  Jadi sebetulnya saya masih termasuk newbie di dunia beauty blogging.  Namun, menjadi newbie justru membuat saya berniat memperbaiki diri.  Baik dari segi belajar menulis, fotografi, mengenal dan mempelajari saksama bahan-bahan kosmetik… hingga satu hal yang menjadi big question merealisasikan resolusi 2018:  “Mau dibawa ke mana, sih, arah blog ini?”

Saat saya memutuskan ngeblog soal beauty, jujur saja, ada rasa mawas diri ketika memulai.  “Apalah saya, cuma suka nyoba skincare dan bodycare buat ngerawat kulit, pantaskah menyebut diri beauty blogger?“; pikir saya saat memulai di tahun 2016.  Posting pertama saya adalah sampo dari The Bath Box Surprise Honey.  Saat itu saya masih belum menetapkan niche beauty.  Saya review sampo itu semata-mata karena ulasan blog ke depannya lebih membahas soal eczema ringan atau seboraik dermatitis (sebborheic dermatitis) ringan yang saya derita.

Saya sendiri baru terjun fokus merawat diri tahun 2014.  Di tahun itu, stres sepertinya menjadi pemicu munculnya seboraik dermatitis.  Di tahun itu, saya sempat mengalami quarter life crisis yang cukup berat.  Ketombe berupa dry scalp muncul tiada henti, meski saya sudah mencoba berbagai sampo dan metode, termasuk no poo shampoo.  Itulah awal mulanya saya mulai agak peduli dengan skincare dan bodycare. 

sampo handmade

Di tahun 2016, saat saya sedang menyelesaikan tesis, saya punya waktu luang agak lebih banyak.  Ketika mempelajari kondisi saya selama dua tahun, saya sudah cukup memiliki “ilmu” tentang bahan kosmetik mana yang cocok bagi penderita seboraik dermatitis.  Dari situlah, saya mulai mikir,

“Enggak ada salahnya sih, sharing tentang produk-produk yang cocok bagi penderita seboraik.  Enggak usah dibikin serius banget, yang penting bermanfaat bagi sesama penderita.”

Karena ingin bisa menyebar informasi ke kalangan yang benar-benar membutuhkan, saya memutuskan untuk join beberapa komunitas, salah satunya adalah KBBV.  Saya sempat agak silau dengan grup ini, karena untuk posting saja butuh persetujuan admin.  Berarti keren banget, ya, diseleksi postingannya!

Seiring berjalannya waktu, saya dinyatakan lulus sidang pada Desember 2016.  Bukannya gembira, saya diterjang lagi oleh gelombang bernama quarter life crisis part II.  Dulu, salah satu alasan saya stres berat disebabkan proses melamar kerja.  Jadi secara otomatis, amygdala di otak saya kemudian kembali melakukan flashback proses mencari kerja itu.

quarter life crisis

Kalau boleh curhat sedikit, pada tahun 2014, saya hampir setahun mencari pekerjaan, namun saat itu belum berhasil dapat.  Sementara teman-teman saya sudah berpindah ke life stage berikutnya, entah itu sudah dapat pekerjaan tetap, atau menikah.  Akhirnya saya berhasil mendapatkan satu posisi bagus yang cukup fleksibel ketika memutuskan lanjut kuliah S2.  Namun karena saya lebih mementingkan tesis, akhirnya saya berhenti setelah setahun berada di industri kreatif.

Baca Juga:  4 Produk Lipstik Murah Wajib Coba Bagi Kamu yang Berbibir Hitam!

Itu juga awal mula galau tidak jelas di awal tahun 2017.  Cari kerja itu enggak gampang, dan belum apa-apa putus asa kembali melanda. Saya sempat mengalami stres lagi, ditandai oleh jerawat cystic yang tiba-tiba muncul entah dari mana.  Ugh, bikin kesel!!

Namun justru di sinilah titik balik saya.  Saya sudah pernah merasakan quarter life crisis seperti ini, masa sih kembali ciut karena hal yang sama?  Jadi saya mencoba untuk mulai bangkit lagi.  Saya harus bisa mendongkrak kepercayaan diri.  Satu-satunya hal yang saya percaya bisa saya lakukan adalah menulis.

via quotefancy.com

Yap. Hobi menulis sudah mendarah daging sejak saya masih kecil. Walaupun prestasi yang saya torehkan di bidang itu masih sedikit, satu-satunya hal yang bisa membuat saya menjadi diri sendiri, tanpa berusaha membandingkan diri dengan prestasi orang lain.  Bagi saya, menulis adalah terapi jiwa terbaik.

Di saat yang sama, karena saya juga menderita jerawat cystic mendadak, dimulailah pencarian skincare yang bisa menyembuhkan jerawat cystic secara cepat. Saya sudah mencoba mulai dari Dear, Klairs! Freshly Juiced Vitamin C Serum, Indoganic Rosehip Oil, Rojukiss Enca AC Drying Pinky Powder, sampai akhirnya mengonsumsi kapsul gelatin dari Blackmores Evening Primrose Oil.  Selama mencari produk yang bisa menyembuhkan jerawat cystic, saya sudah menulis semua pengalaman di blog. Mulai dari cara menghilangkan jerawat cepat, hingga pengalaman memakai produk AHA, BHA, dan Vitamin C yang sekiranya bisa mempercepat pemulihan lapisan kulit luar yang rusak karena bekas jerawat.

Tanpa saya rencanakan, saya sudah menulis banyak artikel.  Saya juga rutin membagikan artikel tersebut di  komunitas blogger, termasuk di KBBV. Saya tidak menyangka akan mendapatkan respon yang cukup baik.  Bertambahnya pembaca dengan kenaikan pageview yang cukup drastis, bermunculannya komentar di beberapa artikel membuat saya sangat bahagia dan terharu.   Well, siapa sangka bahwa ternyata inilah yang menjadi penyembuh saat mengalami krisis kepercayaan diri?

Keberadaan sesama perempuan yang menyukai bidang beauty memiliki pengaruh yang sangat besar, setidaknya bagi  saya.  Komunitas blogger adalah penggerak dalam industri kreatif yang saat ini ditengarai akan semakin harum di tahun ini.  Dari yang awal mulanya hanya ingin menulis untuk soul healing therapy dan memperbaiki kondisi kulit, saya jadi berkenalan dengan para blogger dan vlogger yang menginsipirasi saya selama ini.  Siapa saja, sih?

kbbv 1st anniversary

Yup, tentu saja official team KBBV! Dengan melakukan blogwalking ke teman-teman blogger dan juga pengurus KBBV, saya “mencuri” ilmu dalam banyak hal.  Mulai dari cara memakai makeup, cara menulis artikel beauty yang menarik, belajar SEO, hingga fotografi produk dan photo styling.

Bulan Maret 2017 adalah awal mula saya membuat langkah kecil pertama bersama dengan KBBV.  Bertumbuh bersama Komunitas Beauty Blogger &Vlogger memberikan hasil yang sangat positif.  Saya tidak lagi melulu memandang diri dengan pikiran negatif.   Tidak lagi iri dengan pencapaian orang lain tanpa berbuat apa-apa; saya jadikan rasa iri itu menjadi cambuk dan membuat saya belajar untuk menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi.  Bagaimana cara memulainya?

Baca Juga:  [REVIEW] Perbandingan Sampo The Bath Box Rose&Mary & Surprise Honey!

Saya ingin menjalankan resolusi 2018 sebaik-baiknya, yaitu menentukan arah blog ini.  Tema beauty itu luas sekali!  Ada teman blogger yang fokus ke produk-produk dengan harga miring, ada yang fokus menulis dalam bahasa Inggris, ada yang fokus khusus makeup, ada yang fokus khusus untuk barang halal dan vegan… pokoknya macam-macam!

Sejak mengalami seboraik dermatitis, saya mulai belajar secara otodidak tentang bahan-bahan kosmetik.  Yang awal mulanya hanya belajar untuk kepentingan sendiri, sekarang saya ingin bisa berbagi pengetahuan sains dan mencantumkan bukti ilmiah yang lebih akurat dan valid.

Oleh karena itu, saya memutuskan untuk fokus di bagian skincare, khusus membahas formula bahan dari kosmetik.  Jadi kita tidak akan lagi beralasan memakai makeup untuk menutupi kekurangan wajah. Kita memakai makeup karena kulit kita adalah kanvas terbaik untuk dirias secara sederhana atau glamor. Dengan perawatan dan pengetahuan soal skincare yang tepat, bahkan tanpa makeup juga kamu bisa tetap merasa cantik!

Karena itulah, sesuai tagline saya, saya akan berusaha sebaik-baiknya menjadi “geek” khusus bahan kosmetik ^^

KBBV sendiri sudah mulai berkembang menjadi lebih baik lagi.  Tidak hanya sekedar menjadi ajang untuk berbagi informasi soal kecantikan, tetapi juga saling mendukung semua blogger dan vlogger yang bernaung di bawahnya.  Kegiatan-kegiatan semacam ini sudah cukup lama dilakukan KBBV sebelum dan sesudah ulangtahun pertamanya:

kbbv 1st anniversary
Kolaborasi makeup yang diadakan beberapa bulan sekali. Ada satu lagi kolaborasi yang saya lupa cantumkan, yaitu One Color Makeup Collab!
kbbv 1st anniversary
Collab upload foto bersama KBBV
kbbv 1st anniversary
Algoritma Instagram yang berubah membuat engagement post berpengaruh. Program ini khusus untuk membantu sesama blogger dan vlogger
kbbv 1st anniversary
Tidak lupa juga kolaborasi postingan di blog untuk menciptakan backlink
kbbv 1st anniversary
Lalu perayaan ulangtahun KBBV pada 13 Januari 2018. Happy 1st Anniversary!
kbbv 1st anniversary
Diselenggarakan berbagai lomba untuk memeriahkan ulangtahun komunitas
kbbv 1st anniversary
Membuka online class untuk mempelajari photo styling, vlogging, face painting, dan party makeup
kbbv 1st anniversary
Lalu pembukaan program baru berupa blog engagement

Wuih, banyak juga, ya, pencapaiannya!  Saya sendiri merasakan banyak manfaat sejak bergabung ke KBBV.  Tidak hanya sekedar sharing post tentang beauty, saya juga ikut dalam kolaborasi post tentang rekomendasi foundation andalan: Catrice Beautifying Cosmetics, dan juga “Rekomendasi Face Wash Andalan.” Kolaborasi ini tidak semata-mata untuk mendongkrak DA-PA, tetapi juga belajar disiplin soal pembagian waktu dan belajar menyusun kerangka artikel yang enak dibaca.  Bukankah justru itu yang paling penting dalam dunia blogging?

Akhir kata, saya ingin menghaturkan terima kasih kepada KBBV karena sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk bergabung.  Ternyata ada beberapa member yang belum saya kenali, hehe. Satu lagi target yang ingin saya capai adalah bisa berkontribusi membantu sesama b/vlogger, salah satunya mengikuti kegiatan rutin dengan KBBV.  Semoga pepatah “tak kenal maka tak sayang” tidak berlaku lagi, ya!

Jadi, KBBV, Sekali lagi saya ucapkan:

kbbv 1st anniversary
via graphicriver.net

 

Bagi beauty blogger dan vlogger yang ingin bergabung, yuk join di:

Facebook Group: Komunitas Beauty Blogger & Vlogger Indonesia

Instagram: @atomcarbonblogger

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    2 Comments

    1. Alfia Widati

      Wah baru tau kl kamu kena dermatitis itu makanya lbh concern ke skincare. Memang penyakit seperti apa itu ya say?

      23 . Feb . 2018
      • Azzahra R Kamila

        Jadi kayak bersisik gitu Kak kulitnya, terus di sekitar hidung itu pembuluh darahnya keliatan banget. Aku gak cuma kena kulit muka aja, sampe ke kulit kepala juga, makanya kayak ketombean terus, haha. Kadang malah suka ada serbuk juga di telinga, jadi harus rajin bersihin juga. Enggak kronis atau akut sih, jadi enggak ngaruh ke kesehatan, tapi nyebelin juga soalnya harus pilah pilih kosmetik sama skincare

        23 . Feb . 2018

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *