in Beautilogy, Beauty

Jenis Jenis Vitamin C Serum, Mana yang Terbaik untuk Dibeli? (Part 1)

at
jenis-jenis-vitamin-c-serum-terbaik

Adakah di sini yang suka pakai vitamin C serum?  Atau baru pertama kali dengar?  Active skincare memang sedang nge-booming banget sejak berbagai jenis brand memproduksi.  Nggak usah jauh-jauh, skincare junkie pasti mengenal brand Dear Klairs, Paula’s Choice, TIAM, dan lain sebagainya.

Rata-rata setiap orang yang akan atau sudah memakai vitamin C serum memiliki tujuan ingin mengencangkan dan melembapkan kulit, menghilangkan bekas jerawat dan noda hitam, serta mencerahkan warna kulit. Tapi, apakah memang vitamin C serum seajaib itu?

Awal mula perkenalan saya dengan vitamin C serum dimulai dari sejak saya memakai Dear Klairs, Freshly Juiced Vitamin Drop pada awal 2017.  Bagi yang pernah baca curhatan saya mengenai cystic acne, pasti tahu dong, kalau saya sudah mencoba mulai dari Rojukiss Enca AC Drying Powder hingga Indoganic Rosehip Oil. Saya beli vitamin C serum dalam rangka menghilangkan bekas jerawat dan menyembuhkan cystic acne.

Nyatanya, bekas jerawat memang menghilang dalam waktu 1-2 bulan, tapi cystic acne nggak sembuh-sembuh. Seiring berjalannya waktu, vitamin C serum itu perlahan-lahan teroksidasi hingga warnanya berubah menjadi kuning.

Banyak yang bilang bahwa Dear Klairs, Freshly Juiced Vitamin Drop ini stabil, tidak masuk kulkas pun nggak apa-apa.    Entah cuma sugesti atau memang tidak berkhasiat lagi, saya menghentikan pemakaiannya ketika warna serum itu berubah kuning pekat (untungnya sisa sedikit lagi).  Well, salah saya juga sih nggak ngekulkasin serumnya.

Ketika sedang dalam perjalanan mencari vitamin C serum, saya bertemu dengan Indoganic Orange Sweet Essential Oil, yang menurut saya bisa jadi alternatif juga jika tidak ingin beli serum yang memang mahal. Saat ini sedang dalam masa percobaan, semoga dalam waktu dekat bisa review! 

Selain itu, saya juga iseng mencari tahu vitamin C serum apa yang ramah kantong, namun berkhasiat dalam waktu cepat dan nggak bikin break out (emang ya, generasi milenial itu emang selalu pengin serba cepat, lol).  Inilah yang membuat saya memulai perjalanan mengenal berbagai jenis vitamin C serum.

Apa Sih Vitamin C Serum Itu?

via tqn.com

Apa yang terlintas saat mendengar kata vitamin C?  Jeruk?  Lemon?  Grapefruit?  Yang mana pun itu, kita sudah cukup mengenal vitamin C sebagai salah satu vitamin yang perlu kita konsumsi.  Secara awam, kita tahu fungsinya adalah untuk mencegah atau mengobati sariawan 😀

Vitamin C dalam bentuk serum sendiri merupakan senyawa kimia yang disebut dengan ascorbic acid.  Bagi yang pernah mendengar L-AA atau L-ascorbic acid, nah, ini adalah nama lain dari vitamin C.  AA berfungsi untuk memproduksi kolagen, melembapkan kulit, proteksi dari sinar UV, dan lain-lain.

Permasalahan pada Vitamin C Serum

Manfaatnya oke banget, ya, nggak, sih?  Itu alasannya kenapa kita berbondong-bondong ingin mencoba vitamin C serum. Tapi karena segala sesuatunya tidak sempurna, maka vitamin C juga punya beberapa kekurangan.

Sulit untuk mencari vitamin C yang stabil, efektif, dan tidak menyebabkan iritasi 100% ke semua jenis kulit. Sejauh ini, ada 7-8 jenis formula vitamin C yang digunakan sebagai bahan kosmetik.  Beragam versi vitamin C serum ini membuat beauty blogger, beauty guru, dan ingredients junkie ribut mencari tahu mengenai:

  1. Bagaimana setiap jenis vitamin C bekerja?
  2. Berapa banyak yang perlu digunakan?
  3. Formula macam apa yang cocok untuk kebutuhan kulit, mana yang terbaik?
  4. dst.

Studi Lanjut Mengenai Manfaat Vitamin C

via jamanetwork.com

Sebelum kita mencari tahu jenis-jenis vitamin C serta memilih yang terbaik bagi kulit, ada baiknya kita pelajari penelitian mengenai vitamin C:

  1. Proteksi Sinar UV:  Vitamin C bukan pengganti sunscreen, tapi memiliki fungsi yang sama dengan sunscreen.  Studi keefektifan vitamin C dan E sebagai antioksidan [1]
  2. Mengurangi kerut dan memperbaiki warna kulit: Efek dari topical ascorbic acid terhadap kulit yang memiliki kerentanan terhadap photodamaged skin [2]
  3. Mengurangi sintesis pigmen: Vitamin C mampu menekan efek dari UVB sehingga pengaruhnya terhadap pigmentasi kulit pun berkurang.  Ini yang menyebabkan warna kulit jadi lebih cerah setelah memakai vitamin C [3]
  4. Dapat menstimulasi kolagen: studi lebih lanjut bisa dibaca di sini [4]
  5. dst.

Vitamin C dalam Bentuk L-ascorbic acid

via wikimedia.org

Formula termurni dari vitamin C memiliki scientific name: L-ascorbic acid.  Buat yang pernah mencoba TIAM, Dear Klairs, dan The Ordinary, pasti nggak asing lagi ya, dengan istilah ini.  Nah yang saat ini akan dibahas adalah fakta mengenai L-ascorbic acid atau LAA.

LAA pada dasarnya merupakan bahan paling tidak stabil di antara berbagai jenis vitamin C.  Sifatnya yang water soluble atau larut dalam air membuat LAA harus berada pada konsentrasi yang tinggi dan memiliki pH rendah agar bisa menyerap ke kulit sekaligus bermanfaat.

Tips: Jika tertarik dengan vitamin C serum dengan kandungan LAA, cari yang memiliki konsentrasi 10% ke atas dengan pH di bawah 3.5 

Konsentrasi LAA itu biasanya berkisar dari 5-25%.  Sampai saat ini masih belum ada ketetapan berapa persen sesungguhnya LAA yang optimal.  Salah satu studi mengatakan bahwa 20% adalah yang terbaik jika ingin cepat menyerap ke kulit [5].  Namun ada juga yang berpendapat bahwa konsentrasi lebih dari 18% tidak akan membuat vitamin C terserap ke kulit dengan benar.

via shopify.com; contoh serum konsentrasi 5%

Despite of any concentration LAA should have, nyatanya LAA itu akan semakin tidak stabil di angka 6-16% (studi ini dilakukan di area 45 derajat Celcius delama 4 minggu) [6]. Jadi, ladies, dengan kadar konsentrasi di atas 5% memang harus ditempatkan di kulkas!

Ada lagi hal yang mempengaruhi stabil atau tidaknya LAA.  Semakin pH-nya rendah, maka akan jauh stabil dan efektif.  Jika pH vitamin C itu tinggi, ascorbic acid itu malah jadi semakin tidak berguna, dan malah bisa jadi membentuk formasi yang memicu radikal bebas.

TIPS: Vitamin C semakin hilang keefektifannya ketika warnanya sudah berubah menjadi kuning-kecoklatan.  Please ditch it. 

pH rendah? Check. Konsentrasi sekitar 20%? Check.  Kita kulkasin juga?  Check.  Eh, ternyata ada satu masalah lagi, nih.

Kulit tiap orang itu beda-beda.  Menurut suatu penelitian, formula vitamin C dengan konsentrasi tinggi dan pH rendah bisa menyebabkan iritasi, terutama pada perokok, laki-laki, seseorang yang memiliki kulit sensitif, penderita rosacea, dan yang memiliki penyakit organ bagian dalam yang cukup berat [7].

Saya sendiri belum pernah pakai vitamin C serum yang konsentrasinya lebih dari 10%, jadi kurang tahu bagaimana dampaknya terhadap kulit. Ada yang langsung cocok, ada yang melewati tahap purging dulu, ada juga yang mengalami break out.

Yang pasti, saat pakai Dear Klairs itu kulit saya memang terasa panas di awal.  Itu reaksi yang wajar.  Tapi jika misal setelah itu malah bruntusan parah di area yang nggak pernah break out sebelumnya, kamu harus cari tahu lagi, ya.  Purging atau break out? (klik link ini untuk mencari tahu bedanya!)

TIPS: Lihat packaging dari produk tersebut.  Karena LAA mudah teroksidasi, maka botol tersebut harus memiliki warna yang gelap (ini setahu saya etiketnya ada di pelajarannya anak farmasi dalam hal pelabelan botol). Tujuannya agar mencegah LAA teroksidasi terlalu cepat 

Konklusi (Tips Membeli Serum Vitamin C)

  1. L-ascorbic acid sesungguhnya bisa membantu merawat kulit, tapi LAA itu bukan penyembuh segalanya.  Jadi LAA disarankan hanya digunakan jika perlu saja 
  2. Sebaiknya pakai vitamin C  dengan kandungan LAA dengan konsentrasi di atas 10% dengan pH <3.5. Jika ingin zat tersebut bisa terserap dengan baik dan bekerja efektif di kulit, pastikan kondisi kulit dan tangan anhidrat (tidak mengandung molekul air)
  3. Terjadi perubahan warna?  Sebaiknya jangan dipakai lagi, otherwise it may harm your skin
  4. Kenali jenis kulit dan kebutuhanmu.  Ada beberapa alternatif dari LAA jika kamu memiliki kulit sensitif, yang bisa kamu cek langsung dengan mengklik part 2. 
  5. Selalu patch testing jika tertarik mencoba vitamin C, terutama jika beli brand baru.  Coba tes di siku atau bagian belakang daun telinga, biarkan selama 2×24 jam.  Kalau tidak ada reaksi, vitamin C bisa kamu pakai tiap malam (direkomendasikan dipakai di malam hari!) sebanyak 3-4 tetes

Part 2: Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik Selain L-Ascorbic Acid (klik sini!)

Share:

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    2 Comments

    1. Odette

      Malem kak, aku udh umur kepala 2 nihh, tp baru sadar rawat muka setelah kenal sama aloe soothing gelnya nature republic, jujur dari dulu muka emg udah kacau, minyakan, jerawatan, pori besar, komedoan, tapi abis pake soothing gel itu jadi lmyn bersih. Dan gara2 itu jadi lapar mata banget liat beauty2 blogger review skin care di youtube.

      Sekarang nih aku udh beli bbrp produk dan udh pake sktr 2 mggu dengan penggunaan yg salah kaprah stelah baca baca blog ini. *meskipun ada skip ttg pnjelasan kimia2 gtu ga bgtu paham soalnya :’( .

      produk2 yg aku ada skg:
      – cleanser : biore oil cleanser & corine de farme micellar gel
      – facial wash : himalaya purifying neem foaming face wash & etude o-lemong oneshot fresh moisture foam (katanya mirip cosrx lowph, blom coba masih pesan)
      – toner : aha/bha clarifying toner, etude wonder pore, TBS aloe calming toner, dan ada trial skin refiner dari laneige
      – emulsion : laneige
      – serum : tiam c source
      – mosturizer : nature republic aloe gel.

      nah pertanyaan aku :
      1. aku ga tau kalo tnyta si serum vit c itu harus di simpan di kulkas, jadi slama hampir stgh bulan si dia di kamar aku, gimana yaaa cara taunya kalo dia udah oxidized dan ga boleh di pake lagi? (secara botolnya kan gelap, jadi ga keliatan perubahan wrnanya )
      2. apakah serum vit c aman digukana setiap hari? kalo tidak, apakah ada rekomendasi serum harian?
      3. aha/bha clarifying toner itu tnyta ph adjuster, apakah saya harus tambahkan exfo toner?
      4. jika sudah melakukan chemical exfo dengan toner secara rutin, apakah aman jika melakukan exfo dengan peeling gel (jarang2)?
      5. kak ada rekomendasi sunblock yg cocok buat kulit kombinasi berminyak? sy ada sunblock model cream tp justru bikin jerawatan 🙁
      6. sleeping mask dari laneige apakah aman jika digunakan setiap hari, karena sy baca2 harusnya 2-3x seminggu, tp para beauty blogger pake u/ treatment harian? *saya belum merasakan bad effect selama pke hampir tiap hari

      maaf banyak nanya yaah kak, saya bener2 newbie, belanja langsung banyak tp salah kaprah, sedih banget :’( tolong arahannya yaa kak

      07 . Nov . 2017
      • Azzahra R Kamila

        Hi, saya jawab pertanyaan sebisa saya ya:

        1) Sebetulnya bukannya nggak boleh dipake, tapi kalau sudah terpengaruh oksidasi nantinya khasiat dari vitamin C itu sendiri berkurang drastis. Soalnya kondisi stabil ketika vitamin C itu efektif dipakai adalah saat konsentrasi dan pH sesuai (tergantung masing-masing jenis bahan, tapi yang banyak dipakai itu L-AA). Makanya kalau vit C punya kamu adalah ascorbic acid salah satu kandungannya, memang dianjurkan disimpan di kulkas

        2) Aman kok, malah dibanding BHA lebih baik pakai serum vit C tiap hari. Baiknya itu pas malam, tapi kalau mau pagi-malam juga nggak masalah

        3) Itu bukan exfo toner. Fungsinya hanya untuk menyeimbangkan pH kulit setelah memakai sabun cuci muka. Soalnya gini, kalau misal kamu nggak tahu pH sabun cuci muka berapa (kecuali sudah baca daftar list saya, itu pun masih sabun cuci muka dari Korea) bisa memakai pH adjusting toner. Tapi kalau pH sabun cuci muka sudah pas, nggak ditambahin pun nggak masalah

        4) Kalau saya masih pakai karena kondisi kulit saya dehidrasi, sering ada dry patch di bagian bawah bibir dan di sekitar hidung. Itu juga paling cuma seminggu sekali, fungsinya cuma untuk menghilangkan dry patch aja. Sebetulnya exfoliating sendiri ada 3 jenis, yaitu chemical (BHA, AHA), physical (peeling gel, scrub) sama enzyme (saya belum pernah nyobain, pernah dengar istilahnya aja). Bagusnya pilih salah satu aja, over exfo bisa bikin kulit bermasalah

        5) Saya sejauh ini baru nyoba Etude House Sunprise Must Daily, itu water based dan selama ini nggak bikin kulit saya (tipe kombinasi-dehidrasi) jadi bermasalah sih. Kalau ngasih rekomendasi saya nggak bisa, tapi kalau mau coba bisa pakai ini. Oya, ini sunscreen

        6) Alasan kenapa baiknya 2-3x seminggu setahu saya karena khasiatnya sih. Kalau keseringan itu nggak akan terlalu efektif ke kulit. Tapi saya juga nggak tahu ya, apa benar gosip soal keefektifannya, soalnya dulu cuma dapet sampel dan kebetulan saya nggak punya moisturizer waktu itu. Saya pake aman-aman aja tiap hari

        09 . Nov . 2017

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *