Blog 101

Jadi Beauty Blogger yang Baik, Bagaimana Caranya? Ikuti 4 Tips Berikut Ini!

byAzzahra R Kamila-
jadi-beauty-blogger-yang-baik

Menjadi beauty blogger gampang-gampang susah.  Gampang, karena kita bisa review produk yang sudah pernah kita pakai dan share ke sosial media.

Susah, karena kita harus kreatif membuat foto yang menarik, bisa menulis dengan tata bahasa Indonesia yang benar, juga punya kemampuan dasar mengedit foto.  Minimal kamu bisa menguasai dasar-dasar Adobe Photoshop dan aplikasi di HP untuk mengedit foto agar lebih menarik.

Dibutuhkan kreativitas dan ketekunan tinggi menjadi beauty blogger atau vlogger. Kalau mau bisa menulis artikel kecantikan dengan baik, simak tips berikut ini!

Ngopi Cantik #5 yang diadakan Beautiesquad enggak kalah seru dari sebelumnya. Yap, karena di sini kita bisa belajar dari “suhunya”, yaitu Grisselda Nihardja dari Beauty Journal!  Pasti buat kamu yang familiar sama Sociolla, pasti tahu dong, Beauty Journal.  Itu adalah situs yang memuat info seputar kecantikan, mulai dari tips sampai review produk.  Buruan kepoin ya, biar keracunan produk-produk menarik, hehe.

jadi beauty blogger

Nah, seperti yang saya bilang, jadi beauty blogger itu cukup mudah.  Selama punya kemampuan nulis dan produk, jadilah sebuah review. Namun ada kalanya  kita mentok dengan ide saat menulis.

Saya sendiri terkadang malas menulis review karena harus foto produk, hehe.  Jadi pelarian saya adalah menulis Beautilogy 101.  Buat yang belum tahu, saya punya seabrek tulisan yang enggak melulu bahas produk, di antaranya ini, huehehe (promo boleh kan yaa):

Oke, malah jadi out of topic.  Tapi saya cuma menjadikan ini sebagai contoh, sih.  Kadang kita mentok mau nulis sesuatu tentang beauty, atau bisa jadi kita mau review produk, “Kok jadinya cuma 500 kata, ya, biasanya bisa 800?”  Nah, di saat seperti itu, kita perlu istirahat sejenak.  Mari kita tuntaskan writer’s block ini!

Kalau kata Grisselda sih, kita perlu ngulik dan aware hal-hal di sekitar dan di luar circle kita. Kalau di Beauty Journal sendiri, biasanya mereka akan mencari topik yang sedang ngetren.  Ini bisa lho, kita contek caranya untuk dijadikan bahan menulis artikel!

Baca Juga:  Tutorial Photoshop #1: Cara Membuat Warna Foto Jadi Colorful

Mencari Ide

jadi beauty blogger

Ide bisa datang dari mana saja.  Dari selentingan obrolan sambil makan steak kualitas A5 (buat yang kaya.  Saya mah apa atuh, mang baso deket rumah ajalah, hahaha),  atau bisa juga saat kita nguping obrolan orang lain.

Atau bisa juga kita cari langsung di internet. Ada satu situs gratis yang bisa kita jadikan sebagai acuan untuk mencari ide, yaitu Google Trends.  Data yang diberikan sebetulnya enggak terlalu spesifik, tapi dari sini kita bisa mencari tahu kata kunci apa yang selama 3, 6, sampai 12 bulan terakhir ditelusuri oleh user di Google.

Insights adalah hasil yang bisa kita dapatkan saat melakukan pencarian.  Justru dari insight inilah kemudian kita bisa mendapatkan sesuatu yang berharga.  Ceilah.  Yah, sebagai contoh, Grisselda mengatakan bahwa dia jadi tahu ada brand bernama Ozera.  Atau bisa tahu bahwa ternyata ada banyak banget yang mencari lipstik merek A atau B.  Nah, ini bisa jadi peluang untuk membuat ulasan terbaru atau artikel terkait.

Mengorganisasi Ide Tulisan 

Cara mengorganisasi ide tiap orang beda-beda.  Kalau saya enggak suka bikin notes.  Saya lebih suka simpan semua ide di kepala.  Tulisannya pun enggak dibuat kerangka secara rinci.  Selama ada ilham hinggap, saya bakal cari ide lain di internet, lalu saya ulik menjadi tulisan baru.

Jangan ditiru, ini mah pemalesan, hahaha.

Grisselda bilang bahwa cara mengorganisasi tulisan bisa dengan membuat rincian di notes.  Kamu bisa bikin blog planner perbulan, loh!  Jadi lebih gampang, kan, menentukan kapan sebaiknya sesuatu kita posting?

 

Menentukan Jenis Artikel

jadi beauty blogger

Ide udah masuk.  Terus, mau diapakan?

Sebetulnya, tulisan terkait kecantikan enggak melulu harus membicarakan review.  Bisa jadi misalkan kita membuat produk rekomendasi berdasarkan jenis kulit kita, atau rekomendasi lipstik untuk sehari-hari.  Bisa juga tips sederhana berupa cara membersihkan kuas makeup dengan benar.

Pengen yang agak lebih menantang? Cobalah bikin tutorial.  Enggak perlu makeup juga, lho, membagi ilmu cara memotret produk juga bisa jadi alasan membuat artikel tentang tutorial. Atau bikin artikel ribet macam saya, yang kudu baca jurnal dan berbagai sumber sebelum nulis, haha.  Tapi dari situ saya jadi banyak belajar, sih.  Salah satunya, selalu mencari informasi dari sumber yang valid.

Baca Juga:  4 Tips Non Teknik Membuat Foto Flatlay Instagram yang Mudah Bagi Pemula

Untuk tips disarankan memberikan yang practical atau sifatnya sehari-hari.  Akan lebih baik juga kalau berasal dari pengalaman kita sendiri.  Jadi engagement postingan di blog juga makin banyak, kan!   Untuk artikel tutorial dan tips, akan lebih baik jika disertai foto pendukung.  Males, kan, baca artikel kecantikan yang enggak pakai foto sama sekali?

Kalau misalkan kita diundang ke event produk untuk launching, bisa juga lho, minta interview ke brand manager atau orang-orang di balik event.  Nah, akan lebih baik kalau kita sudah mempersiapkan materi wawancara. Kita sebagai generasi milenial dikenal sebagai generasi kepo karena suka melihat apa yang dikerjakan orang lain di luar sana 😀  😀 , saya yakin pasti punya ya, dasar-dasar sebagai pewawawancara. Jadi ini pun bisa jadi cara kita menggali sumber informasi dari yang akan kita wawancarai. Kepoinlah sampai ke tulang-tulangnya. 

 

Membuat Kerangka Tulisan

Yang paling penting sebetulnya adalah kita bisa membuat kerangka tulisan yang jelas. Semakin jelas yang ingin dibahas, lebih mudah bagi kita dalam menulis kalimat demi kalimat.  Contoh yang dikemukakan oleh Grisselda adalah:

Kesalahan seputar aplikasi foundation bisa dipengaruhi oleh:

  • Pakai foundation saat primer masih basah
  • Menggunakan aplikator kotor
  • Belum melakukan preparation atau persiapan skincare dengan benar

Hal terpenting adalah membuat artikel yang dibaca itu berguna.  Selain membuat pembaca belajar sesuatu yang baru, mereka juga bisa melakukan sesuatu atau merasakan sesuatu. Artikel yang bagus akan mendorong pembaca mencoba dan menyuarakan opini sesuai pengalaman yang dimiliki olehnya.

Nah itu dia 4 tips jika kamu ingin menjadi beauty blogger yang baik. Ternyata enggak perlu melulu soal review produk, ya!

Buat kamu yang suka belanja belinji makeup dan pengen review tapi versi singkatnya saja, enggak perlu harus jadi beauty blogger, kok.  Beauty Journal juga menyediakan lahan untukmu berbagi opini di website-nya.  Dan kalau pengen belanja, bisa langsung cus ke Sociolla.  Jangan lupa pakai voucher SBNLAJGN, ya, biar dapat korting Rp 50.000 (ada aja kesempatan dalam kesempitan buat promo, huehehe)!

Share:

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    2 Comments

    1. Lia Harahap

      Jadi bikin blog itu gak semudah yang kelihatan di luar ya. Dari ngumpulin ide aja juga udah rumit sendiri 😀 Thanks sudah sharing yaaa!

      27 . Feb . 2018
      • Azzahra R Kamila

        Iya, harus kreatif juga 😀

        27 . Feb . 2018

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *