Beautilogy, Beauty

Cream Collagen untuk Penuaan Dini Hanya Mitos! 3 Fakta Collagen yang Belum Diketahui

byAzzahra R Kamila-
cream-collagen-penuaan-dini-mitos

Judulnya udah kontroversial belum?  Kalau iya, selamat, diri ini sudah berhasil membuat pageviews blog bertambah *disleding*

Tapi tenang, isi artikel kali ini enggak abal-abal, kok. Cream collagen manapun, baik yang murah sampai termahal itu sama sekali enggak bikin kulit yang mengalami penuaan  jadi awet muda kembali.  I’ll show you some evidence right here that gonna blow your mind!

Seperti biasa, ada sejumlah sesi yang akan saya tulis dalam beberapa bagian.  Berikut adalah daftar isinya.  Bagi yang tidak ingin baca seluruhnya, cukup klik salah satu sesi yang ingin dibaca, jadi enggak perlu baca semuanya!

Apa Itu Collagen?

Collagen.  Hmm, buat yang enggak terlalu peduli skincare, pasti setidaknya pernah mendengar kata ini.  Buat apa, sih? Buat antiaging. 

Boo. Salah besar.

Collagen, seperti yang sudah dipastikan oleh para ilmuwan, tidak ditemukan di organisme uniseluler dan tumbuhan.  Collagen sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “kola” dan “gen”, yang berarti memproduksi gum.  Collagen merupakan struktur protein berserat yang ditemukan pada jaringan sel hewan dalam matriks ekstraselular.  Maksudnya apa?

cream collagen untuk penuaan dini
via mydrinkbeverages.com

Ini artinya, collagen hanya ditemukan di tubuh hewan, baik  vertebrata atau invertebrata. Collagen pada invertebrata terdapat pada kulit dan kutikel.  Terdapat 25-30% collagen dalam konten protein dari tubuh hewan, terutama di tubuh mamalia.  Collagen bisa ditemukan di kornea mata, tulang, pembuluh darah, gigi, otot, dan lain sebagainya.  

Tipe-Tipe Collagen

Ada 28 jenis collagen sudah ditemukan oleh ilmuwan. Namun ada 5 jenis collagen yang umum digunakan dalam industri kesehatan dan kosmetik, antara lain:

  1. Collagen 1: Berasal dari kulit, tulang, gigi, tendon, ligamen, dan bagian organ yang menempel pada tulang
  2. Collagen 2: Mata dan tulang rawan
  3. Collagen 3: Kulit, otot, pembuluh darah, serat retikular
  4. Collagen 4: Lamina basalis dan layer jaringan epitel membran basal
  5. Collagen 5: Rambut, plasenta, permukaan sel [1]

Karena collagen bersumber dari hewan, maka perlu diketahui bahwa di industri kosmetik, ada 4 jenis collagen yang digunakan berasal dari tubuh hewan:

  1. Bovine atau dikenal sebagai collagen yang berasal dari sapi. Biasanya berasal dari tulang dan kulit sapi.  Bovine paling sering dipakai dalam industri manapun.  Namun sejak ada kasus sapi gila dan penyakit lainnya, ilmuwan mencari alternatif lain dalam sumber pemakaian collagen.  Selain itu, ada sebanyak 3% populasi di dunia yang memiliki alergi terhadap collagen dari sapi.  Itulah sebabnya, sumber lain bisa berasal dari…

  2. Porcine atau collagen yang berasal dari babi.  Berasal dari tulang dan kulit babi. Porcine memiliki struktur yang hampir mirip dengan collagen di kulit manusia, menyebabkan porcine tidak begitu menimbulkan alergi ketika digunakan. Namun, karena dikhawatirkan ada kontaminasi dari penyakit zoonosis, termasuk dilarang di beberapa agama, maka dicari lagi alternatif lain, yaitu…

  3. Marine atau collagen yang berasal dari hewan laut. Ini adalah alternatif yang cukup baik, namun proses ekstraksi cukup kompleks, lama, dan mahal. Selain itu, ekstraksi ini menghasilkan jumlah jauh lebih sedikit jika dibanding melakukan ekstraksi pada sapi dan babi. Namun ada cukup banyak plusnya dibanding dua jenis collagen lainnya, karena kekurangan pada bovine dan porcine bisa teratasi.  Contoh hewan laut yang digunakan adalah ikan, bintang laut, ubur-ubur, porifera, dan udang-udangan.

  4. Ada jenis-jenis lain yang tidak begitu umum namun digunakan, seperti ayam, ekor kangguru, tendon ekor tikus, kaki bebek, tendon kuda, tulang dan kulit aligator, kulit domba, kulit katak, dan terkadang, bisa bersumber dari manusia juga.

Apakah Itu Artinya Collagen Haram?

cream collagen untuk penuaan dini
via misumicosmetics.com

Saya selalu menghindari produk mengandung collagen yang berasal dari brand luar negeri. Itu karena saya tidak tahu unsur utama yang digunakan di industri kosmetik.

“Etude House bukannya pakai collagen dari ikan?”

Perusahaan tentunya akan selalu melakukan improvisasi terhadap produk yang mereka buat.  Improvisasi ini bisa jadi pergantian dalam unsur pembuat kosmetik itu sendiri.  Ada masanya ketika bahan kosmetik tertentu cukup sulit untuk didapatkan, misalkan seperti licorice root extract yang terdapat pada skincare dan makeup brand Sulwhasoo. Jenis licorice ini tumbuh secara liar, dan yang berkebutuhan tidak hanya industri kosmetik.  Industri obat-obatan juga.

Sehingga ketika mereka mengatakan bahwa unsur collagen berasal dari satu hewan tertentu, selalu ada kemungkinan collagen ini dicampurkan dengan unsur collagen dari hewan lainnya.  Yang paling umum adalah mencampurkan bovine dan porcine Ada pula perusahaan raksasa yang bersifat global, biasanya mereka memerhatikan seputar isu keyakinan atau etika yang dianut di wilayah tertentu.  Dari situlah sebetulnya asal usul diadakan penelitian terkait collagen yang dibuat berasal dari hewan laut.

Baca Juga:  [REVIEW] Hatomugi Skin Conditioner, Toner untuk Semua Jenis Kulit!

So I think it’s your choice, ketika dalam keyakinanmu (bisa aturan agama atau etika) yang kamu pegang tidak menganggap hal ini menjadi masalah, maka kamu bisa menggunakan produk mengandung collagen.  Namun jika kamu ragu, akan lebih baik bertanya langsung ke perusahaan agar bisa mendapatkan jawaban asal usul yang meyakinkan.  Jika terdapat kepastian bahwa produk bercollagen itu sesuai dengan keyakinan agama atau etika (misal terdapat logo halal), insya Allah itu aman dipakai.

Bentuk Collagen Seperti Apa?

cream collagen untuk penuaan dini
via wikimedia.org

Ini adalah contoh molekul collagen. Bentuk molekul collagen hingga saat ini ada 3 jenis:

  1. Soluble: Ekstraksi collagen yang dilakukan pada rantai asam amino.  Saat rantai  asam amino memiliki bentuk yang sangat panjang, maka disebut sebagai polipeptida. Pro-collagen nantinya terbentuk dari tiga jenis polipeptida. Pro-collagen akan berubah menjadi tropocollagen, hingga akhirnya menjadi satu serat collagen. Di antara semuanya, soluble dianggap yang paling mudah penetrasi ke kulit.

  2. Native: Bentuk mature dari soluble, memiliki massa molekul lebih besar dan berukuran lebih besar.

  3. Hydrolyzed: Collagen aslinya memiliki bentuk molekul yang cukup besar dibanding pori-pori kulit kita.  Umumnya, industri akan memecah lagi collagen menjadi ukuran lebih kecil.  Ini yang disebut sebagai hydrolyzed collagen.

 

Fun Fact #1: Cream Collagen untuk Penuaan Dini Hanya Mitos

cream collagen untuk penuaan dini
via walmart.com

Tahukah kamu kalau Amore Pacific menjadi perusahaan yang memiliki hak paten atas penemuan EGCG?  EGCG adalah suatu unsur yang terdapat dalam teh hijau atau green tea.  Menurut Liah Yoo, justru semakin pahit teh hijau diminum, maka ekstrak yang bisa didapatkan untuk skincare semakin baik.  Sampai sejauh ini, EGCG adalah salah satu bahan antiaging yang memiliki khasiat terbaik di antara bahan-bahan antiaging yang pernah ditemukan sejauh ini.

Apakah collagen termasuk?

Menurut ilmuwan adalah sebagai berikut:

Meski collagen yang sudah matang bisa penetrasi hingga ke dermis, tidak ditemukan bukti bahwa molekul-molekul (yang berasal dari  bovine, porcine, dan marine) ini kemudian bisa berubah menjadi serat dan terintegrasi dengan serat collagen  karena prekursor untuk perakitan serat pada kulit kita adalah molekul pro-collagen yang sifatnya soluble. [2]

Ini artinya apa?  Collagen yang umum dipakai di industri biasanya adalah yang bentuknya besar (native) atau sudah dipecah hingga kecil (hydrolized).  Hanya saja, collagen dengan molekul besar pun tidak bisa kemudian diubah menjadi bagian dari serat collagen kulit kita.  Ini karena unsur collagen yang berasal dari luar tubuh (tipe produk yang diaplikasikan ke kulit atau diinjeksi ke kulit) tidak akan bisa “menyatu” dengan serat collagen di dalam tubuh kita.

Tapi saya pakai produk skincare bercollagen bisa ngurangin kerutan, itu gimana?

Collagen memiliki kemampuan yang bisa membuat layer atas kulit kita tampak lebih kencang.  Biasanya, produk skincare yang seperti ini dicampurkan lagi dengan protein atau peptida yang membuat efek ini bisa bertahan.  Namun karena hanya di permukaan saja, sesungguhnya efek ini tidak akan berpengaruh dalam jangka waktu lama.

Bagaimana kalau collagennya dalam tipe kapsul, bukannya bisa terserap oleh tubuh?

via

Tubuh kita cukup pintar untuk menyeleksi mana yang berguna untuk tubuh dan yang perlu dibuang.  Mari analogikan dengan pelajaran semasa sekolah terkait pencernaan.  Ketika kita memakan buah, sayur, dan daging, semuanya akan diproses di lambung, usus kecil, dan usus besar.  Terdapat enzim yang berfungsi untuk menghancurkan bentuk makanan hingga menjadi lebih halus.  Sari-sari yang diperlukan untuk tubuh kemudian diangkut melalui pembuluh darah dan ditransportasikan ke hati.  Sari-sari ini, termasuk asam amino atau protein kemudian akan disalurkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan asam amino.

Ketika kita mengonsumsi kapsul collagen, sesungguhnya yang kita konsumsi adalah protein.  Proses untuk pencernaannya sama seperti proses ketika tubuh mencerna makanan.  Nantinya asam amino ini digunakan untuk kebutuhan tubuh dengan berbagai jenis tujuan.  Apakah termasuk memperbaiki serat collagen di kulit?

Collagen sesungguhnya merupakan struktur yang terdapat pada layer dermis di kulit.  Ada komponen lain yaitu elastin, hyaluronic acid, dan lain sebagainya.  Jadi serat collagen itu sebetulnya bisa diibaratkan dengan serat pada kain.  Apa yang akan kita lakukan saat baju kita sobek atau bolong? Ketika kita mencoba menambalnya dengan serat dari kain baju atau celana itu sendiri agar hasil tambalannya tidak begitu terlihat, ini akan sulit karena memperbaiki serat benang yang sudah rusak itu bisa dibilang mustahil.  Kamu perlu menutupnya dengan kain lain.  Sama halnya, serat collagen itu mirip anyaman serat benang, sehingga akan sulit mencoba menambal dengan collagen lain yang bukan berasal dari dalam tubuh kita.  Maka diperlukan unsur lain yang bisa menstimulasi produksi collagen dalam tubuh.

Baca Juga:  Perhatikan Ini Saat Mencari Produk Perawatan Anti Aging atau Penuaan Dini!

 

Fun Fact #2: Collagen Adalah Humektan

Jika collagen tidak memiliki peran dalam  antiaging, apa sih, gunanya?

Humektan adalah zat yang digunakan untuk menjaga kelembapan kulit.  Karena molekul collagen sangat besar untuk bisa masuk hingga jaringan kulit terdalam, maka collagen nantinya akan akan stay di permukaan kulit. Jadi sifatnya hanya melembapkan.

Oleh karena itu, saya tidak begitu menyarankan membeli produk skincare atau suplemen mengandung collagen yang harganya wow. Jika ingin melembapkan kulit, lebih baik cari produk mengandung hyaluronic acid dan glycerin.  Bisa diperoleh dengan harga murah meriah, lho!

Fun Fact #3: Serat Collagen Kita Bisa Diperbaiki

Ada cara lain kalau misal kita ingin memperbaiki struktur serat collagen dalam tubuh sebagai pencegahan penuaan dini! Enggak perlu mengonsumsi atau memakai produk mengandung collagen.  Kamu cukup dengan memerhatikan produk-produk mengandung bahan sebagai berikut:

  1. EGCG: Seperti yang sudah saya bahas, EGCG adalah bahan antiaging hasil paten Amore Pacific yang terbukti bisa memberikan efek pencegahan penuaan dini yang nyata. [3]
  2. Vitamin C: Merupakan antioksidan yang biasanya digabung bersama dengan vitamin E. Bingung pilih produk vitamin C?  Bisa baca 4 Tips Memilih Serum Vitamin C lebih lanjut di sini!
  3. AHA:  Penggunaan AHA dengan nama glycolic acid bisa untuk pengelupasan kulit.  Namun sesungguhnya sudah ada tes dilakukan pada tikus percobaan tidak berbulu yang membuktikan glycolic acid lebih baik dibanding AHA yang lain, yaitu lactic acid dan malic acid.  10% glycolic acid adalah konsentrasi minimal yang bisa kamu pakai untuk antiaging.
  4. PHA:  PHA adalah “adik” AHA yang sifatnya lebih gentle, sehingga diperuntukkan bagi kulit sensitif.  Kemanjuran PHA sebagai bahan antiaging sebetulnya tidak sebaik glycolic acid.  Namun kamu bisa mencoba ini jika kamu merupakan pemula dalam actives skincare AHA, BHA, dan vitamin C.
  5. Retinol atau retinoid: Antioksidan terbaik untuk antiaging adalah vitamin A.  Namun sebagian besar memang cenderung takut untuk menggunakan retinol karena di awal pemakaian, akan terasa sangat perih.  Jika kamu tidak bisa menggunakan retinol, kamu bisa mencoba produk mengandung bahan-bahan antiaging sebagai berikut untuk pencegahan penuaan dini.
  6. Peptida : Palmitoyl pentapeptide-3 terbukti bisa menstimulasi regulasi sintesis serat collagen dalam kulit kita.  Kamu juga bisa mencari produk mengandung palmitoyl oligopeptide.
  7. Rajin pakai sunscreen!  Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait sunscreen, lebih lanjut kamu bisa baca postingan terkait sunscreen dan juga perbandingan 7 sunscreen brand lokal di bawah Rp 150.000.

 

Contoh Produk Pencegahan Penuaan Dini 

Contoh, sekali lagi, hanyalah contoh.  Tidak perlu dipatuhi secara saklek. Saya hanya memberikan contoh ini sebagai alternatif jika seandainya ingin memilih produk antiaging dengan keenam bahan yang sudah saya bahas sebelumnya. Perhatikan lagi kandungan pada produk-produk yang saya sebutkan, supaya bisa dicocokkan dengan kebutuhan jenis kulit masing-masing!

EGCG (Green Tea)Vitamin CAHA (Glycolic Acid)PHA (Gluconolactone)Retinol/RetinoidPeptide/Peptida
AmorePacific Time Response CollectionsTIAM My Signature C SourceThe Ordinary Glycolic Acid 7% Toning SolutionGlikoderm PHA (brand lokal Indonesia buatan SDM Labs)Philosophy Miracle Worker Miraculous Antiaging RetinoidDrunk Elephant Shaba Complex Eye Serum
The Ordinary Caffeine Solution 5% + EGCGSer-CMurad Advanced Active Radiance SerumCOSRX PHA Moisture Renewal Power CreamThe Ordinary Retinol 0.5% in SqualanePaula’s Choice Intensive Repair Cream
Illi Total Aging Care Series (tapi saya lihat EGCG ada di urutan bawah label kosmetik)Votre Peau Maharis Clinic Vitamin C SerumDrunk Elephant TLC Framboos Glycolic Night SerumMy Skin Mentor Dr G Brightening Peeling CreamThe Ordinary Granactive Retinoid 2% & 5% EmulsionThe Ordinary Buffet
Sunday Riley C.E.O. Rapid Flash Brightening SerumCOSRX AHA 7 Whitehead Power LiquidSkinceuticals Retinol
The Ordinary Vitamin C Suspension 23% + HA Spheres 2%Glikoderm AHA (brand lokal Indonesia buatan SDM Labs)
Rohto Dermacept RX

Resources:

[1]   Sylvie Ricard-Blum, The Collagen Family, Cold Spring Herb Perspect Biol. 2011 Jan; 3(1): a004978, DOI: 10.1101/cshperspect.a004978

[2] http://journal.scconline.org//pdf/cc1988/cc039n05/p00275-p00281.pdf, got it from Beauty Brains

[3] https://www.thedermreview.com/amore-pacific/

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    4 Comments

    1. Fanny f nila

      Kalo AHa sayangnya aku alergi. Tiap pake skin care yg ada kandungan AHA, lgs deh breakout parah kulit. Makanya pilihanku serum vit c sih. Dan lumayan ampuh memang utk menghambat penuaan. Kalo vitamin yg mengandung collagen aku juga minum. Tp stlh baca ini, kyknya memang ga usah tergantung ama vitamin kolagen gitu yaaa

      16 . Mar . 2018
      • Azzahra R Kamila

        Iya, soalnya vitamin C juga cukup 😀

        18 . Mar . 2018
    2. Hastira

      makasih sharingnya, ada juga yang diminum ya

      17 . Mar . 2018
    3. leli

      Kayak lagi baca tulisan ilmiah bukan baca beauty blog. Wkwkwkw
      Rada pusing tapi jadi nagih baca baca yang lain.

      Oalaah salah kaprah aku selama ini :’)

      22 . Mar . 2018

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *