Beautilogy, Beauty

Cleansing Oil vs Micellar Water, Mana Lebih Unggul untuk Menghapus Makeup?

byAzzahra R Kamila-
cleansing-oil-vs-micellar-water

Hi, readers!

Sebetulnya udah lama banget saya ingin membahas cleansing oil vs micellar water; selain karena hype, saya sudah mencoba kedua tipe pembersih ini.  Biasanya jika kamu menggunakan cleansing oil dibutuhkan tahap kedua yaitu penggunaan second cleanser.  Nah, kalau micellar water seringkali disebut tidak butuh lagi yang namanya second cleanser.  Bener, nggak, ya?

Seperti biasa, akan ada beberapa sesi yang saya buat dalam bentuk daftar isi.  Sila klik daftar isi yang saya buat sesuai kebutuhan jika tidak ingin membaca seluruh isi blog.

Perbedaan Make Up Remover dan Micellar Water

cleansing oil vs micellar water

Segala jenis surfaktan yang mengandung deterjen sesungguhnya termasuk micellar water.

Oke, itu fakta yang bakalan bikin syok.  I know.  Haha.

Hype dari micellar water di luar negeri sudah dimulai sejak tahun 2012, namun di Indonesia baru belakangan ini micellar water muncul ke permukaan.  Dimulai dari produk-produk luar yang mulai masuk ke Indonesia, hingga akhirnya menjamurlah produk  drugstore yang bisa kita beli di swalayan.  Tentunya sebagai beauty enthusiast, kita tergiur untuk mencoba micellar water berbagai brand, saling membandingkan satu sama lain untuk mengetahui mana yang lebih ngefek ke muka.

Sesungguhnya, penyebutan micellar water hanyalah teknik co-opting marketing; ini artinya brand berusaha membuat customer-nya tetap loyal dengan cara memberikan mendiferensiasi brand itu dari kompetisi marketing yang ketat. Pengemasan ulang produk lama menjadi seolah olah produk baru termasuk salah satu cara co-opting marketing.

Sebagai contoh, apa sesungguhnya perbedaan dari kata “makeup remover” dan “micellar water?” Saya akan membandingkan antara Maybelline Eye & Lip Make Up Remover dan Maybelline Micellar Water.

Maybelline Eye & Lip Make Up Remover 

Ingredients: AQUA/WATER, CYCLOPENTASILOXANE, ISOHEXADECANE, ISOPROPYL PALMITATE, PANTHENOL,DIPOTASSIUM PHOSPHATE, POLOXAMER 184, POLYAMINOPROPYL BIGUANIDE, POTASSIUM PHOSPHATE, SODIUM CHLORIDE, CI 61565/ GREEN 6 (FIL B7222/3)

Maybelline Micellar Water

Ingredients:  AQUA / WATER,HEXYLENE GLYCOL,GLYCERIN,BHT,DISODIUM COCOAMPHODIACETATE, DISODIUM EDTA,POLOXAMER 184,POLYAMINOPROPYL BIGUANIDE

Keduanya sama sama menggunakan Poloxamer 184 sebagai surfaktan.  Poloxamer 184 merupakan polymer sintetis yang berfungsi sebagai pembersih.  Inilah yang kita sebut sebagai micelles; unsur pembersih di dalam produk yang menjadi cikal bakal penamaan “micellar water.”

Perbedaannya apa?

Maybelline Micellar Water mengandung glycerin yang sifatnya humektan dan bisa melembapkan kulit.  Selain itu ada surfaktan lain yaitu Cocoamphodiacetate yang merupakan surfaktan sintetis yang berasal dari minyak kelapa.

Dari segi harga, mana sih yang lebih mahal?

Yup, ternyata micellar water!  Saya sengaja menggunakan perbandingan harga Maybelline Singapura karena di Indonesia saat ini produk resmi yang baru diluncurkan adalah Micellar Wipes, bukan micellar water.  Harganya memang beda 4 dollar saja, tapi kalau mendengar micellar water, kita kemungkinan punya kecenderungan untuk membeli produk yang lebih mahal sedikit demi iming-iming “4 in 1 step removes makeup, cleanses, tones, and moisturizes skin without the stinging feel – all in just one step!”

Berbeda jauh banget dengan tagline marketing untuk Maybelline Eye & Lip Make Up Remover!

Jadi konklusinya apa?

Sesungguhnya make up remover dan micellar water itu memiliki bahan surfaktan yang sama, namun hanya berbeda harga dan tagline. 

Jadi sebetulnya mending mana?

Itu semua tergantung dengan pilihan customer.  Saya sudah pernah mencoba produk micellar water drugstore seperti Glikoderm, Safi, dan Ovale.  Sejauh ini favorit saya adalah Safi White Expert Purifying Makeup Remover karena terdapat Sodium hyaluronate yang sifatnya melembapkan kulit.  Harganya juga murah, 100 ml hanya Rp 45.000!

Apa Itu Micellar Water?

Micelles disebut micelles ketika struktur dari bentuk surfaktannya mencapai konsentrasi tertentu di dalam air. Cara paling mudah penjelasannya menurut Perry Romanoswki dari Chemist Corner: bayangkan sebuah jembatan bernama surfaktan.  Di ujung yang satu, surfaktan ini sifatnya hydrophilic atau menyukai air, di ujung yang satu lagi surfaktan menyukai minyak atau lipophilic.

Ketka molekul-molekul bernama micelles ini masuk ke dalam air, salah satu titiknya yang bersifat lipophilic akan bergabung dan menjauh dari air. Molekul ini secara otomatis akan bergabung membentuk gumpalan bulat.  Bagian molekul lipophilic akan ada berada di dalam gumpalan, sementara molekul hydrophilic berada di bagian luar.

Inilah yang membuat surfaktan memiliki performansi yang baik ketika memerangkap minyak di kulit wajah.  Setelah seharian berada di luar, tentunya paparan debu, minyak, polusi akan menempel di kulit kita.  Menurut Michelle dari Lab Muffin Science, ketika kita menggunakan micellar water dengan menggunakan kapas, sesungguhnya sifatnya mirip seperti air karena kapas itu hydrophilic.  Ketika kita menuangkan kapas dengan micellar water, maka proses yang terjadi persis seperti ungkapan di atas; setiap minyak dan makeup (yang biasanya sifatnya hanya sit on top of our skin) akan secara otomatis terhapus, dan kulit kita akan kembali bersih.

Baca Juga:  Ngopi Cantik #3: Beautiesquad 1st Anniversary, Mengenal Seluk Beluknya

Perlukan double cleansing setelah memakai micellar water?

Sifat micellar water sesungguhnya mirip dengan air dicampur dengan sabun cuci muka.  Perbedaannya terletak pada jenis surfaktan yang dipakai di cleanser dan micellar water.  Biasanya surfaktan di micellar water lebih mild, sehingga aman bagi pemilik kulit kering dan sensitif.  Surfaktan yang terkandung dalam micellar water cukup untuk mengangkat makeup namun tidak semuanya tidak menimbulkan iritasi.  Tingkat sensitivitas kulit kita berbeda-beda sehingga jika kamu merasa kulit terasa kering dan gatal, sebaiknya cuci muka lagi dengan air biasa untuk menghilangkan residu surfaktan di kulit.

Saya pribadi karena terbiasa double cleansing, biasanya saya tetap mencuci muka lagi setelahnya, namun hanya membilas beberapa detik dan tentu saja menggunakan sabun cuci muka dengan pH sesuai kulit wajah.  Beberapa sabun cuci muka yang pernah saya uji pernah saya bahas sebelumnya di sini: Daftar Merek Sabun Cuci yang Bagus dan Memiliki pH Rendah untuk Kulit dan Daftar pH Sabun Cuci Muka Merek Lokal dan Drugstore di Indonesia.

 

 Cleansing Oil vs Cleansing Balm vs Cleansing Cream vs Milk Cleanser

Banyak banget enggak, sih istilah yang dipakai di industri kosmetik?  Bagian paling menarik adalah: semuanya pada dasarnya sama.

Apanya yang sama?

  • Sama-sama berbasis minyak
  • Sama sama memiliki prinsip “like dissolve like.”  Apalagi, tuh?  Itu akan saya bahas selanjutnya di sesi selanjutnya

Kalau enggak percaya, mari kita buktikan.  Saya akan mengambil contoh cleansing oil, cleansing balm, cleansing cream, dan milk cleanser  sebagai berikut:

  • Dear Klairs Deep Black Cleansing Oil
  • The Banilla Co Cleansing Balm Clean It Zero Purity
  • The Face Shop Green Tea Cleansing Cream
  • Wardah Lightening Milk Cleanser

Dear Klairs Deep Black Cleansing Oil 

Ingredients: Caprylic/Capric Triglyceride, Cetyl Ethylhexanoate, Isononyl Isononanoate, PEG-7 Glyceryl Cocoate , Isopropyl Myristate, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Glycine Soja (Soybean) Oil, Sesamum Indicum (Sesame) Seed Oil , Ribes Nigrum (Black Currant) Seed Oil , Tocopheryl Acetate , PEG-20 Glyceryl Triisostearate , Polysorbate 20, Fragrance, Butyrospermum Parkii (Shea Butter) , Carapa Guaianensis Seed Oil, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Seed Oil

The Banilla Co Cleansing Balm Clean It Zero Purity 

Ingredients: Mineral Oil, Cetyl Ethylhexanoate, PEG-20 Glyceryl Triisostearate, PEG-10 Isostearate, Polyethylene, Butylene Glycol, Water, Rubus Suavissimus (Raspberry) Leaf Extract, Aspalathus Linearis Lead Extract, Viscum Album (Mistletoe) Leaf Extract, Angelica Polymorpha Sinesnsis Root Extract, Papaya Fruit Extract, Acerora Extract, Epilobium Angustifolium Flower/Leaf/Stem Extract, BHT, Butylparaben, Acid Red 18, CI 15985, Spice

The Face Shop Green Tea Cleansing Cream 

Ingredients: Water, Dipropylene Glycol, Isopropyl Myristate, Cetearyl Alcohol, Polysorbate 60, Cetearyl Glucoside, Sorbitan Olivate, Dimethicone, Camellia Sinensis Leaf Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Aspalathus Linearis Extract, Lilium Candidum Flower Extract, Anthemis Nobilis Flower Extract, Borago Officinalis Extract, Centaurea Cyanus Flower Extract, Lauric Acid, Carbomer, Sucrose, Microcrystalline Cellulose, Mannitol, Zea Mays (Corn) Starch, Tocopheryl Acetate, Chromium Hydroxide Green, Butylene Glycol, Potassium Hydroxide, Disodium Edta, Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Fragrance, Yellow 5 (Ci 19140), Blue 1 (Ci 42090)

Wardah Lightening Milk Cleanser

Ingredients: Water (Preservative), Mineral Oil (Solvent), Cetearyl Alcohol (Solvent,Antistatic), Ceteareth-20 (Surfactant,Viscosity Control,Emulsifier), Propylene Glycol (Surfactant,Emulsifier), Glyceryl Stearate (Solvent,Viscosity Control,Moisturizer), PEG-100Stearate (Emollient,Emulsifier), Dimethicone (Surfactant), Decamethylcyclopentasiloxan (Emollient), Aloe Barbadensis (Solvent,Emollient), Witch Hazel Extract (Anti-inflammatory), Xanthan Gum (Anti-inflammatory), Methyl Paraben (Viscosity Control), Propyl Paraben (Preservative), Fragrance (Preservative), Allantoin (Fragrance), Tocopheryl Acetate (Anti-inflammatory,Anti-allergic), Benzyl Alcohol (Moisturizer,Antioxidant), Methylchloroisothiazolinon  (Preservative,Solvent,Fragrance), Methylisothiazolinone (Preservative)

Dari keempat produk di atas, saya sengaja highlight minyak yang terkandung di dalam produk-produk tersebut.  Terbukti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan karena semuanya sama-sama berbasis minyak. Pada dasarnya, baik cleansing cream, cleansing balm, maupun milk cleanser merupakan produk berbasis minyak yang bercampur dengan air.  Hype saat ini adalah produk berbasis minyak versi liquid tanpa air, yaitu cleansing oil.

Apa Itu Cleansing Oil?

cleansing oil vs micellar water

 

Tahukah kamu bahwa sesungguhnya cleansing oil memiliki sejarah jauh lebih panjang dibanding micellar water?  Menurut Colin’s Beauty Pages, sejarah penggunaan minyak sebagai pembersih sudah dimulai sejak zaman Romawi.  Di kala itu, mereka biasa menggunakan olive oil untuk membersihkan badan.  Setelah itu, dengan menggunakan suatu alat bernama strigil, budak-budak mereka akan menghilangkan minyak dari badan mereka.  Para bangsawan Romawi kemudian bersauna sebelum akhirnya berendam di kolam air dingin sebagai proses penyelesaian.

Praktek yang sudah dilakukan ratusan tahun ini kemudian diformulasikan menjadi OCM (Oil Cleansing Method).  Ada yang pernah mendengar ini sebelumnya?  Yup, itu adalah suatu metode untuk membersihkan kulit hanya menggunakan minyak.  Tidak sepenuhnya jelek, namun tidak semua orang bisa menerapkan OCM untuk keperluannya.  Saya sudah pernah membahas mengenai berbagai jenis minyak di postingan ini: Perlukah Penggunaan Face Oil Ditambahkan Pada Rutinitas Skincare?

Baca Juga:  Urutan Memakai Skincare Actives untuk Perawatan Wajah yang Tepat

Berikut adalah daftar comedogenic (yang sebetulnya masih belum terbukti benar 100% mengingat FDA (BPOM Amerika Serikat) tidak mengatur tingkat comedogenic carrier oil) dari sumber yang menurut saya cukup bisa dipercaya:

Carrier OilTingkat Comedogenic
Almond Oil2
Apricot Kernel Oil2
Argan Oil
Avocado Oil3
Camphor2
Castor Oil1
Cocoa Butter4
Coconut Butter4
Coconut Oil4
Corn Oil3
Cotton Seed Oil3
Evening Primrose Oil2
Grape Seed Oil1
Hazelnut Oil1
Hemp Seed Oil
Jojoba Oil2
Mineral Oil
Mink Oil3
Neem Oil1-2
Olive Oil2
Peanut Oil2
Rosehip Seed Oil1
Safflower Oil
Sandalwood Seed Oil2
Sesame Seed Oil3
Shea Butter0-2
Soybean Oil4-5
Sunflower Seed Oil0-2
Sweet Almond Oil2
Wheat Germ Oil5

Sebagai contoh, pada OCM biasanya minyak yang dipakai adalah castor oil. Bagi pemilik kulit normal dan kering, castor oil cenderung lebih berat dan dikhawatirkan bisa menyebabkan comedogenic.  Maka grapeseed oil yang sifatnya lebih ringan akan cocok bagi seseorang yang tidak terlalu memiliki sebum berlebih seperti pemilik kulit berminyak.

Teori Dasar Kelarutan untuk Cleansing Oil

cleansing oil vs micellar water

Nah loh, apalagi sih teori dasar kelarutan? Ini adalah teori yang biasanya dipakai oleh cosmetic chemist ketika membuat produk cleanser berbasis minyak dalam bentuk liquid atau cream.

Perbedaannya terletak pada jenis yang ingin kamu pakai.  Untuk jenis liquid semacam Dear Klairs Deep Black Cleansing Oil (klik sini untuk review lebih lanjut!) maka sifatnya pure terbuat dari oil atau minyak.  Sementara cleansing cream seperti The Face Shop Cleansing Cream biasanya berupa minyak yang bercampur dengan air; agar bisa tercampur dengan baik dibutuhkan bahan yang berfungsi sebagai emollient. Apa itu emollient?  Baca lebih lanjut: 4 Cara Membaca Label Kosmetik, Sesuaikan dengan Kebutuhan Kulit di sini!

Nah, terus apa hubungannya dengan teori satu ini?

Pernahkah kamu mendengar “like dissolves like?”

Kalimat ini merupakan basis dari pembuatan cleansing oil dan cleansing cream. Sebelunnya kamu perlu mengerti perbedaan antara senyawa polar dan senyawa nonpolar.

Di dalam ilmu kimia, senyawa polar merupakan senyawa yang memiliki dua kutub berbeda sehingga sering disebut sebagai dipol.  Jadi terdapat kutub pertama yang bermuatan parsial kutub positif dan parsial kutub negatif.

Sementara senyawa nonpolar tidak memiliki dua kutub seperti polar. Sewaktu-waktu, senyawa nonpolar bisa membentuk dua kutub yang disebut sebagai dipol sesaat.  Muatan di dalamnya tidak benar-benar positif dan negatif.

Minyak merupakan senyawa nonpolar karena tersusun atas rantai hidrokarbon yang panjang.  Jika disesuaikan dengan prinsip like dissolves like, maka ini cukup masuk akal ketika kita berbicara bahwa minyak bisa larut dalam minyak.  Minyak bisa melarutkan materi lain yang memiliki struktur  bahan kimia yang sama. Berikut adalah contoh ketika saya mencoba menghapus beberapa jenis makeup dengan menggunakan Dear Klairs Deep Black Cleansing Oil.

 

 

Kebanyakan produk makeup memiliki unsur minyak; inilah yang menyebabkan foundation, lipstik, maskara, dan produk-produk makeup lain sifatnya sit on top alias bahan-bahannya tidak penetrasi ke dalam jaringan kulit.  Ketika produk makeup bercampur dengan sebum atau minyak alami wajah, maka atom-atom ini akan saling mengikat secara kovalen.  Sifat cleansing oil dan cleansing cream yang sama-sama berbasis minyak tentunya bisa dengan mudah menghapus makeup di wajah.

Kalau enggak percaya, atau masih sulit mencerna penjelasan ini, cobalah pakai cleansing oil (boleh minjem, boleh rampok saudara atau temanmu), atau kamu bisa baca review saya soal cleansing oil dari Dear Klairs.

Mana sebetulnya yang lebih baik untuk menghapus makeup?

Buat saya, tidak ada satupun yang lebih unggul dari yang lain. YMMV (Your mileage may vary).  Teman-teman saya yang bertipe kulit kering cenderung menyukai produk micellar water, namun sesungguhnya tipe kulit kering bisa juga memakai cleansing oil yang disesuaikan dengan tingkat sensitivitas kulit.  iAda juga tipe kulit berminyak yang juga lebih suka menggunakan micellar water dibanding cleansing oil, meski cukup banyak produk cleansing oil yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai pemilik kulit dry oily (kombinasi), saya menyukai dua micellar water maupun cleansing oil.  Jika sedang malas, saya memilih memakai micellar water, namun jika sedang rajin menggosok wajah, saya akan pakai cleansing oil.  Yang terpenting adalah mengetahui produk mana yang tepat bagi kulit.  So, YMMV!

Sekian penjelasan saya soal cleansing oil vs micellar water, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan di kolom komentar!  😀   😀

Azzahra R Kamila

Her blog has a concern for cruelty free and halal products. Her skepticism makes her doing research about science behind beauty, as she wants to educate readers to carefully choose cosmetics ingredients before buying. In addition to beauty, she also likes to discuss slice of life as well as book reviews.

    5 Comments

    1. Ariani

      gilaaaa miaaaa… kereen ini detail sedetail detailnyaaa.. polar bipolar mengingatkan aku sama pelajaran kimia SMA haha

      07 . Jun . 2018
    2. Vina Eska

      Selalu lengkap. Walau agak spaneng masalah kimia , tapi aku suka sama tulisanmu. XD

      09 . Jun . 2018
      • Azzahra R Kamila

        Tengkyuu haha, kalo ada yang kurang ngerti tanya aja, nanti coba kubahas tanpa bahasa canggih XD

        10 . Jun . 2018
    3. Elnienesia Meirinza Putri Dewa

      I love the way you review the product into pretty detail! Salute! Walau kadang bikin mengkerut dahi karena bahasanya deep banget. Tapi sejauh ini suka kok ^ ^

      nonahitampahit.co

      12 . Jun . 2018
      • Azzahra R Kamila

        Hihi, thank you Mbak! Aku masih belajar gimana caranya nyampein sesuatu supaya lebih mudah dipahami 😀 , jadi makasih banget masukannya!

        15 . Jun . 2018

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *