Browsing Category:

Miscellanous

five-reasons-negative-person

For New Year 2018, many of us have resolutions in our mind (and probably still stuck in our mind, as always).  As I scroll down my timeline on social media, I tend to find  positive quotes and positive encouragement related to 2017. Or remorse during 2017, and the reason why it’s not the best year for someone.

These words sound boring.

No offense, but I  am not a positive type. I’m not like other people who can say words of comfort, hoping that things can get better for this year. Yes, if likened to a character, I am Eeyore for Poohs out there.

Share:
balada-mencari-jodoh

Akhir tahun lalu, saya sempat mengelus dada ketika mendengar kabar bahwa teman sekelas saya bercerai dengan suaminya.  Dia setahun di atas saya (tapi kami seangkatan saat sekolah), hanya saja di usia pernikahan relatif muda, mereka terpaksa berpisah lantaran berbeda prinsip.

Di tahun yang sama, beberapa teman saya memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan menikah dengan pasangan pilihannya masing-masing.  Di saat itu, pertanyaan: “Kapan nikah?” kembali nyangkut.  Iyes, yang belum gandengan pasti bakal kebawa bawa disepet. Saya terpaksa menjawab dengan senyum palsu: “Kalau sudah saatnya pasti nikah, kok.”

Sebetulnya nikah itu apa sih, ajang mendapatkan jodoh apa pasangan hidup?

Share:
ijazah-bukan-segalanya

Saya terlintas untuk menulis ini saat membaca seri terakhir The Chronicles of Audy: 02.  Ada yang tahu novel ini?  Iya, ini novel lokal rasa drama Korea.  Siapa sih yang nggak mau tinggal bareng 4 cowok ganteng secara gratis? Well, kalau saya sih, karena bakal digebuk orangtua kalau tinggal bareng tanpa nikah, ya nikahin dululah salah satunya ~XD.

Eniwei, apa hubungannya sih sama ijazah?  Saya terketuk untuk berpikir ini setelah Audy, si tokoh utama mengajukan pertanyaan: Apa Rencana Masa Depan Audy?

 

Share:
perempuan-jodoh-sekolah-revolusi

“Kamu bakal susah dapat jodoh Mi, kalau  kuliah S3 sekarang. Soalnya ada banyak yang harus dikorbanin.  Kemungkinan jodoh kamu itu yang punya pemikiran sama, pengen jadi dosen juga. Laki-laki yang lain mungkin keder duluan dengar cita-cita itu.”

Kalimat ini pernah terlontar dari mulut teman saya yang cukup lancang, beberapa tahun lalu.  Jujur aja, saya keki mendengar dia bicara seperti ini seolah dialah yang menentukan jodoh saya di Lauh Mahfudz.  Punten, kalau bisa di-download dari dulu nggak usah pusing menghadapi ngeyelnya orang-orang seputar: “Kapan Nikah?  Kapan Punya Anak? Kapan Mati?” ~ XD 

Share:
yakin-siap-nikah-sebelum-baper-perhatikan-3-hal-ini-yang-sering-dilupakan-jomlo

Bagi yang pernah baca blog saya sebelumnya, pasti tahu ya, kalau saya orangnya sinis banget sama  meme sejenis “kapan dihalalin?”, “kapan nikah?”, dan lain sebagainya.  Jujur aja, saya ngerasa candaan macam itu low level. Helloooo, orang India aja ke bulan berkali-kali, ini masih aja seneng ngebahas kapan para jomlowan-jomlowati di Indonesia menikah!

Sungguh pembicaraan yang low level.

Share:
1235