Browsing Category:

Books

What I Talk About when I Talk About Running Book Cover What I Talk About when I Talk About Running
Haruki Murakami
Memoar
Bentang Pustaka
April 2016
Paperback
182

Setelah mendedikasikan dirinya untuk menjadi penulis, Haruki Murakami mulai giat berlari supaya tetap fit. Apa yang semula hanya bertujuan sebagai olahraga berubah menjadi kegiatan yang membuatnya terobsesi. Saat berlari, ia tak hanya menemukan kebebasan namun juga pemikiran-pemikiran baru. Pada akhirnya, Murakami memutuskan untuk ikut dalam maraton di kota New York tahun 2005.

Tak hanya berlatih dan bersiap untuk mengikuti maraton saja, Murakami pun menuliskan pengalamannya tersebut. Hasilnya adalah memoar yang indah tentang obsesinya terhadap menulis dan berlari. Dan, siapa yang menyangka kalau menulis dan berlari punya banyak kesamaan.

What I Talk About when I Talk About Running adalah karya yang kaya, intim, jenaka, sekaligus filosofis dan mendalam. Haruki Murakami sendiri merupakan salah satu penulis terbaik dunia saat ini, yang telah berkali-kali meraih nominasi Penghargaan Nobel bidang Sastra.

Beberapa hari ini saya down.  Pake banget. Curhat sedikit, dalam rentang waktu yang tidak begitu jauh naskah novel saya yang terbaru berjudul “Selamat Datang di Toko Kenangan” gagal tembus 2 lomba menulis dan ditolak 1 penerbit.

Share:
Critical Eleven Book Cover Critical Eleven
Ika Natassa
Romance
Gramedia Pustaka Utama
August 10th, 2015
Paperback
344

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

“Anyone who is in love is making love the whole time, even when they’re not. When two bodies meet, it is just the cup overflowing. They can stay together for hours, even days. They begin the dance one day and finish it the next, or–such is the pleasure they experience–they may never finish it. No eleven minutes for them.”
Paulo Coelho, Eleven Minutes

Share:
The Rose and The Dagger Book Cover The Rose and The Dagger
The Wrath and The Dawn
Renee Ahdieh
Fantasy, Historical, Romance
POP (Imprint KPG)
19 September 2016
Paperback
486

Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Itulah yang awalnya dikira Shahrzad. Ketika berusaha mengungkap rahasia suaminya itu, Shahrzad justru menemukan sosok luar biasa yang dia cintai sepenuh hati. Namun sebuah kutukan yang terus mengancam membuat Shazi dan Khalid harus berpisah.

Kini Khalifa Khorasan berkumpul kembali dengan ayah dan adiknya. Mereka berlindung di perkemahan padang pasir, tempat berkumpulnya pasukan untuk menggulingkan Khalid—pasukan yang dipimpin oleh Tariq, cinta pertama Shahrzad. Terjebak di antara kesetiaan kepada dua kubu yang sama-sama dia sayangi, Shazi diam-diam menyusun rencana untuk menghentikan perang dengan melibatkan sihir yang mengalir dalam darahnya. Dan Shahrzad akan mempertaruhkan apa pun untuk menemukan jalan kembali kepada cinta sejatinya….

Saya seneng banget begitu secara impulsif main ke toko buku, nemu lanjutan dari serial ini.  Sempet ngira bahwa buku ini baru terbit tahun depan, mengingat sekuelnya baru terbit tahun ini di luar negeri.  Rupanya POP sangat tanggap terhadap penggemar serial The Wrath and The Dawn, karena September ternyata udah ada. Judulnya adalah The Rose and The Dagger, lumayan cocok dengan maksud dari cerita buku ini.  Buat yang belum pernah baca yang pertama: tulisan ini mengandung spoiler.  Tanggung sendiri risikonya kalau malah baca ini duluan 

Share: