July 10, 2017 Azzahra R Kamila 4Comment

Fenomena produk yang mengandung AHA, BHA, dan L-AA (ascorbic acid) yang dikenal juga sebagai vitamin C ternyata masih nge-hype banget.  Saya  banyak pertanyaan seputar ketiga hal tersebut di postingan sebelumnya tentang pH kulit, AHA, BHA, dan vitamin C.

Namun masih banyak yang bingung seputar purging dan break out.  Untuk menjawab pertanyaan ini, saya memutuskan membuat postingan blog terkait beda purging dan break out.

Banyak yang mencoba, banyak yang ragu karena sudah pernah membaca atau menonton review orang lain seputar hal yang mungkin terjadi saat memakai bahan-bahan yang disebut actives.  Ada 4 bab terkait seputar actives, purging dan break out,  penjelasan tentang jerawat serta urutan pemakaian skincare yang saya tulis dan bisa diakses di sini:

Bab I: Mengenal pH Kulit, AHA, BHA, dan Vitamin C Secara Jelas

Bab II: Apa Bedanya Purging dan Break Out? Apa Kaitannya dengan AHA, BHA, Vitamin C? (bab yang sedang kamu baca)

Bab III: Urutan Pemakaian Skincare  untuk Perawatan Wajah yang Tepat 

Bab IV: Kenali Jerawatmu!  Cara Lain untuk Mengobati Jerawat Tanpa AHA BHA

Perbedaan Purging dan Break Out

beda purging dan break out

Jika kamu sebelumnya sudah membaca tentang actives, maka tahap selanjutnya adalah mengetahui apakah actives itu aman buat kamu atau tidak.  Kamu tentu pernah mendengar istilah “purging” dan “break out.”  Nah, beda keduanya apa, sih?  Apa fungsinya tahu ini dengan kapan sebaiknya berhenti pakai skincare?

Buat gampangnya sih begini:

Purging: Ketika kulit kamu baru mulai menyesuaikan diri dengan skincare baru, selalu ada kemungkinan bahwa skincare atau make up yang kamu pakai sebelumnya mengandung racun yang tidak baik bagi tubuh, sehingga reaksi ini memunculkan jerawat, whitehead (komedo putih), dan blackhead (komedo hitam).  Bukan berarti produk tidak berhasil dengan baik, ini justru reaksi yang diharapkan ketika memakai actives. Lanjutkan pemakaian sampai kulit benar-benar bersih. 

Break Out: Ketika kulit kamu terlalu sensitif terhadap bahan tertentu, atau kamu berlebihan ketika melakukan pengelupasan sel kulit mati, maka inilah yang disebut sebagai break out. Bisa jadi skincare dan make up tertentu malah jadi menutup pori-pori, menyebabkan iritasi serta alergi.  Kamu harus segera membuang skincare atau make up tersebut sebelum kondisi kulitmu menjadi semakin parah. 

Nah, lho, teorinya sih mudah dimengerti.  Tapi apa sih sebetulnya pembeda antara purging dan break out ketika memakai actives?

Untuk mengerti cara membedakannya, kamu harus benar-benar paham mengenai purging dan break out. Tulisan ini saya buat berdasarkan saduran informasi sains di balik beauty oleh Michelle dari Lab Muffin.

Bagaimana Jerawat Bisa Muncul?

beda purging dan break out
via labmuffin

Kebanyakan artikel mengatakan bahwa ada kalanya karena stres, polusi, tidak membersihkan wajah dengan baik, tidak menganut pola makan sehat, dan lain-lain. Jika ingin tahu lebih lanjut cara menghilangkan dan mencegah jerawat secara cepat, bisa baca postingan saya: Cara Mudah Menghilangkan Jerawat dengan Cepat, Kenali Dulu Jerawatmu!

Nah, di sini saya lebih membahas pada perawatan kulit.

Tahu nggak sih, ternyata jerawat itu muncul karena pori-pori kita tersumbat?  Dan jerawat yang sering timbul ketika sedang mengalami menstruasi itu adalah cara tubuh mengeluarkan toksin atau racun dalam tubuh?  Yup, ada macam-macam alasan kenapa jerawat bisa muncul.  Kita nggak akan selalu tahu alasannya kenapa tiba-tiba muncul jerawat di muka, keburu bete duluan pengen mencet jerawatnya, ya nggak, sih? ^^;

Jerawat sendiri terbentuk karena adanya suatu form yang disebut dengan microcomedone.  Microcomedone itu tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, itu sebabnya kita tidak bisa memprediksi kapan microcomedone ini berubah menjadi whitehead, blackhead, jerawat papula, nodula, bahkan cystic acne.

Kalau jenisnya semacam komedo sih masih bisa diatasi dengan peeling, tapi gimana nih, kalau sampai parah kayak cystic?  Tumbuh di bawah kulit secara bandel, nggak bisa pergi-pergi? Kalau sudah begini, butuh waktu hingga 8 minggu sampai microcomedone itu timbul ke permukaan.

Keterkaitan Purging dan Microcomedone

beda purging dan break out

Hal yang perlu kamu ketahui adalah bahwa purging sesungguhnya merupakan proses ketika suatu produk mempercepat siklus microcomedone berubah menjadi whitehead, blackhead, papula, nodula, bahkan cystic acne. Inilah sebabnya kamu akan mengalami masa-masa menyedihkan saat awal pemakaian AHA, BHA, atau keduanya.

Jangan langsung buru-buru menghentikan pemakaian, karena sesungguhnya inilah momen terpenting dalam hidup ^^;. Produk tersebut sedang bekerja untuk mempercepat regenerasi kulit yang juga bisa menyembuhkan jerawat! Ketika produk itu bekerja dengan baik, maka semakin sedikit microcomedone yang terbentuk.

Normalnya, purging terjadi hanya dalam waktu sebulan. Coba lihat dalam waktu maksimal 8 minggu, apabila ada perubahan ke arah seperti ini, maka kulitmu cocok dengan actives dan akan semakin bersih.

Apa Bedanya dengan Break Out?

beda purging dan break out

Ketika pori-pori kamu justru tersumbat atau mengalami iritasi karena pemakaian skincare yang kurang cocok untuk kulit, maka itulah yang disebut sebagai break out.  Jika dalam waktu 8 minggu kondisi kulit makin parah, segera hentikan pemakaian. 

Namun selalu ada kemungkinan juga alasan kenapa kulitmu break out tiba-tiba diakibatkan frekuensi pemakaian.  Perlu diketahui bahwa actives merupakan bahan-bahan yang cukup keras, sehingga diperlukan penjadwalan yang tepat.

Biasanya ini yang sering tidak diperhatikan oleh pemula pemakai actives seperti AHA, BHA, PHA, retinol, L-AA (vitamin C), azelaic acid, dan lain-lain. Jadi, berdasarkan hasil membaca saran berbagai beauty guru, saya mendapatkan kesimpulan sebagai berikut (sumber: The Klog) ->

a) Untuk pemakaian pertama, saya sarankan beli dulu sample-nya.  Jangan terlalu banyak, cukup masing-masing sebanyak 10 sample (AHA 10 sample, BHA 10 sample).  Apabila tidak ada dalam bentuk sachet, cari dalam bentuk share in bottle.

b) Pada pemakaian pertama, frekuensi maksimal adalah sebanyak 2x dalam seminggu. Kita masih belum tahu seberapa sensitif kulit sendiri, itu sebabnya jangan buru-buru menghabiskan semua persediaan. Jika dalam waktu dua minggu tidak mendapatkan reaksi yang mengarah pada break out, lanjutkan pemakaian.  Bisa tingkatkan frekuensi sebanyak 3x seminggu hingga setiap hari, tergantung kondisi kulit.

c) Jika whitehead, blackhead, dan jerawat timbul di daerah yang sebelumnya bersih dari microcomedone, hentikan pemakaian.  Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: kulitmu terlalu sensitif, atau bisa jadi karena kamu mengalami over exfoliate. Lihat lagi pada poin b, seberapa sering kamu memakai actives AHA dan BHA, sebelum memutuskan untuk melanjutkan pemakaian atau membuang produk tersebut.

d) Jika kamu cocok dengan produk tersebut, jangan pernah diganti. Penggantian brand bisa jadi menyebabkan bentrok di kulit karena kandungan bahan brand baru tidak cocok dengan yang pernah kita pakai sebelumnya.  Jika ingin mencoba skincare baru, sangat disarankan meneliti terlebih dulu bahan-bahan yang terkandung.

e) Setelah kulitmu bersih, kamu masih bisa tetap memakai AHA dan BHA sebagai bagian rutinitas skincare.  Namun sebaiknya kurangi frekuensi, misalkan yang dulunya setiap hari menjadi 3x dalam seminggu.  Ini dimaksudkan agar kulitmu tidak mengalami over exfoliate yang menyebabkan break out. 

f) Kemungkinan actives belum bereaksi sesuai keinginanmu (padahal sudah berminggu-minggu) dipengaruhi juga oleh urutan pemakaian actives kurang tepat. Untuk selanjutnya, bisa kamu baca bahasannya di BAB III.

 

4 thoughts on “Apa Bedanya Purging dan Break Out? Apa Kaitannya dengan AHA, BHA, Vitamin C?

    1. Do’s don’ts sebelah mana ya, Mbak? Sebetulnya aturannya nggak begitu ribet kalo udah paham sifat AHA, BHA dan vitamin C 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *